Waspadai Rasa Nyeri Pada Pinggang

foto : google.com

GayaKeren.id – Nyeri pinggang merupakan suatu keluhan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bagi si penderita. Penyebabnya bermacam-macam, yang sebagian besar kasus terjadi pada segmen tulang pinggang. Nyeri pinggang merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai dalam masyarakat. Nyeri pinggang dapat mengenai siapa saja, tanpa mengenal umur dan jenis kelamin.

Tanda bahaya untuk gangguan ini, misalnya ada gangguan buang air besar, buang air kecil, seksual, selangkangan terasa baal, atau nyeri menjalar ke bokong. Tanda bahaya lain, bila ada tanda-tanda keganasan, timbul nyeri sampai terkejut bangun pada malam hari, atau berat badan turun yang penyebabnya tidak diketahui.

Faktor resiko nyeri pinggang sangat beragam, antara lain penggunaan otot pinggang berlebihan, pekerjaan yang menuntut fisik membungkuk, mengangkat beban berulang atau posisi duduk dan berdiri yang lama. Faktor resiko lainnya yaitu faktor kegemukan, postur yang kurang baik, dan tidur di kasur lembek.

Banyak sekali penyebab nyeri pinggang pada manusia. Bisa karena infeksi pada otot atau tulang belakang, trauma atau benturan yang hebat pada pinggang, kelainan tulang belakang, dan lain-lain. Salah satu yang cukup sering adalah yang dinamakan Hernia Nucleus Pulposus (HNP). HNP atau biasa dikenal masyarakat sebagai ”syaraf terjepit”, terjadi karena penonjolan bantalan sendi tulang belakang yang menjepit syaraf

Akibatnya, timbul rasa nyeri yang sangat luar biasa, panas, ngilu, kesemutan, sampai terasa seperti kesetrum. Rasa sakitnya menjalar ke bawah hingga betis atau jari kaki. Penyebab HNP ini berbagai macam. Faktor resiko, antara lain merokok, batuk yang terlalu lama, cara duduk yang salah, cara mengangkat barang yang salah, dan lain-lain.

Bila masih ringan, HNP bisa diatasi cukup dengan obat dan berolah raga. Misalnya, berenang, pilates, dan yoga dengan konsentrasi di area tulang belakang. Cara lain, dengan menjalani fisioterapi. Sebenarnya, memperbaiki posisi duduk dan tidur pun bisa mengatasi nyeri pada pinggang. Jika cara-cara tersebut tidak mampu mengatasi rasa nyeri, bisa dengan suntikan atau laser. Jika hasil non operatif tersebut tidak memberikan hasil, barulah melakukan operasi.

Dalam hal operasi, RS Premier Bintaro mengedepankan metode Minimal Invasive Spine Surgery yang lebih unggul dalam hal luka yang lebih kecil, cidera pada otot yang minimal, perdarahan yang minimal, derajat komplikasi dan infeksi yang lebih ringan, nyeri pasca operasi yang minimal dan waktu pemulihan dan perawatan di rumah sakit yang lebih singkat.

Pada prakteknya, teknik MISS dibagi menjadi dua, yakni teknik Fusion yang masih menggunakan implan seperti screw, cage, dan sebagainya. Juga teknik Non-Fusion yang menangani permasalahan tulang belakang sealami mungkin tanpa ada implan. Perkembangan metode MISS kini lebih menggunakan teknik Non-Fusion. Arahnya adalah Endoscopy, mulai dari Micro Endoscopic Discectomy, serta terkini yakni Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD).

Menurut dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine, Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Tulang Belakang RS Premier Bintaro, kedua update metode tersebut memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan baik bagi dokter dan tenaga medis, maupun bagi pasien.

“Untuk PELD, metode ini merupakan full Endoskopi. Artinya tindakan dilakukan dengan sayatan yang seminimal mungkin, maksimal sayatan hanya 8mm dan menggunakan camera endoskopi. Dengan begitu tindakan bisa dilakukan dengan bius lokal, kondisi pasien yang sadar dan one day care,” ujar dr. Harmantya.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply