Memahami Gaya Belajar Anak

GayaKeren.id – Bagi para orang tua pasti akan menyenangkan jika dapat mengetahui gaya belajar putra putrinya. Dengan mengetahui gaya belajar yang sesuai, diharapkan orang tua dapat menyediakan sarana yang paling tepat untuk mendukung proses belajar putra putri anda.

Gaya belajar pada manusia secara umum dibagi menjadi tiga kelompok besar, yang mana pada tiga gaya belajar ini dibagi lagi menjadi masing-masing dua bagian. Namun disini hanya akan memperkenalkan tiga kelompok besar tadi, yaitu : Visual, Auditori dan Kinestetik.

Tipe Visual

Gaya belajar tipe visual ini menerima dan menyerap informasi melalui indera penglihatan, seperti melalui media gambar. Baik melalui televisi maupun gambar dua dan tiga dimensi, melalui buku ataupun alat peraga.

Tipe visual ini dapat disebut juga tipe peniru. Cukup dengan memberi contoh sikap atau perilaku dan dengan penjelasan (pastikan perilaku tersebut terlihat oleh putra putri anda) maka ia pasti akan meniru atau melakukannya. Tipe visual ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu : Visual Picture dan Visual Text.

Tipe Auditori

Gaya belajar tipe auditori ini menyerap dan mengolah informasi yang di dapat melalui pendengarannya. Dapat mengingat dengan baik penjelasan guru di kelas atau materi yang didiskusikan dalam kelas / kelompok.

Tipe ini tidak gemar membaca dan kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru dibacanya, cenderung senang bicara atau ngobrol dan diskusi; namun kurang cakap dalam tugas menulis. Tipe gaya belajar auditori ini dibagi menjadi dua, yaitu : Auditory Sequential dan Auditory Musical.

Tipe Kinestetik

Gaya belajar kinestetik ini adalah dengan banyak bergerak. Individu dengan gaya belajar kinestetik ini mengolah informasi dengan baik melalui gerakan. Tipe ini lebih menyukai belajar dengan melakukan langsung (praktek).

Saat belajar, tipe ini kerap selalu bergerak dengan melakukan gerakan-gerakan kecil seperti menggoyangkan alat tulis, membaca sambil berjalan mondar mandir atau menghafal sambil berloncat-loncatan.

Gaya belajar ini umumnya menjadi masalah bagi orang tua dan guru di sekolah konvensional, mengapa ?  Karena dengan gaya belajar Kinestetik, anak kerap dianggap mengganggu konsentrasi teman dan tidak belajar serius, padahal justru dengan anggota tubuhnya banyak bergerak inilah ia akan mudah menerima dan mengolah informasi yang diterimanya. Gaya belajar kinestetik ini juga dibagi menjadi dua, yaitu : Kinesthetic Body dan Kinesthetic Tactile.

Nah, sekarang anda sudah tahu seperti apa gaya belajar putra putri anda kan?  Beda gaya belajar, tentu beda pula cara belajarnya.

Semoga bermanfaat…..

 

 

Tulisan ini disajikan oleh : Laksmira Ratna Bayuardi, Dip.Child Psy., MHA

Editor :  Roberto Namangge

 

 

Please follow and like us:

Animo Pelanggan Barbershop di Daerah Makin Tinggi

GayaKeren.id – Booming barbershop yang merekah di perkotaan ternyata juga turut mewarnai pedesaan. Antusias masyarakat untuk turut merasakan service di barbershop pun semakin tinggi.

Tren ‘mempertampan diri’ para pria khususnya kaum muda untuk tampil dengan gaya rambut terbaik mereka tak hanya dirasakan pria yang tinggal di kota-kota besar semata. Mereka yang berada di kota-kota kecil bahkan pedesaan pun tak ingin ketinggalan mendapatkan potongan rambut terbaik dengan model yang sedang ‘in’ seperti di perkotaan.

Hal ini kemudian melahirkan peluang potensial yang baru yakni industri  barbershop yang bertumbuh pesat di pedesaan sekalipun. Ya, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat untuk memangkas rambut di barbershop, industri pangkas rambut pinggiran yang semula ada pun kini beralih dengan nama barbershop.

Salah satu barber andal, Yudhekk menuturkan bahwa kemunculan pasar yang potensial di daerah memang cukup besar untuk digarap. Yudhekk yang menjadi pioner barbershop di daerahnya di wilayah Kepanjeng, Malang, Jawa Timur tersebut pun merasakan betul bagaimana dirinya membangun industri tersebut di wilayah kota kecil.

Bersyukur, pasar di wilayahnya meski bukanlah sebuah kota besar ternyata sangatlah tinggi. Kesadaran para pria muda untuk memangkas rambutnya di barbershop sangat tinggi sehingga memudahkan bisnis yang ditekuninya berkembang pesat meski berada di kota kecil.

“Awalnya di daerah itu saya yang bikin kemudian barulah mengekor yang lainnya dan makin bermunculan,”tutur Yudhekk pada Gaya Keren di Jakarta, belum lama ini.

Menjadi yang ‘pertama’ hadir tak membuat Yudhekk jadi besar hati. Bisnis serupa yang makin menjamur di daerahnya justru menjadikannya untuk menunjukkan persaingan secara sehat. Menunjukkan adu kreasi karya yang sudah mendapatkan tempat di hati pelanggan masing-masing.

Yudhekk pun bersyukur karena pelanggan yang datang ke tempatnya merupakan deretan customer setia yang memang sudah terjalin sejak ia bekerja di salon di Malang beberapa tahun lalu. Klien-klien itu tetap setia menggunakan jasanya dalam ‘mempertampan diri’. Itulah yang menjadi keberkahan tersendiri bagi Yudhekk.

Meski demikian, kreasi yang dihadirkan di barbershop bukan berjalan tenang begitu saja. Untuk memenangkan hati customer, tentu saja inovasi terus menjadi prioritasnya agar pelanggan tak berpaling.

“Klien saya sebetulnya memang sudah ada dan memang sudah langganan sejak lama. Tetapi ada juga klien baru yang bermunculan dan itu cukup tinggi seiring booming dunia barbershop,”tutupnya.

 

Please follow and like us: