Foto : GayaKeren.id / Renato

GayaKeren.id – Terinspirasi oleh perdebatan seputar penggunaan Big Data dalam menentukan arahan trend di industri fashion, Jakarta Fashion Week berkolaborasi dengan Instituto Marangoni menyelenggarakan sharing session bertajuk Trend Creation in The Age of Big Data and Disruption di salah satu mal di kawasan senayan, Rabu (4/4/2018).

Berbagai kajian dan ulasan sering menyebut tentang bagaimana Big Data menciptakan perubahan besar dalam industri fashion. Banyaknya desainer, fashion brand dan peritel yang menggunakan platform online, terutama media sosial, membuat jejaring fashion mempertajam antena untuk ‘membaca isi hati’ dari konsumen di seluruh dunia.

Platform digital kini tak lagi menjadi etalase untuk menggelar karya-karyanya, namun juga digunakan oleh desainer, fashion brand dan peritel merasakan perlu untuk mengumpulkan masukan, komentar, pujian dan pendapat dari konsumen dan publik.

Abdullah Abo Milhim, Pengajar di Instituto Marangoni yang mengajar dalam bidang Fashion Business, Fashion & Luxury Brand Management, Fashion Promotion dan Fashion Buying, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan platform  antara aspek-aspek penciptaan trend, trend setting dan trend forecasting dalam pengelolaan fashion brand dan kemampuan mengelola strategi trend mereka dalam cakupan bisnis model mereka sendiri sehingga bisa menciptakan perubahan besar dalam industri fashion.

“Trend sebagai sebuah proses sosial sekaligus mengajak kita mengeksplorasi tentang bagaimana generasi Millenial dan Generasi yang telah menciptakan, membentuk, mempertahankan dan menghilangkan trend”, demikian disampaikan Abdullah Abo Milhim.

 

 

 

Please follow and like us:

Leave a Reply