Dunia Barbershop Makin Menjanjikan

GayaKeren.id – Pertumbuhan pesat di dunia barbershop menjadi tolak ukur bahwa bidang ini makin diapresiasi di masyarakat.

Keberadaan barbershop terus bermunculan dari waktu ke waktu. Tak hanya di kota-kota besar tetapi juga hingga ke pelosok daerah. Hal ini pun menjadi bukti bahwa dunia barbershop semakin menjanjikan.

Kebutuhan para pria untuk ‘mempertampan diri’ dimana salah satunya dengan memperbaiki tatanan rambut semakin meningkat. Urusan ini pun tidak hanya menjadi bagian dari penampilan semata tetapi menjadi sebuah kebutuhan rutin bagi para kaum adam.

Hal ini tentu menjadi potensi yang menjanjikan bagi dunia barbershop secara luas. Kebutuhan pria ‘mempertampan diri’ menjadi peluang bagi para barberman untuk memberikan pelayanan dalam barbershop mereka.

Tak mengherankan, dengan bertumbuhnya minat para pria ‘mempertampan diri’, keberadaan barbershop semakin bermunculan. Dunia barbershop pun semakin menjanjikan untuk ditekuni.

Hal itu juga dituturkan salah satu barber kelahiran Kebumen, Akhmad Fathul Korib yang juga menjadi pemenang Hair Battle yang dihelat Gaya Keren di Cirebon.

“Sebenarnya saya tidak secara langsung menekuni bisnis ini tetapi ketika ditapaki secara mendalam terbukti dapat mencukupi kebutuhan finansial keluarga saya,”ujarnya kepada Gaya Keren, baru-baru ini.

Barberman lainnya, Ahmad Taufik  pun menuturkan hal yang sama. Dituturkannya bahwa barbershop menjadi dunia yang menjanjikan untuk digeluti. “Bisnis ini sangatlah menyenangkan dan bisa menjadi ekspresi pribadi saya,”terangnya.

Meski tidak mudah bagi keduanya menapaki dunia barbershop dan penuh perjuangan untuk menaklukkannya, namun keduanya patut berbangga karena saat ini dunia barbershop kian bersinar.

Keberadaannya semakin dicari dan diapresiasi masyarakat luas. Tak hanya itu, para barberman yang berkecimpung di dalamnya pun semakin dihargai baik secara profesi dan juga sebagai sebuah mata pencaharian yang menjanjikan.

 

 

Please follow and like us:

Menikmati Keindahan Pantai Minang Rua

GayaKeren.id – Rekreasi atau berwisata sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Sekaligus sebagai wahana meningkatkan kesehjahteraan masyarakat sekitar. Karena itu, pembenahan dan pengembangan objek wisata menjadi penting dilakukan.

Kabupaten Lampung Selatan terkenal dengan banyak destinasi wisata, apalagi jika menyangkut tentang pantai. Bisa dikatakan Kabupaten yang berjuluk Bumi Khagom Mufakat ini tidak pernah lepas dari predikat gudangnya wisata pantai.

Dengan predikat itu, sejumlah kecamatan yang memiliki potensi wisata pantai mulai melakukan pembenahan. Baru-baru ini, pantai Minang Rua yang berlokasi di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni memiliki wajah yang berbeda dari sebelumnya. Ya, pantai Minang Rua kali ini mulai disulap menjadi pantai yang memiliki sejumlah fasilitas yang dapat menarik wisatawan.

Dipinggiran pantai Minang Rua kini telah disediakan payung tenda sebagai sarana untuk berteduh sembari menikmati keindahan laut. Kemudian ada wahana bermain anak-anak seperti ayunan yang tidak kalah menarik kini pantai Minang Rua juga sudah memiliki lapangan untuk bermain Volley Beach atau Voli Pantai.

Keindahan pantai Minang Rua, tak sekedar pantai. Namun juga tangga seribu, bukit menangis, green canyon, batu alif, karang menyan, karang lo, laguna dengan pasir yang putih dan terakhir keberadaan tukik hasil penetasan dan penangkaran penyu belimbing yang sudah langka dan dilindungi.

Penyediaan perahu milik nelayan sebagai fasilitas melakukan wisata susur tebing sekaligus menuju ke spot unik green canyon berupa tebing batu yang menjorok ke daratan dengan ceruk yang nyaman untuk berenang dan menyelam menjadi spot kekinian di wilayah tersebut termasuk batu alif.

Tersedia fasilitas homestay terbuat dari kayu dan bambu. Dimana  sarana yang memadai tersebut menjadi sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir pantai yang memiliki rumah panggung layaknya rumah di pesisir pantai yang ada di wilayah tersebut.

Suasana homestay dengan penambahan beberapa lokasi lain sekaligus mempermudah wisatawan menikmati suasana pantai Minang Rua. Selain sebagai lokasi menginap sebagian mempergunakan homestay sebagai tempat makan bersama terutama wisatawan keluarga yang kerap datang setiap akhir pekan.

 

 

 

Please follow and like us:

Bahaya Kantongi Smartphone di Saku Celana

GayaKeren.id – California Departement Public Health (CDPH) atau Dinas Kesehatan Masyarakat California merilis peringatan publik terkait dengan bahaya radiasi smartphone.

Sebagaimana dikutip GayaKeren.id  dari Softpedia, Rabu (27/12/2017), Dinkes California menjelaskan saat ini telah terjadi peningkatan radiasi elektromagnetik.

Misalnya saja, saat orang mengantogi terus smartphone dalam saku celana, mereka tidak mengetahui bahwa lambat laun, radiasi elektromagnetik bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya dapat menimbulkan kanker.

Singkatnya, smartphone memancarkan energi frekuensi radio saat berkomunikasi dengan seluler.

Padahal, paparan radiasi elektromagnetik meningkat saat pengguna menggunakan smartphone untuk menelepon, mengunduh file, saat susah sinyal, atau ketika berada di kendaraan yang bergerak cepat.

“Momen-momen di atas sebenarnya merupakan saat yang tepat bagi pengguna untuk mengurangi pemakaian smartphone,” kata Dinkes California.

Lembaga tersebut menambahkan, pengguna smartphone juga sebaiknya tidak tidur di dekat perangkatnya, apalagi menaruh smartphone di kasur. Mereka juga menyarankan agar pengguna smartphone selalu membuka headset dari kepala mereka jika sedang tidak dipakai untuk menelepon.

Disebutkan, smartphone harusnya berjarak sekian meter dari kasur. Begitu juga dengan headset, dianggap dapat menimbulkan bahaya kesehatan karena headset memancarkan energi radiofrequency(RF) saat tidak ada panggilan.

Tidak hanya itu, Dinkes California juga menyarankan agar pengguna tidak menaruh smartphone mereka di saku, bra, atau sabuk. Alih-alih dikantongi, akan lebih baik jika smartphone ditempatkan di tas backpack, tas tangan, atau koper.

“Karena antena smartphone selalu mencoba untuk terhubung dengan menara seluler (BTS) kapan pun smartphone itu dalam kondisi menyala. Hal itu akan memancarkan energi RF meski kamu tidak memakainya,” katanya.

Lain halnya saat perangkat dalam mode pesawat terbang, dengan mematikan WiFi, dan Bluetooth, energi RF tak akan terpancar dari perangkat.

Dinkes California juga menyarankan, alih-alih menerima telepon secara langsung, pengguna disarankan menggunakan headset atau speaker. Dengan demikian, energi RF yang dipancarkan dari perangkat pun lebih sedikit.

 

 

 

Please follow and like us: