Foto : GayaKeren.id // Veronica

GayaKeren.id – Humoris dan Rendah Hati kesan yang terbesit saat mengenalnya. Sosok periang ini tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang Barber yang dikenal di masyarakat Indonesia khususnya bagi profesi Barbershop dan Pangkas Rambut. Awal menggeluti profesi ini mendapat pertentangan dari kedua orangtuanya, berharap dirinya terjun dijalur bisnis. Belajar barber secara otodidak dan mencari teman seprofesi melalui sosmed yang sempat dijalani selama 1 tahun ini, akhirnya kedua orangtuanya ikut mensupport menjadi seorang Professional Barber.

Pria beranak satu ini memilih profesi menjadi Barber karena terpaksa untuk mencari suatu perubahan dalam hidupnya serta berkat dorongan sang istri untuk tetap belajar teknik memotong rambut.  “Mempunyai masa lalu yang kelam tidak membuatnya takut untuk bangkit dan melakukan pembuktian dalam hidupnya menjadi seorang yang profesional”, imbuh pria kelahiran tahun 1986.

“Menggeluti bisnis barber ada 4 hal yang paling berperan dalam mengembangankan bisnis ini antara lain : Penguasaan teknik barber, menjaga hubungan personal dengan cara meningkatkan pelayanan palanggan, kelengkapan peralatan dan menjalin hubungan dengan sesama profesi. Menjadi pribadi yang bijaksana, selalu positif thinking dan mempunyai spiritual adalah modal utamanya saat merintis dunia barbershop,” kata Glenndy.

Berbekal hal tersebut, Glenndy memberanikan diri membuka barbershop yang diberi nama Vonette Barbershop. Vonette Barbershop hadir di Manado tahun 2013 mengusung konsep Barbershop with heart, hal yang sangat sulit diterima oleh masyarakat mengingat di kota Manado banyak barber dan pangkas rambut memberikan harga yang murah dan hasil potongan rambut yang tidak maksimal. Vonette Barbershop ini memasang tarif sebesar Rp. 80.000 termasuk cuci rambut dan free softdrink dengan mempunyai 5 orang stylish. Untuk interior Vonette Barbershop sengaja dicari properti diera tahun 50an dan menjadi ciri khas Barbershopnya di daerah Manado dan sekitarnya, berburu barang antik peninggalan rezim Belanda mempunyai keunikan tersendiri, dimana Glenndy dapat bertemu langsung dengan para barber tempo dulu dan dapat dijadikan ajang menyambung talisilaturahim bagi sesama profesi.

Dalam pengembangan bisnis Glenndy enggan untuk membuka cabang karena sulit menemukan SDM yang mempunyai jiwa juang dan loyalitas tinggi. Glenndy menerapkan sistem kejujuran untuk kemajuan bersama dalam menciptakan SDM yang handal, hal ini terbukti dengan tidak adanya seorang kasir dan semua stylish boleh belajar mencari wawasan baru untuk teknik barber. Untuk saat ini masyarakat di Indonesia dapat merasakan beberapa model rambut pria karena sudah banyak beredar perlengkapan yang menunjang hasil kerjanya.

Hobinya di dunia musik tidak membuatnya takut untuk menyalurkan bakatnya selama menggeluti dunia barbershop karena konsep DIY GIG bisa dihadirkan di barbernya khususnya moment tertentu dan ikut turut mengajak anak muda untuk tetap berkarya dalam bidang musik.

Menjadi seorang yang bermanfaat dan berarti bagi orang lain dibutuhkan spiritual yang tinggi sehingga tetap bisa bersyukur atas segala sesuatu yang kita dapatkan, katanya sambil meminum segelas teh tarik.  Bentuk kepedulian terhadap sesama dapat dituangkan dalam beberapa kesempatan untuk membantu teman seprofesi dalam berbagi ilmu dalam teknik barber yang diajarkan kepada para pemula yang ingin membuka barbershop dan pangkas rambut, ssoo… bagi kamu yang mempunyai kesulitan untuk belajar tentang teknik barber, bisa datang langsung lohh…..

 

Please follow and like us:

Leave a Reply