Diana Rikasari, The Sparkling Girl

GayaKeren.id. Gaya berbusana Diana Rikasari yang seorang fashion Blogger, dan juga penulis ini memang terlihat unik, gaya dan keren, gaya rambutnya yang berponi di tambah bingkai kacamata yang besar menjadi ciri khas tersendiri bagi Diana.

Gaya khas Diana juga terlihat saat tampil sebagai narasumber di acara peluncuruan buku #88LOVELIFE Vol.03 yang ditulisnya.

Menggunakan busana ‘meriah’ yang gemerlap dan berwarna-warni ditambah kacamata besar yang membingkai matanya serta anting berbentuk hati yang mengggantung di telinga, Diana tampak terlihat sangat gemerlap, lincah dan ceria, sejalan dengan suasana meriah di acara peluncuran bukunya.

“sebenarnya saya suka banget dengan warna pink, tapi sekarang sengaja menggunakan busana ini agar tampak meriah, sesuai dengan tema acara hari ini yang sparkling, meriah dan berkilau,” ujar Diana dengan senyum sumingrah.

 

 

L’Oréal Dukung Kesetaraan Gender di Lingkungan Kerja

GayaKeren.id – Kesetaraan gender di dunia kerja masih menjadi tantangan diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Data Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia tahun 2015 yang dirilis oleh International Labour Organization (ILO) untuk Indonesia menunjukkan bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja adalah sangat rendah, yaitu berkisar antara 50 hingga 55 persen selama lima tahun terakhir*.

Lebih dari 35 juta perempuan usia kerja menyatakan bahwa mereka tidak berpartisipasi dalam angkatan kerja karena  tanggung jawab keluarga. Menjawab tantangan ini, perusahaan global dan pemimpin industri kecantikan dunia, L’Oréal berusaha menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para karyawan termasuk karyawan perempuan yang sering memiliki multi peran; dan mendukung perubahan demi tercapainya kesetaraan gender di dunia kerja.

“Visi perusahaan kami adalah untuk menjadi pemimpin dalam industri kecantikan di Indonesia yang akan didorong antara lain oleh 2 pilar utama yaitu sumber daya manusia dan perkembangan secara berkelanjutan. Sebagai perusahaan global, L’Oréal percaya bahwa kesetaraan gender di dunia kerja dapat diusahakan mulai dari lingkungan kerja yang nyaman bagi seluruh karyawan.

Dibawah payung program Share and Care, L’Oréal bertujuan untuk memberikan standar manfaat sosial secara global, sekaligus mendorong setiap negara untuk membuat inovasi sosial mereka sendiri,” jelas Umesh Phadke, Presiden Direktur PT L’Oréal Indonesia.

Program Share & Care di L’Oréal memiliki 4 pilar: 1. Protect – Karyawan terlindungi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga mendapatkan perlindungan untuk masa depan; 2. Care – Karyawan terlindungi dari segi jaminan kesehatan; 3. Balance – Karyawan memiliki keseimbangan hidup antara pekerjaan dan kehidupan pribadi; dan 4. Enjoy – Karyawan diberikan lingkungan kerja yang nyaman.

“Di L’Oréal, kami berkomitmen untuk membuat lingkungan kerja yang nyaman bagi karyawan termasuk perempuan. Karyawan perempuan berhak menerima tambahan cuti hamil selama 2 minggu dari Aturan Dasar Menakertras sehingga total menjadi 14 minggu dan 3 hari cuti untuk karyawan pria mendampingi istri melahirkan. Selain itu, L’Oréal juga memungkinkan sistem kerja dari rumah atau work from home dua kali dalam satu bulan yang mendukung karyawan memiliki keseimbangan hidup.

Karyawan juga bisa lebih luwes mengatur jam kerjanya karena kenyamanan semi flexible hours memungkinkan mereka datang atau pulang lebih awal asal dalam koridor waktu kerja 8 jam. Perusahaan juga menyediakan untuk karyawan akses dan kesempatan berbagai fasilitas dan layanan kecantikan, termasuk manicure dan pedicure; massage; perawatan rambut; harga khusus untuk anggota pusat kebugaran; serta berbagai aktivitas olahraga seperti badminton, futsal dan kelas yoga. Pada masa perayaan hari besar seperti Idul Fitri, karyawan perempuan yang asisten rumah tangganya sudah pulang kampung disediakan tempat penitipan anak, sehingga mereka diperkenankan membawa serta anak ke kantor,” jelas Restu Widiati, Head of Human Resources, PT L’Oréal Indonesia.

“Program dan kenyamanan yang diberikan ini bertujuan lebih dari sekedar menjalankan program personalia, L’Oréal memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung perubahan demi tercapainya kesetaraan gender di dunia kerja, termasuk memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki posisi strategis di perusahaan. Hingga saat ini, 50% posisi manajerial  di L’Oréal Indonesia diampu oleh perempuan,” tutup Restu Widiati.

 

 

 

Tarif Batas Bawah Akan Dikenakan Pada Taksi Online

GayaKeren.id –  Pemerintah akan menerapkan kebijakan tarif batas atas dan bawah bagi moda angkutan umum berbasis online / taksi online.

Penerapan kebijakan tersebut akan tertuang dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan / Permenhub No. 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor tidak dalam Trayek.

Pembahasan revisi tersebut, saat ini masih berjalan, dan diharapkan selesai dalam waktu satu dua bulan ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan, penerapan batas atas dan bawah untuk memberikan persamaan perlakuan kepada angkutan umum konvensional.

“Tarif batas itu nantinya ditentukan melalui survei, ini sama dengan angkutan konvensional, kalau tidak disamakan bisa bahaya,” katanya di Istana Negara, Senin (6/3/2017).

Budi mengatakan, selain ketentuan soal tarif batas dan bawah tersebut, dalam revisi peraturan tersebut pihaknya juga akan mewajibkan perusahaan aplikasi penyedia jasa layanan angkutan berbasis online membayar pajak.

Namun Budi belum menjelaskan pajak yang dimaksud.

Pudji Hartanto, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan, revisi permenhub juga akan melonggarkan aturan angkutan umum berbasis daring.

Pelonggaran dilakukan terhadap jenis kendaraan yang bisa dioperasikan untuk angkutan berbasis online.

Jika sebelumnya Kementerian Perhubungan melalui Pasal 18 Permenhub 32 Tahun 2016 menyatakan bahwa kendaraan yang diijinkan untuk angkutan sewa dan angkutan berbasis aplikasi minimal harus lebih dari 1.300 cc, dalam revisi ini, jenis kendaraan akan diturunkan.

Nantinya, kendaraan 1.000 cc akan dibolehkan menjadi angkutan sewa. Selain aturan tersebut, dalam revisi, pemerintah juga membahas tentang kemungkinan kewajiban untuk memiliki pangkalan atau pool.