Hindari Selip Kopling Dengan Pindahkan Tuas Transmisi Mobil Matik

GayaKeren.id – Mobil dengan transmisi otomatis jelas berbeda dari transmisi manual. Bila dalam transmisi manual pengguna harus direpotkan dengan menginjak kopling saat perpindahan persneling, tidak demikian dengan transmisi matik.

Kendati demikian, bukan berarti pengguna matik bisa “bermalas-malasan” untuk hal lain, salah satunya dalam penggunaan tuas persneling.

Cukup sering ditemui pengguna matik yang terus-menerus menggunakan transmisi D (Drive) saat berkendara. Mereka bahkan sama sekali tidak memindahkan ke level transmisi lain. Padahal, cara seperti ini dinilai salah kaprah.

Dilansir Kompas Otomotif, kebanyakan pengguna mobil banyak yang mengeluhkan rusaknya kopling setiap penggunaan sehabis liburan. Rusaknya kopling dinilai akibat cara penggunaan yang salah saat mobil berada dalam kemacetan khas libur panjang.

Kepala Bengkel Auto2000 Grand Depok City, Deni Andrian memberikan masukan agar kopling tidak cepat rusak. Walaupun digunakan untuk bepergian jauh saat liburan.

Menurut Deni, seringkali pengguna mobil manual malas untuk memindahkan tuas porsneling ke posisi netral seraya menekan rem tangan saat macet. Mereka lebih memilih tetap menginjak kopling. Padahal cara ini dinilai salah.

Mekanik Bengkel R Speed, Heron, menilai terus-menerus menggunakan transmisi D bisa menyebabkan gearbox terus menerus bekerja. Dampaknya bisa menyebabkan selip kopling. Heron menyarankan agar pengguna matik untuk tidak malas memindahkan tuas ke posisi lainnya, seperti N (Netral) saat kondisi jalan macet atau sedang berhenti sebentar.

“Harus pintar-pintar pindah gigi. Misal pindah 2 atau 3. Atau kalau lagi nanjak pindah ke Low. Jangan di D terus. Bukan berarti mentang-mentang matik, terus tidak dipindah tuasnya,” kata Heron.

Hal yang sama berlaku saat terjebak macet. Heron menyarankan agar pengguna matik tidak malas untuk memindahkan tuas ke posisi netral.

“Jangan terus di D kalau berhenti lama. Kalau terus di D berarti gearbox-nya kerja, kan. Otomatis kalau direm bisa selip koplingnya,” Tutup Heron.

 

 

 

Perjuangan Ahmad Taufik Taklukkan Dunia Barbershop

GayaKeren.id – Sempat menekuni beberapa profesi di berbagai bidang, Ahmad Taufik tak menemukan kenyamanan dalam berkarier. Hatinya pun berlabuh pada dunia tata rambut yang memberikan kenyamanan dan kepuasan tersendiri.

Tak mudah menemukan sandaran karier yang tidak saja memenuhi kebutuhan secara finansial tetapi juga kepuasan batin. Berbagai bidang pun dijajaki guna menemukan chemistry pada dunia karier yang ditapaki dalam jangka panjang.

Hal itu pun dirasakan betul Ahmad Taufik, salah satu barberman kelahiran Indramayu. Pria kelahiran desa Sukagumiwang, 4 April 1984 yang sempat mengikuti Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren di Cirebon dan sukses menjadi Runner Up tersebut merasakan betul bagaimana menjalani karier di bidang yang tak memberikannya kenyamanan dalam hari-harinya.

Berbagai bidang berusaja dijalaninya untuk memberikan pengalaman baru baginya. Berdagang cilok, menjahit baju di konveksi, menjadi supir angkot hingga menjadi buruh di pabrik. Sayangnya, hal tersebut tak mendatangkan kebahagiaan serta kepuasan bagi Taufik. Ia pun kemudian menekuni kembali dunia tata rambut yang memang telah digelutinya sejak bangku SMA.

Bermula dari sebuah tempat kecil di pinggir jalan, Taufik menggeluti profesinya di dunia barbershop. Sang paman menjadi orang yang  begitu mensupport dirinya termasuk dengan membuatkan barbershop kecil yang menjadi tonggak awalnya berkarier di dunia barbershop.

Perjuangan pun dimulai. Dari barbershop mungil tersebut, dirinya mencari customer yang ingin mencicipi jasanya memangkas rambut. Namun nyatanya tidaklah mudah mencari customer untuk bertandang ke barbershop miliknya. Barbershop yang buka sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB hanya sukses menarik satu customer dengan jasa seharga Rp 5.000.

Ujian di awal kariernya di dunia barbershop pun tak berhenti disitu. Taufik  juga diuji dengan cobaan bahwa barbershop miliknya harus terkena gusur sebanyak lima kali. Taufik pun harus kembali mencari lokasi baru yang strategis untuk mempertahankan bisnisnya.

Meski pahit, Taufik tak lantas menyerah dengan keadaan yang harus dihadapinya tersebut. Justru ia semakin memompa semangat bahwa bisnis yang dijalaninya akan membuahkan hasil manis dan kesuksesan di kemudian hari.

Dan semangat itulah yang membuatnya bertahan hingga hari ini. Di tengah booming dunia barbershop,  Taufik merenda hari-harinya dengan penuh semangat untuk mereguk kesuksesan di antara deretan barbershop lainnya yang terus bermunculan.

Dengan penuh cinta, Taufik melayani setiap customer yang ingin menggunakan jasanya. Ia berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh konsumennya dari seluruh lapisan masyarakat. Sukses selalu Ahmad Taufik!

Kolaborasi Kreativitas Di Barber Battle & Fun Battle Coffee

GayaKeren.id – Maraknya barbershop yang mulai menjamur saat ini membuat banyak pebisnis maupun pelaku profesi ini berantusias untuk menjaring hubungan sesama profesi maupun berbagi pengalaman seputar seni tata rambut. Bisnis Barbershop yang sedang di gandrungi tidak luput dari sorotan masyarakat untuk membuat acara kreatif dan berkualitas.

Karena hal tersebut, Iam Barberman sekaligus yang menggawangi Event Coffee Barber Creative & Society, mengadakan sosialisasi wadah untuk ajang temu kangen para profesi tukang cukur dan pecinta kopi di Indonesia agar terhalin hubungan yang bermanfaat untuk kemajuan bersama.

Terlebih banyaknya ajang pertemuan yang diadakan di masing-masing barbershop di beberapa kota dan tidak dipungkiri bahwa masyarakat di Indonesia pencinta kopi sejati yang dapat menunjang kreatifitas dalam berkarya. Hal ini menjawab tantangan masyarakat agar tetap tercipta profesi yang profesional, mempunyai manner serta attitude yang baik.

Acara yang diadakan pada tanggal 3 Januari 2018, dan bertempat di Piezo Kopi Pondok Kelapa Jakarta Timur,  yang berjudul ” BARBER BATTLE” tema Men’s Free Style, juri Jajang Muhidin,  Eri Ghifari dan Awang Joes Barbershop. Selain itu ada lomba battle,  peserta juga disuguhkan fun battle coffee,  music dari Mas Bojes (AFI 2005) dan bazaar.

Antusiasme peserta sangat terlihat sampai di akhir acara yang enggan untuk pulang menyudahi acara hari itu,  makin terasa kebersamaan yang terjalin bagi profesi barber dan pecinta kopi “JAMAN NOW “, yyuukk ikuti acara kreatif berikutnya…