Autonomous Car, Mobil Masa Depan. Amankah ??

GayaKeren.id – Banyak pabrikan yang mulai membangun masa depan dengan mobil yang dapat berjalan tanpa pengemudi alias autonomous car atau swakemudi. Mobil ini diperkirakan dapat kurangi kemungkinan kecelakaan.

Di film-film fiksi sains, kita pasti pernah melihat kendaraan-kendaraan yang dapat berjalan sendiri tanpa dikemudikan oleh seorang sopir. Mulai dari film animasi CarsTransformers, hingga Batmobile milik Batman.

Sejumlah pabrikan mobil melihat mobil ini sebagai masa depan dan sejak tahun 2015, beberapa di antaranya sudah mulai melakukan tes di jalanan. Mereka di antaranya Google lewat anak perusahaannya, Waymo, Tesla, BMW, Hyundai, Nissan, Honda, bahkan Apple.

Tesla contohnya, walaupun tes jalanan pada tahun 2016 lalu mengakibatkan penumpangnya tewas, namun perusahaan ini berambisi menyelesaikan proyeknya pada akhir 2017. Sementara Waymo, beberapa kali menggunakan mobil pabrikan lain yang dilengkapi dengan peralatan mobil swakemudi dan berhasil melalui hampir tiga juga kilometer pada tes jalanannya Juni lalu.

Berikut sejumlah fakta tentang mobil masa depan ini:

  1. Kurangi potensi kecelakaan hingga 90 persen

Mobil swakemudi ini tentunya punya banyak potensi keunggulan daripada mobil dengan pengemudi saat ini. Dengan tidak adanya pengemudi, mobil swakemudi bisa mengurangi tingkat kecelakaan, sebab menurut penelitian US National Highway Traffic Safety Administration tahun 2008, 93 persen kecelakaan disebabkan oleh human error.

Dengan beralihnya kontrol kemudi dari manusia ke komputer, alasan-alasan kecelakaan seperti bertelepon, minum, atau makan saat mengemudi bisa diatasi. Perkembangan teknologi mobil swakemudi ini diprediksi akan menyelamatkan ribuan nyawa yang hilang setiap tahunnya karena kecelakaan berkendara.

  1. Transformasi besar-besaran transportasi publik

Perusahaan transportasi seperti Uber telah mencoba melakukan tes menggunakan mobil swakemudi. Ke depannya, dengan adanya perkembangan teknologi ini, pandangan masyarakat di seluruh dunia akan transportasi akan berubah drastis. Masyarakat akan lebih suka memanggil mobil lewat ponselnya dan tidak akan berpikir soal punya mobil atau tidak.

  1. Berkurangnya kemacetan

Selain rasio jumlah kendaraan dibandingkan luas jalan, salah satu penyebab kemacetan ialah perilaku pengemudi yang tidak sabaran dan cenderung oportunis. Dengan mobil swakemudi, tiap mobil diperkirakan akan bisa terhubung satu sama lainnya, sehingga akan muncul kesepahaman antarmobil.

  1. Kontroversi hilangnya pekerjaan sopir

Mobil swakemudi bertujuan menggantikan sopir manusia menjadi sopir komputer. Di satu sisi, dengan tak diperlukannya sopir manusia untuk menjalankan mobil, pengeluaran dapat ditekan. Sementara itu, di sisi lainnya, akan banyak sopir yang kehilangan pekerjaannya.

  1. Dilema etis

Coba bayangkan suatu ketika Anda mengendarai mobil swakemudi di jalan tol. Mobil Anda berada di belakang truk kontainer yang membawa gelondongan kayu, sementara di kanan Anda ada pengemudi sepeda motor dan di kiri Anda ada mobil lain. Skenarionya gelondongan kayu itu terlepas ikatannya dan mobil swakemudi Anda tetap tak dapat selamatkan Anda dengan mengerem. Pilihan lain yang dilihat oleh komputer mobil swakemudi Anda ialah menabrak sepeda motor di kanan dan menyelamatkan nyawa Anda, namun membahayakan si pemotor. Atau mengambil jalan tengah dengan menabrak mobil di sebelah kiri dengan kemungkinan 50-50. Pilihan mana yang mobil Anda akan ambil?

Mobil seperti ini didesain agar bisa mendeteksi keadaan sekitar dengan teknologi radar, GPS, dan dijalankan dengan artificial intelligence, seperti halnya komputer. Dengan teknologi itu, mobil swakemudi dapat mendeteksi jalur navigasi, rintangan, bahkan dapat mengukur jarak mobil dengan mobil lain di sekitarnya. Woouuwww….keren ya…..

 

Please follow and like us:

Leave a Reply