Drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Dan Pemanfaatannya

Foto : DJI

GayaKeren.id – Perkembangan teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau yang biasa disebut drone, dewasa ini semakin maju baik untuk kepentingan militer maupun sipil. Bahkan penggunaannya sudah merambah ke berbagai bidang seperti pertanian, kehutanan hingga jasa deliveri barang.

Teknologi UAV sendiri sudah berkembang jauh sebelum perang dunia pertama untuk kepentingan militer dan terus mengalami perkembangan yang signifikan hingga saat ini.

Istilah Drone sendiri mulai digunakan oleh Angkatan Laut Inggris pada tahun 1936 saat mereka mengembangkan UAV DH.82B Queen Bee (ratu lebah) tapi mereka menyebutnya Drone (lebah jantan). Istilah Drone akhirnya menjadi tenar untuk menyebut UAV.

Drone atau pesawat tanpa awak penumpang secara umum disebut sebagai unmanned aerial vehicle (UAV) yang bisa terbang secara otomatis dengan sistem pengendali di dalamnya. Pesawat tersebut bisa dikendalikan untuk mengenai jarak tempuh serta ketinggiannya.

Helicam atau drone adalah sebuah alat unik yang bisa memotret atau merekam gambar dari ketinggian maksimal 11.000 kaki, karena alat ini memang bisa terbang. Prinsip alat ini sederhana, dan bahkan bisa di bilang yang spesial hanya camera biasa yang di tempatkan di atas helicopter mainan atau drone, lalu kita mengendalikannya.

Namun kamera yang di gunakan di helicam atau drone ini memang bukan kamera biasa, melainkan kamera Canon 7D DSLR, selain itu alat ini juga di lengkapidengan GPS ( Global Position System) yang memungkinkan kita utuk tetap dapat memonitor keberadaan alat ini saat terbang, dan dengan sistem monitor 5.8 GHz video memungkinkan anda untuk dapat melihat setiap momen yang tertangkap kamera alat ini.

Dalam perkembangannya bagi professional, drone digunakan untuk kepentingan survei perencanaan lahan berskala besar baik itu pembangunan, perkebunan, serta penanganan bencana alam. Ini merupakan salah satu bentuk tanggapan terhadap kemajuan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, salah satunya adalah maraknya penggunaan drone di Indonesia, tiga tahun belakangan.

Di sisi lain, drone atau pesawat tanpa awak yang semakin banyak ditemukan dan atau penjualannya mulai marak dan oleh sebagian orang telah digunakan untuk berbagai keperluan, seperti digunakan oleh pehobi untuk menghasilkan video dan foto aerial yang memukau.

Sebagai contoh pengaplikasiannya yaitu pengiriman barang secara airborne, pembuatan virtual reality video sebagai alat pendidikan, bahkan untuk memproduksi 3D digital imaging yang dapat membantu proses inventori menara, jalur fiber optic serta infrastruktur lainnya, akan menggeluti perkembangan teknologi drone dan cara pengendaliannya, termasuk pemanfaatan software turunannya baik untuk kepentingan olahraga, dokumentasi dan lainnya yang bisa digunakan memperkuat posisi telekomunikasi digital terdepan.

Pesawat tanpa awak mampu melakukan misi pengintaian dan penyerangan, pesawat tanpa awak juga di gunakan Pemerintah seperti Pemadam Kebakaran, Irigasi, mengawasi pembangunan MRT dari ketinggian, Polisi yang memantau lalu lintas dai ketinggian. Pesawat tanpa awak juga di gunakan Swasta seperti media televisi yang menggunakan drone untuk merekam atau memotret gambar ke suatu tempat bencana alam yang terlalu bahaya di gunakan kamera biasa.

Sistem Kendali Drone

Tahap manual

Pada tahap ini take off dan landing peran pilot (operator) mutlak diperlukan untuk mengendalikan Drone mencapai ketinggian dan kecepatan operasi yang diinginkan serta untuk mengantisipasi keadaan pengendalian yang di luar dugaan. Pada tahap ini pilot menggunakan Remote Control Transmitter (R/C Tx) untuk mengendalikan Drone. Dalam pengujian menggunakan R/C Tx, pilot dapat dengan efektif mengendalikan Drone sampai pada jarak 1 km dengan kondisi baterei yang baik.

Kemudian setelah melalui serangkaian uji terbang, maka dilakukan beberapa perubahan pada rancangan awal. Perubahan tersebut adalah : panjang pesawat menjadi 1050 mm, panjang sayap menjadi 1800 mm dan bidang kendali aileron kiri dihilangkan. Perubahan-perubahan ini dilakukan untuk : menambah kecepatan jelajah Drone, mendapatkan kestabilan static yang lebih baik serta meminimalisir bagian mekanik yang kritis di pesawat agar aman saat terjadi benturan ketika mendarat.

Tahap autopilot

Ketika Drone sudah berada pada ketinggian operasi dan kecepatan terbang yang diinginkan maka pilot mengaktifkan system kendali autopilot.

Sistem ini meliputi : Wing leveler untuk menjaga pesawat tetap datar/level, Airspeed hold untuk menjaga kecepatan pesawat agar tetap pada satu angka kecepatan yang telah deprogram dan Altitude hold untuk menjaga ketinggian terbang pesawat agar tetap pada satu ketinggian yang telah diprogramkan. Pada pengujian autopilot system diperoleh hasil yang sangat baik, terindikasi dengan performa terbang (ketinggian, kecepatan dan kestabilan terbang) yang baik. Pesawat ini dapat terbang dengan lintasan lurus dan mendatar.

Sistem Navigasi Drone

Drone memiliki system navigasi yang berbasis GPS. Pada uji penerbangan waypoint following (mengikuti titik-titik koordinat yang telah ditentukan) system navigasi ini bisa bekerja dengan baik. Navigasi berbasis GPS secara efektif memandu pesawat melakukan penerbangan Drone melewati titik-titik koordinat yang telah diprogram dibantu dengan system autopilot. Drone memiliki fungsi utama sebagai pengintai. Dengan demikian penempatan kamera video sebagai mata dari pesawat ini menjadi penting. Ada beberapa hal penting yang dipertimbangkan dalam penempatan kamera, antara lain memiliki sudut pandang yang terbuka, menjadi alat bantu pengendalian bagi pilot dan ditempatkan pada dudukan yang kokoh.

Saat ini Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) telah diproduksi oleh industri dalam negeri antara lain : PT. Dirgantara Indonesia, PT. UAV Indo, PT. Globalindo Tekhnologi Service Indonesia, PT. RAI (Robo Aero Indonesia), PT. Aviator dan PT. Carita. Adapun PTTA hasil produk dalam negeri tersebut saat ini digunakan untuk kepentingan olahraga kedirgantaraan dan beberapa industi masih mengadakan pengembangan PTTA untuk kepentingan sasaran latihan Arhanud. Dengan adanya kemampuan berbagai industri dalam negeri dalam mengembangkan PTTA tersebut, merupakan potensi dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan PTTA yang memiliki kemampuan sebagai pesawat pengintai/pemantau sasaran/objek dari udara. Pengembangan PTTA tersebut dilakukan dengan melengkapi sebuah kamera dan hasilnya secara langsung dapat diamati pada layer Display di Ground Station.

Nah saat ini ada 5 jenis drone yang banyak digunakan, yaitu:

  1. DJI Phantom Drone

Drone paling populer di kalangannya, mengapa? Karena Drone jenis ini termasuk salah satu yang termewah dan dilengkapi dengan fitur yang banyak dan canggih. Salah satu kelebihan dari DJI Phantom adalah sistem GPS yang terintegarasi di dalamnya sehingga kita tidak perlu khawatir jika menerbangkan Drone ini dengan jarak yang cukup tinggi maupun jauh. Dengan fasilitas GPS tersebut drone ini bisa dengan mudah di lacak dan bahkan bisa kembali secara otomatis ke lokasi remotenya.

  1. Parrot Drone

Drone yang satu ini mempunyai bentuk yang sangat unik, dikenal dengan nama Parrot. Salah satu yang menarik dari drone fotografi jenis ini adalah banyaknya media kontrol yang bisa digunakan sebagai remote untuk menerbangkan Drone ini.

  1. Nine Eagle Galaxy Visitor 3

Nine Eagle adalah salah satu drone yang bisa didapat dengan harga terjangkau dan relatif murah. Drone jenis ini adalah yang paling cocok digunakan untuk para pemula Karena sangat mudah digunakan, Fitur yang cukup lengkap sangat cocok untuk dijadikan sebagai subjek dalam mengenal dan mempelajari Drone untuk fotografi.

  1. Walkera QR 

Jenis Drone yang satu ini juga menjadi salah satu paling banyak di gunakan oleh pecinta aerial photography karena fiturnya yang keren dan selalu update, Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan pada Walker QR adalah GPS.

  1. RC Quadcopter

rone ini juga salah satu yang mudah digunakan dan bisa diperoleh dengan harga terjangkau. Jenis ini juga menjadi salah satu andalan untuk berlatih menggunakan Drone karena flexibilitasnya. Salah satu yang banyak digunakan dan didapat dengan harga murah adalah Quadcopter x5c. Yang mana juga dilengkapi dengan led warna warni dan kamera dibagian bawah. Karena fisik pesawat terbuat dari bahan plastik yang flexibel sehingga tidak mudah patah ataupun pecah saat bertabrakan.

(Dirangkum dari berbagai sumber)

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply