Cara Tepat Pilih Pewarna Kuku

GayaKeren.id – Mewarnai kuku membuat tampilan lebih semarak. Anda pun jadi lebih percaya diri dengan warna-warni kuku yang menyempurnakan tampilan sehari-hari.

Tidak banyak orang menyadari bahwa pewarna kuku menjadi elemen penting dalam penampilan seseorang. Ketika sebagian wanita berfokus pada kecantikan riasan di wajah, mereka kerap melupakan keindahan kuku.

Padahal, kuku juga menjadi elemen penting yang dapat memperindah tampilan seseorang. Apalagi, dengan pemilihan warna yang tepat, tampilan tidak saja sekadar indah tapi juga membuat Anda lebih muda dan tampak bersinar. Berikut ini ulasan untuk memilih warna kuku, seperti dipaparkan Marie Claire.

Agar tangan tampak muda

Pilihlah warna yang tidak terlalu muda atau terlalu berwarna neon. Pemilihan warna harus lebih elegan dan memiliki pigmentasi warna yang tajam untuk membuat kulit lebih jelas. Bagi Anda yang memiliki kulit cerah cobalah warna merah muda atau warna pink yang lembut. Untuk warna kulit medium carilah warna koral yang cerah serta untuk kulit yang gelap dapat mencoba biru mint yang terang.

Agar tampilan kulit lebih gelap

Anda dapat menggunakan warna seperti pastel, oranye, kuning atau hijau. Bagi yang memiliki kulit cerah dapat memilih warna hijau laut dan untuk kulit yang tidak terlalu cerah bisa memilih warna coral-pink serta untuk pemilik kulit gelap carilah warna lemon.

Agar terlihat lebih besar

Cobalah warna putih dan pastel untuk membuat kulit wajah terlihat lebih kontras dengan kulit Anda. Bagi pemilik kulit cerah dapat memilih warna pink dan untuk pemilik warna yang tak terlalu cerah dapat memilih warna putih dengan sedikit kebiru-biruan serta kulit gelap dapat memilih warna pink.

Agar terlihat lebih kecil

Pilihlah warna yang cenderung lebih gelap dimana menimbulkan efek kuku terlihat lebih kecil. Untuk pemilik kulit cerah dapat mencoba warna biru dan kulit yang tak terlalu cerah dapat menggunakan warna biru-abu abu, serta kulit gelap dapat memilih warna ocean-green.

Please follow and like us:

Kebiasaan Sepele Pakai Smartphone Yang Picu Bahaya

GayaKeren.id – Smartphone sudah jadi barang kebutuhan pokok dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Mulai dari pagi hingga menjelang tidur, smartphone seolah nggak bisa dilepaskan dari genggaman manusia. Kecanggihan teknologi yang ada pun ikut memengaruhi kebiasaan dalam menggunakan smartphone.

Lewat smartphone dalam genggaman, kamu bisa melakukan apa aja sesuai keinginan dan kebutuhan. Namun demikian, nggak banyak yang menyadari ada bahaya mengintai dari kebiasaan menggunakan smartphone. Kebiasaan penggunaan smartphone ini kerap dilakukan orang dan banyak orang yang menyepelekannya padahal rentan bahaya. Termasuk kamu?

Nah, berikut beberapa kebiasaan sepele penggunaan smartphone yang nggak kamu sadari memicu bahaya, melansir brilio.net.

  1. Nggak mengunci handphone dengan pola tertentu.

Bagi kebanyakan orang membuka kunci keamanan setiap menyalakan smartphone begitu menganggu. Mereka selalu memasukan deretan angka atau pola tertentu setiap menyalakan smartphone. Hal tersebut seakan memakan waktu dan ribet bagi kebanyakan pengguna. Oleh sebab itu, mereka hanya menggunakan kunci keamanan sederhana yang sekadar digeser atau disentuh saja.

Kebiasaan nggak menerapkan kunci keamanan ekstra ini adalah kebiasaan yang justru memicu bahaya. Siapapun pengguna smartphone, meski bukan pemiliknya akan dengan mudah menggunakan smartphone. Data maupun file-mu bisa jadi sasaran kejahatan jika smartphone-mu dipegang orang lain.

  1. Asal mengakses Wi-Fi umum.

Sudah jadi kebiasaan pengguna smartphone di publik area dengan fasilitas free Wi-Fi, akan lebih memilih Wi-Fi dibanding paket internet pribadi. Demi menghemat kuota, pengguna akan mengakses internet lewat jaringan Wi-Fi.

Kebiasaan menggunakan Wi-Fi umum ini ternyata bisa memicu risiko keamanan utama. Informasi yang dikirim melalui jaringan Wi-Fi publik ini ternyata dapat diakses oleh siapa saja, termasuk hacker. Oknum tersebut akan dengan mudah mencuri informasi termasuk data pribadimu.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya kamu menghubungkan internet Wi-Fi dengan Virtual Private Network (VPN) dan jangan asal menghubungkan Wi-Fi secara otomatis di tempat umum.

  1. Nggak menggunakan antivirus.

Banyak pengguna nggak menyadari bahwa smartphone merupakan gawai yang rentan. Bukan cuma komputer yang bisa terkena virus malware, smartphone ini juga bisa terserang. Kurangnya kesadaraan informasi tersebut membuat para pengguna enggan menginstal atau menggunakan antivirus sebagai pencegahan.

Menurut Journal of Information Systems Technology and Planning, lebih dari 96% pengguna smartphone nggak memiliki perangkat antivirus di handphonenya. Beberapa pengguna smartphone mengalami masalah dalam menginstal antivirus dan perangkat lunak keamanan lainnya. Padahal ada berbagai antivirus gratis yang bisa diunduh dengan mudah.

  1. Jarang mengupdate sistem operasi di smartphone.

Produsen smartphone dan pengembang aplikasi secara teratur akan mengeluarkan pembaruan pada perangkat lunaknya. Hal tersebut digunakan untuk kenyamanan pengguna dan perbaikan fungsi dari perangkat sebelumnya.

Secara umum, seharusnya kamu selalu menerima informasi pembaruan. Akan tetapi, para pengguna kadang merasa risih dan enggan melakukan update karena beberapa alasan di antaranya menghemat kuota, waktu yang relatif lama, dan lain-lain.

  1. Sembarangan menginstal aplikasi.

Banyak pengguna smartphone yang hanya melihat keterangan aplikasi gratis lalu mengunduhnya begitu saja. Mereka tak memiliki pertimbangan atau mencari informasi sebelum mengunduh aplikasinya.

Kebiasaan asal mengunduh dan menginstal aplikasi di smartphone ini juga rentan bahaya. Bisa jadi aplikasi yang terunduh membawa bibit root hacker di mana bisa mencuri informasi pengguna.

Teliti sebelum mengunduh adalah cara paling utama agar terhindar dari aplikasi berbahaya. Pengguna bisa melihat riwayat pengembang, produk terdahulu, ulasan atau review dari pengguna sebelumnya. Dengan begitu, keamanan pun terjaga.

  1. Nggak teliti sebelum mengklik link.

Merujuk pada data dari perusahaan RSA Cyber Security Experts menyebutkan pengguna smartphone lebih rentan terhadap serangan phishing atau pencurian identitas dibanding pengguna desktop. Hal tersebut disebabkan karena pengguna smartphone kurang waspada dengan keamanannya saat bertelusur dengan internet. Apalagi ketika mengunjungi sebuah situs yang ternyata menjebak dan terperangkap pada pencurian identitas.

Oleh sebab itu, sebaiknya mulai memilih dan memilah situs atau alamat website yang meragukan. Jangan asal mengklik link kalau nggak mau jadi korban pencurian identitas dari oknum nggak bertanggung jawab.

  1. Lupa log out usai browsing atau bermain media sosial.

Nggak cuma rentan dibajak status oleh teman-teman yang jahil, lupa log out media sosial juga bisa berakibat buruk untuk keamanan datamu. Contoh buruknya adalah ketika lupa untuk log out beberapa situs belanja online seperti PayPal, Amazon, dan eBay di mana terdapat informasi nomor kartu kredit atau data penting lainnya. Pastikan kamu jangan pernah mencentang kotak berisi perintah untuk menyimpan nama username dan password secara permanen.

Lebih baik rajin log in dan log out pada situs-situs yang biasa kamu buka untuk keamanan sendiri. Pasalnya, orang yang nggak bertanggung jawab bisa dengan mudah mengambil data dan informasimu secara bebas. Kamu pun bisa saja mendapat tagihan membengkak padahal nggak pernah membeli apa pun. Hal sama juga sebaiknya kamu lakukan pada media sosial lainnya kalau nggak mau informasi pribadimu dicuri.

  1. Nggak langsung mematikan bluetooth.

Nggak sedikit pengguna yang terkadang lupa untuk mematikan bluetooth smartphonenya. Kebiasaan tersebut rentan memicu pembobolan data oleh hacker hanya lewat bluetooth atau dikenal dengan blebugging atau bluesnarfing. Pastikan untuk menggunakan bluetooth dengan semestinya, ketika sudah selesai menggunakan jangan lupa dinonaktifkan untuk menjaga keamanan smartphone.

Semoga Bermanfaat ya sobat GayaKeren….

 

 

 

Please follow and like us: