Kehadiran Pendidikan Akademik Barbershop Sangat Diperlukan

GayaKeren.id – Menjamurnya barbershop yang ada belakangan ini di seluruh daerah di Indonesia membuat kebutuhan barber pun sangat dibutuhkan. Kehadiran barber pun diharapkan tak sekadar memiliki kemampuan standar tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan secara mumpuni demi memberkan service terbaik kepada pelanggannya.

Hal ini dirasa perlu karena selama ini keberadaan barber yang ada rata-rata hanya memiliki kemampuan yang mereka dapatkan secara otodidak dan bukan melalui pendidikan akademik. Keadaan itu sangat berbeda dengan di salon-salon profesional dimana para hairdresser atau hair stylist yang dipekerjakan memiliki latar pendidikan akademik baik formal dan informal.

Latar tersebut tentu menjadi nilai lebih bagi para hairdresser atau hair stylist dalam memberikan service yang lebih profesional kepada para customer-nya. Di luar itu, salon profesional yang ada juga banyak yang memiliki akademi sendiri untuk memberkan pelatihan baik bagi pekerja internal maupun mereka yang ingin terjun di industri ini. Para salon profesional pun tak segan untuk berinvestasi menyekolahkan para hair stylist-nya ke luar negeri untuk memberikan kemampuan lebih pada mereka.

Sementara pada industri barbershop belum ada apa-apanya dibandingkan dengan dunia salon baik dari segi bisnis, infrastruktur dan aset SDM yang dimilikinya. Itulah yang menjadi sorotan seperti dituturkan Ade Farolan, Owner dari King Cuts Barbershop di Jakarta, baru-baru ini.

“Barbershop industrinya belum sampai titik itu. Cita-citanya ke depannya ingin ke sana tentunya,”ujarnya.

Lebih lanjut diutarakan Ade, dari segi kemapanan pun industri barber masih berada di bawah. Hal itu dibuktikan dengan kenyataan bahwa masih banyak klien yang datang ke barbershop dan menawar harga yang ditawarkan karena dirasa terlalu mahal.

Banyak klien yang masih menyamakan bahwa barbershop dan pangkas itu sama. Padahal pelayanan dan suasana serta fasilitas yang diberikan tentu berbeda sehingga hal itulah yang mempengaruhi harga antara barbershop dan pangkas rambut biasa berbeda jauh.

“Bukannya mengecilkan pangkas. Tapi teman-teman di pangkas harus terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya. Ada market tersendiri untuk itu. Jadi tak ada salahnya senantiasa meningkatkan kemampuan,”tambahnya.

Menyoal kemampuan, hal ini juga yang digaris bawahi Ade dan menjadi harapan baginya selaku pelaku industri barbershop agar ke depannya muncul akademi barbershop sehingga para barber dan calon barber dapat memoles kemampuan mereka agar lebih mumpuni.

“Saat ini memang belum ada akademi barbershop. Hanya ada tempat-tempat kursus barbershop tapi tidak komplit. Mereka hanya ajarkan bagaimana memotong rambut tapi kurang mengajarkan bagaimana attitude seorang barber serta ilmunya juga kurang update dengan perkembangan sekarang. Padahal yang terpenting sebenarnya soal attitude. Mereka bisa motong tapi tak punya attitude. Jadi itulah pekerjaan rumahnya salah satunya,”tutupnya.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply