2 Gaya Berpakaian Wanita Sebagai Cerminan Karakternya

 

GayaKeren.id – Ada pepatah yang mengatakan bahwa pakaianmu adalah cerminan dirimu, berbeda dengan cowok, cewek memiliki gaya berpakaian yang lebih beragam, sehingga padu padan pakaian yang kamu pilih kemungkinan besar akan mempengaruhi kepribadianmu.

Penasaran kan?

Seperti apa karakter anda berdasarkan fashion style yang anda suka dan pakai, dilansir dari womantalk.com, berikut ulasannya dibawah ini:

  1. Dress bergaya feminim

Anda terbiasa memakai pakaian feminim seperti rok atau dress cenderung bersifat perfeksionis, lembut, manis dan cantik mempesona. anda juga orang yang sangat memperhatikan detail dalam mengerjakan sesuatu yang tercermin dalam gaya berpakaian.

 

  1. Pakaian kasual yang tidak ribet

Dalam keseharian anda lebih nyaman memakai setelah santai semacam blus, kaus, kemeja, dan celana jeans yang simpel dan tidak ribet. Kebiasaan berpakaianmu ini menunjukkan kalau kamu tipikal cewek sederhana, berpikiran terbuka, dan mudah memaafkan, dan anda juga tipe orang yang tidak menyukai hal-hal yang berlebihan, baik itu dalam bertindak maupun berpakaian.

 

 

Mix & Match Celana Longgar Untuk Hijaber

 

GayaKeren.id – Tren pemakaian hijab memang semakin menyempurna dari tahun ke tahun. Lihat saja, di setiap penjuru kota yang kamu datangi di Indonesia, pasti kamu akan menemukan perempuan berhijab. Kini berhijab semakin mudah, ada banyak pilihan baju yang bisa kamu kenakan sesuai dengan kepribadian dan kesukaanmu. Berbeda dengan misalnya sepuluh tahun yang lalu, saat busana berhijab masih sedikit pilihannya — kalau nggak gamis, rok, atau kerudung langsungan.

Pendahulu kita cenderung merasa kesulitan saat ingin mencari padanan baju berhijab yang memungkinkan aktif bergerak. Namun zaman telah berubah. Kini telah banyak pilihan baju untuk hijab yang bisa disesuaikan dengan tingkat aktivitas kamu. Celana longgar misalnya. Tinggalkan dulu koleksi celana jeans ketat yang membalut kaki, kini saatnya beralih ke celana longgar yang buatmu mudah melangkah, juga pas untuk muslimah.

Dilansir dari Hipwee, ini beberapa rekomendasi padanan celana longgar untuk hijaber

1. Yang lebar, yang menawan. Potongan celana longgar dengan ujung melebar akan membuat kakimu nyaman tanpa ekspos lekuk yang berlebihan

2. Berani pakai paduan hitam-abu? Model ini mengajarkannya pada kita bahwa asalkan busanamu sama-sama pastel, cucok lah pasti

3. Tak mengapa suka atasan warna hitam, asalkan celana khaki kamu pasangkan. Hasilnya? Super elegan!

4. Asalkan warna hijab dan celana sama gelapnya, model blouseapapun bisa kamu pakai suka-suka

5. Motif garis-garis memang tidak pernah gagal membuat postur badanmu terlihat lebih tinggi. Apalagi kalau dipadankan dengan hijab pink sebagai fashion statement

6. Celana longgar warna abu-abu bisa banget kamu bawa jalan-jalan ke taman. Padukan saja dengan tas warna krem

7. Pecinta Monokrom? Ganti bawahan jadi warna hitam. Ke kondangan pun siap!

Memakai celana longgar itu banyak untungnya, selain tidak membentuk lekuk tubuh, juga pas untukmu yang aktif bergerak. Buatmu yang sudah mulai jengah dengan celana-celana ketat karena ingin hendak berhijrah dengan memakai busana yang anggun, mungkin perlu memulainya dengan mengenakan celana longgar.

 

 

Gaun Pengantin Simple Namun Tetap Cantik dan Anggun

 

GayaKeren.id – Semua orang pasti menginginkan berpenampilan terbaik di hari spesial, seperti penikahan merupakan impian hampir setiap orang kan, busana bridal dengan potongan klasik memang menjadi pilihan aman, karena tidak lekang oleh waktu. Namun ternyata, warna dan motif berani saat ini lebih banyak disukai.

Saat ini banyak calon pengantin yang menyukai potongan gaun simple dan dengan beraneka warna, seperti yang dikatakan oleh desainer Mety Choa.

Dilansir dari bintang.co, gaun bridal tidaklah harus berbentuk panjang dan lebar. bisa saja dibuat seperti mini dress namun tetap tidak menghilangkan kesan anggun dari gaun tersebut.

Gaun pengantin saat ini lebih disesuaikan dengan personal dan venue acara pesta tersebut. Tidak jarang calon pengantin yang meminta dibuatkan evening dress dan gaun berbentuk simple.

Sehingga mereka tidak hanya berdiri menatap para tamu, melainkan sang pengantin pun bisa menghampiri dan bergabung dengan tamu lainnya. sangat berbeda jauh kan teman-teman, model gaun nya sekarang sama dulu. anda juga boleh mencobanya kok.

Semoga bermanfaat…

 

 

Gaya Fashion Musim Panas Yang Viral

 

GayaKeren.id – Outfits dan gaya fashion musim panas sangat bisa dijadikan inspirasi untuk kita yang tinggal memang di daerah yang cukup sering terkena panas atau dari matahari. Nah kamu pernah perhatikan nggak nih girls, gaya fashion yang paling banget sering dipakai? Bahkan karena terlalu sering dipakai oleh banyak orang, gayanya menjadi viral di sosial media. Dilansir dari laman website whowhatwear, ini 3 gaya musim panas yang paling viral di tahun 2018. Intip yuk, siapa tau ada favorit kamu lho!

Dress and Chunky Trainers

Nggak salah lagi kalau misalnya gaya yang satu ini menjadi viral dan banyak dipakai saat musim panas, lihat deh gayanya sangat simpel tapi tetap kece. Memakai dress, long dress atau pun midi dress yang dipadukan dengan chunky trainers atau ugly sneakers memang bisa menjadi andalan saat musim panas. Kamu juga pakai gaya fashion seperti ini nggak, girls?

Animal print skirt, denim jacket, and white tshirt

Ini adala gaya yang nggak kalah simle tapi memberikan statement untuk penampilan. Yang membuat penampilan kamu menjadi semakin kece dan standout adalah dengan memakai animal print skirt. Hayo, kamu berani nggak nih pakai animal print pans atau skirt? Karena gaya fashion yang viral adalah memadukan animal print skirt, denim jacket, dan white tshirt yang simpel.

All white outfits

Memilih fashion item yang nyaman saat musim panas adalah hal yang paling penting. Nyaman dengan outfits yang serba putih, tanpa ribet akan membuat penampilan semakin kece saat musim panas. Simple dan kece kan? Pantas saja viral! Di Indonesia juga banyak fashion influencer yang memakai outfits serba putih dan berhasil memberikan gaya fashion yang standout. Kalau kamu gimana, ini gaya fashion favoritmu bukan?

 

 

Modest Fashion dan Barometer Fashion Indonesia

 

GayaKeren.id – Indonesia berpeluang menjadi barometer dalam modest fashion atau fesyen santun, namun harus terus memiliki ide kreatif dan memperkuat riset pasar.

Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi umat muslim yang besar. Tak ayal, kebutuhan untuk busana santun dilihat sebagai peluang bisnis.

Data Indonesia Fashion Chamber menyebut bahwa mayoritas dari 200 pelaku usaha fesyen yang tergabung menggarap busana produk pakaian santun.

 Global Islamic Economy memprediksi nilai pasar busana santun dunia pada 2020 akan mencapai US$327 miliar. State of the Global Islamic Economies juga memprediksi industri halal dunia akan tumbuh melebihi US$1 triliun.

Perancang busana Tuty Adib mengatakan Indonesia harus terus memiliki ide kreatif dan memperkuat riset pasar untuk bisa jadi barometer dunia dalam tren busana santun. Menurutnya, beberapa negara cenderung memilih pakaian yang ready to wear dan ringan, sesuai dengan karakter kesibukan masing-masing.

Sementara itu dari sisi warna kain, warna sesuai warna kulit menjadi salah satu pertimbangan. Salah satu contoh, untuk orang-orang yang berkulit hitam cenderung memilih warna yang bisa memaksimalkan eksotisme kulitnya.

“Jadi ada yang suka warna pastel dan mungkin ada juga yang enggak suka sama model yang sangat Indonesia, jadi kayak warna-warna nude juga ada,” ujarnya.

Sementara itu, untuk negara-negara dengan empat musim, bahan-bahan seperti katun atau viscose kerap menjadi pilihan. Pada intinya, katanya, riset mendalam menurutnya menjadi hal yang sangat penting.

“Asia mungkin senang detail, tapi seperti orang Eropa, Amerika, mungkin tidak begitu suka yang detail. Tidak bisa generalisasi. Kita mau bidik negara mana, harus kita pelajari,” tegasnya.

Potensi busana sopan dan tertutup semakin tinggi untuk pasar global. Bahkan tidak hanya untuk kaum muslim, atau wanita dengan hijab, modest fesyen diharapkan dapat menjadi tren bagi pasar yang lebih luas.

Chief Creative Officer EBW World Wide Stevy Giani Sela mengklaim angka pembelanjaan untuk modest fashion di seluruh dunia cukup besar, mencapai 11% dari total sekitar US$ 258 milliar belanja fesyen. Menurut Stevy karakter modest fashion sendiri masih berbeda-beda di setiap negara. Misalnya di Indonesia, modest fashion seringkali digambarkan sebagai koleksi baju muslim yang seringkali memiliki detail baju yang berangkap, tebal, dan ciri khas lainnya.

Adapun di negara yang penduduknya bukan mayoritas muslim, misalnya Inggris,modest fashion cenderung lebih sederhana. “Bahkan kemeja longgar yang dipadukan dengan bawahan seperti celana atau rok saja sudah bisa masuk ke kategori modest fashion,” katanya.

Dia mengatakan melalui beberapa ajang modest fashion week dengan pasar yang berbeda di setiap negara, diharapkan bisa memersatukan semuanya serta saling membangun jejaring untuk meningkatkan bisnis. “Kami berharap lewat satu platform semuanya jadi satu. Jadi kalau kita pusatkan semuanya, trennya bisa diketahui,” ujar Stevy.

Dilihat dari berbagai tempat, misalnya Paris memiliki haute couture sebagai simbol industri fesyen, Amerika Serikat dengan sport wear-nya, Tokyo dengan budaya kontemporernya, dan Milan dengan budaya fashion-nya. Bagaimana dengan Indonesia?

Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC) Ali Kharisma mengatakan sebenarnya Indonesia tidak memiliki banyak pilihan. “Salah satu tempat yang masih kosong dan bisa kita usung adalah busana muslim,” kata Ali.

Dia mengatakan apabila ditelisik dari segi pangsa pasar, Ali menyebut industri fesyen muslim Indonesia relatif menawarkan ragam konsep dan gaya berpakaian bagi seluruh pasar muslim di dunia. “Pangsa pasarnya Indonesia cocok dengan pangsa pasar seluruh dunia karena cara berpakaian sangat beragam. Cocok dengan Timur Tengah, cocok dengan muslim Amerika Serikat, Eropa, Turki, bahkan Asia,” lanjutnya.

Bahkan, untuk mendukung iklim usaha bisnis fesyem muslim, lanjutnya, Presiden Joko Widodo sudah telah menginstruksikan untuk segera membentuk forum internasional yang dapat mempertemukan antara pelaku bisnis fesyen muslim Indonesia dengan mancanegara.

 

 

Gaya Busana Putri Diana Yang Jadi Inspirasi

GayaKeren.id – Jauh sebelum Kate Middleton dan Meghan Markel menjadi ikon fashion kerajaan, Putri Diana yang merupakan mertua dari keduanya telah lebih dulu dikenal modis dalam berbusana. Menjadi bagian dari anggota kerajaan, Diana tak jarang terlihat tampil dengan gaya kasual.

Di sisi lain, dia juga selalu merasa nyaman dalam balutan gaun-gaun indah. Diana senang memberi dukungan terhadap para desainer Inggris dan tidak takut untuk mengambil beberapa risiko dengan gayanya. Diana sering sekali terlihat memakai busana dengan warna-warna cerah.

Meski demikian, menurut catatan Vogue, Diana tidak pernah mengikuti tren. Dia selalu menyesuaikan pilihan busananya dengan protokol kerajaan namun tetap dipadukan dengan selera pribadinya, dilansir dari Huffington Post.

Tidak jarang gaya berbusana Diana ditiru oleh banyak orang saat itu bahkan hingga saat ini. Berikut tiga tampilan vintage ala Diana yang bisa Anda padu padankan sendiri di rumah.

 The Little Blue Dress

Putri Diana mengenakan gaun biru ini saat berkunjung ke Royal Albert Hall London untuk menonton pertunjukan “Swan Lake” oleh Ballet Nasional Inggris pada 1997. Gaun ini memiliki siluet klasik yang tak lekang oleh waktu dengan warnanya yang ringan dan menyenangkan. Gaun yang sempurna ini menjadi semakin cantik karena dipadukan dengan sepatu tumit slingback yang kembali populer di tahun ini.

 Celana Gingham

Gingham adalah tren lain yang telah teruji oleh waktu, membuatnya terasa abadi dan modern sekaligus. Untuk tampilan keren ini, Diana memadukan celana motif kotak-kotak merah dan putih klasik dengan sweter merah. Diana menyempunakan penampilannya ini dengan flat shoes berwarna putih.

 The All-White Ensemble

Diana tampak percaya diri dengan blazer berwarna hijau lumut yang dipadukan sweater turtleneck berwarna broken white. Penampilan musim panas ini kian sempurna dengan skinny jeans berwarna senada dengan swetaer. Diana mengenakan pakaian ini saat sedang berbelanja di London pada 1994.

 

 

Kerukunan Keluarga Kawanua Presentasikan ‘Wonderful Kain Minahasa’ Di Panggung Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Komunitas Kerukunan Keluarga Kawanua ‘unjuk gigi’ pada hari terakhir di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week 2019, di atrium Senayan City, Jakarta.

Mengangkat kebudayaan asli Minahasa bertajuk ‘Wonderful Kain Minahasa’, 3 desainer berdarah Minahasa / Manado unjuk kebolehan lewat karyanya masing-masing.

Sizzy Matindas mempersembahkan koleksinya lewat ‘Batik Bercerita’, yang mengangkat karya spesial cerita adat dan budaya Minahasa diantaranya : Kabasaran, Tari Maengket, Tomohon Kota Bunga, Rumah Adat Minahasa, Under Water Colour, Phaius.

Jumico Jacob mempersembahkan sebuah ‘ecoprint’ kain mencetak daun khas tanaman Minahasa yaitu Gedi. Sebuah daun dari tanaman khas di Minahasa yang biasa di gunakan dalam berbagai masakan khas Minahasa.

Sedangkan Karya Karema mengangkat ‘Kain Bentenan’, kain tenunan asli khas leluhur rakyat di daerah Minahasa sejak abad ke – 9. Kain Bentenan inimemiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi , sosial budaya suku-suku di Minahasa dan sekitarnya.

Kain ini sempat menjadi komoditas perdagangan kuno nusantara sampai kedatangan bangsa eropa di Minahasa. Sejak pendudukan Belanda, Kain Bentenan mulai kehilangan perannya di masyarakat Minahasa, dan sejak akhir abad ke – 19 tak ada lagi generasi penerus  di Minahasa yang memiliki keahlian menenun kain ini.

Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua mengatakan, keikutsertaan Karya Karema melalui Kain Bentenan di ajang Jakarta Fashion Week tahun ini adalah suatu langkah besar yang ingin mempertegas dan memperkuat kehadiran kembali Kain Bentenan yang telah hilang hampir 200 tahun, dan berharap dapat berpartisipasi kembali di ajang ini tahun depan dengan menggandeng desainer-desainer berbakat asal Minahasa

“Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) akan terus mempromosikan keindahan budaya Minahasa kepada masyarakat luas dan akan mensupport kreativitas dari perwakilan Minahasa yang berani tampil di ajang seperti ini sebagai ajang promosi sekaligus mengangkat ekonomi industri lokal”, tutup Angelica di jumpa pers seusai present show.

 

 

Anne Avantie Ekspresikan ‘Badai Pasti Berlalu’ Dalam Karyanya Di JFW 2019

 

GayaKeren.id – Pada perhelatan JFW 2019 kali ini, ada yang berbeda  dalam konsep gelaran karya dari seorang Anne Avantie.

Mengangkat tema “Badai Pasti Berlalu” yang mengandung luapan emosi, inspirasi dan imajinasi yang melebur menjadi satu dan dikemas dalam suatu pergelaran karya seni yang memberikan warna baru dalam khasanah budaya dan busana Indonesia melalui ‘kain tenun’.

Berawal dari inspirasi dan imajinasi yang terlahir dari empati oleh karena musibah bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala dan Lombok, Anne Avantie menghadirkan konsep dan nuansa berbeda pada pergelaran Badai Pasti Berlalu.

Melalui kain tenun Anne Avantie menunjukkan sebuah kepedulian untuk terlibat dalam misi sosial melalui seni budaya dan busana. Dalam keindahan yang muncul dari tiap garis guratan warna dan corak indah kain tenun bukan mesin, seolah membawa pencerahan dan secercah harapan bahwa duka Palu, Donggala dan Lombok akan segera berlalu.

“Hati saya tersentuh untuk melakukan sesuatu bagi sesama yang saat ini tertimpa bencana. Lewat karya ini, saya suarakan kepedulian yang sangat menyentuh dan ‘Badai Pasti Berlalu’ menjadi ungkapan rasa peduli kami semua sebagai manusia,” ujar Anne Avantie dalam konferensi pers sebelum shownya.

Baginya, roda kreativitas harus terus berjalan, tak mengenal waktu ataupun tempat. Meski duka masih menyelimuti Palu, Donggala dan Lombok, ia ingin kain tenun terus dihidupkan layaknya sebuah harapan.

“Setiap orang pasti mengalami kedukaan. Namun duka harus berlalu. Tenun harus tetap berjalan agar bisa menghidupi banyak keluarga,” tegas Anne.

Melihat koleksinya, Anne menonjolkan betapa indahnya tenun Indonesia. “Perlu diketahui, kain tenun yang dijadikan highlight koleksi ini saya buat dari awal pemintalan benang, jadi bukan berasal dari kain tenun yang sudah jadi,” ungkap Anne.

Anne Avantie mempersembahkan 50 karya busana tenun di panggung JFW 2019 ini. Kain-kain tenun yang dieksplorasi dalam gaya kasual, dikemas cantik sebagai outer ataupun dikawinkan bersama brokat, juga kain lurik berhias payet. Detail guntingan yang tampak mentah turut diperlihatkan sebagai opsi lain kain tenun.

Dalam pagelaran “Badai Pasti Berlalu” ini, Anne melakukan donasi untuk para korban bencana alam berupa pemberian 10 kapal nelayan. Hal ini diharapkan bisa membuat kehidupan para korban bisa bangkit kembali, nelayan dapat melaut kembali, tenun kembali bergeliat sehingga dapat menafkahi keluarga mereka pasca bencana.

Pada pagelaran busananya, banyak publik figur yang ikut berlenggok membawakan koleksi Anne Avantie ini. Misalnya Maia Estianty, Tantri Kotak, Surya Saputra, Kimmi Jayanti, Wulandari, dan Mikha Tambayong. Ada pula penyanyi Marion Jola yang datang bersama Rayi ‘RAN’, stylist Caren Delano pun hadir dengan tubuh dibungkus kain tenun, senada dengan Surya Saputra yang juga menjadi model.

Serta yang tak kalah hebohnya adalah Menteri Susi Pudjiastuti. Yang memakai bustier hitam dan outer wear dari kain tenun. Penampilannya disempurnakan dengan knee-high boots berbahan mengkilap, turban dan kacamata hitam yang edgy.

 

 

Mahasiswa BINUS Bawa Batik Lasem Ke Panggung Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Mahasiswa BINUS Northumbria School of Design turut meramaikan pagelaran JFW 2019 dengan koleksi ready-to wear-nya. Pada koleksi ini, mereka mengambil tema yang terinspirasi dari motif batik kota Lasem, Jawa Tengah. Mereka mengusung tema “The Untold Story: Lasem Revealed” melalui enam koleksi, yaitu ARKA, OEMNJA, VOD, HANYUTAN, ALLAWN, dan RECKO.

Lasem, merupakan sebuah kota kecil di daerah Rembang, Jawa Tengah. Dikenal dengan sebutan “Little China”, karena pada zaman dahulu Lasem merupakan tempat pertama masyarakat Tionghoa tiba di pulau Jawa. Selain itu, fakta unik lainnya bahwa Lasem juga diketahui sebagai kota para santri dan kota pelajar. Akibat mix dari berbagai kebudayaan tersebut muncul berbagai ciri khas yang memiliki nilai filosofis seperti yang ada pada batik Lasem.

 

ALLAWN

Designer: Chelvia Monica Febriana & Katarina Laurensia

Koleksi Allawn terinspirasi oleh akulturasi perkembangan budaya Tiongkok dan Islam di Lasem. Oleh karena itu, pada koleksi S/S19 terdapat pakaian sederhana dengan siluet budaya Tiongkok  yang disampaikan sesuai dengan  karakteristik Allawn, yaitu playful and colorful. Teknik bordir dan penggunaan syal juga terinspirasi oleh kota Lasem itu sendiri.

Nama Allawn juga berasal dari bahasa Arab, yang berarti warna. Oleh karena itu, brand ini menunjukkan vibe yang menyenangkan melalui pakaian warna-warni ditambah dengan sentuhan bordir dan sablon.

VOD

Designer: Christine Santosa & Sharon Zefania T

VOD merupakan kata Belanda yang berarti rusak atau ditambal. Mereka mengumpulkan warisan Indonesia dan memperdalam lagi dari akar-akarnya. Kemudian hal tersebut tentunya dikembangkan saat pembuatan koleksi.

Koleksi pertama ini terinspirasi oleh kecamatan yang terlupakan di Jawa Tengah yang disebut Lasem. Namun, koleksi ini fokus pada sejarah arsitektur dan gaya hidup mereka. Pada koleksi ini, digunakan warna dominan hitam, kuning, abu-abu, dan juga putih dengan siluet yang deskontruktif.

HANYUTAN

Designer: Nabila Kaulika & Cynthia Halim

Koleksi yang didasarkan pada mix culture antara native Indonesian dan Chinese-Indonesian heritage. Adanya begitu banyak kebencian terhadap setiap budaya, yang menciptakan peperangan antara keduanya.

Tujuan dari koleksi ini adalah untuk mempromosikan gagasan perdamaian dan kebebasan berekspresi melalui pengaruh budaya punk. Menunjukkan bahwa kita dapat mewarisi suatu adaptasi kedua budaya tanpa perang, atau kekerasan, atau diskriminasi lain. Oleh karena itu, digunakan warna-warna dark dan berani seperti hitam, merah, maroon, dan material seperti kulit serta lace yang menonjolkan karakteristik dari peperangan dan perbedaan tersebut.

RECKO

Designer: Anya Annastasya & Sintia Agustine

Koleksi ini menunjukkan bahwa merekonstruksi pakaian dapat membuatnya menjadi sesuatu yang lebih baik. Saat ini, denim digunakan pada begitu banyak jenis pakaian dan dikenal terlihat lebih baik bahkan setelah dipakai selama beberapa tahun. Ada banyak teknik yang bisa dilakukan untuk kain denim dan juga bisa digunakan untuk membuat tambalan.

Pada kesempatan ini, mereka ingin membuktikan bahwa suatu hal yang kecil sekalipun dapat menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Seperti orang-orang Lasem dan kreativitasnya, yang dilihat melalui seni batik mereka dan kemampuan untuk menggunakan kain yang terbuang, lalu dibuat menjadi suatu barang yang bermanfaat.

OEMNJA

Designer : Ivy Pang & Devona Cools

Merupakan singkatan dari “Oemah Njonja”, istilah Jawa untuk “The Home of a Lady”. Merek ini menonjolkan sejarah Lasem sebagai penghargaan untuk semua wanita yang telah menjalani hidup mereka yang tertindas dan telah melalui perjalanan yang sulit.

Koleksi ini menampilkan siluet feminin, warna-warna indah yang dipadukan dengan twist yang menyenangkan.

ARKA

Designer : Ginza Setiawan & Karin Wijaya

Koleksi ini menggambarkan sekitar kota Lasem yang indah dengan akulturasi antara pengaruh Jawa dan China, juga menyoroti batik dengan warna merah yang berbeda, harmoni, rasa hormat dan cinta untuk warisan mereka yang dibagi di antara masyarakat setempat.

 

 

Usung Wear Your Oriental, Sayee – Brand Modest asal Korea Luncurkan Koleksi Keduanya Dalam Gelaran Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Brand Modest Fashion asal Korea, Sayee, meluncurkan koleksi keduanya bertajuk ‘Wear Your Oriental’, sebuah inspirasi dari Hanbok sebagai pakaian tradisional asal Korea yang tercermin dalam modest fashionnya dengan siluet yang kuat.

Sayee membawa prinsip modest fashion untuk mengkomunikasikan kepercayaan diri dan ketrampilan seorang wanita dengan gaya Hanbok Korea Populer sebagai pakaian yang memberikan penutup penuh dengan garis-garis kuat yang tersorot dalam karakter diri yang kuat dari pemakainya.

“Rangkaian koleksi kedua kami ini sebagai bentuk transformasi Hanbok Korea  sebagai fashion statement  untuk para wanita di Korea dimulai dari ide orisinal tentang kesederhanaan dan kesopanan dalam budaya yang berbeda melalui gaya Cheol-Lik yang kuat menjadi elemen utama untuk koleksi Sayee yang merepresentasikan rasa percaya diri,” kata Joon Woon Baek, Sayee Director.

Hanbok bergaya modern ini hadir dengan warna earthy-tone seperti burnt orange, tangerine, mustard dan greyish green yang memiliki struktur feminin dengan siluet yang kuat dan menggunakan kombinasi modern modest dan urban yang menonjolkan sebuah karakter estetika personal untuk meningkatkan suasana hati.

Sayee Brand Director, Seira Meutia, menjelaskan bahwa Sayee sebagai gaya Hanbok modern mudah di mix and match, yang bisa dikenakan dengan outerwear panjang yang dipasangkan dengan denim sebagai gaya klasik yang stand out dengan pengembangan pola hijab modern dengan contemporary oriental art sebagai ekspresi self discovery yang ditekankan dalam koleksi berwarna tegas.

Sayee yang turut berperan dalam perhelatan Jakarta Fashion Week ingin mempertegas komitmennya di pasar Indonesia sekaligus untuk menginspirasi wanita Asia untuk saling memberdayakan dan menyampaikan pesan dalam membangun penghargaan diri bagi para wanita.