Kecantikan Nusantara Dalam Koleksi Perdana AISAA

GayaKeren.id – Keterbukaan pemerintah Indonesia dalam memberikan dukungannya pada industri kreatif, khususnya di bidang fesyen, membuat PT Elang Prima Retailindo yang telah berdiri sejak tahun 2015 membuat suatu lini bisnis baru di bidang fesyen, dengan melahirkan brand AISAA. Diharapkan melalui brand AISAA ini, dapat turut berkontribusi untuk memajukan industri fesyen Indonesia hingga ke pasar internasional.

Komitmen AISAA sebagai brand fesyen yang menunjukan keindahan dan keragaman dari warisan budaya Indonesia, diterjemahkan diberbagai karya fesyen yang authentic, genuine serta berkarakter, terlihat dari beberapa pattern yang digunakan hingga pilihan warna khas Indonesia.

Brand fesyen yang dibawahi oleh Olivia Saroinsong selaku Deputy Director AISAA ini bercerita mengenai 5 koleksi perdananya yang di pamerkan dalam balutan fashion show pada Rabu, 11 Maret 2020 di The Hall, Senayan City, Jakarta. Dalam acara peluncuran perdana koleksi AISAA ini juga turut hadir Meisya Siregar selaku public figure yang aktif di dunia entertainment dan juga Putri Delina, yang baru-baru ini juga aktif di industri musik Indonesia.

Melalui brand value “Inspirasi Pesonamu”, AISAA percaya bahwa setiap wanita memiliki pesona yang berbeda sesuai dengan karakternya sehingga dapat memberikan inspirasi bagi sekitarnya. Ditambahkan Olivia bahwa pada koleksi perdananya ini kami menceritakan 5 budaya Indonesia dari berbagai daerah yang dikaitkan dengan personality wanita yang disesuaikan untuk kesan yang beragam.

Koleksi Daya, Melambangkan sisi kuat dan tangguh dari seorang wanita. Aisaa selalu yakin, bahwa wanita selalu bisa menjadi apapun yang mereka inginkan. Mewujudkan segala mimpi yang yang selalu didambakan. Terinspirasi dari suku asli Kalimantan, Daya juga berusaha memberikan sentuhan tangguh tanpa menghilangkan esensi anggun dari seorang wanita. Memberikan sentuhan indah dari koleksi nyata Aisaa.

Koleksi Mandalika, bercerita tentang sosok Putri Raja Tonjang Baru, yang memiliki kecantikan dan keanggunan. Aisaa ingin menghadirkan sosok tersebut lewat koleksi Mandalika. Putri yang dalam berbagai kisah, terkenal dengan kecantikan dan keanggunan yang terpancar dari auranya. Mandalika juga menggambarkan betapa indah keberagaman Nusantara. Corak-corak adat budaya diberikan, membuat koleksi Mandalika terkesan tradisional namun tetap mewah.

Koleksi Sikka, menceritakan keindahan budaya di wilayah Indonesia Tengah, dengan sentuhan khas tradisional membawa jati diri sosok wanita semakin berkarakter. Corak budaya yang unik dan terkenal di wilayah Indonesia Tengah. Dibuat dengan sentuhan tradisional membuatnya terlihat indah tiada dua. Aisaa berusaha membawa corak Nusantara menjadi piihan setiap wanita. Percaya diri akan jati diri Indonesia, memberikan kenaggunan yang memancar lewat koleksi fesyen Sikka.

Koleksi Randa juga dikenal sebagai bunga cantik dandelion, aura positif yang diharapkan dapat terpancar dari koleksi ini, kesan feminim namun tetap anggun. Aisaa ingin energi positif Dandelion bisa dirasakan semua wanita yang mengenakan koleksi Randa. Ingin mengisyaratkan bahwa wanita mampu bertahan di segala keadaan.Koleksi Randa yang dihiaasi dengan corak bunga, juga mencoba memberi kesan feminim namun tetap anggun dalam satu paduan.

Koleksi Seroja, siapa yang tidak tahu tentang cerita bunga seroja, yang tentu cantik, memberikan kesan teduh dan juga sejuk. Koleksi Seroja berusaha mengenalkan bahwa yang sederhana bisa memberikan kesan mewah. Mampu memberi kesan indah dan istimewa.

Berangkat dari ide untuk menggemakan mode asli Indonesia, Aisaa akhirnya memilih Bukalapak sebagai partner dalam memasarkan koleksi pilihannya. Hal ini sejalan dengan ide Aisaa karena Bukalapak adalah salah satu hasil karya anak bangsa terbaik sampai saat ini. Kolaborasi keduanya seakan ingin menyuarakan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dengan mode fesyen mancanegara.

Apresiasi Untuk Pengunjung Dan Desainer Di Muffest 2020

GayaKeren.id – Dalam ajang MUFFEST 2020 masyarakat begitu antusias melihat koleksi-koleksi terbaru dari desainer kesayangan mereka. Pada akhir pekan ajang MUFFEST menjadi tempat pilihan bagi para pecinta fashion untuk berburu dan berbelanja baju muslim, jilbab, maupun aksesoris yang digelar di area pameran. Rangkaian demi rangkaian fashion show, pameran, serta program lainnya terlaksana dengan baik dan mendapatkan beragam sambutan positif dari pengunjung MUFFEST 2020.

“Saya setiap tahun selalu datang ke MUFFEST. Dan hari ini saya senang bisa sempat berkunjung ke sini. Menurut saya, tahun ini MUFFEST temanya keren dan saya kagum dengan desainer-desainer muda yang menciptakan koleksinya bagus dan detail,” ujar Monika, salah satu pengunjung asal Jakarta.

MUFFEST di hari terakhir menampilkan fashion parade yang disponsori oleh SHARP dengan tema “Be Original, Be You” dengan rancangan karya Lisa Fitria, Raegitazoro, SABA, Rangkay by Yani, Nura by Oewi Wahyono X Adi Barlan, serta My Clothes by Kursien Karzai.  Antusiasme para desainer pada MUFFEST 2020 terlihat dari gairah dan kreativitas mereka dalam mengusung tema dan koleksinya, sehingga rancangan mereka terasa memanjakan para pengunjung selama empat hari pelaksanaan acara.

Salah satu karya yang unik adalah koleksi dengan tema “Dust Bin (Mantan si Abang)”.  Tema tersebut adalah hanya sebuah analogi yang mengumpamakan sampah dengan kiasan satir “mantan pacar“. Tema menggelitik ini sengaja Lisa Fitria jadikan meme dalam rangka kampanye Sustainable Fashion dan peduli lingkungan sesuai dengan tema MUFFEST 2020 tahun ini. “Tujuan tema ini agar viral dan anak anak remaja mudah mengingat pesan peduli lingkungan yang terus menerus kita kampanyekan untuk melindungi kelangsungan hidup bumi. Dalam koleksi terbaru kali ini, saya menampilkan 8 tampilan gaya casual sporty yang dinamis dan edgy dengan warna monokrom hitam putih sesuai dengan ciri khas signature brand LF,” jelas Lisa Fitria.

“Senang sekali kembali mendapatkan kesempatan fashion show di MUFFEST. Kali ini dengan tampilan baru aku ingin memperkenalkan kembali Ria Miranda DAILY. Koleksi ini perdana tampil di fashion show, semoga tampilan baru ini dapat diterima teman-teman yang ingin tampil kasual namun tetap stylish,” ungkap Ria Miranda.

Nuniek Mawardi menginterpretasikan zero waste dengan cara melipat kain segi empat menjadi 2 bagian dan menghasilkan bentukan segitiga yang menyerupai bentukan struktural fluid. Prinsip zero waste ini berhasil memberikan desain yang multifungsi dalam penggunaannya. Ini merupakan konsep yang sesuai dengan tema MUFFEST 2020. Kemegahan arsitektural art islamic louvre yang berbentuk permadani terbang dan berbahan dasar contemporary glass triangle serta keindahan Islamic pattern yang ada di dalam galeri Muslim menarik perhatian Nuniek Mawardi untuk menjadikannya inspirasi bagi koleksi yang bertajuk LOUVRE.

Ria Miranda dan Nuniek Mawardi merupakan dua dari empat desainer yang turut memamerkan rancangannya dalam rangkaian program UBS Gold dengan tema “#Beliinmasdonk“. Selain Ria Miranda dan Nuniek Mawardi, turut serta Monika Jufry dan Sofie dalam rangkaian runway UBS Gold.

Sebagai penutup acara, desainer Itang Yunasz, Ivan Gunawan Previllage Modest, Hannie Hananto dan Irna Mutiara dengan bangga menghadirkan koleksi-koleksi terbarunya.

Kolaborasi Wardah & 4 Desainer Di Panggung MUFFEST 2020

GayaKeren.id – Konsisten selama 5 tahun berturut-turut mendukung terselenggaranya Muslim Fashion Festival, menunjukan keperdulian Wardah akan pertumbuhan dunia fashion tanah air, terutama busana muslim. Sebagai official make up artist & hair do, tahun ini Wardah berkolaborasi dengan 4 desainer kenamaan Indonesia dengan mengusung tema ” Feel The Perfection.

Melalui kolaborasi dengan ETU, Ayu Dyah Andari, Barli Asmara dan KAMI, Wardah menghadirkan signature make up look glow, perfection dan flawless, Wardah Exclusive Series, yang diaplikasikan melalui 3 make up artis ternama, Hepi David, Allyssa Hawadi dan Vivi Thalib.

Sulika, Public Relations Manager Wardah menyampaikan “Potensi pertumbuhan industri modest fashion di Indonesia sangat tinggi. Tingginya permintaan dan juga palenta yang dimiliki desainer tanah air saat ini sudah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara berpengaruh dalam industri busana modest global. Melalui adanya program Wardah Fashion Journey yang sudah secara konsisten kami hadirkan sejak 2017, merupakan langkah konkret kami dalam mendukung pertumbuhan industri modest fashion dan memperkuat posisi Wardah sebagai pioneer make up expert halal di Indonesia. Kolaborasi lintas industri ini memberikan kesempatan bagi desainer mode berbakat Indonesia untuk memperlihatkan rancangannya, dalam skala nasional ataupun global dan menjadi motivasi bagi desainer muda untuk berkarya.

Oase by Ayu Dyah Andari

Terinspirasi dari lahan yang subur ditengah padang pasir dan menginspirasikan wanita yang cantik yang dapata mengubah tempat kering dan gersang menjadi tempat yang indah karena sentuhan dengan tangan penuh cinta. Kesemuanya diwujudkan dalam warna broken white, smokey white, cream, champagne dan pale green yang menggambarkan gurun pasir. Kemudian warna biru yang mewakili warna air.

                                                         

Aplikasi embroidery cukup berbeda, karena pada koleksi kali ini Ayu menggunakan material cotton cupra japan & jacquard yang dibordir dan tata sehingga berubah statement menajdi 3D embroidery sebagai tatanan crystaal desert rose yang khas pada gaun. Serta menggunakan nylon dyed sebagai presentasi gelombang pasir.

Cadiya by KAMI

Cadiya atau Arkadia, berarti Orang Yang Sederhana dan Bahagia. Mengangkat dua elemen, garis dan bunga melati yang menjadi inspirasi yang dituangkan ke dalam koleksi yang terinspirasi dari palet eyeshadow Wardah. Memadukan warna hangat teraacotaa, salmon dan beige dengan sage, navy dan turquoise. Koleksi Cadiya tampil dengan beberapa look kombinasi atasan dan bawahan, luaran dan dress dengan cutting simple namun ditambah aksen asimetris sebagai twist, payet dan pastinya bordiran sebagai gabungan dari edgy look dengan sentuhan feminim dan kesan anggun.

                                       

Neelakurinji by Barli Asmara

Terinspirasi dari para wanita yang mempunyai tampilan yang simple dan dewasa, Neelakurinji bertemakan India. Berangkat dari keindahan bunga yang langkah dan hidup di pegunungan sebelah barat India yang hanya dapat mekar dalam waktu 12 tahun. Koleksi ini menampilkan keindahan dan keunikan dari bunga nellakurinji yang dituangkan dalam motif serta teknik potong kain yang dibalut tulle dan organza.

               

The Clover Code by ETU

Sekelumit kisah tentang awal pembangunan kota Jakarta sebagai ibukota negara. Rangkaian busana siap pakai yang diberi judul “The Clover Code.”

         

MUFFEST 2020, Gaya Simple Untuk Fashion Muslim Milenial

GayaKeren.id – Memasuki hari ketiga, penyelenggaraan MUFFEST 2020,di area Main Stage, yang setiap harinya menghadirkan fashion show, di kehari ketiga ini menampilkan rancangan terbaru dari 14 desainer lulusan ke-7 Islamic Fashion Institute (IFI). Dengan mengusung tema “Menuju Harapan yang Baru”, para model menampilkan busana-busana ready to wear dan simple, yang merupakan salah satu ciri khas busana anak-anak milenial.

Irna Mutiara, salah seorang Founder IFI, mengungkapkan, “MUFFEST 2020 semakin baik dan semakin banyak mendatangkan brand-brand yang beragam. Tema Sustainable Fashion kali ini sangat sesuai dengan program-program yang dicanangkan oleh pemerintah maupun dari IFC sendiri. Tidak hanya penggunaan bahan baku dan desain ramah lingkungan, namun juga menyeluruh kepada manajemen untuk mewajibkan karyawannya untuk memperhatikan lingkungan. Dan IFI sendiri menerapkan Fashion Zero Waste,” terang Irna. IFI sendiri merupakan Sekolah Fashion Islam pertama di Indonesia dengan Kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang spesifik berpedoman pada kaidah-kaidah Islam. Kurikulum tersebut akan diterapkan pada pengajaran perancangan busana muslim, pergaulan, dan bisnis.

Modest Young Designer Competition

Selain dari IFI, di hari ketiga ini MUFFEST juga menampilkan 15 finalis Modest Young Designer Competition (MYDC) yang merupakan ajang unjuk gigi para desainer muda di MUFFEST 2020. Para finalis mendapatkan tantangan dari Asia Pacific Rayon (APR) untuk mengolah bahan menjadi pakaian ready to wear.

Dengan memakai bahan yang merupakan produksi APR yang berasal dari serat ramah lingkungan dari kayu akasia dan eucalyptus, dimana bahan-bahan ini akan dengan sendirinya mudah terurai apabila sudah tidak terpakai dan terkubur di tanah.  Sekitar 600 peserta yang mendaftar, terpilih 15 finalis untuk tampil mempresentasikan langsung karyanya di depan juri pada hari ini (22/2) dan akhirnya yang terpilih sebagai pemenang Modest Young Designer Competition 2020 yaitu: Eugene Kharisma asal Jakarta (Juara 1), Widi Widiasari asal Bandung (Juara 2), Jovi Ahmedi asal Palembang (Juara 3), dan Tiffany Araqandi Firdausi asal Surabaya (Juara Favorit).

Rebooting Your Style with Ethical and Sustainable Fashion

Sementara itu di scond stage di selenggarakan Talkshow “Rebooting Your Style with Ethical and Sustainable Fashion” dimana Bank Indonesia berbagi pengalaman mengenai konstribusinya dalam membantu fashion syariah. Sebagai akselerator, BI mencari pelaku syariah yang siap untuk dikembangkan untuk terlibat dalam Industri Kreatif Syariah (IKRA), yang merupakan suatu platform dan program bentukan BI yang bukan hanya mengusung konsep ramah lingkungan, namun juga bersifat sosial dan ekonomis.

“Industri fashion merupakan salah satu kunci pembangunan ekonomi, oleh karena itu BI dengan program IKRA secara berkala mencari para pelaku syariah yang bisa kita bantu dan kembangkan. Dengan target 92 pelaku syariah pada bulan April 2020 ini, BI akan membuka pendaftaran bagi pelaku syariah dengan segmen fashion and food,” jelas Diana Yumanita, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.

Pertumbuhan pelaku industri syariah di bidang fashion terus berkembang tidak hanya di Jakarta dan kota besar, tetapi juga merambah kota-kota kecil lainnya. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi yang hadir pada Press Conference MUFFEST hari ini (22/2) mengungkapkan pada MUFFEST kali ini ada sekita 9 desainer IFC yang berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Sampang. Mereka menampilkan koleksi pakaian yang memadukan batik khas Sampang dengan berbagai bahan dasar seperti upcycle jeans, katun, dan rayon. “Saya sangat bangga batik Sampang khas Madura menjadi salah satu batik yang digunakan oleh desainer-desainer muda  dan bertalenta yang tergabung di IFC, dan hasil desain tersebut ditampilkan pada parade Fashion Show di MUFFEST tahun ini,” pungkas Slamet.

Industri Fashion dan Kecantikan Tak Terpisahkan

Dan berbicara mengenai fashion, tentu tak akan pernah lepas dari industri pendukung, salah satunya adalah kecantikan. Wardah, selaku produsen kosmetik asal Indonesia secara konsisten mendukung industri mode tanah air, dengan mendukung MUFFEST sebagai official make up dari tahun pertama sampai tahun kelima penyelenggaraannya.

Dan salah satu bentuk kontribusi Wardah tahun ini, seluruh runway MUFFEST 2020  menggunakan make up Wardah Exclusive Series. Selain itu, di panggung MUFFEST 2020 Wardah melalui program Fashion Journey, menggandeng 4 desainer Indonesia yaitu KAMI, ETU , Ayu Dyah Andari, Barli Asmara  dengan mengangkat tema Feel The Perfection.

“MUFFEST tahun ini lebih keren, lebih tematik, program-programnya berkesinambungan dan konsisten, serta area yang lebih besar. Kami bangga untuk bisa selalu mendukung perjalanan MUFFEST dari tahun ke tahun,  dan semoga tahun depan bisa lebih besar dan menambah program-progrm yang lebih menarik lagi,” terang Sulika, PR Manager Wardah.

MUFFEST 2020, Tren Busana Muslim 2021-2022

GayaKeren.id – Program Indonesia Trend Forecasting (ITF) menjadi agenda penting bagi para pelaku industri yang ingin menciptakan produk yang sesuai dengan tren di pasar dan masyarakat. Kemampuan membaca pasar menjadi hal yang mutlak bagi para pelaku industri kreatif. Dan program ini menjadi program unggulan pada gelaran MUFFEST 2020 yang sedang berlangsung di JCC, Jakarta.

Menjadi sebuah program unggulan sebelum BEKRAF dilebur ke dalam Kementrian Pariwisata, ITF terus menghadirkan kegiatan ini untuk mendukung perkembangan industri. “Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat berguna bagi para pelaku industri dalam mengembangkan produk”, ujarnya saat membuka sesi talkshow Trend Forecasting 2021 – 2022.

Fashion Consultant ITF, Dina Mediani, mengungkapkan bahwa Berbicara mengenai tren tidak hanya berbicara mengenai warna, style, detail dan lain-lain, tetapi mengenai apa yang menjadi latar belakang hadirnya tren tersebut. Tren sangat berhubungan erat dengan gaya hidup atau lifestyle. Beberapa faktor tersebut antara lain faktor lingkungan, teknologi, gender, dan manusia. Saat ini, kepedulian mengenai lingkungan semakin meningkat, termasuk di industri fashion. Kepedulian akan lingkungan menciptakan empat kelompok perubahan yang membentuk tren yaitu kelompok essential, spiritual, exploitation, dan exploration.

Berdasarkan pengelompokan ini, beberapa tren yang diprediksi akan banyak muncul di tahun 2021-2022 antara lain desain-desain dengan tema seperti soft minimal, light, clean, fresh & simple, serta wavy, dan tema-tema urban, retro, authentic/naïve, casually wacky, dan boxy. Tren untuk kelompok spiritual akan didominasi oleh tema-tema budaya dengan kearifan lokal dan bernuansa alam. Tema tren untuk kelompok exploitation terlihat dari desain-desain yang serba maksimal atau bahkan hiperbola. Untuk kelompok exploration, tema desain akan banyak dipengaruhi oleh teknologi dan mengesankan desain yang eksentrik, futuristik, radikal, absurd, dan dreamy.

 

MUFFEST 2020 Etnic Radiance By Wignyo Rahadi

GayaKeren.id – Didukung oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), Wignyo Rahadi menampilkan koleksi busana muslim dengan menggunakan kain tenun tradisional asal Sultra dalam perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2020, yang berlangsung di JCC, Jakarta. Dari tanggal 21-24 Februari 2020.

                      

Desainer Wignyo mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kain tenun dari tiga daerah sentra tenun ternama dari Sultra yang menjadi binaan Bank Indonesia Provinsi Sultra, yaitu tenun Masalili, tenun Wakatobi, dan tenun Buton. Sebanyak 24 outfit dengan mengusung tema “Ethnic Radiance” dipamerkan di arena main stage pada hari pertama ajang MUFFEST . Koleksi tersebut memperlihatkan keragaman elemen kultur – termasuk tenun tradisional – di Sultra yang terjalin menjadi kesatuan yang harmonis.

  Ketiga jenis tenun tradisional asal Sultra yang diaplikasikan menjadi rangkaian busana muslim tersebut memiliki benang merah, yakni motif yang didominasi oleh garis dan geometris serta warna cenderung terang dilengkapi pilihan warna natural. Ketiga macam tenun tersebut diaplikasikan dalam ragam desain namun tetap menonjolkan karakter rancangan Desainer Wignyo yang identik dengan permainan tumpuk atau layer yang dinamis.

Elemen lain yang menjadi karakter rancangan Desainer Wignyo adalah masing-masing tenun tersebut diselaraskan dengan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) produksi Tenun Gaya, brand yang dibuat oleh Desainer Wignyo. Tenun ATBM yang digunakan sebagai kombinasi antara lain corak full bintik, salur bintik, dan spunsilk sobi yang menjadi unggulan sehingga menciptakan tampilan akhir yang berbeda.

 

 

Fashion Show Hari Pertama MUFFEST 2020

GayaKeren.id – Rangkaian fashion show mengisi acara pertama dari rangkaian pembukaan Muslim Fashion Festival 2020 yang digelar mulai 20-23 Februari 2020, di Jakarta Convetion Centre. Sebanyak delapan disainer memamerkan hasil karyanya pada panggung utama yang terletak di Plainnary Hall, JCC.

Acara pembukaan kali ini juga diramaikan dengan fashion dari beberapa desainer yang ambil bagian pada MUFFEST 2020 seperti Olivia Soesanto, Dyah Ayu Wulansari, Cut Eriva, Aji Suropati, Aninda Nazmi, Ray Anjas, Lania Rakhmawati, dan lain-lain. Gelaran fashion show perdana ini sukses menyita perhatian para pengunjung yang memadati ruangan acara pembukaan.

Sedangkan di Second Stage tengah dilangsungkan juga Press Conference MUFFEST bersama IFC, Dyandra Promosindo, dan para pihak sponsor diantaranya Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, BBPLK Semarang, Wardah, Asia Pacific Rayon, UBS Gold, Dauky, Sharp Indonesia, BNI Syariah, Gistex, Evermos, serta Dyandra Promosindo. Serangkaian acara talkshow juga memadati jadwal pada Second Stage ini. Jangan lewatkan jadwal spesial bersama Summer Albarcha, fashion influencer kenamaan dari New York, Amerika Serikat pada esok hari (21/2).

“Kami bersama Dyandra Promosindo menggelar MUFFEST sebagai bagian dari upaya untuk memajukan fashion muslim di Indonesia agar bisa bersaing di tingkat global. Kami juga berharap bisa bekerjasama dengan brand-brand internasional untuk mendorong pertumbuhan fashion muslim Indonesia,” ujar National Chairman Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma.

 

Terinspirasi Perancis, Oriflame Perkenalkan Eclat Style

GayaKeren.id – Prancis sebagai negara pusat parfum dunia, telah menginspirasi salah satu variant terbaru parfum untuk pria yang dikeluarkan oleh Oriflame, Eclat Style.  Sebagai salah satu perusahaan kosmetik yang mengandalkan bahan-bahan alami dari Swedia, Oriflame menjadikan Eclat Style sebagai parfum dengan aroma unik yang pastinya menyenangkan para wanita.

Seperti yang disampaikan oleh Didier Marlant, Vice President Commercial Marketing Indonesia and Southeast Asia, bahwa dalam rangkaian Eclat, Eclat Style menjadi kreasi terbaru yang merupakan parfum untuk pria pertama yang diproduksi oleh Oriflame, dan juga Eclat Style merupakan parfum pria pertama pada market penjualan langsung.

Pada momen peluncuran Eclat Style yang diadakan di bilangan SCBD, Selasa (18/2) Didier memperkenalkan penyanyi Tanah Air, Afgan sebagai Men’s Fragrance Brand ambassador Eclat style Oriflame. Dipillihnya Afgan sebagai brand ambassador dikarena dianggap memiliki nilai lebih yang mampu mempresentasikan Eclat Style kepada masyarakat.

“Afgan merupakan sosok muda, ganteng dengan sejumlah prestasi yang menginspirasi banyak orang, sehingga sejalan dengan Eclat Style,” sambung Fredrik Nilsson, Vice Presicent & Head of Indonesia and South  East Asia. “Kedapannya, kolaborasi ini diharapkan bisa mengubah hidup banyak orang.”

Dari Opening Muffest 2020

GayaKeren.id – Pagelaran fashion show yang menampilkan ragam fashion modest dan muslim, persembahan Indonesia Fashion Chamber (IFC) dan Dyandra Promosindo, Muslim Fashion Festival 2020 (MUFFEST), hari ini (20/02) resmi dibuka. MUFFEST 2020 dilaksanakan selama empat hari mulai 20 – 23 Februari 2020 di Jakarta Convention Center dengan mengusung tema “Fashionable People for Sustainable Planet”. Tema ini ingin menekankan pada kiprah para desainer untuk semakin peduli pada fashion yang yang ramah lingkungan. Walaupun hal tersebut tidak mudah karena masih banyak produk yang berbahan kimia, namun para desainer terus berupaya untuk meningkatkan penggunaan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan. Acara ini menghadirkan 117 desainer ternama tanah air, 400 exhibitors serta diramaikan dengan ragam acara pendukung seperti talkshow, seminar, exhibition retail (B2C) dan lain-lain.

MUFFEST dibuka resmi oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki, didampingi oleh Josua Puji Mulia Simanjuntak selaku Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Ali Charisma selaku National Chairman Indonesian Fashion Chamber, Hendra Noor Saleh selaku Presiden Direktur Dyandra Promosindo, dan perwakilan sponsor MUFFEST 2020.

Ali Kharisma, Chairman of Indonesia Fashion Chamber dalam sambutannya pada opening ceremony menyampaikan, “besarnya pasar fashion di Indonesia merupakan potensi yang menjanjikan bagi dunia fashion Indonesia. Menggali kekayaan budaya Indonesia menjadi hal yang berbeda untuk diaplikasikan dalam muslim fashion Indonesia, sehingga berbeda dengan fashion dari negara lain. Begitu juga dengan penggunaan bahan baku, serat-serat asli Indonesia merupakan kekayaan tersendiri.”

Dalam sambutannya, Teten mengatakan bahwa MUFFEST merupakan langkah nyata dari penyelenggara dan industri fashion muslim untuk menjadi Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia. Indonesia juga memiliki pelaku produk muslim yang potensial dan masih bisa dikembangkan lagi. Ia menyatakan industri fashion muslim merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang memiliki kinerja yang cukup baik bagi perekonomian nasional. Pada 2019, nilai ekspor produk TPT nasional mencapai US$12,9 miliar. “Laporan The State Global Islamic Economy menyatakan konsumsi fashion muslim dunia saat ini mencapai US$ 270 miliar atau setara Rp 3.830 triliun. Di Indonesia, konsumsi fahion muslim mencapai US$20 miliar dengan pertumbuhan industri mencapai sekitar 18% per tahun,” ujar Teten.

Sementara itu lebih dari 100 disainer ikut memamerkan koleksinya, baik di catwalk mau pun di both-both pameran. Antara lain Syawaliaeni, Wignyo Rahadi,  Oewi Wahyono, Nuniek Mawardi, Ivan Gunawan, dan masih banyak lagi.

 

 

 

Manfaatkan Limbah Pasar, 2 Madison Avenue Di New York Fashion Week

GayaKeren.id – Dunia fashion menjadi salah satu bidang usaha yang termasuk dalam kategori ekonomi kreatif yang cukup dilirik, baik pelaku usahanya, konsumen maupun pemegang kekuasaan. Karena, tidak hanya menyerap tenaga kerja yang lumayan, tapi juga bisa menjadi kampanye yang efektif.

Seperti yang dilakukan salah satu disainer Indonesia yang baru saja pulang dari New York Fashion Week dengan membawa rancangannya yang berhasil mencuri perhatian dunia fashion Amerika. Maggie Hutauruk, dengan brand 2 Madison Avenue, berbekal inspirasi dari kedua anaknya yang gelisah dengan limbah yang terus bertambah setiap harinya, Meggie mengilustrasikannya pada busana rancangannya, dan ditampilkan dalam event New York Fashion Week beberapa waktu yang lalu.

Membawa enam belas busana wanita dan pria dengan sebuah visi baru tentang kekayaan kreasi. Himpunan karya yang Iahir dari rasa peduli akan lingkungan hidup, keprihatinan akan apa yang terjadi pada di dunla yang luas. dilihat dari kacamata sang Perancang sebagai sebuah keadaan yang saling kalit mengait.

Maggie menggunakan gaya eklektik sebagai ciri khas 2Madison Avenue, yang menyatukan berbagai  warna, bahan, cuting, dan detail ke dalam karyanya. Maggie tidak pernah pantang memasukkan unsur baru ke dalam rancangan. Ia tidak ragu, misalnya, untuk memadukan motif kelautan yang berkesan masif dan halusnya bahan brokat yang berkesan feminin dengan sepatu bot yang beraroma maskulin. Koleksi hadir dalam ‘Iook’ yang pas untuk meneriakkan misinya tanpa berkesan menjerit-jerit barlebihan.

Keenam belas rancangan eksklusif koleksi Liga diprosentasikan kembali khusus di hadapan rekan-rekan media saat acara Media Gathering pada18 Februari 2020 di Studio 1. lnterContinental Jakarta. Selain Maggie Hutauruk-Eddy, Dr. Nur Arlf, seorang penulis, peneliti, pemerhari lingkungan hidup serta Adi Surantha, seorang fashion stylist yang masyhur hadir sebagai pembicara.

Liga merefleksikan kegelisahan Maggie atas kegaduhan penghuni bumi yang lebih memilih peduli pada kesenangan pribadi dibanding Iingkungan sekitar yang diekspresikan dalam warna tetang seperti pink, biru, serta yang kelam seperti hitam, silver, dan warna silau seperti kuning.

2Madison Avenue. satu-satunya desainer dari Indonesia yang menjadi penampil pembuka yang disusul oleh tujuh desainer Asia lainnya yaitu Yiyi Kwok, Yi-Ting Lee, Bettie Kim, Ruojing Wang, Chun Han, Bingyao Chang, dan Shuai Zeng di bawah naungan CADA (the Council of Asian Designers of America), berpusat dl Amerika Serikat yang mewadahi desainer Asia untuk berunjuk karya di New York Fashion Week.