.

GayaKeren.id –
Kehamilan
adalah saat dimana terjadi perubahan fisik dan emosional yang hebat bagi
seorang wanita. Sebab itulah, penting untuk melakukan perawatan pasca
persalinan yang tepat untuk mengembalikan kesehatan, kebugaran dan penampilan
tubuh ibu yang telah melahirkan.

Berikut beberapa
perawatan tradisional yang lazim dilakukan ibu pasca
persalinan:

1. Mengonsumsi
jamu bersalin

Biasanya jamu
berbentuk bubuk atau pil. Paket jamu bersalin bisa dengan mudah dijumpai di
pasaran, termasuk di apotek. Jamu bersalin berkhasiat untuk membersihkan rahim,
mengencangkan otot-otot perut yang kendur, melancarkan ASI, memulihkan luka dan
membantu proses pengerutan rahim menjadi ukuran semula. Namun sebelum
mengonsumsi jamu bersalin, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter
atau bidan, terutama jika Anda juga harus mengonsumsi obat lain yang diresepkan
dokter. Selain itu, bagi ibu yang memiliki gangguan fungsi hati seperti
hepatitis B atau pernah menderita sakit kuning, sebaiknya tidak mengonsumsi
jamu.

2. Pilis

Pilis digunakan
dengan cara dioleskan pada dahi setiap pagi sehabis mandi. Penggunaan pilis
mulai dari hari pertama sampai hari ke-40 pasca melahirkan. Pilis diyakini
membantu menghilangkan pusing dan sakit kepala, serta membantu mengembalikan
penglihatan ibu yang agak kabur karena tekanan darah terlalu tinggi atau
terlalu rendah setelah melahirkan.

3. Tapel

Penggunaan tapel
adalah dengan cara mengoleskannya pada perut. Tapel mengandung sirih, klabet,
jahe, jeruk nipis dan minyak kayu putih. Tapel digunakan bersamaan dengan
bengkung atau gurita. Biasanya digunakan selama 40 hari pasca persalinan. Tapel
diyakini membantu proses pembakaran lemak bawah kulit. Untuk ibu yang
melahirkan lewat operasi Caesar, penggunaan tapel dan gurita sebaiknya setelah
dua minggu pasca operasi atau setelah luka jahitan bekas operasi dinyatakan
sembuh oleh dokter.

4. Param atau
Parem

Param digunakan
dengan cara mengoleskannya ke seluruh tubuh, kecuali perut dan payudara.
Diyakini dapat melancarkan sirkulasi darah sehingga pegal-pegal pada otot-otot
tangan dan kaki yang dirasakan ibu bisa hilang. Untuk kulit sensitif sebaiknya
hati-hati menggunakan param. Jika Anda merasakan sensai terbakar pada kulit
segera hentikan pemakaian.

5. Bedak beras
kencur atau Lulur

Pemakaian bedak
beras kencur diyakini bisa mengembalikan kondisi fisik terutama menyehatkan
kulit ibu yang baru melahirkan. Manfaat lainnya adalah membantu menghilangkan
memar dan rasa pegal ibu. Selain bedak beras kencur, untuk merawat kulit agar kembali
kencang dan elastis dengan menggunakan lulur secara rutin. Lulur juga bisa
menyamarkan bekas selulit dip aha dan bagian perut.

6. Pijat Tubuh

Manfaat pijat
bagi ibu melahirkan adalah untuk melancarkan peredaran darah dan memberikan
efek rileks pada otot-otot tubuh sehingga membantu meredakan rasa pegal.
Pemijatan bisa dilakukan 5 – 7 hari setelah melahirkan bagi ibu yang menjalani
persalinan normal. Sementara untuk ibu yang melahirkan dengan metode Caesar,
pemijatan bisa dilakukan 3 – 4 minggu setelah melahirkan.

7. Menggunakan
Stagen atau Bengkung

Alat ini terbuat
dari kain berbentuk selendang yang digunakan untuk membalut perut. Penggunaan
bengkung (stagen), korset  dan  gurita bisa melangsingkan kembali perut yang
melar pasca melahirkan. Hal ini disebabkan adanya tekanan ke dalam rongga perut
sehingga dapat membantu kontraksi rahim ke bentuk semula. Pemakaian stagen
sebaiknya rutin, jadi  tidak hanya sehari
dua hari.

 Untuk ibu yang melahirkan lewat operasi Caesar
dan jahitan operasi berada di tengah perut diperbolehkan memakai gurita
daripada stagen. Pakailah gurita paling tidak satu minggu setelah persalinan,
agar jahitan bekas operasi sudah mongering. Jahitan yang masih baru atau basah
jika langsung dipakaikan gurita atau stagen akan membuat luka semakin parah.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *