Soesanto Tiang, Pebisnis Sukses Mengusung ‘Marketing With Heart’

GayaKeren.id – Menjalani bisnis di dunia kecantikan, bukan menjadi cita-citanya. Membuka bengkel modifikasi mobil justru adalah impiannya. Berbekal kemampuan, hobi, dan teutama ijasah S1 Management, Soesanto mulai menapaki dunia kerja. Sempat bekerja di beberapa perusahaan kemudian resign dengan tidak menyenangkan, tapi itu tidak membuat dirinya patah semangat. Lagi..dan lagi dia mencoba melamar. Namun dorongan orang tua terutama sang papa, membuat Soesanto banting stir.

Mengikuti saran sang ayah, Soesanto kemudian mulai menekuni usaha yang dirintis sang ayah. Hal itu dijalaninya karena termotivasi dengan perkataan sang ayah yang mengatakan bahwa “ perjuangan saya sampai hari ini adalah karir saya, dan karir saya tersukses adalah membesarkan kalian (anak-anaknya), kalau kamu merasa bisa sukses di perusahaan tempat kamu akan bekerja, mengapa tidak mencoba melakukan kesuksesan itu di perusahaan sendiri?”, demikian kenang Soesanto mengutip perkataan sang papa.

Dorongan itu membuat dirinya berpikir bahwa tidak ada salahnya itu dicoba karena itu suatu ide yang bagus meskipun pada saat itu dirinya sempat merasa tak begitu yakin untuk bisa menjalankannya. Melanjutkan bisnis keluarga memang tak mudah. Hambatan dan tantangan sudah pasti menjadi bagian perjalanan menekuni sebuah usaha. Hingga akhirnya pada tahun 2004, Soesanto membuka mata untuk fokus pada bisnis ini.

“Tahun 2004 saya mulai membuka mata saya bahwa industri kecantikan sangat menarik dan Beauty Will Surrounding The World. Dan saya berpikir kalau in the next few year, saya bisa melihat banyak orang cantik di mall, and this is my market”, lanjut pria kelahiran Medan, Sumatera Utara ini.

Dalam perjalanan membesarkan bisnis industri kecantikan khususnya pada alat-alat kecantikan dengan bendera CV PATEN sebagai supplier alat-alat kecantikan (produk) Babyliss Professional, dituntut untuk bisa mempertahankan konsistensi pelanggan / marketnya. Namun hal ini diakui Soesanto tidak mudah, karena industri kecantikan terutama di Indonesia berkembang sangat dinamis. Jika tidak bisa mengikuti perkembangan trend yg dinamis, akan sulit untuk bertahan apalagi melakukan ekspansi.

Berbekal sebuah statemen “Marketing With Heart” yang disampaikan oleh seoarang pembicara seminar dari Jepang yang tak pernah dia lupa, dia bisa mempertahankan dan mengembangkan bisnis ini sampai hari ini, bahkan selalu ditanamkan dalam jiwa team di perusahaannya. Disamping tentunya melakukan seleksi juga atas produk yang akan dipasarkan di Indonesia.

“Saya tidak berani mengatakan cara saya yang paling benar, tapi prinsip Marketing With Heart masih saya lakukan dan cukup bertahan di bisnis ini”, ujar Sang Direktur CV PATEN yang punya hobi bela diri Wing Chun ini menegaskan.

Sebagai pebisnis di industri kecantikan, Soesanto pun berharap dunia kecantikan Indonesia bisa menjadi kebanggaan di negeri sendiri, bisa menggabungkan tradisi dan trend masa kini untuk menghasilkan sebuah citra otentik yang hanya dimiliki Indonesia. Soesanto pun merujuk kekesalan soal busana batik yang di kalim oleh negara lain, padahal batik jelas asli Indonesia.

Sesibuk-sibuknya seorang Soesanto menjalani bisnis dan berbagai aktivitas diluar kerjaan seperti berorganisasi dan sesekali melakukan beberapa hobinya ini, namun waktu untuk keluarganya tak terabaikan. Pengusaha multitalent dan sedikit nyentrik ini memastikan bahwa after office time dan weekend itu dikhususkan untuk keluarga.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply