Sukses Gaet Customer Loyal, Ciptakan Kesan Impresif di Awal

Foto: Google

GayaKeren.id – Berbisnis di bidang jasa atau bisnis apapun, memberikan kesan yang tak terlupakan pada customer menjadi kunci sukses kelanggengan bisnis ke depannya.

Seperti halnya bisnis barbershop yang saat ini sedang menjamur, menggaet pelanggan loyal tentu saja bermula dari kesan pertama yang diciptakan kepada customer yang datang. Menciptakan kesan pertama yang melekat dan memuaskan customer akan membuat mereka menjadi tamu reguler. Tentu hal ini menjadi investasi jangka panjang bagi bisnis yang bermain di bidang jasa seperti halnya barbershop.

Hal tersebut seperti dipaparkan Ade Farolan selaku Owner King Cuts Barbershop di Jakarta, baru-baru ini. Ade menuturkan bahwa seorang pelaku di bidang bisnis seperti yang ditekuninya diharapkan memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Kemampuan ini tak hanya dimiliki Owner tetapi juga para barber dan staf lainnya yang berhubungan langsung dengan customer.

“Ketika tamu datang pertama kali, mereka belum dipotong rambutnya tapi kesan pertama yang impresif harus diberikan supaya mereka balik lagi,”ujarnya.

Setelah menciptakan kesan pertama yang impresif, hal yang tak kalah penting ialah memberikan service kepada tamu dengan baik. Salah satunya greeting yang tak boleh terlupakan.

“Meski kita baru kenal, kita harus aktif memulai obrolan ringan. Kalaupun tamu pada akhirnya enggan mengobrol, hal terpenting sudah ada usaha dari Anda. Dan Anda pun tak perlu ‘kepo’ menanyakan berbagai hal. Pertanyaan yang sebaiknya diajukan sifatnya standar saja untuk memecah keheningan. Intinya barber harus aktif, tidak kaku dan customer pun akhirnya memiliki koneksi dengan para barber yang melayaninya,”tambahnya.

 Secara psikologi, lanjut Ade, tentu orang mudah tak ingat nama orang yang pernah ditemuinya. Karenanya, untuk memberikan kesan balik padanya, para barber pun harus memiliki kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang baru

“Itu memang harus dipelajari, teman-teman barber itu jangan jadi orang pendiam dan pemalu karena kalian setiap hari bertemu orang baru. Jadi harus dipelajari. Selain itu, jangan pernah menempatkan posisi teman-teman barber itu ‘di bawah’. Terkesan yang terlalu membungkuk-bungkuk di depan tamu. Sebaliknya, tanamkan mindset bahwa Anda adalah pekerja seni yang harus dihargai. Jadi  kembalikan ke diri Anda apakah Anda layak dihargai atau tidak. Jangan juga dengan gaya sombong minta dihargai tetapi tidak memiliki skill apa-apa,”tutupnya.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply