Membangkitkan Percaya Diri Anak Broken Home

GayaKeren.id – Anak yang kedua orangtuanya bercerai atau broken home dapat berpotensi mengalami gangguan psikis. Salah satunya kurang percaya diri.

Bahkan berdasarkan riset, mereka berisiko lima kali lebih besar mengalami gangguan emosi dan mental. Lalu, apa yang perlu dilakukan orangtua agar anak tidak trauma dan lebih percaya diri??

Menurut Psikolog Anak sekaligus Grapholog, Laksmira Ratna Bayuardi atau Bu Mia, ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua.

Jadilah Cermin Yang Positif

Meski sedang terpuruk, ingatlah bahwa ada seorang anak yang melihat Anda sebagai contoh. Anda tidak perlu terus tersenyum atau terlihat bahagia setiap saat. Wajar jika Anda mengalami masa sedih.

Namun, reaksi Anda dalam menyikapinya tentu dapat menjadi cermin bagi anak. Bila Anda cepat bangkit, anak pun akan belajar hal yang sama ketika ia besar.

Berikan Pengertian Pada Anak

Bila anak sudah mengerti, beritahu alasan Anda dan pasangan bercerai. Tidak perlu menutup-nutupi. Jika menyembunyikannya, anak akan berpikir bahwa perceraian kedua orangtua adalah kesalahannya. Ia pun akan cenderung kurang percaya diri. Walaupun Anda sangat dendam atau sakit hati dengan mantan pasangan, hindari menjelekkannya di depan anak.

Bina Hubungan Baik Dengan Mantan Pasangan

Walaupun berat, tetaplah jaga hubungan yang baik dengan mantan pasangan. Berikan waktu luang yang berkualitas antara anak dengan orangtuanya, meski Anda berdua sudah terpisah rumah.

Menghalangi anak bertemu ayah atau ibunya dapat membuat anak merasa ditinggalkan, dan tentunya dapat berimbas pada kepercayaan dirinya.

Monitor Perkembangan Anak di Sekolah

Anak Anda mungkin terlihat bahagia dan tidak terpengaruh pada perceraian orangtuanya. Namun, selalu monitor perkembangan dirinya. Bisa jadi anak Anda mengalami tekanan sosial di sekolah karena orangtuanya bercerai.

Meski Anda sibuk bekerja karena baru saja menjadi orang tua tunggal, tetaplah berikan perhatian dan semangat pada anak.

Terkadang, tanpa disadari orang tua menjadi egois dan kurang memperhatikan perkembangan emosi anak. Padahal anak broken home yang sedang bertumbuh membutuhkan perhatian besar. Oleh karena itu, kerja sama kedua orang tua dibutuhkan agar anak dapat tumbuh menjadi orang yang percaya diri.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply