GayaKeren.id – Menekuni dunia barbershop menjadi pilihan Akhmad Fathul Korib. Dunia ini pun sekaligus menjadi sumber mata pencaharian keluarganya hingga saat ini.

Terjun di industri tata rambut bagi pria kelahiran Kebumen, 17 Oktober ini memang menjadi keputusannya sejak dua tahun lalu. Korib memutuskan untuk terjun sepenuh hati di bidang ini dan menjalani profesi sebagai barberman.

Dunia ini memang bukan bidang yang asing baginya. Diakui Korib, industri tata rambut memang menjadi bagian dari hobinya sejak lama. Hingga kemudian hobi tersebut menjadi sebuah profesi yang menghidupi perekonomian keluarganya hingga saat ini.

Di dunia barbershop pula, Korib menemukan kedamaian hati. Pertemuan dengan customer sehari-hari dan memberikan pelayanan untuk  mempertampan tampilan mereka menjadi hal yang membahagiakan dirinya.

Tak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan tersebut. Korib begitu senang ketika para customer yang mendapatkan jasanya merasakan kepuasan. Karena baginya kepuasan customer itu utama.

Tidak mengherankan, hari-hari Korib dipenuhi kebahagiaan. Kebahagiaan karena apa yang disenanginya dapat dijalaninya tanpa beban. Bahkan, dari hobinya itu pula ia tidak hanya mendapatkan pundi-pundi rupiah tetapi juga kesuksesan.

Seperti yang ditorehkannya baru-baru ini dimana ia menyabet sebagai Juara dari Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren di Cirebon. Sungguh sebuah kebanggaan sekaligus kebahagiaan karena ia sukses mendapatkan prestasi yang tak disangkanya tersebut.

Torehan prestasi itu pun semakin menggenjot semangatnya untuk memberikan yang terbaik bagi profesinya tersebut. Apalagi, pengalaman tak mengenakkan pernah dijalaninya di awal-awal dirinya menekuni profesi barberman.

Dikisahkan Korib, ia pernah dicela customernya sendiri di depan tamu-tamu lainnya karena hasil potongan yang tidak sempurna alias gagal. Sang customer kemudian memaki-maki Korib di hadapan customer yang lain.

Bukan cuma malu yang dirasakannya tetapi juga torehan sakit hati yang membekas dalam. Tetapi bukan Korib jika tak ingin bangkit. Dari kegagalan itulah Korib belajar untuk lebih baik lagi.

Ia pun kembali memoles diri agar tak lagi mengecewakan customernya. Kini, para customer yang dihandle-nya selalu merasa puas dengan jasa yang diberikannya. Korib pun merasa bangga karena hasil kreasinya tersebut semakin diapresiasi tidak hanya oleh customernya tetapi juga oleh publik secara luas.

Tinggalkan Balasan