Mencari Waktu yang Tepat untuk Berkomunikasi

foto : google.com

GayaKeren.id – Pernahkah Anda merasa kesulitan untuk membicarakan atau mengungkapkan isi hati dengan keluarga? Hasil survei SariWangi menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan keluarga Indonesia cenderung rendah.

Setengah responden menyatakan hanya mengungkapkan bagian yang mudah dan aman saja untuk dibicarakan. Sebagai bentuk komitmen SariWangi untuk mendorong terbentuknya keluarga harmonis melalui komunikasi efektif, SariWangi meluncurkan kampanye #BeraniBicara yang mengajak masyakat Indonesia untuk mengungkapkan isi hati mereka kepada keluarga.

Hal ini juga diakui oleh Ratih Ibrahim selaku Psikolog Anak dan Keluarga yang juga menjelaskan bahwa Seringnya frekuensi bercerita tidak menjamin isi cerita, tidak selalu yang diceritakan merupakan ungkapan isi hati yang sebenarnya. Dari hasil survey yang kami lakukan bersama SariWangi, 2 dari 3 responden menyatakan alasan kurangnya keterbukaan adalah menghindari konflik.

Padahal, memiliki pembicaraan yang mendalam di keluarga termasuk hal-hal yang sulit diungkapkan, dapat membangun relasi yang hangat dan intim, membuat keluarga lebih bahagia, dan mencegah adanya resiko depresi pada seseorang.

Untuk memulai pembicaraan yang sulit, individu harus memiliki empati untuk mampu menerima perbedaan. Selain itu, suasana santai sambil minum teh juga dapat berfungsi sebagai mediator dalam membangun suasana hangat dan nyaman yang membantu individu untuk lebih terbuka.

Di dalam keluarga, orang tua khususnya ibu juga memiliki peran penting dalam keluarga sebagai fasilitator untuk memulai percakapan. Ibu memiliki peran sebagai emotional supporter dalam memberikan dukungan dan kehangatan di keluarga.

Fakta seputar rendahnya keterbukaan di keluarga ini mendorong Mona Ratuliu selaku Brand Ambassador SariWangi untuk menjaga komunikasi dalam keluarga.

Sebagai Ibu, Mona sadar memiliki peranan yang penting untuk terus menjaga kehangatan keluarga. Ia mengakui seringkali menemukan tantangan tersendiri untuk mengungkapkan isi hati atau membicarakan hal personal baik ke suami maupun anak-anak, terutama seputar pola asuh anak dan membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.

“Momen minum teh biasanya saya jadikan sebagai waktu untuk berkumpul juga berbagi cerita termasuk membicarakan topik-topik yang sulit sekalipun. Dengan adanya kampanye #BeraniBicara dari SariWangi, saya lebih termotivasi untuk tidak hanya berani bicara isi hati tapi juga mencari solusi akan tantangan – tantangan yang dihadapi dalam keluarga.” ungkap Mona

Please follow and like us:

Leave a Reply