Gaya Busana Putri Diana Yang Jadi Inspirasi

GayaKeren.id – Jauh sebelum Kate Middleton dan Meghan Markel menjadi ikon fashion kerajaan, Putri Diana yang merupakan mertua dari keduanya telah lebih dulu dikenal modis dalam berbusana. Menjadi bagian dari anggota kerajaan, Diana tak jarang terlihat tampil dengan gaya kasual.

Di sisi lain, dia juga selalu merasa nyaman dalam balutan gaun-gaun indah. Diana senang memberi dukungan terhadap para desainer Inggris dan tidak takut untuk mengambil beberapa risiko dengan gayanya. Diana sering sekali terlihat memakai busana dengan warna-warna cerah.

Meski demikian, menurut catatan Vogue, Diana tidak pernah mengikuti tren. Dia selalu menyesuaikan pilihan busananya dengan protokol kerajaan namun tetap dipadukan dengan selera pribadinya, dilansir dari Huffington Post.

Tidak jarang gaya berbusana Diana ditiru oleh banyak orang saat itu bahkan hingga saat ini. Berikut tiga tampilan vintage ala Diana yang bisa Anda padu padankan sendiri di rumah.

 The Little Blue Dress

Putri Diana mengenakan gaun biru ini saat berkunjung ke Royal Albert Hall London untuk menonton pertunjukan “Swan Lake” oleh Ballet Nasional Inggris pada 1997. Gaun ini memiliki siluet klasik yang tak lekang oleh waktu dengan warnanya yang ringan dan menyenangkan. Gaun yang sempurna ini menjadi semakin cantik karena dipadukan dengan sepatu tumit slingback yang kembali populer di tahun ini.

 Celana Gingham

Gingham adalah tren lain yang telah teruji oleh waktu, membuatnya terasa abadi dan modern sekaligus. Untuk tampilan keren ini, Diana memadukan celana motif kotak-kotak merah dan putih klasik dengan sweter merah. Diana menyempunakan penampilannya ini dengan flat shoes berwarna putih.

 The All-White Ensemble

Diana tampak percaya diri dengan blazer berwarna hijau lumut yang dipadukan sweater turtleneck berwarna broken white. Penampilan musim panas ini kian sempurna dengan skinny jeans berwarna senada dengan swetaer. Diana mengenakan pakaian ini saat sedang berbelanja di London pada 1994.

 

 

Kerukunan Keluarga Kawanua Presentasikan ‘Wonderful Kain Minahasa’ Di Panggung Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Komunitas Kerukunan Keluarga Kawanua ‘unjuk gigi’ pada hari terakhir di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week 2019, di atrium Senayan City, Jakarta.

Mengangkat kebudayaan asli Minahasa bertajuk ‘Wonderful Kain Minahasa’, 3 desainer berdarah Minahasa / Manado unjuk kebolehan lewat karyanya masing-masing.

Sizzy Matindas mempersembahkan koleksinya lewat ‘Batik Bercerita’, yang mengangkat karya spesial cerita adat dan budaya Minahasa diantaranya : Kabasaran, Tari Maengket, Tomohon Kota Bunga, Rumah Adat Minahasa, Under Water Colour, Phaius.

Jumico Jacob mempersembahkan sebuah ‘ecoprint’ kain mencetak daun khas tanaman Minahasa yaitu Gedi. Sebuah daun dari tanaman khas di Minahasa yang biasa di gunakan dalam berbagai masakan khas Minahasa.

Sedangkan Karya Karema mengangkat ‘Kain Bentenan’, kain tenunan asli khas leluhur rakyat di daerah Minahasa sejak abad ke – 9. Kain Bentenan inimemiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi , sosial budaya suku-suku di Minahasa dan sekitarnya.

Kain ini sempat menjadi komoditas perdagangan kuno nusantara sampai kedatangan bangsa eropa di Minahasa. Sejak pendudukan Belanda, Kain Bentenan mulai kehilangan perannya di masyarakat Minahasa, dan sejak akhir abad ke – 19 tak ada lagi generasi penerus  di Minahasa yang memiliki keahlian menenun kain ini.

Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua mengatakan, keikutsertaan Karya Karema melalui Kain Bentenan di ajang Jakarta Fashion Week tahun ini adalah suatu langkah besar yang ingin mempertegas dan memperkuat kehadiran kembali Kain Bentenan yang telah hilang hampir 200 tahun, dan berharap dapat berpartisipasi kembali di ajang ini tahun depan dengan menggandeng desainer-desainer berbakat asal Minahasa

“Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) akan terus mempromosikan keindahan budaya Minahasa kepada masyarakat luas dan akan mensupport kreativitas dari perwakilan Minahasa yang berani tampil di ajang seperti ini sebagai ajang promosi sekaligus mengangkat ekonomi industri lokal”, tutup Angelica di jumpa pers seusai present show.

 

 

Anne Avantie Ekspresikan ‘Badai Pasti Berlalu’ Dalam Karyanya Di JFW 2019

 

GayaKeren.id – Pada perhelatan JFW 2019 kali ini, ada yang berbeda  dalam konsep gelaran karya dari seorang Anne Avantie.

Mengangkat tema “Badai Pasti Berlalu” yang mengandung luapan emosi, inspirasi dan imajinasi yang melebur menjadi satu dan dikemas dalam suatu pergelaran karya seni yang memberikan warna baru dalam khasanah budaya dan busana Indonesia melalui ‘kain tenun’.

Berawal dari inspirasi dan imajinasi yang terlahir dari empati oleh karena musibah bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala dan Lombok, Anne Avantie menghadirkan konsep dan nuansa berbeda pada pergelaran Badai Pasti Berlalu.

Melalui kain tenun Anne Avantie menunjukkan sebuah kepedulian untuk terlibat dalam misi sosial melalui seni budaya dan busana. Dalam keindahan yang muncul dari tiap garis guratan warna dan corak indah kain tenun bukan mesin, seolah membawa pencerahan dan secercah harapan bahwa duka Palu, Donggala dan Lombok akan segera berlalu.

“Hati saya tersentuh untuk melakukan sesuatu bagi sesama yang saat ini tertimpa bencana. Lewat karya ini, saya suarakan kepedulian yang sangat menyentuh dan ‘Badai Pasti Berlalu’ menjadi ungkapan rasa peduli kami semua sebagai manusia,” ujar Anne Avantie dalam konferensi pers sebelum shownya.

Baginya, roda kreativitas harus terus berjalan, tak mengenal waktu ataupun tempat. Meski duka masih menyelimuti Palu, Donggala dan Lombok, ia ingin kain tenun terus dihidupkan layaknya sebuah harapan.

“Setiap orang pasti mengalami kedukaan. Namun duka harus berlalu. Tenun harus tetap berjalan agar bisa menghidupi banyak keluarga,” tegas Anne.

Melihat koleksinya, Anne menonjolkan betapa indahnya tenun Indonesia. “Perlu diketahui, kain tenun yang dijadikan highlight koleksi ini saya buat dari awal pemintalan benang, jadi bukan berasal dari kain tenun yang sudah jadi,” ungkap Anne.

Anne Avantie mempersembahkan 50 karya busana tenun di panggung JFW 2019 ini. Kain-kain tenun yang dieksplorasi dalam gaya kasual, dikemas cantik sebagai outer ataupun dikawinkan bersama brokat, juga kain lurik berhias payet. Detail guntingan yang tampak mentah turut diperlihatkan sebagai opsi lain kain tenun.

Dalam pagelaran “Badai Pasti Berlalu” ini, Anne melakukan donasi untuk para korban bencana alam berupa pemberian 10 kapal nelayan. Hal ini diharapkan bisa membuat kehidupan para korban bisa bangkit kembali, nelayan dapat melaut kembali, tenun kembali bergeliat sehingga dapat menafkahi keluarga mereka pasca bencana.

Pada pagelaran busananya, banyak publik figur yang ikut berlenggok membawakan koleksi Anne Avantie ini. Misalnya Maia Estianty, Tantri Kotak, Surya Saputra, Kimmi Jayanti, Wulandari, dan Mikha Tambayong. Ada pula penyanyi Marion Jola yang datang bersama Rayi ‘RAN’, stylist Caren Delano pun hadir dengan tubuh dibungkus kain tenun, senada dengan Surya Saputra yang juga menjadi model.

Serta yang tak kalah hebohnya adalah Menteri Susi Pudjiastuti. Yang memakai bustier hitam dan outer wear dari kain tenun. Penampilannya disempurnakan dengan knee-high boots berbahan mengkilap, turban dan kacamata hitam yang edgy.

 

 

Mahasiswa BINUS Bawa Batik Lasem Ke Panggung Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Mahasiswa BINUS Northumbria School of Design turut meramaikan pagelaran JFW 2019 dengan koleksi ready-to wear-nya. Pada koleksi ini, mereka mengambil tema yang terinspirasi dari motif batik kota Lasem, Jawa Tengah. Mereka mengusung tema “The Untold Story: Lasem Revealed” melalui enam koleksi, yaitu ARKA, OEMNJA, VOD, HANYUTAN, ALLAWN, dan RECKO.

Lasem, merupakan sebuah kota kecil di daerah Rembang, Jawa Tengah. Dikenal dengan sebutan “Little China”, karena pada zaman dahulu Lasem merupakan tempat pertama masyarakat Tionghoa tiba di pulau Jawa. Selain itu, fakta unik lainnya bahwa Lasem juga diketahui sebagai kota para santri dan kota pelajar. Akibat mix dari berbagai kebudayaan tersebut muncul berbagai ciri khas yang memiliki nilai filosofis seperti yang ada pada batik Lasem.

 

ALLAWN

Designer: Chelvia Monica Febriana & Katarina Laurensia

Koleksi Allawn terinspirasi oleh akulturasi perkembangan budaya Tiongkok dan Islam di Lasem. Oleh karena itu, pada koleksi S/S19 terdapat pakaian sederhana dengan siluet budaya Tiongkok  yang disampaikan sesuai dengan  karakteristik Allawn, yaitu playful and colorful. Teknik bordir dan penggunaan syal juga terinspirasi oleh kota Lasem itu sendiri.

Nama Allawn juga berasal dari bahasa Arab, yang berarti warna. Oleh karena itu, brand ini menunjukkan vibe yang menyenangkan melalui pakaian warna-warni ditambah dengan sentuhan bordir dan sablon.

VOD

Designer: Christine Santosa & Sharon Zefania T

VOD merupakan kata Belanda yang berarti rusak atau ditambal. Mereka mengumpulkan warisan Indonesia dan memperdalam lagi dari akar-akarnya. Kemudian hal tersebut tentunya dikembangkan saat pembuatan koleksi.

Koleksi pertama ini terinspirasi oleh kecamatan yang terlupakan di Jawa Tengah yang disebut Lasem. Namun, koleksi ini fokus pada sejarah arsitektur dan gaya hidup mereka. Pada koleksi ini, digunakan warna dominan hitam, kuning, abu-abu, dan juga putih dengan siluet yang deskontruktif.

HANYUTAN

Designer: Nabila Kaulika & Cynthia Halim

Koleksi yang didasarkan pada mix culture antara native Indonesian dan Chinese-Indonesian heritage. Adanya begitu banyak kebencian terhadap setiap budaya, yang menciptakan peperangan antara keduanya.

Tujuan dari koleksi ini adalah untuk mempromosikan gagasan perdamaian dan kebebasan berekspresi melalui pengaruh budaya punk. Menunjukkan bahwa kita dapat mewarisi suatu adaptasi kedua budaya tanpa perang, atau kekerasan, atau diskriminasi lain. Oleh karena itu, digunakan warna-warna dark dan berani seperti hitam, merah, maroon, dan material seperti kulit serta lace yang menonjolkan karakteristik dari peperangan dan perbedaan tersebut.

RECKO

Designer: Anya Annastasya & Sintia Agustine

Koleksi ini menunjukkan bahwa merekonstruksi pakaian dapat membuatnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Saat ini, denim digunakan pada begitu banyak jenis pakaian dan dikenal terlihat lebih baik bahkan setelah dipakai selama beberapa tahun. Ada banyak teknik yang bisa dilakukan untuk kain denim dan juga bisa digunakan untuk membuat tambalan.

Pada kesempatan ini, mereka ingin membuktikan bahwa suatu hal yang kecil sekalipun dapat menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Seperti orang-orang Lasem dan kreativitasnya, yang dilihat melalui seni batik mereka dan kemampuan untuk menggunakan kain yang terbuang, lalu dibuat menjadi suatu barang yang bermanfaat.

OEMNJA

Designer : Ivy Pang & Devona Cools

Merupakan singkatan dari “Oemah Njonja”, istilah Jawa untuk “The Home of a Lady”. Merek ini menonjolkan sejarah Lasem sebagai penghargaan untuk semua wanita yang telah menjalani hidup mereka yang tertindas dan telah melalui perjalanan yang sulit.

Koleksi ini menampilkan siluet feminin, warna-warna indah yang dipadukan dengan twist yang menyenangkan.

ARKA

Designer : Ginza Setiawan & Karin Wijaya

Koleksi ini menggambarkan sekitar kota Lasem yang indah dengan akulturasi antara pengaruh Jawa dan China, juga menyoroti batik dengan warna merah yang berbeda, harmoni, rasa hormat dan cinta untuk warisan mereka yang dibagi di antara masyarakat setempat.

 

 

Usung Wear Your Oriental, Sayee – Brand Modest asal Korea Luncurkan Koleksi Keduanya Dalam Gelaran Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Brand Modest Fashion asal Korea, Sayee, meluncurkan koleksi keduanya bertajuk ‘Wear Your Oriental’, sebuah inspirasi dari Hanbok sebagai pakaian tradisional asal Korea yang tercermin dalam modest fashionnya dengan siluet yang kuat.

Sayee membawa prinsip modest fashion untuk mengkomunikasikan kepercayaan diri dan ketrampilan seorang wanita dengan gaya Hanbok Korea Populer sebagai pakaian yang memberikan penutup penuh dengan garis-garis kuat yang tersorot dalam karakter diri yang kuat dari pemakainya.

“Rangkaian koleksi kedua kami ini sebagai bentuk transformasi Hanbok Korea  sebagai fashion statement  untuk para wanita di Korea dimulai dari ide orisinal tentang kesederhanaan dan kesopanan dalam budaya yang berbeda melalui gaya Cheol-Lik yang kuat menjadi elemen utama untuk koleksi Sayee yang merepresentasikan rasa percaya diri,” kata Joon Woon Baek, Sayee Director.

Hanbok bergaya modern ini hadir dengan warna earthy-tone seperti burnt orange, tangerine, mustard dan greyish green yang memiliki struktur feminin dengan siluet yang kuat dan menggunakan kombinasi modern modest dan urban yang menonjolkan sebuah karakter estetika personal untuk meningkatkan suasana hati.

Sayee Brand Director, Seira Meutia, menjelaskan bahwa Sayee sebagai gaya Hanbok modern mudah di mix and match, yang bisa dikenakan dengan outerwear panjang yang dipasangkan dengan denim sebagai gaya klasik yang stand out dengan pengembangan pola hijab modern dengan contemporary oriental art sebagai ekspresi self discovery yang ditekankan dalam koleksi berwarna tegas.

Sayee yang turut berperan dalam perhelatan Jakarta Fashion Week ingin mempertegas komitmennya di pasar Indonesia sekaligus untuk menginspirasi wanita Asia untuk saling memberdayakan dan menyampaikan pesan dalam membangun penghargaan diri bagi para wanita.

 

 

Megah Nan Mewahnya Gaun Malam Karya Kolaborasi Caren Delano – Yosep Sinudarsono

 

GayaKeren.id – Tak hanya busana-busana unik nan indah yang wara-wiri di runway Jakarta Fashion Week (JFW) 2019. Deretan aksesoris cantik hasil karya finalis Lomba Perancang Aksesori (LPA) 2018 juga tampil, Selasa, 23 Oktober 2018 di Senayan City, Jakarta.

Selain memamerkan karya finalis Lomba Perancang Aksesori (LPA) 2018, acara final LPA di Jakarta Fashion Week 2019 turut diramaikan special show persembahan UBS Gold.

Didominasi warna hitam dan siluet yang memeluk tubuh, Yosep Sinudarsono ingin menunjukkan karakter seorang wanita yang seksi, strong, dan bold. Dan untuk menambahkan kesan glamor, Caren Delano pun memadukannya dengan statement gold jewelries yang mewah. Bisa dibilang, perpaduan warna hitam dan gold memang tidak pernah gagal menciptakan tampilan yang menawan.

Produsen emas terbesar di Indonesia ini menggandeng Caren Delano—selaku Brand Ambassador, dan Yosep Sinudarsono untuk menciptakan koleksi mewah dan spesial. Kolaborasi antara desainer dan fashion stylist ini sukses menciptakan 21 tampilan gaun malam mewah yang tampak kian memesona dengan sentuhan perhiasan dari UBS Gold.

 

 

Cara Membedakan Kaos Distro Asli Dengan Yang Palsu

 

GayaKeren.id – Usaha toko distro sekarang ini sering sekali kita jumpai di kota-kota besar. Umumnya produk yang sering dicari dari toko distro adalah kaos distro yang terkenal akan kualitasnya dan model yang keren. Namun, tidak semua distro menjual barang yang benar-benar asli. Ada beberapa barang yang terlihat aspal (asli tapi palsu).

Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana cara membedakan kaos distro yang asli dengan yang palsu. Seperti yang dilansir dari berkaos.com, berikut 3 cara membedakan kaos distro asli dengan palsu agar tidak tertipu.

  1. Jahitan Kaos

Hal yang paling mudah untuk membedakan kaos distro asli dengan yang palsu adalah pada jahitan kaos. Biasanya kaos distro yang asli memiliki jahitan yang rapi, kuat dan enak untuk dilihat. Berbeda dengan kaos distro palsu, umumnya kaos palsu memiliki jahitan benang yang tidak rapi, terkadang kita akan menemukan jahitan benang yang keluar dari jalur serta benang yang terlepas dari jahitan.

  1. Bahan Kaos

Hal ini sulit dibedakan dengan kasat mata. Kaos distro yang asli memiliki bahan yang nyaman ketika dipakai, dan tidak mudah longgar ketika ditarik. Warna dari kaos distro asli juga lebih awet (tidak mudah pudar). Berbeda dengan yang palsu. Meskipun terlihat sama, namun kaos palsu memiliki banyak sekali kekurangan. Seperti bahan yang mudah sekali longgar ketika ditarik dan warna yang lebih cepat pudar. Dari segi kenyamanan juga kaos palsu terasa kurang nyaman ketika dipakai.

  1. Ukuran pada desain kaos

Umumnya kaos yang asli memiliki ukuran desain yang sesuai, tidak ada corak gambar pada kaos yang keluar dari jalurnya. Berbeda dengan kaos yang palsu. Kaos palsu memiliki desain yang tidak rapi, sering sekali kita menjumpai kaos palsu yang memiliki desain gambar yang keluar dari jalurnya.

Itulah 3 cara membedakan kaos distro asli dengan palsu agar tidak tertipu. Semoga bermanfaat ya….

 

 

Gelaran Jakarta Fashion Week 2019 Resmi Dibuka

 

GayaKeren.id – Gelaran Jakarta Fashion Week 2019 resmi dibuka, Sabtu, (20/10/2018) kemarin. Digelar untuk yang kesebelas kalinya, ada lebih dari 200 desainer lokal dan mancanegara yang bakal menampilkan koleksi fashion terbaik mereka selama enam hari event JFW 2019 berlangsung.

Jakarta Fashion Week 2019 tahun ini akan menampilkan lebih dari 2500 koleksi terbaru karya 180 designer, dan akan ada lebih dari 100 label tenant di area Fashionlink Showroom & Market yang akan berlangsung di The Hall Lantai 8, Senayan City pada 22-26 Oktober 2018.

Deretan desainer lokal yang ikut serta dalam JFW 2019 diantaranya adalah Barli Asmara, Dian Pelangi, ETU, Ria Miranda sampai Zaskia Sungkar.

Selain mengeksplorasi karya desainer Tanah Air, JFW 2019 juga berkolaborasi dengan beberapa negara seperti Australia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Perancis, India dan Pakistan.

Misalnya, Kedutaan Besar Australia yang menggandeng Aborigin Art Centre dipanggung Novita Yunus. Ada juga peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang  di mana penata gaya ternama Jepang, Makoto Washizu akan menata gaya tampilan karya label Indonesia Fashion Forward yaitu Bateeq, Danjyo Hiyoji, serta NY by Novita Yunus pada gelaran JFW 2019 kemarin.

Negara-negara sahabat yang ikut memeriahkan acara tahunan ini ada Australian Embassy Jakarta, British Council, Japan Fashion Week Organization, Korea Content Creative Agency (KOCCA) serta Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE) dari Korea Selatan, serta Fashion Design Council of India. Wajah baru dari parter internasional kami adalah bentuk kerjasama dengan Emerging Pakistan.

“Setiap tahunnya, Jakarta Fashion Week didukung oleh mitra-mitra strategis yang selalu mendampingi langkah kami yaitu para sponsor, dan juga ada mitra internasional,” ungkap Lenny Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

 

 

Simple Elegance WomansWear Spring-Summer 2019 Di Karya Terbaru Samuel Humspain

 

GayaKeren.id – Designer Muda Bertalenta Indonesia Samuel Humspain kembali menggelar koleksi terbarunya, Rabu (10/10/2018) di Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta Selatan.

Kesempatan untuk menampilkan hasil karyanya sudah dilakukan dibeberapa ajang Fashion Show di Indonesia seperti di Indonesia Fashion Week dan di manca negara. Dunia yang sudah digelutinya sejak tahun 2011 memberikan inspirasi untuk selalu berkarya terus dalam menciptakan kreasi baru di dunia mode di Indonesia.

Kali ini kembali desainer Samuel Humspain memperkenalkan busana wanita ready to wear terbarunya untuk spring /summer 2019 dengan tema “Simple Elegan” yang didominasi warna-warna pastel soft dengan potongan yang lebih feminim namun elegance dan bisa dipadupadankan dengan aksesoris yang sesuai dengan keinginan pemakainya.

“Untuk pagelaran malam ini, saya perkenalkan kali ini untuk Spring/Summer 2019. Busana wanita ready to wear yang simple dan elegan dengan warna-warna didominasi warna pastel yang dikombinasi dengan dengan brokat dan tile. Busana ini bisa dipakai dalam sehari-hari juga bisa dipakai untuk segala acara seperti pesta dan aktivitas sehari-hari yang casual lainnya,” ujar Samuel Humspain dalam wawancara dengan awak media.

Menampilkan 28 busana look ready to wear, Samuel Humspain pada gelaran fashion show kali ini dengan menggandeng Absolute Newyork untuk riasan wajah 10 orang modelnya.

Semua busana Samuel Humspain yang dipamerkan ini menjadi koleksi karya trend keluaran sendiri di tahun ini dengan harapan bisa semakin dikenal dan menjadi inspirasi bagi anak muda milenial untuk bisa berkarya meski “out of the box” seperti dirinya yang belajar secara otodidak

 

 

Busana Yang Bikin Pria Menarik Di Mata Wanita

 

GayaKeren.id – Penampilan merupakan salah satu hal penting yang wajib diperhatikan. Sebab, penampilan menjadi daya tarik utama bagi seseorang, khususnya pria. Jika penampilan Anda asal-asalan, tentu orang lain tidak akan tertarik. Penampilan yang berantakan juga menjadi salah satu penyebab banyak orang masih melajang.

Nah, apakah Anda masih ingin melajang sampai pergantian tahun nanti? Jika tidak, sudah saatnya Anda mengubah penampilan menjadi lebih modis dan rapi agar menarik. Masih bingung memilih fashion item untuk membuat penampilan kece? Tak perlu khawatir, simak ulasan yang dihimpun GayaKeren.id melansir Solopos dan DA Man Magazine, di bawah ini:

Kemeja kotak-kotak

Kemeja kotak-kotak menjadi salah satu produk fesyen yang wajib ada di almari. Kemeja yang satu ini sangat cocok dipakai dalam segala kesempatan. Sebab, kemeja kotak-kotak tidak pernah gagal dipakai jenis tubuh apapun, baik kurus maupun gemuk. Anda bisa memadukannya dengan kaus polos di bagian dalam dan celana jin sebagai bawahan jika ingin tampil kasual.

Semantara bagi yang ingin terlihat lebih formal bisa memadukannya dengan celana kain berwarna gelap. Gaya keren ini dijamin bakal membuat para wanita terpesona. Nah, itulah sebabnya Anda harus segera beli kemeja kotak-kotak pria terbaru untuk memaksimalkan penampilan.

Kemeja batik

Selain motif kotak-kotak, Anda juga bisa mengandalkan kemeja batik untuk tampil keren. Cukup pakai kemeja batik bermotif kekinian yang dipadukan dengan celana jin. Dijamin, penampilan Anda akan terlihat keren dan memesona dalam sekejap.

Kaus garis-garis

Bagi yang ingin tampil keren dengan gaya kasual tidak ada salahnya mengenakan kaus garis-garis. Kaus yang satu ini memang kerap dijadikan andalan para pria. Daripada mengenakan kaus dengan motif abstrak, lebih baik pilihlah yang bermotif garis-garis. Anda bisa memadukannya dengan celana pendek atau jogger agar penampilan makin keren.

Celana jin

Celana jin merupakan sahabat terbaik bagi pria, baik tua maupun muda. Celana yang satu ini memang sangat nyaman dikenakan dan cocok di segala kesempatan. Jika ingin tampil formal, Anda tinggal memadukannya dengan kemeja. Semantara bagi yang ingin lebih kasual pilihlah kaus polos atau bermotif yang simpel.

Celana cargo

Fashion item terakhir yang mampu membuat pria lebih gagah dan maskulin adalah celana cargo. Ciri khas celana ini adalah adanya kantung di bagian kanan dan kiri. Dulu, celana ini memang dikhususkan untuk pakaian militer. Tapi, seiring berjalannya waktu celana ini kerap dipakai para pria yang gemar berpetualang. Sebab, celana ini dibuat dari kain yang tebal dan kuat, sehingga cocok dipakai saat mendaki gunung.

Seiring perkembangan fashion, kini celana cargo mulai dipakai dalam segala kesempatan. Anda bisa tampil keren dengan celana cargo pendek cowok maupun panjang. Cukup padukan celana tersebut dengan kaus polos untuk membuat penampilan makin kece.

Nah, itulah beberapa jenis produk fashion yang cocok bakal membuat penampilan kece. Semua pakaian itu bisa Anda temukan dengan mudah di berbagai toko dan mal besar. Namun, jika tak ingin repot, Anda bisa membelinya di situs jual beli Online.