Danau Linouw, Pesona Kesejukan Alam Dengan Danau Tiga Warna

 

GayaKeren.id – Kota Tomohon di Sulawesi Utara mempunyai sederet destinasi wisata alam yang memesona, berkat kesejukan hawanya. Sebut saja agrowisata Rurukan, perkebunan bunga di kaki gunung Lokon, Kawah Mahawu, Bukit Doa, taman wisata Kelong dan lokasi keren lainnya.

Topografi Kota Tomohon yang diapit dua gunung yakni Gunung Lokon dan Gunung Mahawu membuat kawasan ini terasa begitu sejuk. Alamnya yang indah dengan sajian utama panorama pegunungan dan perbukitan. Bunga-bunga tumbuh subur di sekitar kawasan ini sehingga Tomohon mendapat julukan Kota Seribu Bunga.

Kehadiran gunung api Lokon membawa keuntungan tersendiri karena material vulkanisnya menyuburkan tanah. Keaktifan gunung api itu juga membawa keunikan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Lahendong, di mana sumber panas bumi keluar hingga ke permukaan tanah. Tak heran mendatangi Lahendong langsung disambut dengan bau belerang menyengat. Saking banyaknya panas bumi di daerah ini, Pertamina memanfaatkannya sebagai salah satu sumber energi bagi pembangkit listrik dan keperluan lainnya.

Di dekat Lahendong terdapatlah salah satu destinasi wisata unggulan daerah ini yang bisa memperlihatkan dampak dari fenomena panas bumi. Tempatnya ada di Danau Linouw. Danau cantik yang memancarkan keindahan 3 warna. Danau yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Manado. Hanya butuh sekitar satu jam perjalanan dengan kendaraan untuk mencapai lokasi ini.

Kata Linow diambil dari bahasa Minahasa yaitu lilinowan yang berarti tempat berkumpulnya air. Di danau ini, kita bisa melihat warna air yang dapat berubah-ubah warna menjadi hijau, biru dan kuning kecoklatan. Perubahan terjadi karena unsur belerang yang tertimbun di dalam danau serta pembiasan dan pantulan sinar matahari yang menyebabkan warna air di Danau Linow bisa berubah.

Bau menyerupai telur busuk langsung menusuk hidung begitu kita baru tiba di area Danau Linow. Aroma ini berasal dari bau belerang yang tersebar di sekitar danau. Konon, belerang ini merupakan sisa letusan Gunung Mahawu yang terjadi ratusan tahun yang lalu.

Pemandangan di Danau Linouw jelas mempesona, apalagi diselingi dengan hawa yang dingin. Punggung-punggung gunung seolah memagari danau yang berukuran tidak terlalu besar ini. Uap panas bumi terlihat secara konstan menyembul ke udara dari beberapa titik di punggung-punggung gunung itu.

Panas bumi itu juga keluar dari dasar danau, sehingga memberi efek gelembung air di berbagai titik di atas permukaan air danau. Karena kandungan belerangnya yang tinggi, membuat air di Danau Linouw mempunya tiga warna, yakni hijau, biru dan putih. Kombinasi tiga warna itu menjadikan air Danau Linouw terlihat unik. Apalagi di atas danau ramai berenang berbagai jenis hewan air seperti angsa, itik, dan bangau. Hutan di sekitar danau juga masih dihinggapi banyak burung seperti elang.

Di sekitar Linouw terdapat berbagai fasilitas penunjang wisata seperti cottage, kafe, tempat duduk-duduk, toilet umum dan parkiran kendaraan yang luas. Juga tersedia fasilitas rekreasi untuk mengeksplor danau. Di salah satu fasilitas wisata, pengunjung ditarik tiket masuk seharga Rp 25.000 per orang dengan minuman selamat datang yang bisa dipilih sendiri. Tentunya minuman hangat seperti kopi atau teh yang nikmat diseruput ditengah hawa dingin.

Tidak hanya itu, di sini pengunjung juga akan mendapatkan secangkir teh atau kopi. Namun bila biaya itu cukup besar, turunlah sedikit ke kedai di bagian bawah, di sana wisatawan cukup mengeluarkan biaya Rp5.000 dan langsung bisa menikmati keindahan Danau Linow dari tepian.

Pengunjung juga dapat memesan berbagai makanan seperti pisang goreng plus sambal, tinutuan plus dabu-dabu roa khas Minahasa dan berbagai kue tradisional lainnya. Bersantaplah di tepi danau sambil menikmati pula keasyikan pengunjung lainnya yang berselfie ria, sebab pada hari libur, Danau Linouw padat didatangi pengunjung yang bukan hanya datang dari sekitar Tomohon tapi juga mancanegara.

Datanglah pada pagi hari saat udara masih bersih. Karena di waktu itulah saat yang paling tepat untuk menikmati keindahan Danau Linow. Sunyi dan menenangkan menjadi suasana yang bisa didapatkan. Selain eloknya keindahan, cuaca di kawasan danau juga sangatlah sejuk.

Berkeliling di tepian danau menjadi aktivitas yang dapat dilakukan di danau ini. Namun pengunjung jangan coba-coba untuk berenang. Kandungan belerang yang tinggi bisa membuat tubuh terluka dan berakibat fatal.

Berkunjung ke danau ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Memandangi keindahan danau alami yang tersaji lalu mengabadikannya dalam Kamera menjadi kenangan yang mungkin tidak terlupakan di sini. Kecantikan dan ketenangan Danau Linow memang layak untuk di ingat selamanya.

 

 

Please follow and like us:

Wisata Bahari Eksotis Di Pulau Gangga Minahasa Utara

 

GayaKeren.id – Sulawesi memang jauh dari kepadatan penduduk dibandingkan dengan pulau jawa dan itulah mengapa pulau ini menjadi salah satu tempat wisata yang paling menarik. Hal ini dikarenakan di sulawesi sendiri terdapat beberapa tempat wisata yang memberikan pemandangan yang alami dan juga indah. Salah satu tempat wisata di Provinsi Sulawesi Utara yang memberikan pemandangan yang sangat indah dan juga alami adalah Pulau Gangga. Pulau Gangga sendiri berada di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Pulau ini memilih pantai yang indah dan juga alami dengan pasir putihnya yang sangat menawan.

Di Pulau Gangga sendiri ada dua desa yaitu Desa Gangga Satu dan juga Desa Gangga Dua. Pulau ini juga menjadi wisata bahari paling banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan baik wisatawan asing maupun juga lokal. Meskipun wisata bahari Pulau Gangga tidak banyak diketahui orang seperti Pulau Bunaken, tetapi keindahan bawah lautnya tidak kalah indah dibandingkan dengan Bunaken. Hal ini tidak mengherankan karena Pulau Gangga ini juga masuk ke dalam 10 tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Sulawesi Utara. Maka dari itu apabila anda penasaran dengan tempat wisata ini, ada baiknya anda mengunjungi tempat wisata ini.

Untuk mengunjungi Pulau Gangga ini, anda harus berkendara selamat sekitar 90 menit dari Kota Manado untuk menuju ke Likupang. Tetapi apabila anda menggunakan angkutan umum dari terminal Pall 2 Manado untuk menuju ke Likupang, maka anda akan memakan waktu hingga 2 jam. Setelah berada di pelabuhan kecil di Likupang, kita selanjutnya akan menuju ke Pulau Gangga dengan menggunakan speed boat selama kurang lebih 40 menit. Beberapa tips yang bisa digunakan untuk menuju Pulau Gangga, anda sebaiknya mengetahui jadwal keberangkatan dari speed boat tersebut.

Ada banyak kegiatan yang bisa anda lakukan setelah anda sampai di Pulau Gangga, mulai dari rekreasi, jalan – jalan di pasir putihnya yang bersih, memancing, snorkling, hunting foto dan  juga yang wajib anda lakukan ketika anda mengunjungi tempat ini adalah diving atau menyelam. Karena tempat ini menyajikan wisata bahari maka tidak aneh jika kegiatan wisata yang ada di Pulau ini berhubungan dengan laut.

 

Pesona Taman Laut Pulau Gangga

Ada beragam aktifitas yang bisa anda lakukan di pulau ini seperti rekrasi, berjalan menyusuri pantai berpasir putih, memancing, snorkling, hunting foto dan yang pasti wajib untuk anda lakukan adalah diving/menyelam. Tak sempurna memang rasanya mengunjungi Pulau Gangga tanpa menikmati keindahan bawah laut yang eksotis.

Keindahan taman laut di sekitar Pulau Gangga memang sudah sangat dikenal para pencinta diving. Layaknya lokasi menyelam lainnya di Sulawesi Utara, pemandangan bawah laut Pulau Gangga yang dihuni oleh beragam jenis biota laut dan beragam terumbu karang yang berwarna warni menjadikan Pulau Gangga sebuah magnet bagi para penggemar dunia bawah laut. Bahkan mereka yang memiliki hobi fotografi underwater sering menjadikan lokasi ini sebagai salah satu spot fotografi bawah laut di Sulawesi Utara. Saat sore hari ketika matahari hendak kembali keperaduannya, anda akan disajikan pemandangan sunset yang begitu indah. Sangat disayangkan jika anda tidak mengabadikan keindahan sunset di Pulau Gangga.

Pemandangan laut di Pulau Gangga ini tidak perlu diragukan lagi karena beragam jenis biota laut dan beragam terumbu karang bisa anda temukan di tempat tersebut. Tempat ini juga menjadi pilihan favorit fotografi bawah lautnya dan maka dari itu bagi anda yang ingin wisata bahari yang alami dan juga indah harus mengunjungi tempat ini.

 

 

Please follow and like us:

Liburan Petualangan Di Air Terjun Terbesar Di Sumba

 

GayaKeren.id – Anda seorang petualang?  selalu ingin melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan melihat langsung sebuah peradaban kuno?  Sumba jawabannya.

Sumba, sebuah pulau misterius dan “liar”yang terletak di Nusa Tenggara Timur, sebelah barat daya Flores, Anda bisa menjumpai desa-desa tradisional yang dibangun di atas puncak bukit dan dilindungi oleh dinding batu bersejarah. Jika Pulau Skull dari film King Kong itu sungguhan ada, sepertinya Sumba layak jadi kandidat pulau tersebut.

Bahkan, ritual perburuan kepala manusia masih terus berlanjut dan Anda benar-benar bisa menemukan “pohon tengkorak” di beberapa desa di mana kepala yang terpenggal dipajang.

Di sini, hamparan padang rumput dan perbukitan batu kapur memberi nuansa tersendiri, sementara desa-desa di puncak bukit dengan rumah-rumah beratap ilalang “dijaga” oleh makam megalitik. Sumba juga merupakan salah satu tujuan utama bagi para surfer dari seluruh dunia.

Waitabula, kota besar yang paling timur di Sumba merupakan pintu gerbang barat Anda menuju Sumba dan menjadi tempat bandara terbesar dan paling modern di pulau ini, yaitu Bandara Tambolaka.

Di sisi lain, ibu kota Waingapu adalah pilihan tepat jika Anda ingin memenuhi berbagai kebutuhan pokok, seperti makanan, obat-obatan, dan untuk merencanakan perjalanan serta moda transportasi.

Dari air terjun spektakuler sampai desa-desa kuno, Sumba pasti akan menjadi tujuan yang tidak akan Anda lupakan. Meski perlahan mulai mendapat daya tarik di media sosial, pulau ini masih dianggap sebagai destinasi yang cukup tersembunyi.  Jadi jika Anda tertarik melakukan petualangan eksotis, segera kemasi barang-barang dan kunjungi salah satu tempat wisata di Pulau Sumba, yakni Air Terjun Terbesar di Sumba, Waikelo Sawah.

Ingat ya, air terjun buatan dan bendungan ini hanya untuk dilihat dan memanjakan mata Anda saja dan tidak cocok digunakan untuk berenang sama sekali!

Dengan debit hingga 1.000 liter air per detik, Waikelo Sawah dulunya merupakan bagian dari pembangkit listrik tenaga air yang dikelola oleh pemerintah pada tahun 1976. Arus yang sangat cepat dan kuat memberi kehidupan pada areal persawahan di sekitarnya dan juga berfungsi sebagai sumber air bersih sehari-hari warga untuk mandi.

Dikelilingi oleh tanaman hijau yang tumbuh di bawah kaki bukit, air terjun ini juga terletak di bawah beberapa gua megah. Hasilnya, Anda dapat menyaksikan langsung salah satu desain arsitektur alam terbaik – sebuah laguna gua yang dibingkai oleh panorama hutan hijau dan pintu masuk batu yang sangat eksotis.

Tak heran tempat ini jadi favorit banyak orang. Waktu terbaik untuk mengunjungi Waikelo Sawah adalah sekitar bulan Februari, Maret dan November. Anda akan bisa menyaksikan ritual tradisional tahunan di Sumba seperti Pasola (adu tombak sambil menunggang kuda) dan Wula Podu, sebuah tarian sakral.

Waikelo Sawah terletak di Desa Tema Tana, Wewewa Timur, Sumba. Anda pasti melewatinya dalam perjalanan dari Bandara Tambolaka ke pusat kota Waikabubak. Jaraknya sekitar 12 km dari ibu kota Tambolaka dan memakan waktu sekitar 40 menit dengan mobil. Anda juga bisa menggunakan ojek dari Tambolaka.

Penasaran kan ?! Siapkan diri anda untuk berpetualang di Pulau ‘sorga’nya Indonesia ini.

 

Sumber  :  TripCanvasIndonesia

 

 

Please follow and like us:

Kenali Bandara Unik Nan Cantik ‘Surga Di Timur Matahari’

 

GayaKeren.id – Alam yang indah, budaya yang kuat, keragaman bahasa yang memikat, sejarah yang penuh warna, dan tentu saja keindahan bawah laut yang luar biasa, adalah keunggulan yang dimiliki oleh Pulau Alor.  Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Luas wilayahnya 2.119 km², dan titik tertingginya 1.839 m.

Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Ombai di selatan (memisahkan dengan Pulau Timor), serta Selat Pantar di barat (memisahkan dengan Pulau Pantar). Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.

Pulau Alor merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di pulau ini terdapat Kota Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor.

Menuju ke Alor, bukan hal yang sulit. Paling mudah adalah melalui udara, transit di bandara El Tari, Kupang, dan kemudian dilanjutkan dengan pesawat propeller (berbaling-baling) selama kurang lebih 1 jam.

Yang menarik adalah, Alor akan mempunyai terminal bandara baru. Tak hanya sekedar baru, design bandara ini juga sangat cantik, dan diambil dari pemenangSayembara Desain Bandar Udara Nusantara 2015 diselenggarakan PT. Propan Raya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif RepubIik Indonesia.

Kantor konsultan arsitek Natateka terpilih sebagai pemenang utama pada sayembara tersebut.  Kearifan lokal yang mereka usung dalam desain bandara lah yang akhirnya memenangkan mereka.

Identitas lokal memang santer terasa pada desain Mali Alor Aiport karya Nataneka ini. Dari atap bandaranya saja, mereka mengadopsi atap rumah adat suku Alor setempat yang berbentuk segitiga.

Tak hanya menceriman kearifan lokal setempat, bentangan atap setiga ini juga akan membentuk void yang sangat besar sehingga udara yang masuk ke dalam bandara berlimpah. Agar bandara menjadi lebih sejuk, tim arsitek juga akan menempatkan kolam pantul di sisi kanan kiri bandara. Kolam pantul adalah kolam yang memantulkan bayangan objek yang ada di sekitar kolam tersebut. Salah satu fungsi kolam pantul adalah menciptakan suasana teduh yang hening dan cantik.

Karena berada di alam natural Alor, tim arsitek akan menggunakan material-mataerial alam setempat. Di gerbang pintu masuk bandara misalnya. Mereka akan melapisi dinding dengan batu-batu untuk menghadirkan nuasa alam yang kental. Gerbang bandara ini bisa menjadi perhentian para penumpang untuk update status. Ketika masuk, penumpang juga akan melewati sebuah ruang terbuka sebelum memasuki bandara.

Bandara ini diharapkan akan menjadi sarana pendukung utama menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke tujuan wisata utama Nusa Tenggara Timur ini.  Pembangunan terminal Bandar Udara Mali ini langsung ditangani oleh Direktorat Jenderal (dirjen) Perhubungan Udara RI.

 

Sumber :  GoodNews From Indonesia

 

 

Please follow and like us:

Pesona Danau Kelimutu Sebagai Danau 3 Warna

GayaKeren.id – Masih ingat dengan gambar di mata uang selebaran 5.000 rupiah zaman dulu? Ya, keindahan Gunung Kelimutu dengan pesona danau tiga warnanya yang mendunia itu bahkan pernah diabadikan dalam mata uang rupiah kita.

Danau Kelimutu merupakan salah satu danau yang tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga di manca negara. Warna airnya yang berubah-ubah dan juga tempatnya yang berada di puncak gunung menawarkan keindahan yang eksotis yang tidak akan pernah dilupakan oleh para wisatawan yang datang ke tempat ini. Nama Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli”yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

 

Danau Kelimutu terletak di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur atau tepatnya berjarak kurang lebih 83 km ke arah barat kota Maumere atau 51 kilometer arah timur dari Kota Ende. Banyak para wisatawan yang lebih suka datang ke Danau Kelimutu dari arah kota Ende karena lebih dekat dan juga karena rute penerbangan ke kota Ende sekarang jauh lebih banyak.

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Danau yang terdiri dari 3 bagian ini memiliki nama dan warnanya masing-masing yang selalu berubah-ubah setiap waktu dan pada pertengahan April 2015 berubah warna untuk yang ke sekian kalinya:

  1. Danau Nuwamuri Ko’o Fai berubah warna dari warna biru menjadi putih susu.
  2. Danau Ata Polo yang berwarna hijau berubah menjadi merah.
  3. Danau Ata Bupu yang berwarna hitam berubah menjadi hijau.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Untuk bisa mencapai ke atas area danau, kamu harus melewati pinggiran tebing curam dan menaiki ratusan anak tangga dari semen untuk melihat dua dari tiga danau yang ada di kawasan Kelimutu ini. Dua danau tersebut adalah “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” dan “Tiwu Ata Polo”. Tiwu Ata Polo, danau yang berada di sebelah kanan saat posisi badan menghadap ke arah danau. Danau ini berwarna hitam pekat. Sedangkan danau di sebelah kiri dan berwarna hijau tosca adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.

Dua danau ini terletak berdampingan, hanya dipisahkan dengan sebuah tebing sebagai tembok pemisahnya. Tebing bebatuan pemisah itu berbentuk cekungan. Sejauh mata memandang, di sekeliling danau hanya ada tebing-tebing bebatuan.

Akses Menuju Lokasi Wisata

Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota, dapat menggunakan  transportasi udara dengan tujuan Bandara H. Hasan Aroeboesman (Bandara di Kabupaten Ende).  Sesampainya di Kabupaten Ende, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelimutu dengan jarak perjalanan sekitar 65 Kilometer dari bandara. Dikarenakan di Ende masih sangat minim akan transportasi umum untuk menuju Desa Moni, akan lebih baik jika pengunjung menyewa kendaraan bermotor di Ende atau dapat juga menggunakan jasa travel dengan tujuan Desa Moni atau Gunung Kelimutu. Jarak yang ditempuh pengunjung dari Kabupaten Ende sekitar 50 km menuju ke Desa Moni dan 15 km dari Kampung Moni hingga sampai ke gerbang pintu masuk Taman Nasional Kelimutu.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Tarif masuk kawasan Taman Nasional Kelimutu bagi pengunjung domestik akan dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah dan 150.000 rupiah untuk pengunjung mancanegara. Dan untuk biaya tambahan parkir kendaraan, untuk motor dikenakan 5.000 rupiah sedangkan untuk mobil dikenakan tarif 10.000 rupiah.

Fasilitas

Di sekitar lokasi danau, sudah tersedia berbagai fasilitas penunjang bagi para pengunjungnya mulai dari toilet, beberapa gazebo, lahan parkir dan jajaran kios yang menjajakan minuman dan makanan di sekitar area parkir. Fasilitas-fasilitas tersebut juga nampak terjaga dan terawat kebersihannya.

 

 

 

Please follow and like us:

Panorama Dengan Sensasi Alam Puncak Becici

GayaKeren.id – Tempat wisata ini menawarkan banyak hal untuk para penggunjung yang menyukai ecowisata, seperti alamnya yang masih alami dan hijau, udara yang masih segar dan dingin, ketenangan ditengah-tengah hutan pinus dan juga bisa merasakan sensasi naik ke atas pohon atau gardu pandang sembari memandangi keindahan alam dari atas pohon seperti yang ada di Kali Biru, Kulonprogo.

Untuk bisa naik ke atas pohon tersebut penggunjung harus berjalan sekitar 100 meter terlebih dahulu dari parkiran ke Puncak Becici. Namun perjalanan menuju puncak tidak akan terasa jauh karena kawasan hutan pinus telah ditata dengan apik sehingga penggunjung berjalan membelah hutan pinus dengan tenang hingga sembari menikmati suasana hutan pinus hingga sampai ke puncak.

Keindahan hutan pinus yang asri dan pemandangan Kota Yogyakarta dari atas perbukitan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Puncak Becici Dlingo, Bantul. Tak terkecuali bagi seorang Barack Obama. Mantan Presiden AS tersebut meluangkan waktu liburannya di Indonesia dengan menyempatkan berkunjung ke Puncak Becici ini.

Di hutan pinus ini pengunjung bisa menikmati sunset pada sore hari. Tak hanya itu, pengunjung bisa menikmati dari kejauhan Candi Prambanan pada bagian utara dan selatan pantai selatan. Puncak Becici berada di kawasan hutan lindung di bawah pengawasan Resor Pemangku Hutan (RPH) Mangunan. Dulunya, hutan pinus ini lebih dikenal seabgai penghasil getah pohon pinus. Namun fungsi hutan pinus ini perlahan berubah menjadi objek wisata seiring dengan banyaknya pengunjung yang mengabadikan keasrian hutan pinus di sana.

Sama seperti kawasan Kali Biru yang ada di Kulonprogo, Puncak Becici juga terdapat beberapa papan yang ada diatas pohon agar para pengunjung bisa naik keatasnya dan menikmati  panorama alam yang ada di bawah. Tentu saja tidak ada Waduk Sermo dan deret Pegunungan Suroloyo yang akan dilihat para wisatawan tetapi pemandangan hutan-hutan yang masih tersisa, perbukitan yang membentang luas dan juga hijaunya sawah-sawah yang ada di bawah bukit. Jika takut naik ke atas gardu pandang, penggunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo yang ada di atas bukit.

Deretan pohon pinus yang berjejer memberikan kesejukan tersendiri bagi wisatawan. Selain itu, batang-batang pinus yang berderet-deret juga menjadi objek foto yang menarik. Di sini, udara terasa segar. Wisatawan yang bertahan hingga sore hari juga bisa menikmati senja yang indah dari Puncak Becici. Mereka bisa menanti momen matahari terbenam sambil ‘jegangan’ di atas pohon.

Nilai lebih dari Puncak Becici adalah para wisatawan selain bisa menikmati  pesona alam di puncak bukit, wisatawan juga bisa menikmati suasana hutan pinus yang damai dan tenang. Duduk-duduk di kursi yang telah disediakan sembari menyegarkan otak dari segala permasalahan yang ada dengan menikmati segala keindahan yang ada, memandangi pohon pinus yang menjulang tinggi, merasakan angin sepoi-sepoi dan juga menikmati segarnya udara yang bebas dari polusi.

Di sini pengunjung bisa menikmati panorama alam dan fasilitas yang ditawarkan seperti mushala, toilet, dan outbound. Pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp 2.000 dan parkir sepeda motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000 dan bus Rp 20.000.

 

 

 

Please follow and like us:

Liburan Murah Di Surabaya ala Backpacker

GayaKeren.id – Kota Surabaya menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat di Indonesia karena memiliki banyak spot-spot menarik, dari mulai wisata sejarah, wisata edukasi, dan wisata alam.

Nah, jika Anda ingin menghabiskan waktu akhir pekan atau liburan panjang ke Kota Pahlawan ini, ada baiknya untuk menyusun rencana matang terlebih dahulu. Pasalnya, jika salah pilih waktu atau melakukan hal di luar rencana, Anda bisa-bisa harus merogoh kocek lebih dalam.

Saat berlibur ke Surabaya, ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan supaya liburan menjadi berkesan tanpa harus mengeluarkan bujet besar. Yuk kita simak tips berikut ini:

  1. Cari Promo Tiket Pesawat dan Akomodasi dengan Harga Terjangkau

Bagi wisatawan yang datang dari luar kota atau luar provinsi, sebaiknya mencari tiket promo jauh-jauh hari. Terlebih jika Anda memang sudah merencanakan untuk mengunjungi Surabaya. Persiapkan diri anda untuk berburu promo tiket pesawat murah untuk teman perjalanan Anda.

Selain tiket pesawat, cara termudah untuk menghemat pengeluaran selama liburan di Surabaya adalah menginap di hotel bujet. Berkat statusnya sebagai Ibu Kota provinsi Jawa Timur sekaligus kota wisata, Surabaya juga memiliki beragam jenis hotel dan penginapan terbaik dengan harga terjangkau untuk dipilih.

Anda juga bisa mengandalkan website penyedia jasa hotel untuk memesan akomodasi Anda selama di Surabaya.

  1.  Keliling Kota Menumpang Bus House of Sampoerna

Ingin wisata gratis? Naik bus yang disediakan House of Sampoerna saja. House of Sampoerna merupakan salah satu lokasi legendaris di Surabaya, yang dulunya juga dikenal sebagai rumah pribadi kepunyaan pemilik pabrik rokok Sampoerna. Saat ini, kawasan tersebut sudah difungsikan sebagai museum.

Bus House of Sampoerna beroperasi setiap hari, dengan jadwal keberangkatan mulai pukul 09.00 WIB. Anda bisa berkeliling Kota Pahlawan tanpa mengeluarkan biaya, bahkan dapat pemandu gratis. Perjalanan wisata dimulai dan berakhir di House of Sampoerna.

Untuk sekali jalan, bus House of Sampoerna menghabiskan waktu skeitar 1 jam menuju kawasan wisata sejarah di Surabaya seperti Tugu Pahlawan, Balai Pemuda, De Javasche Bank, Klenteng Hokan, dan masih banyak lagi. Jika ingin menghabiskan waktu lebih lama di salah satu tempat wisata tersebut, Anda juga bisa turun dan berkeliling sendiri alias tidak ikut kembali ke House of Sampoerna.

  1. Cari Tempat Wisata Gratis yang Menarik

Surabaya adalah surganya tempat wisata gratis. Selain House of Sampoerna, Anda juga bisa mengunjungi kawasan lain seperti Taman Bungkul, Masjid Cheng Ho, dan Pantai Ria Kenjeran. Ketiga tempat di atas tidak memungut retribusi tiket masuk, tapi pengunjung cukup membayar biaya parkir kendaraan.

Ada juga lokasi wisata murah seperti Kebun Binatang Surabaya, Monumen Kapal Selam, dan kawasan Mangrove Wonorejo.

Untuk mengunjungi kawasan tersebut, ada baiknya Anda menyiapkan rencana perjalanan. Hal tersebut untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi pembengkakan biaya akibat jarak antara satu destinasi dan yang lainnya berjauhan.

Untuk menghemat waktu dan biaya, rencanakan perjalanan ke tempat wisata yang lokasinya dekat dalam satu hari yang sama. Misalnya, rencana perjalanan yang ideal adalah mengunjungi Kebun Binatang Surabaya di siang hari, lalu lanjut mampir ke Taman Bungkul. Kedua destinasi wisata tersebut letaknya berdekatan, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki (sekitar 600 meter).

 

 

Please follow and like us:

Transformasi Kampung Kumuh Menjadi Kampung Pelangi

GayaKeren.id – Kampung Gunung Brintik beberapa bulan yang lalu adalah kampung kumuh yang tak tertata dengan rimbunan tanaman liar dan tembok-tembok merah tak berplester. Letaknya persis di pinggir Kali Semarang dengan kurang lebih 325 rumah. Namun sekarang, kampung ini berubah rupa, dan juga berganti nama: menjadi Kampung Pelangi yang penuhi warna-warni.

Kampung Pelangi atau desa yang memiliki warna-warni saat ini memang menjadi trademark di beberapa daerah di Indonesia untuk dijadikan wisata baru. Sebut saja kampung Jodipan di Malang, Teluk Seribu di Balikpapan, hingga Kali Code di Yogyakarta.

Namun ada salah satu kampung pelangi yang berhasil menarik perhatian dunia, yaitu kampung Wonosari di Kelurahan Randusari, Semarang, Jawa Tengah.

Kampung Wonosari berhasil menjadi sorotan dunia dan menjadi headline di beberapa media internasional karena keunikannya. Kampung yang kini lebih dikenal Rainbow Village atau Kampung Pelangi ini dulunya adalah pemukiman kumuh di pinggir sungai, yang kini menjelma menjadi pemukiman Instagrammable.

Ini tentu bukanlah kampung bercat warna-warni pertama di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Malang, Balikpapan, dan Lubuklinggau juga memiliki konsep kampung tematik yang serupa. Namun ini merupakan suatu hal yang baru di Kota Semarang, sehingga begitu menarik para wisatawan untuk dikunjungi. Hal yang mampu menarik kunjungan wisatawan adalah karena lokasinya yang berada di tengah Kota Semarang.

Foto-foto yang banyak diunggah di media sosial media asing ramai membicarakannya. Sebutlah media Inggris, The Independent dan Mirror hingga situs konten media sosial seperti BuzzFeed dan BoredPanda.

 

Dari jauh pun sudah terlihat deretan rumah yang nampak cat berwarna-warni dengan bergbagai gambar yang menarik. Kampung Pelangi ini termasuk baru, karena dulunya Kampung ini merupakan deretan perkampungan yang bisa dibilang kumuh.

Dan ini merupakan sebuah revolusi yang bagus dari perkampungan kumih menjadi perkampungan yang indah. Kampung ini telah disulap menjadi kampung yang didalamnya terdapat banyak spot foto cantik untuk para kaum muda untuk berfoto selfie.

Kampung Pelangi ini dibuat untuk mendukung pembangunan ulang pasar bunga kalisari yang berada tak jauh dari lokasi. Dari pasar bunga Kalisari ini hanya dibatasi oleh sungai untuk dapat mencapai Kampung Pelangi.

Kampung Pelangi ini terletak di tengah kota Semarang tepatnya di Jalan Dr.Soetomo , Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Rute unuk mencapai lokasi ini cukuplah mudah, dari arah Tugu Muda menuju Jalan Dr. Soetomo (arah RS Kariadi Semarang) kurang lebih 200m. Jika sudah bertemu dengan deretan penjual bunga di Pasar Kalisari, disitulah lokasinya, dibelakang Pasar Kalisari. Karena lokasinya yang berada ditengah kota, juga dekat dengan destinasi wisata lain, seperti, Lawang Sewu, Tugu Muda, dan Pusat Oleh-Oleh Pandanaran, sehingga banyak wisatawan yang menyempatkan untuk mampir, berfoto dan menikmati keindahan Kampung Pelangi ini.

Harga tiket masuk Kampung Pelangi ini dibilang sangat ramah dikantong wisatawan, yaitu hanya Rp 3000 saja, dengan biaya parker sebesar RP 2000. Murah bukan, untuk menikmati keindahan sebuah kampong, puas berfoto selfie karena lokasi ini sangat instagramable untuk para kaum muda yang suka bermain sosial media.

 

 

Please follow and like us:

Menikmati Keindahan Pantai Minang Rua

GayaKeren.id – Rekreasi atau berwisata sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Sekaligus sebagai wahana meningkatkan kesehjahteraan masyarakat sekitar. Karena itu, pembenahan dan pengembangan objek wisata menjadi penting dilakukan.

Kabupaten Lampung Selatan terkenal dengan banyak destinasi wisata, apalagi jika menyangkut tentang pantai. Bisa dikatakan Kabupaten yang berjuluk Bumi Khagom Mufakat ini tidak pernah lepas dari predikat gudangnya wisata pantai.

Dengan predikat itu, sejumlah kecamatan yang memiliki potensi wisata pantai mulai melakukan pembenahan. Baru-baru ini, pantai Minang Rua yang berlokasi di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni memiliki wajah yang berbeda dari sebelumnya. Ya, pantai Minang Rua kali ini mulai disulap menjadi pantai yang memiliki sejumlah fasilitas yang dapat menarik wisatawan.

Dipinggiran pantai Minang Rua kini telah disediakan payung tenda sebagai sarana untuk berteduh sembari menikmati keindahan laut. Kemudian ada wahana bermain anak-anak seperti ayunan yang tidak kalah menarik kini pantai Minang Rua juga sudah memiliki lapangan untuk bermain Volley Beach atau Voli Pantai.

Keindahan pantai Minang Rua, tak sekedar pantai. Namun juga tangga seribu, bukit menangis, green canyon, batu alif, karang menyan, karang lo, laguna dengan pasir yang putih dan terakhir keberadaan tukik hasil penetasan dan penangkaran penyu belimbing yang sudah langka dan dilindungi.

Penyediaan perahu milik nelayan sebagai fasilitas melakukan wisata susur tebing sekaligus menuju ke spot unik green canyon berupa tebing batu yang menjorok ke daratan dengan ceruk yang nyaman untuk berenang dan menyelam menjadi spot kekinian di wilayah tersebut termasuk batu alif.

Tersedia fasilitas homestay terbuat dari kayu dan bambu. Dimana  sarana yang memadai tersebut menjadi sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir pantai yang memiliki rumah panggung layaknya rumah di pesisir pantai yang ada di wilayah tersebut.

Suasana homestay dengan penambahan beberapa lokasi lain sekaligus mempermudah wisatawan menikmati suasana pantai Minang Rua. Selain sebagai lokasi menginap sebagian mempergunakan homestay sebagai tempat makan bersama terutama wisatawan keluarga yang kerap datang setiap akhir pekan.

 

 

 

Please follow and like us:

Liburan Musim Panas Seru Di Sydney

GayaKeren.id – Ingin berlibur ke Sydney tapi masih bingung menentukan waktu yang tepat? Well, musim panas merupakan saat terbaik untuk mengunjungi ibu kota New South Wales ini. Karena di musim panas yang berlangsung dari awal Desember hingga akhir Februari, Sydney mempertunjukkan warnanya dengan sempurna; pelabuhan biru berkilau, pantai keemasan, dan taman serta kebun yang hijau.

Berikut beberapa kegiatan seru yang bisa dinikmati saat musim panas :

Australian Day

Pada Australia Day yang jatuh pada tanggal 26 Januari banyak acara serta perayaan yang akan dilaksanakan. Namun, yang tidak boleh kamu lewatkan adalah perlombaan kapal feri di Sydney Harbour. Di perlombaan ini kamu bisa turut berpartisipasi sebagai penumpang kapal feri yang telah dihias berwarna-warni, loh.

 

Tour Jalan Kaki

Jika kamu jarang berjalan kaki di kota kamu tinggal, kamu harus merasakan paling tidak satu hari melakukan tur jalan kaki di Sydney. Dibandingkan dengan ibu kota Australia lainnya, Sydney tergolong paling nyaman untuk berjalan kaki.

Kamu bisa menjangkau tempat-tempat wisata seperti Sydney Opera House, Royal Botanic Gardens, Hyde Park, Chinatown, dan Darling Harbour hanya dengan berjalan kaki. Mencari pengalaman yang lebih menantang? Cobalah tur jalan kaki menelusuri sejarah narapidana di kawasan The Rocks.

 

Beach Hopping

Berkunjung ke Sydney rasanya kurang lengkap tanpa menghabiskan paling tidak satu hari di pantai. Terdapat lebih dari 100 pantai berpanorama menawan di Sydney yang bisa kamu kunjungi. Cobalah berselancar di Pantai Bronte, dilanjutkan dengan menyusuri trek pesisir pantai berpemandangan indah untuk sampai di Pantai Bondi yang tersohor. Kalau punya waktu lebih panjang, kamu bisa menyeberang dengan kapal dari Circular Quay ke Pantai Manly. Dari Manly, bisa dilanjutkan dengan bus setempat yang akan membawa kamu ke jajaran pantai yang populer di kalangan wisatawan, seperti Curl Curl, Dee Why, Narrabeen, Mona Vale, Newport, dan Avalon. Perjalanan ini juga bisa mengantarkan kamu ke Palm Beach yang memiliki garis pantai sangat panjang.

 

Cable Car Di Taman Nasional Blue Mountains

Kota pelabuhan ini tampaknya memang dianugerahi keindahan alam yang tiada habisnya. Selain pantai-pantainya yang menawan, kamu juga bisa menghabiskan waktu dengan bercengkerama dengan satwa di Taronga Zoo, berkemah di Cockatoo Island Sydney Harbour, serta mendaki dan bersepeda di Taman Nasional Blue Mountains.

 

 

 

Please follow and like us: