Kesenian Bisa Melatih Kemandirian Anak Autis

GayaKeren.id – Mendidik anak autis memang perlu ketelatenan tinggi. Namun, ada cara untuk menyibukkan anak-anak ini dengan kegiatan yang meliputi kesenian untuk melatih kemandirian anak. Kesenian merupakan salah satu wadah penyaluran bagi anak penyandang autisme dalam menyalurkan ekspresi pikiran dan perasaan mereka.

Laksmira Ratna Bayuardi, Dip. Child Psy, MHA, Psikolog sekaligus Grapholog, mengemukakan bahwa dalam dunia psikologi, ada terapi yang dinamakan art therapy, yakni terapi yang digunakan dalam proses kreatifitas dalam menciptakan karya seni untuk meningkatkan kemapuan emosi, fisik, dan mental seseorang.

“Seni bisa membantu anak menyalurkan perasaan mereka, mengurangi stres dan ketegangan sehari-hari, membantu memberikan paparan lingkungan sosial, membantu meningkatnya daya pengelolaan sesitiitas indera mereka,” ujar Laksmira.

Dengan kegiatan seni seperti menggambar ini pun orang tua dapat mengetahui bakat, minat dan potensi anak-anak mereka di masa datang nanti. Dimana mereka cenderung fokus pada saat bekerja tanpa harus dipaksa, memiliki daya kreativitas yang tinggi, minat yang spesifik sehingga berkontribusi besar pada kreatifitas saat bekerja nanti.

Menurut penelitian Laurent Mottron pada 2011, otak anak penyandang autisme sangat baik dalam kemampuan mengingat dan menganalisis pola suatu hal.

“Kita tidak perlu membatasi imajinasi anak-anak untuk mengikuti pakem dalam menggambar. Biar saja dia mewarnai kuning untuk gunung, atau yang lainnya karena seni bukan milik seseorang. Suatu gambar di mata saya akan berbeda dengan mata orang lain,” jelasnya.

Mengikutsertakan anak autis pada terapi yang dilakukan oleh lembaga psikolog atau pendidikan anak luar biasa tentu akan sangat membantu orang tua untuk mengarahkan anak autis. Namun, jika memang dirasa terlalu memberatkan biaya, orang tua bisa melatih anak di rumah.

Harapannya, anak-anak yang memang memiliki bakat terpendam ini memiliki kesempatan yang sama untuk mencari penghasilan sendiri nantinya. Dengan begitu kemandirian pada anak autis akan terbentuk dan terasah dengan sendirinya.

Disamping itu juga, mengikutsertakan anak pada berbagai lomba kesenian, terutama menggambar dengan membebaskan anak menuangkan gambar dan warna yang sesuai dengan keinginan dan imajinasi anak, sangat membantu perkembangan kreativitas dan kemandirian anak autis.

Seni fotografi juga bisa menjadi salah satu sarana bagi anak penyandang autisme untuk mengetahui hobi, bakat dan kemampuan eksplorasi anak autis dalam mengelola daya imajinasinya melalui foto atau pengambilan gambar yang diinginkan dan dihasilkan.

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply