Sujadi Siswo, Darah Indonesia Mengalir Deras di Tubuhnya

GayaKeren.id – Nama Sujadi Siswo bukanlah nama asing di dunia jurnalistik, Ia adalah mantan Kepala Biro Indonesia yang pernah berperan penting dalam memberikan peliputan mendalam untuk bidang politik dan nasional dari Sabang sampai Merauke.

Walau lahir,  besar dan sebagai warga negara Singapura, di tubuh Koresponden Senior Chanel NewsAsia  (CNA)  ini mengalir darah Indonesia, maklum ayahnya adalah asli orang Jawa yang beremigrasi ke Selangor Malaysia sebelum perang dunia ke II di tahun 1930-an dan kemudian menikah dengan perempuan Johor.

“Lalu orang tua saya pindah ke Singapura. Singkatnya, saya adalah keturunan dari ayah Jawa dan ibu Melayu, walaupun karakter pribadi saya adalah Singapura,”ujar ayah dari tiga orang anak ini

Perhatiaannya terhadap segala hal tentang Indonesia bukan saja hanya dilatar belakangi oleh nenek moyangnya yang asal Indonesia, tetapi juga tugasnya sebagai seorang Jurnalis selama 10 tahun di indonesia  membuatnya memiliki pandangan mendalam terhadap Indonesia.

“Saya pernah tinggal di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Jadi saya tidak seperti orang Singapura pada umumnya yang memiliki pandangan yang terbatas tentang Indonesia dan masyarakatnya. Selain itu, saya juga memiliki keluarga dan kerabat di Indonesia.” Jelas Sujadi

Sujadi telah mengunjungi hampir seluruh nusantara dalam menjalankan tugasnya, ia mengaku bahwa masa tugasnya di Indonesia adalah salah satu yang paling berkesan, “Saya ingat hari-hari di mana saya harus melakukan berbagai laporan di berbagai daerah di Jawa dan Sumatera. Benar-benar melelahkan,” ujarnya

Menurutnya ada banyak tempat indah di Indonesia yang layak dikunjungi, ia juga mengakui jika indonesia memiiki berbagai kekayaan dalam hal budaya, sejarah, sumber daya alam, hingga kekayaan kuliner, “Ada begitu banyak hidangan lezat di Indonesia, tapi saya sangat suka masakan Manado dan Sunda. Sangat lezat,” ujarnya sambil tersenyum

Lebih jauh Sujadi juga bercerita bahwa ada banyak persamaan dan perbedaan antara Singapura dan Indonesia, dalam hal kuliner Singapura dan Indoensia memiliki banyak kesamaan khusunya maknan Melayu

“Ada banyak kesamaan karena sebagian besar hidangan Melayu berasal dari Sumatera, sebagian besar dari Padang atau Medan. Walaupun tentu sudah ada banyak penyesuaian sehingga Anda tidak mendapatkan rasa asli seperti makanan Padang atau Medan,”

Dari sisi masyarakatnya, Sujadi melihat perbedaan yang sangat mencolok. Menurutnya masyarakat Singapura terlalu dingin, masyakat Singapura juga kekurangan sentuhan pribadi. “Interaksi manusia antara warga Singapura perlu ditingkatkan,” katanya singkat

Sementara untuk masyarakat Indonesia Sujadi mengaku terkadang sangat sulit memahami orang-orang Indonesia karena cenderung bersikap terlalu sopan dan non-konfrotatif

“Dalam beberapa kasus, saya harus menebak apakah kata “ya” benar-benar berarti “ya” atau itu hanyalah cara sopan untuk mengatakan “tidak”. Stereotip ini mengacu pada beberapa etnis, seperti Jawa. Namun, tidak selalu berlaku dalam kasus etnis lain, seperti suku Batak misalnya” tutur Sujadi

Di luar adanya persamaan dan perbedaan antara Indonesia dan Singapura, Sujadi mengaku bahwa Indonesia telah mengambil tempat yang spesial di hatinya, ia bahkan bahkan menamakan anak-anak mereka dengan nama Indonesia: Nur Sulastri, Teguh Budiman dan Ilham Luhur.

“Harapan kami adalah bahwa mereka selalu ingat asal-usul keturunan mereka,” kata suami dari Noorasikan Ramli warga negara Singapura yang juga keturunan Indonesia dari Bawean, Jawa Timur ini.

Tidak banyak keluarga Jawa-Singapura yang berminat untuk melacak kembali asal usul mereka, tapi tidak demikian dengan keluarga Sujadi. Sujadi ingat ketika sangayah  membawanya untuk mengunjungi sanak keluarganya pada tahun 1970-an di Purbalingga.

“Kala itu, saya merasakan gegar budaya, betapa berbedanya kehidupan di sana dengan Singapura yang kosmopolitan. Tapi pada saat yang sama, saya merasa sangat beruntung bahwa saya bisa bertemu dengan kerabat saya dari tanah leluhur saya,” tutup Sujadi.

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply