Memahami Pendidikan Anak Usia Dini

GayaKeren.id – Jika kita mendengar kata pendidikan, seperti juga saat kita mendengar pendidikan anak usia dini atau yang lebih dikenal dengan PAUD otomatis pikiran kita akan langsung pada lembaga pendidikan seperti sekolah dan lain sebagainya, padahal selain dilembaga pendidikan formal PAUD bisa diselenggarakan di rumah bahkan di lingkungan tempat kita tinggal.

Namun sayangnya banyak orang tua dan bahkan tenaga pengajar yang belum memahami secara benar bagaimana memberikan pendidikan yang tepat pada anak usia dini. Padahal pendidikan anak diusia dini adalah pondasi yang akan memperngaruhi karakter dan perkembangan mental anak di tahapan usia berikutnya.

Dr. Sukiman, M.Pd, mengungkapkan berbagai hasil penelitian yang telah membuktikan bahwa perkembangan di usia dini sangat mempengaruhi sukses tidaknya seseorang di masa depan

Ketidak pamahan orang tua akan pendidikan anak usia dini juga tak jarang membuat orangtua ragu atau bahkan takut untuk memberikan pendidikan di rumah ataupun memasukan anak pada lembaga-lembaga pendidikan

Untuk itulah pemahaman orangtua tentang pendidikan anak usia dini diperlukan agar tak salah kaprah dalam mendidik anak  ataupun takut mengikutsertakan anak pada lembaga pendidikan formal ataupun informal.

Novita Tandri seorang pakar pendidikan anak menjelaskan bahwa masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting dengan alasan tidak ingin anaknya menjadi stres atau kehilangan masa bermainnya, “Padahal 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga tiga tahun. Sejak dini, anak-anak berhak mendapatkan sarana pendidikan yang nyaman, penuh kasih sayang, di dalam lingkungan yang mendukung”, ujar novita

Novita menambahkan bahwa mendidik anak saat usia dini memerlukan pendekatan-pendekatan khusus yang seseuai dengan fase usia anak dan pendekatan stimulasi tumbuh kembang anak usia dini, yang terdiri atas Stimulasi Fisik yang meliputi perkembangan motorik kasar dan halus, Stimulasi Kognitif – meliputi perkembangan intelektual,dan  Stimulasi Lingustik atau kemampuan berbahasa

Stimulasi-stimulasi diatas sesungguhnya bisa saja dilakukan orangtua di rumah dengan cara melakukan permainan-permainan tertentu bersama anak, selain dapat menstimulasi perkembangan motorik, kognitif dan linguistik, bermain bersama anak akan menjalin keterikatan yang lebih kuat antara orangtua dan anak.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply