Anak Butuh Variasi Nutrisi untuk Tumbuh Kembangnya

GayaKeren.id – Dalam masa tumbuh kembang anak, diperlukan berbagai macam nutrisi dengan kadar yang sesuai guna menunjang energi untuk aktivitas fisik dan perkembangan otaknya. Untuk itu, ibu harus memerhatikan pola makan yang seimbang pada anak sehingga asupan nutrisinya menjadi tepat dan presisi.

Topik ini menjadi pokok bahasan di edisi Nutritalk Sari Husada di Jakarta beberapa waktu lalu. Nutritalk merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Sari Husada dalam upaya memberikan edukasi nutrisi dan kesehatan dengan mengundang para pakar yang relevan di bidang nutrisi dan kesehatan.

Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, ahli Teknologi Pangan dan Gizi dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB yang hadir sebagai pembicara di Nutritalk beberapa hari lalu mengatakan, “Salah satu unsur nutrisi yang paling dibutuhkan anak dalam usia tumbuh kembang adalah karbohidrat.

Di dalam sistem pencernaan, karbohidrat akan dirubah menjadi glukosa dan diolah menjadi energi. Selain itu, karbohidrat juga berfungsi untuk memastikan protein dapat berperan sebagai zat pembangun, dan memastikan optimalisasi fungsi otak anak. Pertumbuhan otak berbeda pada setiap anak, tergantung nutrisi yang dikonsumsi, faktor genetik dan stimulasi yang diberikan, terutama pada masa emas, yaitu usia 0-3 tahun.”

“Dalam bekerja, otak hanya dapat mempergunakan glukosa sebagai sumber energi, sementara cadangan energinya sangat sedikit. Oleh karena itu, ketersediaan glukosa dari beragam sumber secara konstan harus tetap dijaga agar otak bekerja dengan baik,” tambah Prof. Made.

Glukosa bisa didapat dari bahan alami seperti dalam gula tebu (yang mengandung sukrosa). Sukrosa di dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Selain itu ada juga isomaltulosa – yang senyawanya mirip dengan sukrosa (gula pasir). Isomaltulosa dan sukrosa sebagai karbohidrat berjenis disakarida sama-sama dipecah menjadi glukosa dan fruktosa di dalam sistem pencernaan.

Isomaltulosa secara alami dalam jumlah yang sangat sedikit bisa dijumpai dalam madu. Namun untuk produksi dalam jumlah besar (kepentingan industri), isomaltulosa dibuat melalui proses yang menggunakan enzim sehingga sering dianggap menyerupai proses pembuatan pemanis buatan.

Penting untuk diingat bahwa agar mampu mendapatkan manfaat yang maksimal, jumlah asupan isomaltulosa harus maksimal, yaitu 20 gram dari 100 gram penyajian (dalam susu, misalnya).

Please follow and like us:

Leave a Reply