Fakta Produksi ASI Menyusui Anak Lebih Dari Setahun

 

GayaKeren.id – Anjuran untuk menyusui anak hingga usia 2 tahun mungkin membuat sebagian  ibu bertanya-tanya, apakah produksi ASI untuk Si Kecil memadai dan cukup hingga sampai masa tersebut? Yang harus dingat, ASI akan terus berproduksi jika Si Kecil tetap menyusu.

Sesuai rekomendasi WHO, ASI adalah nutrisi  terbaik untuk anak meski sekarang ia memasuki usia setahun lebih. Namun memasuki tahun ke dua menyusui Si Kecil, banyak ibu yang merasa tidak percaya diri dengan kualitas ASI, bahkan tak sedikit pula yang menganggap pasokan ASI mereka tidak memadai untuk bisa menyusui hingga usia anak dua tahun. Kenyataannya, ASI akan terus berproduksi jika anak tetap menyusu. Memang, saat anak menginjak usia 6 bulan ke atas, mereka sudah tidak lagi menyusu secara eksklusif dan saatnya diperkenalkan pada MPASI atau makanan pendamping ASI. Jadi Si Kecil memenuhi kebutuhan gizinya dengan kombinasi ASI dan makanan pendamping.

Boleh jadi, pada periode MPASI, frekuensi anak menyusu mulai berkurang karena ia mudah kenyang dengan makanan padatnya. Namun ibu tidak boleh lengah dengan kondisi ini. Frekuensi menyusu anak yang  berkurang akan memengaruhi produksi ASI. Jika anak belum mau menyusu, ibu bisa memerah dan hasilnya disimpan di kulkas. Yang harus diingat adalah, menyusui merupakan sistem permintaan dan penyediaan. ASI akan terus berproduksi jika anak tetap menyusu. Bahkan semakin sering anak menyusu, maka semakin banyak ASI yang diproduksi tubuh ibu.

Selain sering-sering menyusui anak, produksi ASI juga bisa ditingkatkan dengan cara berikut:

– Banyak minum air putih.

Ini merupakan cara ampuh meningkatkan produksi ASI. Ibu menyusui direkomendasikan mengonsumi 3,1 liter (sekitar 13 gelas) cairan sehari. Pastikan ibu banyak minum terutama saat sedang menyusui atau sedang memerah ASI. Jika bosan dan ingin alternatif minuman yang sehat, Anda dapat mencoba jus segar.

– Konsumsi makanan bergizi.

Agar produksi ASI tetap lancar dan berlimpah, ibu harus mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi setiap hari. Sejumlah makanan dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, antara lain:

  • Oatmeal. Kaya akan zat besi yang akan meningkatkan kualitas dan laktasi.
  • Sayuran hijau seperti bayam, daun katuk, pare dan asparagus serta kacang-kacangan merupakan sumber mineral, vitamin dan fitoestrogen yang dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Pepaya baik matang maupun mentah dapat meningkat ASI. Pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
  • Salmon, mengandung asam lemak esensial dan omega-3 yang meningkatkan kualitas dan produksi ASI.
  • Roti gandum yang kaya akan asam folat dan zat besi yang bermanfaat bagi ibu menyusui.

 

– Cukup istirahat.

Kelelahan bisa menurunkan produksi ASI. Ibu yang menyusui sebaiknya cukup beristirahat agar tubuh memiliki energi untuk memproduksi ASI.

– Memompa ASI.

Memompa adalah salah satu cara untuk menghasilkan lebih banyak ASI.  Prinsip di balik memompa adalah mengosongkan dan merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.

Manfaat Menyusui Lebih Lama

Menyusui lebih dari 6 bulan selain memberikan keuntungan untuk Si Kecil, juga memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu.

> ASI melindungi anak dari kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak.

> ASI melindungi anak dari alergi.

> Menyusui juga memberikan imun (kekebalan tubuh) pada bayi di tahun pertama dan kedua. Pada usia setahun, sistem kekebalan tubuh anak hanya berfungsi 60 persen saja. Sistem kekebalan tubuh anak  baru berfungsi 100 persen seperti orang dewasa saat mereka berusia 6 tahun.

> Mengecilkan risiko sakit pada anak. Sebuah penelitian menyebutkan anak-anak yang disusui di  atas usia 16 bulan lebih jarang sakit ketimbang anak-anak yang tidak disusui langsung.

> Sebuah studi menunjukkan menyusui hingga 12 bulan dapat melindungi anak dari penyakit menular, terutama infeksi saluran pencernaan dan pernapasan.

> Bagi ibu, menyusui dalam jangka waktu yang lama menurunkan risiko kanker payudara,  kanker ovarium, diabetes 2 dan depresi pasca persalinan.