Foto : GayaKeren.id / Ist

 

GayaKeren.id – Sebuah penghargaan dunia fashion (khususnya desainer) Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia Internasional dengan diundangnya 3 desainer top tanah air untuk mengikuti ajang pameran bergengsi  bertajuk Contemporary Muslim Fashions di San Fransisco, Amerika Serikat, 22 September sampai Januari 2019 mendatang.  3 Desainer tersebut adalah Itang Yunasz, Dian Pelangi dan Khanaan Shamlan.

Contemporary Muslim Fashions adalah pameran besar pertama yang mengeksplorasi sifat kompleks dan beragam kaidah busana muslim di seluruh dunia. Pameran dengan tim kurator yang dikomandani Jill D’Allesandro, Laura L Camerlengo, Reina Lewis ini menelaah bagaimana perempuan muslim – mereka yang menutupi kepala mereka dan mereka yang tidak – menjadi penentu gaya di dalam dan diluar komunitas mereka, yang kemudian menjadi daya tarik media massa untuk lebih memperhatikan kehidupan muslim masa kini (kontemporer).

Contemporary Muslim Fashions adalah bentuk nyata saling menghargai dan toleransi antar pemeluk agama, dan sebagai ajang diskusi seputar keagamaan kontemporer dan ketidakadilan sosial, sebagai alat untuk perubahan sosial yang positif dan sebuah pengakuan internasional pada kiprah para desainer busana modest.

Di pameran ini Itang Yunasz akan menampilkan 3 koleksi yang mengusung tema ‘Tribalux Sumba”. Melalui ketiga karyanya Itang Yunasz ingin menyampaikan kecintaannya pada pesona Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kecantikan dan keindahan motif kain tenun Sumba mampu membuat Itang terpaku akan sebuah warisan budaya leluhur. Masing-masing kain memiliki motif dengan detai yang mempesona seakan bercerita tentang tradisi. Koleksi ini ditampilkan dalam warna indigo dan coklat kopi dan maroon yang membuatnya ‘hidup’. Dan untuk menyempurnakan kemewahan penampilan, sejumlah untaian kalung dan bros koleksi manaqueen dihadirkan sebagai perhiasan. Kreasi manaqueen selalu berangkat dari kekayaan budaya Indonesia sebagai inspirasi dengan memakai semi precious stone, mutiara, lapis emas, rhodium dan perak dan menghasilkan kreasi yang cantik dan unik dalam jumlah terbatas.

Dian Pelangi akan menampilkan karyanya dari koleksi terbarunya, KRAMA, dan dua koleksi lainnya adalah karya Haute Couture ‘Eredita Srivijaya’ untuk Torino Modest Fashion Week dan koleksi ketiga yang akan ditampilkan adalah koleksi ALUR REALIST yang telah diperagakan pada New York Fashion Week 2017.

Tidak hanya dipresentasikan selama pameran, tiga koleksi rancangan Dian Pelangi lainnya juga mendapat kehormatan untuk diperagakan dalam fashion show pada rangkaian acara pembukaan pameran. Dian Pelangi juga didapuk untuk berbicara mengenai karya-karyanya dalam sesi tanya jawab bersama kurator museum Jill D’Allesandro pada pembukaan resmi pameran Contemporary Muslim Fashions.

Selain dalam rangkaian pembukaan pameran, perjalanan Dian Pelangi ke Amerika Serikat kali ini juga untuk memenuhi undangan FORBES 30 Under 30 SUMMIT di Boston sebagai salah satu tokoh yang terpilih dalam 30 under 30 Forbes Asia pada awal tahun 2018.

Pada acara Contemporary Muslim Fashion di De young Arts Museum, San Francisco, Khanaan akan menampilkan koleksi Identity ( spring-summer 2016 ) dan koleksi Ashur ( spring – summer 2015 ) design motif  pada kedua koleksi tersebut terinspirasi dari motf batik tradisional yaitu motif  kawung yang memiliki  makna  melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya, selain motif kawung pada kedua koleksi tersebut khanaan juga mengembangkan design dari motif galaran, galaran adalah nama dari alas tempat tidur yang terbuat dari bambu. Selain motif tradisional yang dikembangkan, design khanaan juga terinspirasi oleh budaya dunia termasuk pola arsitektur islam, Indonesia sebagai negara dengan populasi umat islam terbesar di dunia tentu banyak budaya dan peninggalan sejarah islam yang dapat dijadikan inspirasi khanaan dalam berkarya.

 

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan