Tim Prahara UI Lolos ke Final Internasional L’Oréal Brandstorm 2017

GayaKeren.id – Tim Prahara dari Universitas Indonesia, pemenang nasional L’Oréal Brandstorm 2017 BRAND challenge, terpilih menjadi salah satu dari 11 tim dari wilayah Asia Pasifik (APAC) untuk bersaing dengan 41 tim dari seluruh dunia dalam kompetisi internasional L’Oréal Brandstorm 2017 di Paris pada tanggal 15 Juni 2017 mendatang. Untuk pertama kalinya, babak final internasional ini akan diadakan dalam format ‘Innovation Fair’.

 Pada tanggal 10 April 2017, Tim Prahara memenangkan babak nasional untuk kategori BRAND challenge dengan inovasi mereka yang berjudul “L’Oréal Men Expert Washable Colored Hair Wax”.

Tim tersebut menjawab tantangan kompetisi dengan inovasi mereka dan memukau para juri dengan pengetahuan luas mengenai pasar, strategi pendekatan jangka panjang dan pendek, adanya perpaduan dengan brand, serta keterampilan presentasi. Setelah memenangkan babak nasional, presentasi Tim Prahara yang telah direkam lalu dikirim untuk mengikuti penjurian pada babak regional, yang dilaksanakan secara online.

Cut Farisa, anggota Tim Prahara mengungkapkan rasa syukurnya terpilih menjadi salah satu perwakilan dari wilayah asia pasific dan mewakili Indonesia di babak final. “Kami akan terus menyempurnakan dan memoles presentasi kami, dan akan melakukan yang terbaik untuk bisa membawa pulang piala dari Paris ke Indonesia”. tambah Cut Farisa

“Putaran final tahun ini membawa tantangan lain untuk Tim Prahara, karena akan dilaksanakan dalam format Innovation Fair. Setiap tim akan berperan sebagai wirausahawan, mengajukan ide mereka kepada para juri dalam format start-up stand. L’Oréal Indonesia berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada Tim Prahara dengan menyediakan serangkaian sesi pembinaan yang intensif untuk presentasi terakhir mereka. Hal ini akan memastikan Tim Prahara memiliki kepercayaan diri dan dapat tampil sebagai yang terbaik di antara 41 tim lainnya dari seluruh dunia”, kata Restu Widiati, Head of Human Resources PT L’Oréal Indonesia.

Ada beberapa hal baru lainnya dari L’Oréal Brandstorm 2017. Jika tahun-tahun sebelumnya pendaftaran Brandstorm hanya dibuka untuk mahasiswa dari universitas rekanan, tahun ini L’Oréal membuka pendaftaran secara online, memungkinkan semua mahasiswa di Indonesia untuk berpartisipasi dan membentuk satu kelompok lintas jurusan bahkan universitas. L’Oréal juga memberikan fasilitas e-learning yang dapat diakses oleh para peserta mahasiswa dan pembimbingnya untuk mempersiapkan proposal mereka.

Kompetisi tahun ini berkolaborasi dengan merk perawatan pria ternama dunia, L’Oréal Paris Men Expert yang memberikan tantangan bertajuk “Disrupt Men’s Grooming with Life-changing Innovation”. Para siswa diminta untuk mengembangkan pengalaman konsumen yang lengkap yang memungkinkan L’Oréal Paris Men Expert untuk merekrut milenial melalui sebuah produk baru dan terobosan pelayanan yang memanfaatkan solusi digital dan teknologi yang terhubung.

Pemenang dipilih berdasarkan produk inovatif yang belum ada di portfolio L’Oréal Paris Men Expert atau di dalam wilayah kompetitif, kampanye pemasaran terpadu yang akan memastikan hubungan jangka panjang dengan konsumen, dan juga fokus terhadap target utama, kelompok milenial.

“Kami sangat bangga dan menghargai upaya yang telah diberikan Tim Prahara dalam mempersiapkan putaran nasional dan regional. Kami akan terus membantu persiapan mereka sehingga memperbesar peluang untuk menang  dalam putaran internasional di Paris pada tanggal 15 Juni 2017 mendatang,” tutup Restu Widiati.

Please follow and like us:

Inspirasi Busana Lebaran di Ramadhan Runway 2018

GayaKeren.id – Beragam busana lebaran yang mengetengahkan tren terkini disuguhkan puluhan desainer busana muslim dalam parade Ramadhan Runway 2018. Penuh gaya yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam mencari busana di Hari Raya mendatang.

Dihelat kelima kalinya, Ramadhan Runway senantiasa menyuguhkan nuansa berbeda setiap tahunnya. Acara yang diprakarsai Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta ini tak hanya mengetengahkan deretan busana muslim dan modest wear dengan tren terbaru tetapi juga pameran busana, tutorial hijab, kultum hingga kegiatan sosial.

Tahun ini, Ramadhan Runway 2018 mengusung tema Purity of Ramadhan dimana menyesuaikan dengan makna Ramadhan itu sendiri. Seperti dituturkan Rudy Chandra selaku Ketua APPMI DKI Jakarta bahwa setiap umat muslim yang ikut berpuasa akan menjadi suci kembali. Tema tersebut pun menjadi benang merah dari tiap karya yang disuguhkan dari desainer yang ikut meramaikan Ramadhan Runway 2018.

Helatan fashion yang turut bekerjasama dengan Kota Kasablanka tersebut menghadirkan kurang lebih 22 desainer yang ikut serta di dalamnya. Dan, ke-22 desainer tersebut pun menyuguhkan koleksi terbarunya dengan inspirasi tren busana terkini dengan padanan warna putih serta warna soft lainnya yang memang sedang booming.

Manjha by Ivan Gunawan misalnya menawarkan dress panjang dengan paduan motif bunga berwarna hitam dan kuning yang berkesan flowing. Dress ringan melambai ini pun sangat pas menemani hari nan fitri mendatang. Tak kalah menarik, karya Rya Baraba menampilkan potongan busana syar’i berwarna nude dengan ornamen bunga timbul di  bagian hijab yang membuat pemakainya semakin menawan.

Pilihan lainnya yakni karya Lia Soraya yang  tampak glamor dengan taburan payet pada long dress yang dipadukan dengan kemeja putih serta outer pendek berwarna hitam. Bagi Anda yang ingin tampil lebih formal untuk jamuan penting di Hari Raya, Anda bisa tampil bak Lady dengan menggunakan busana muslim persembahan Ayu Dyah Andari. Gaun bernuansa putih yang dipenuhi payet dan Swarovski tersebut tampak membuat anggun pemakainya.

Sementara untuk pria, suguhan baju koko koleksi dari Abee by Ariy Arka dapat Anda pilih. Koleksi ini menawarkan busana koko modern berwarna putih dengan detil motif bordir di bagian tangan serta di bagian bahu hingga dada yang menjadikan koleksinya tampak elegan saat digunakan. Tidak saja memenuhi kebutuhan para pria saat melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri, baju koko ini pun bisa menemani Anda saat bersilaturahmi. Nah, jika ingin mendapatkan semua koleksinya, Anda bisa mampir ke helatan ini yang digelar hingga 2 Juli 2017 di Mozaik Walk, Fashion Atrium, Kota Kasablanka.

 

Please follow and like us:

Kembaran Kuliner Korea – Indonesia

GayaKeren.id – Bagi kamu pecinta hal-hal yang berbau Korea, pasti udah nggak asing lagi dengan kuliner asal negeri Ginseng. Tayangan K-Drama seringkali menghipnotis penontonnya sehingga ingin mencoba kuliner khas Korea. Ada bibimbab, tteokpokki, kimchi, kimbab dan masih banyak lagi. Nah kamu yang udah ngiler dan pengen banget makan kuliner Korea tapi belum menemukan yang jual kuliner khas Korea, tenaaang. Ternyata nggak usah jauh-jauh lho, ada beberapa makanan Indonesia yang juga punya cita rasa hampir mirip dengan kuliner Korea. Seperti apa aja? Yuk simak di bawah ini!

  1. Dak Kochi dengan sate ayam.

Sama halnya dengan sate ayam, dak kochi ini adalah sajian daging yang ditusuk. Biasanya dijajakan di pinggir jalan nih. Sangat mirip kan? Ya walaupun bumbu yang digunakan berbeda sih.

  1. Ganjeong dan Jipang.

Nah kalau dua makanan ini plek jiplek sama persis lho. Kalau di Indonesia namanya Jipang kalau di Korea namanya Ganjeong. Wah, beneran nggak usah jauh-jauh ke Korea lho buat nyicipin ini.

  1. Japchae (fried glass noodles) dan bihun goreng.

Nah kalau yang ini memang sama-sama terbuat dari glass noodle atau bihun kalau di Indonesia. Letak perbedaan hanya pada bumbunya. Japchae hanya pakai bawang putih, minyak wijen, gula dan kecap asin.

  1. Jeungpyeon dan apem/kue mangkuk.

Sama-sama terbuat dari tepung beras, perbedaan dua kue ini adalah bahan campurannya. Kalau jeungpyeon biasanya dicampur dengan wine atau anggur. Nah kalau apem, biasa disajikan dengan kelapa muda.

  1. Jajangmyeon dan mi ayam.

Jajangmyeon ini bisa dibilang sebagai makanan yang paling sering muncul di K-Drama. Jajangmyeon ini juga punya kembaran di Indonesia yaitu mi ayam. Bedanya, kalau jajangmyeon pakai pasta kedelai hitam, kalau mi ayam cukup pakai kecap aja.

  1. Chamchi jeon dan perkedel kentang.

Serupa tapi tak sama, Chamchi jeon dari Korea Selatan biasanya dibuat dari bahan ikan tuna. Sedangkan perkedel biasa dibuat dari kentang dengan daging giling. Sama-sama lezaaat nih.

  1. Bibimbab dan lotek.

Memiliki kesamaan bahan dasar seperti wortel, taoge, kacang panjang, yang membedakan bibimbab dengan lotek hanya campuran bumbunya. Lotek yang lezat dengan bumbu kacang dan bibimbab yang nikmat dengan kecap, telur dan wijen.

  1. Bbobgi dan gulali gula jawa.

Bbobgi alias permen tradisional yang terbuat dari gula karamel manis. Permen ini juga jadi salah satu jajanan kaki lima yang sangat populer di negeri para hallyu star. Familiar? Yup, Indonesia juga punya lho, gulali gula jawa!

  1. Kimbab dan lemper.

Sama-sama digulung, perbedaan dua makanan beda negara ini terletak pada bahan dasar beras untuk kimbab sedangkan lemper biasanya menggunakan beras ketan. Isiannya pun berbeda. Kimbab biasanya diberi isian daging, wortel, bayam dan telur.

  1. Gomtang dan sup buntut.

Gomtang di Korea adalah jenis sup tulang yang terdiri dari tiga bahan, buntut, garam dan daun bawang. Kaldunya seputih air susu dan biasanya digunakan untuk mengobati flu pada seseorang. Nah kalau sup buntut, kalian tahu sendiri kan nikmatnya? Nggak perlu jauh ke Korea toh?

  1. Kimchi dan asinan sayur.

Bicara rasa, keduanya sama-sama memiliki cita rasa yang asam segar, tapi bedanya kalau rasa asam kimchi berasal dari fermentasi sayuran. Kalau asinan sayur, rasa asamnya didapat dari cuka.

  1. Patbingsu dan es kacang merah Palembang.

Keduanya sama-sama cocok dinikmati saat cuaca panas nih. Sama-sama berbahan dasar kacang merah dan dikasih es serut. Mantap!

 

Please follow and like us: