Warna Warni Koleksi ‘Decimoda’

GayaKeren.id – Merayakan 10 tahun Surabaya Fashion Parade (SFP), perhelatan fashion akbar pun digelar. Menghadirkan karya-karya apik dari deretan desainer ternama baik dari Jakarta dan Surabaya.

Meramaikan perhelatan Surabaya Fashion Parade (SFP) 2017 yang mengusung tema Decimoda, para desainer menampilkan ragam koleksinya mulai dari busana modest wear, busana urban, busana kasual dan berbagai busana lainnya.

Bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber, persembahan Decimoda menjadi suguhan apik yang menandakan eksistensi para pelaku industri fashion Indonesia, khususnya Jawa Timur. Decimoda sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang artinya kesepuluh dan Moda yang berarti fashion. Hal ini pun menandai keberadaan Surabaya Fashion Parade yang menginjak tahun ke-10.

Semarak Surabaya Fashion Parade pun tak kalah menarik. Sejumlah desainer beradu kreasi menampilkan karya apik mereka. Ferry Sunarto misalnya yang mengusung tema Magnetism Onassis dimana menampilkan look chic dan elegan di era 60-80an. Palet warna vintage klasik seperti ice gray, champagne, yellow butter, dusty green hingga dusty peach dihadirkan.

Desainer lainnya, Yuliana Huanag hadir dengan inspirasi busana yang menampilkan keindahan pantai baik dari ombak, awan,karang yang eksotik serta suasana pantai. Dalam nuansa biru yang menjadi dominasi rancangannya kali ini, Yuliana menampilkan cutting yang ringan namun sarat dengan detil. Sentuhan warna cokelat yang mewakili keindahan karang pantai diwakili dengan penggunaan kain batik semakin membuat elegan tampilan karyanya.

Tampilan karya avant garde disuguhkan Elizabeth Njo May Fen melalui brand Ketique menampilkan busana wearable yang mengangkat filosofi kolang kaling. Elizabeth menyuguhkan desain kolang kaling dengan siluet circle, H line dengan cutting kolang kawung yang menggunakan tenun kawung dan batik tulis serta bahan crush. Potongan dress yang bisa berfungsi sebagai top dengan outer atau sebuah outer yang bisa berubah fungsi menjadi rok disuguhkan dengan apik.

Sementara itu, Lenny Agustin yang terinspirasi dari Frida Kahlo dan perayaan Day of The Death di Meksiko  menghadirkan koleksi dengan sentuhan warna-warna gelap seperti navy blue, hitam, cokelat, dan hijau tua yang dipadukan dengan pink, baby blue, kuning, oranye dan hijau muda. Dalam potongan busana yang longgar dan berdetail ruffle, koleksinya yang berbentuk crop blouse, dress, jacket, skirt selutut hingga semata kaki tampil cantik dengan detil ruflle serta hiasan sulan pita dengan motif bunga-bunga dalam ukuran besar.

Untuk modest wear, koleksi Saffana menghadirkan koleksi premium yang terin

Koleksi Lenny Agustin

spirasi dari keindahan bunga moraea villosa yang berasal dan tumbuh di negara Afrika di atas bebatuan granit di tebing yang curam. Potongan dress panjang dengan siluet A dihadirkan dengan memadukan bentuk dari kelopak bunga yang diterjemahkan melallui potongan yang unik mengikuti lekuk kelopak bunga. Dalam warna-warna menawan seperti ice blue, broken white, fuchsia serta sedikit sentuhan warna emas, koleksi ini tampil elegan.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply