Cara Cerdas Agar Anak Berhenti Makan Junk Food

 

GayaKeren.id – Mengajarkan anak Anda untuk makan makanan yang sehat merupakan hal yang penting agar anak Anda terbiasa untuk tidak pilih-pilih makanan. Anak-anak yang sering makan jenis makanan yang salah, seperti junk food atau makanan pinggir jalan, lebih berisiko mengalami kegemukan dan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, dan kanker.

Dengan adanya banyak iklan junk food di TV dan kebiasaan untuk mengonsumsi makanan ini, akan sulit membiasakan anak Anda untuk makan dengan sehat. Namun, ada strategi yang bisa Anda terapkan untuk membantu Anda berhenti makan junk food.  Apa saja strateginya? Yuk, simak seperti enam strategi dan penjelasannya di bawah ini.

  1. Siapkan camilan yang sehat

Cara pertama agar anak bisa berhenti makan junk food adalah dengan menghidangkan camilan seperti buah, sayuran, dan biskuit gandum dengan keju. Siapkan camilan sehat Anda di tempat yang mudah dijangkau anak-anak, seperti di meja makan.

Saat mereka lapar, mereka dapat mengambilnya dengan mudah. Siapkan juga mangkuk berisi buah-buahan di tempat yang mudah dilihat, sehingga anak Anda langsung dapat menikmatinya. Ini dikarenakan anak-anak cenderung ingin makan apa yang ada di depan mereka.

  1. Jangan bawa junk food ke rumah

Jika Anda tidak ingin anak Anda makan makanan tersebut, maka jangan simpan atau bawa junk food ke rumah. Dengan begitu, anak Anda tak akan melihat dan meminta. Cara lain adalah dengan memasak hidangan yang mirip dengan menu junk food, tapi versi lebih sehat. Cara ini dapat mengurangi konsumsi junk food pada anak.

  1. Jangan tawar-menawar dengan anak

Jangan gunakan junk food sebagai alat tawar-menawar. Memberi hadiah berupa junk food agar anak Anda mau makan makanan sehat amatlah salah, karena malah akan menambah daya tarik mereka terhadap junk food itu sendiri. Anak-anak juga perlu mampu mengukur seberapa banyak mereka makan, karena dengan memaksa mereka menghabiskan makanan dapat menyebabkan mereka untuk makan berlebihan di kemudian hari, terutama dengan tren makanan porsi besar saat ini.

  1. Jangan larang anak makan junk food

Jika Anda tidak ingin anak Anda makan junk food, sebaiknya Anda tidak benar-benar melarangnya, karena bisa mengakibatkan rasa penasaran anak semakin tinggi. Ini juga akan membuat mereka cenderung makan banyak junk food saat ada kesempatan, seperti di acara sekolah, ulang tahun teman, dan lainnya.

Ajarkan anak Anda untuk mencicipi semua jenis makanan dalam jumlah kecil, izinkan mereka untuk makan junk food di rumah teman mereka, tapi jangan kalau sedang di rumah.

  1. Berikan contoh dari diri sendiri

Anak-anak belajar dengan melihat apa yang orangtuanya lakukan. Kalau Anda tidak mau anak Anda makan banyak junk food, Anda sendiri harus makan makanan sehat dan menghindari junk food. Selain itu, izinkan anak Anda untuk memilih jenis makanan dan camilan sehat yang mereka suka.

  1. Jangan berikan junk food sebagai hadiah

Biasanya para orang tua akan menghadiahkan anak makan di restoran cepat saji ketika mereka kenaikan kelas atau memenangkan perlombaan. Nah, hal ini lah salah satu yang wajib dihindari agar anak berhenti makan junk food. Alternatifnya, Anda bisa memberikan alat gambar, mainan kesukaan, alat olahraga seperti raket badminton, atau bahkan kegiatan lain yang bisa mengalihkan perhatian anak terhadap keinginan makan junk food.

 

 

Alihkan Perhatian Anak Dari Gadget Dengan Cara Ini

 

GayaKeren.id – Pada zaman modern sekarang ini, sudah menjadi pemandangan lumrah melihat anak bermain gadget, termasuk ponsel pintar dan tablet. Namun, sayangnya tak sedikit orang tua yang kebablasan memberi keleluasaan anak berinteraksi dengan gadget.

Penelitian The American Academy of Pediatrics & the Canadian Society of Pediatrics menyimpulkan anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak bermain smartphone dan tablet. Sebab, ketika anak bermain gadget, mereka cenderung tidak banyak bergerak yang dapat memicu obesitas. Penggunaan teknologi membatasi gerak fisik, sehingga menghambat pertumbuhan dan membuat sulit tidur.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan sepertiga anak-anak yang mulai bersekolah mengalami hambatan perkembangan fisik, sulit berkonsentrasi, minim kemampuan membaca dan pencapaian prestasi di sekolah.

Terlalu lama bermain permainan yang mengandung adegan kekerasan juga berpotensi memicu perilaku agresif. Bermain gadget bisa menjadikan anak kecanduan, yang akhirnya berisiko memunculkan pola hidup tidak teratur, tak bisa mengatur waktu dan mengacaukan pola makan.

Jika tak ingin anak terdampak pengaruh buruk gadget, sebaiknya mulai kurangi penggunaan gadget pada anak. Sebagai gantinya, ajak mereka bermain di luar rumah. Bagaimana caranya?

1. Bangun Lingkungan yang Sehat

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mematikan teknologi untuk sesaat. Anak-anak berusia antara 8-18 tahun menghabiskan rata-rata 7,5 jam sehari menggunakan peralatan elektronik. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak-anak dan remaja menggunakannya tidak lebih dari satu atau dua jam per hari, dan menyarankan orang tua menciptakan zona “bebas layar” di rumah.

Orang tua juga bisa membuat ruang outdoor yang ramah anak, misalnya dengan merapikan halaman belakang agar bisa dijadikan area bermain. Selain itu, kenali tetangga, sehingga ketika anak bermain dengan mereka, Anda tidak waswas.

  1. Bermain di Luar Menyenangkan

National Wildlife Federation merekomendasikan agar Anda memberikan “jam hijau” setiap hari kepada anak-anak. Maksudnya, adalah dengan membiarkan mereka bermain di luar tanpa gadget. Jika mereka masih enggan bermain di luar, berikan reward. Misalnya, setelah main di luar boleh menonton televisi atau bermain gadget selama satu jam.

Beri tahu juga alasan mengapa bermain di luar memberikan manfaat bagi tubuh, yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kesehatan, motorik, dan kinerja otak. Selain itu, jelaskan juga bahwa bermain di luar bisa mendekatkan dengan alam dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

  1. Tunjukkan Hal Menarik

Ada banyak aktivitas yang bisa dipilih anak ketika bermain di luar rumah. Mulai dari berkebun, bersepeda, bermain permainan berburu harta karun, berolahraga, dan lainnya. Anda juga bisa mendorongnya agar bisa menulis aktivitas outdoor di blog, dan mengabadikan beberapa momen dengan kamera saku. Ini juga menjadi poin mengajari mereka menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Tips bagi orang tua, tak usah khawatir jika anak akan hiking maupun camping. Sebab, kegiatan tersebut memberikan manfaat mengembangkan keterampilan baru dan bekerja bersama tim. Bekali mereka dengan perlengkapan tabir surya, sepatu hiking yang nyaman, P3K, air dan makanan, selimut, mantel, senter, peluit, dan lainnya. Ajarkan juga tata krama semisal tengah berada di gunung, dan apa yang harus dilakukan bila tersesat.

  1. Terima Hasil ‘Kotor-kotorannya’

Jika anak bermain di luar rumah, mereka akan berkeringat dan kotor. Tapi ini tidak menjadi masalah, karena Anak yang main kotor-kotoran tidak selalu terserang kuman penyakit. Sebaliknya, sistem kekebalan tubuh akan terlatih menghadapi paparan kuman.

Soal pakaian kotor, orang tua hendaknya tak perlu cemas. Toh sekarang ada banyak deterjen yang ampuh membersihkan noda, dengan format konsentratnya yang lebih efektif. Maka biarkanlah anak-anak menikmati masa kecilnya dengan apa yang dia lakukan, namun tetap dalam pengawasan dan bimbingan orang tua.

 

 

Penyebab Bayi Sulit Tidur

 

GayaKeren.id – Matanya tak kunjung terpejam, padahal dia sudah harus tidur. Kenali penyebab bayi sulit tidur. Bayi perlu tidur berkualitas untuk mendukung tumbuh kembangnya.

  1. Demam, meski tidak selalu tanda adanya penyakit, demam bisa berarti gejala adanya infeksi telinga, radang tenggorokan. Bila bayi sering menggosok atau menarik telinganya, pertanda dia mengalami infeksi telinga. Bila bayi enggan menyusu, pertanda dia mengalami radang pada rongga mulutnya.

Atasi dengan:

Beri obat penurun panas atau paracetamol yang diresepkan oleh dokter. Kompres tubuh anak dengan air hangat. Caranya; ukur suhu tubuh bayi, kemudian siapkan air hangat 1°C lebih tinggi dari suhu tubuh bayi. Kemudian kompreslah menggunakan handuk kecil.

  1. Tumbuh gigi pada bayi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa sakit pada gusi bisa mengganggu tidur bayi.

Atasi dengan:

Pijatlah gusi dengan lembut. Cuci tangan Anda lebih dulu dengan menggunakan air dan sabun pencuci tangan, bukan gel pembersih tangan. Keringkan dengan lap  kertas hingga tangan Anda benar-benar kering.

  1. Kolik, penyebabnya belum diketahui hingga kini. Gejalanya adalah perut kembung dan keras serta biasanya bayi menangis sambil menarik kakinya ke arah perut.   Rasa sakit yang disebabkan oleh kolik ini bisa membuat bayi menangis sepanjang malam dan mengganggu tidurnya.

Atasi dengan:

Gendong bayi dengan posisi telungkup, sangga perutnya dengan tangan Anda. Bungkus bayi seperti membedongnya. Awalnya dia akan menangis keras, tapi akan segera mereda.

Pangku bayi, kemudian goyangkan kedua kaki Anda perlahan, berirama dan terus menerus sampai bayi tertidur.

Berikan ASI terus bila bayi masih mengonsumsi ASI. Bila dia menolak menghisap puting, berikan jari tangan Anda untuk dihisap.

  1. Terlalu banyak rangsang. Bermain “heboh” di siang hari, musik riang yang terus menerus diperdengarkan, lampu kamar yang terang benderang, suara televisi di ruang keluarga yang terdengar sampai ke kamar bayi, merupakan rangsang yang berlebihan sehingga menyulitkan bayi untuk tidur.

Atasi dengan:

Lakukan pijat ringan pada tubuh bayi untuk melancarkan sirkulasi darah. Bersihkan tubuh bayi dengan air hangat, ganti popok dan pakaiannya. Matikan TV, redupkan lampu kamar, putar musik yang sangat lembut.

  1. Perubahan kebiasaan. Bayi sangat peka terhadap perubahan kebiasaan. Bayi yang biasanya tidur bersama Anda, kemudian pindah ke tempat tidurnya sendiri, kemungkinan akan mengalami sulit tidur.

Atasi dengan:

Latih anak untuk tidur di tempat tidurnya sendiri secara bertahap. Awalnya, tidurkan bayi di tempat tidur Anda, kemudian setelah lelap pindahkan ke tempat tidurnya sendiri.  Jika ia bangun dan menangis, tenangkan dengan menepuk-nepuknya dengan lembut untuk memastikan Anda berada di dekatnya.

 

Sumber: ayahbunda.co.id

 

 

Ketahui Penyebab Anak Perempuan Bisa Jadi Tomboi

 

GayaKeren.id – Tomboi adalah istilah yang disematkan pada perempuan yang memiliki sifat atau perilaku yang dianggap masyarakat sebagai peran tipikal gender laki-laki. Seorang wanita yang memiliki sifat ini cenderung menyukai hal-hal yang maskulin serta suka menggunakan pakaian, pekerjaan, dan permainan yang biasa dilakukan laki-laki. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Melansir klikdokter, Menurut sebuah studi dari Child Development, hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar testosteron selama masa kehamilan dan pengaruh lingkungan sebelum anak perempuan memasuki masa sekolah. Salah satu temuan studi ini adalah, semakin banyak paparan testosteron yang dialami anak perempuan ketika di dalam di rahim, semakin besar pula kemungkinkan ia akan menjadi tomboi. Kelak ketika ia tumbuh dewasa, ia akan lebih menyukai permainan yang umumnya dimainkan oleh anak laki-laki.

Pengaruh Testosteron

Menggunakan data dari Avon Longitudinal Study of Parents and Children yang merupakan studi jangka panjang tentang masa kehamilan dan kesehatan anak, para peneliti mengamati 679 anak berusia 18 bulan yang lahir di awal tahun 1990-an. Penelitian ini mengambil sampel darah ibu selama masa kehamilan untuk dianalisis kadar testosteronnya (atau juga disebut hormon laki-laki).

Tidak hanya itu, begitu anak mencapai usia 3,5 tahun, seorang pengasuh melengkapi kuesioner dengan menilai keterlibatan anak dalam berbagai perilaku gender, seperti pemilihan permainan anak berdasarkan gender dan berbagai aktivitas lain. Hasilnya, tingkat testosteron yang tinggi selama masa kehamilan ternyata berpengaruh terhadap tingkat “maskulinitas” anak perempuan.

Seperti dikutip di laman WebMD, Melissa Hines, PhD, peneliti dari City University di London dan rekannya mengatakan, faktor lain seperti pendidikan ibu, saudara laki-laki dan perempuan yang lebih tua atau orang dewasa laki-laki di rumah, serta pandangan orang tua terhadap peran gender tertentu, juga dapat memengaruhi munculnya perilaku tomboi. Namun, para peneliti mengatakan bahwa beberapa faktor tersebut belum diperhitungkan dalam hubungan antara testosteron dan perilaku yang ditemukan dalam penelitian ini.

Peran orang tua

Meski begitu, para periset mengatakan bahwa hubungan antara testosteron dan perilaku anak perempuan dalam penelitian ini hanya menyumbang 2 persen dari varian dalam perilaku gender saat masa prasekolah. Periset juga mengatakan bahwa anak perempuan mungkin sangat rentan terhadap efek testosteron, namun faktor sosial juga dapat berdampak pada perilakunya di kemudian hari.

Lebih jauh lagi penelitian tersebut menyebutkan, dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lebih terdorong dalam berperilaku sesuai tipikal jenis kelamin dan tidak tertarik untuk terlibat dalam perilaku lintas gender. Karena itu, anak perempuan lebih mungkin menunjukkan kecenderungan predisposisi terkait hormon terhadap perilaku peran gender yang lebih berkarakter lewat jenis kelamin lain.

Jika hal ini membuat Anda sebagai orang tua khawatir, ingatlah bahwa saat anak berkembang, baik anak laki-laki maupun anak perempuan, ia harus melewati tahapan-tahapan baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial. Peran orang tua di sini adalah mempersiapkan si anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kendala sudah pasti akan dijumpai, seperti misalnya sifat anak yang tomboi. Namun dari sinilah anak belajar untuk berproses.

 

 

 

Manfaat Vaksin BCG Pada Bayi Dan Cara Pemberiannya

GayaKeren.id – Tubercolosis atau sering dikenal dengan TBC merupakan penyakit yang disebabkan infeksi kronis bakteri Mycobacterium tubercolosis. Hal yang berbahaya dari penyakit ini adalah tidak terdapat gejala pada penderitanya, sehingga sering berakibat fatal karena ketika terdeteksi pada kondisi kronis/ menahun. TBC yang tidak memiliki gejala disebut dengan latent tubercolosis. Ketika daya tahan tubuh seseorang melemah yang disebabkan oleh bertambahnya usia ataupun faktor lain seperti terinfeksi HIV sehingga bakteri menjadi aktif dan berubah menjadi tubercolosis aktif.

Vaksin BCG untuk Mencegah TBC

Banyak orang menduga TBC hanya menyerang paru paru, padahal kenyataannya tidaklah demikian karena bakteri Mycobacterium tubercolosis bisa menyerang seluruh organ tubuh seperti otak, tulang, ginjal, spinal. Penyakit TBC ini tidak bisa dianggap remeh dan perlu tindakan preventif sejak dini untuk menangkal penyebaran atau penularan tubercolosis tersebut. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan dengan melakukan vaksinasi kepada semua orang yang beresiko seperti pada balita dan bayi.

Vaksin BCG (Bacille Calmette Guerin) merupakan vaksin yang berfungsi sebagai penangkal penyakit tubercolosis. Sebenarnya vaksin BCG ini mengandung bakteri hidup Mycobacterium bovis yang telah dijinakkan sehingga aman dan efektif untuk tubuh manusia.

Pemakaian BCG sangatlah aman, hingga saat ini belum ditemukan efek samping yang berdampak serius selama ini. Penggunaan vaksin ini hanya berbahaya kepada seseorang yang mengalami kelainan sistem imun tubuh atau sering disebut dengan immune compromised, dimana bisa menyebabkan terjadinya infeksi oleh kuman yang berasal dari vaksin BCG itu sendiri.

Manfaat

Meskipun terdapat sedikit efek samping yang biasa dialami oleh sebagian orang, namun secara keseluruhan pemberian vaksin BCG telah memberikan banyak manfaat dimana telah terbukti selama puluhan tahun. Tingkat keberhasilan penggunaan vaksin BCG berkisar antara 0 hingga 80 persen yang dirangkum dari berbagai kelompok usia di banyak Negara. Namun secara umun vaksin BCG memberikan efektifitas/ manfaat seperti:

  1. Dapat mengurangi berbagai macam dampak yang ditimbulkan dari bakteri Mycobacterium tubercolosis. Pemberian vaksin BCG pada orang yang sehat akan mencegah penularan dari bakteri berbahaya tersebut atau jika diberikan kepada penderita TBC akan mencegah penyebaran penyakit ke organ tubuh lain seperti tulang dan otak. Termasuk mencegah gangguan pada perkembangan bayi.

  1. Mencegah berkembang menjadi Menginitis tubercolosis, terutama kepada anak anak yang sangat rentan terserang. TBC yang menyerang selaput otak lebih berbahaya jika dibandingkan dengan TBC paru. Dengan pemberian vaksin imunisasi BCG kepada anak balita, akan dapat menekan peluang terjadi TBC hingga 70 persen.

  1. Pemberian vaksin BCG dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit TBC dan penyakit penyerta lain hingga 15 tahun. Jadi pada anak balita vaksin dapat diberikan sekali dan pemberian vaksin berikutnya saat berusia dewasa.

  1. Menekan tingkat kematian yang diakibatkan oleh TBC, menurut data WHO terdapat 8 juta penderita tubercolosis setiap tahun dan 2 juta diantaranya meninggal. Jadi pemberian vaksin secara menyeluruh kepada semua balita sangat berpengaruh positif untuk menurunkan angka penderita TBC terutama di Negara berkembang seperti Indonesia.

Proses Pemberian Vaksin BCG pada Bayi

Pada daerah endemiK tubercolosis seperti di Afrika dan Asia tenggaran khususnya Indonesia. Pemberian vaksin BCG wajib diberikan kepada semua bayi yang baru menjalani proses persalinan. Hal tersebut sesuai jadwal yang telah direkomendasi serta ditetapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadi pemberian vaksin BCG harus diberikan kepada bayi yang usianya 2 hingga 3 bulan setelah tanggal kelahiran.

Jika diberikan kepada bayi yang usianya sudah diatas 3 bulan, maka perlu dilakukan test sensitifitas kulit tuberculin atau Mantoux. Bila hasil test tersebut positif maka pemberian vaksin BCG dapat ditunda terlebih dahulu, karena melakukan test lanjutan untuk membuktikan apakah bayi tersebut sudah terinfeksi dan menderita TBC. Dengan demikian proses pengobatan dapat segera dilakukan. Namun jika hasil test Mantoux negatif maka bayi tersebut bisa langsung diberikan vaksin BCG sesegera mungkin agar dapat terhindar dari infeksi penyakit tubercolosis.

 

 

 

Ini Pertanda Kecerdasan Kinestetik Anak Tinggi

GayaKeren.id – Jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, itu pertanda anak Anda punya kecerdasan kinestetik tinggi.

Gampangnya, kecerdasan kinestesik adalah kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan. Itu artinya, jika anak Anda tak bisa diam, suka melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan lain sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang lebih maksimal.

Tak hanya itu, anak yang punya kecerdasan kinestesik tinggi biasanya menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti mengendarai sepeda, berenang, melempar dan menangkap bola, bermain di area permainan, memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik, lebih mudah belajar dengan praktik, pandai menggunakan bahasa tubuh, dan sebagainya.

Tapi sebaliknya, Jika kecerdasan kinestetik anak biasa-biasa saja, umumnya mereka lebih suka dengan aktivitas yang tidak melibatkan terlalu banyak gerak anggota tubuh.

Namun, bukan berarti kita mendiamkannya saja, justru harus kita rangsang anak untuk lebih banyak bergerak karena di dalam bergerak anak bisa mempelajari dan meningkatkan kemampuannya.

Cara mudah melihatnya adalah dengan memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa diam, senang berlarian, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, berjoget, dan sebagainya.

Biasanya, anak yang cerdas kinestetik butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.

Jika lebih diperhatikan, biasanya anak cerdas kinestetik tidak memiliki masalah dengan kemampuan menjumput, menempel, menggunting, menulis, meronce, menaiki tangga, semuanya tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya, bahkan lebih cepat.

Di dalam kelas, biasanya anak yang cerdas kinestetik tidak mau diam berlama-lama, pasti ada saja gerakan yang ia buat, seperti: berdiri, menggoyang-goyangkan kepala, bahkan berjalan-jalan di dalam kelas.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Eastern, Finlandia pun menemukan, banyak siswa yang aktif di kegiatan kinestetik, seperti atletik, ternyata memiliki kemampuan membaca dan matematika lebih baik.

Dua kemampuan ini adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain.

Itu manfaat aktif bergerak untuk kecerdasan anak. Selain itu, aktif bergerak juga membuat anak tumbuh lebih sehat. Soalnya, bergerak akan meningkatkan kinerja berbagai organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh.

Ketika anak berlari dengan waktu tertentu, misal, detak jantungnya pasti akan meningkat, sehingga membuat jantung lebih kuat, peredaran darah lebih lancar, dan suplai sari makanan ke berbagai area tubuh pun semakin baik.

Tubuh juga akan terasa lebih bugar dan fit. Biasanya, energi akan terkuras, anak butuh nutrisi untuk kebutuhan tubuhnya demi mengembalikan energi yang terkuras tadi. Dengan begitu, pertumbuhan anak pun akan berlangsung lebih optimal.

Jadi, tak perlu khawatir lagi kan, kalau anak tak bisa diam dan selalu berlarian ke sana kemari? Karena itu tanda anak punya kecerdasan kinestetik tinggi.

 

Sumber : intisari online

 

 

 

Dukung Kepintaran Si Kecil Dengan Nutrisi Yang Tepat

GayaKeren.id – Periode emas untuk mengoptimalkan kepintaran si kecil yaitu saat si kecil berusia 1-5 tahun. Di tahapan usia itu, si kecil mampu menyerap informasi dengan maksimal dibandingkan di tahapan usia lainnya.

Namun biasanya Ayah dan Bunda hanya mengukur kepintaran si kecil dari kemampuan kognitifnya saja. Tanpa disadari, Ayah dan Bunda fokus melatih kepintaran si kecil dalam merangkai kata, berhitung, dan mengenal benda.

Sebenarnya, kepintaran si kecil tidak hanya diukur dari kepintaran kognitif atau yang juga sering disebut kepintaran akal. Namun, Ayah dan Bunda juga harus mendukung kepintaran fisik dan sosial.

Lalu seperti apa kepintaran akal, fisik, dan sosial itu?

Kepintaran akal meliputi kemampuan berkomunikasi si kecil, memecahkan masalah, serta berpikir jernih dan kritis. Kepintaran akal erat kaitannya dengan word smart, number smart, picture smart, dan music smart.

Kemudian kepintaran fisik erat kaitannya dengan body smart yang meliputi kemampuan si kecil dalam perkembangan motorik dan stimulasi panca indra. Di samping itu, kepintaran fisik juga bisa dilihat dari kecakapan si kecil dalam mengeksplorasi alam atau sering disebut nature smart.

Sedangkan kepintaran sosial merupakan kemampuan si kecil dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mengendalikan diri sendiri.

Bunda harus tahu bila ketiga kepintaran itu harus disinergikan dengan baik. Sebab, ketiga kepintaran itu sama pentingnya dan harus didukung dengan porsi yang sama dan cara yang tepat.

Meskipun demikian, dibutuhkan dukungan berbeda untuk masing-masing kepintaran itu baik dari nutrisi maupun stimulasi. Untuk memberikan dukungan yang tepat, ini cara yang bisa Bunda lakukan:

Dukungan Untuk Kepintaran Akal

Bunda bisa mendukung kepintaran akal si kecil dengan memberikan asupan terbaik yang mengandung asam lemak esensial omega 3 dan 6. Asam lemak Omega 3 (Asam alfa-linolenat) dan Omega 6 (Asam Linoleat) tidak dapat dihasilkan tubuh, penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil.

Lalu lengkapi dengan DHA (Docosehaxaenoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid). Bunda bisa mendapatkannya dari sarden, tongkol, salmon, tuna, udang, kerang, kacang kenari, dan minyak zaitun.

Selain itu, jangan sampai Bunda melewatkan asupan yang mengandung kolin untuk si kecil. Kolin dibutuhkan untuk  perkembangan otak dan fungsi daya ingat. Selain itu, kolin membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di tubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin di antaranya telur, susu yang difortifikasi, brokoli, kubis, kembang kol, tahu, yoghurt, dan daging sapi tanpa lemak.

Selanjutnya adalah zat besi yang menjadi unsur paling penting dalam produksi dan pemeliharaan saraf serta mempengaruhi aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Makanan sumber zat besi antara lain daging sapi, daging kambing, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Asupan yang tak kalah penting yaitu asupan yang mengandung Vitamin A untuk mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh dari infeksi. Si kecil yang berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A sebanyak 400 mikrogram per hari (AKG, 2013). Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.

Dukungan Untuk Kepintaran Fisik

Sementara untuk mendukung kepintaran fisik si kecil, Bunda harus memastikan si kecil mengonsumsi asupan yang mengandung protein. Sebanyak 10 persen tenaga si kecil bersumber dari protein.

Karena itu, protein merupakan komponen esensial yang dapat membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik bisa ditemukan di daging sapi, daging unggas, kuning telur, susu, dan kacang-kacangan.

Selanjutnya Alpha Lactalbumin berupa protein whey yang terdiri dari 20% total kandungan protein yang mudah dicerna.  Protein whey dapat meningkatkan penyerapan mineral, menstimulasi fungsi daya tahan tubuh, dan memiliki efek prebiotik. Alfa Lactalbumin banyak terkandung di daging, unggas, ikan, telur, dan susu yang difortifikasi.

Dukungan Untuk Kepintaran Sosial

Jangan sampai Bunda melewatkan asupan nutrisi di atas untuk mendukung kepintaran si kecil. Lalu untuk membantu Bunda menstimulasikan kepintaran sosial si kecil, Bunda bisa mendapatkan tipsnya di Bantu si kecil untuk menyinergikan kepintaran akal, fisik, dan sosialnya dengan menstimulasi dan memberikan nutrisi terbaik yang dibutuhkan si kecil sesuai tahapan usianya.

 

 

 

Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan

GayaKeren.id – Di masyarakat dunia teramasuk Indonesia, memilihara hewan peliharaan merupakan hal yang sudah lama di lakukan, tetapi tahukah Anda bahwa memelihara hewan peliharaan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan baik untuk kesehatan, fisik, emosi dan mental

Drh. Angela Maharani menerangkan, bahwa memelihara hewan peliharaan seperti kucing memiliki manfaat bagi kesehatan fisik, emosi dan mental manusia, diantaranya dapat menumbuhkan rasa empati dan disiplin, meningkatkan imunitas tubuh serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

“Kucing adalah hewan peliharaan yang sesuai bagi mereka yang bergaya hidup aktif, tinggal di hunian compact seperti apartemen atau kos, karena sifat kucing yang lebih independen – mereka hewan yang bisa menikmati waktu bermainnya sendiri – dan juga tidak membutuhkan banyak ruangan luas atau outdoor karena sifat mereka lebih ‘rumahan’, “ tambah Drh. Angela

Menurut penulis buku Generasi Langgas dan pengamat gaya hidup Dilla Amran, di tengah kesibukan para millenials dalam membangun karir, hunian compact seperti apartemen ataupun perumahan cluster kini menjadi pilihan yang lebih praktis.  Aktivitas yang padat di tengah kota, harga yang cenderung lebih terjangkau serta keleluasan dalam mobilitas menjadi salah satu alasan bagi millenials memilih tren hunian ini.

 Dilla melanjutkan, “Generasi millennials juga berkiblat kepada tren yang muncul dari media sosial, dan mengadaptasinya dalam gaya hidup mereka. Contohnya, sekarang banyak sekali akun influencer pet di media sosial yang memiliki banyak followers. Dengan sekedar sering melihat foto-foto dan video hewan peliharaan yang lucu dan menghibur, apalagi mulai mem-follow akun tersebut, lama kelamaan tentunya mempengaruhi keinginan untuk memiliki hewan peliharaan sendiri.”

 Kartika Putri, seorang selebriti pencinta kucing, berbagi pengalamannya mengapa ia memilih kucing sebagai hewan kesayangan, “Karena tuntutan kesibukan, saya memilih hunian vertikal di tengah kota. Awalnya, saya sempat ragu untuk memelihara kucing karena takut mereka merasa terkungkung atau jenuh apabila tinggal di tempat yang luasnya terbatas. Belum lagi kekhawatiran akan ada tetangga yang terganggu karena suara si kucing.”

 “Namun, setelah berdiskusi dengan teman saya yang memiliki kucing, saya tidak ragu lagi karena telah dijelaskan mengenai karakter kucing yang mandiri dan mudah beradaptasi dengan ruangan untuk berinteraksi. Saya juga belajar, bahwa kucing ternyata termasuk hewan yang pemilih dalam hal makanan. Untuk menghindari kejenuhan tersebut, saya juga selalu memberikan mereka makanan yang beragam serta mengajak mereka bermain sepulang kerja,” Kartika menambahkan.

 Drh. Angela Maharani memberikan penjelasan kebiasaan makan kucing yang berbeda dengan hewan lain, “Kucing memang tergolong hewan bersifat picky eater. Selain selektif memilih makanan, kucing juga mudah bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Karena itu, kucing membutuhkan jenis makanan yang bervariatif agar terpenuhi kebutuhan gizinya.

Variasi tersebut bisa didapatkan dari pemilihan tipe protein yang berbeda, rasa, serta tekstur yang beragam. Makanan utama yang seimbang bagi kucing memiliki protein hewani tinggi, asam lemak, asam amino, vitamin dan mineral.”

Manfaat Minyak Ikan Bagi Perkembangan Otak Anak

GayaKeren.id – Minyak ikan memiliki komponen-komponen penting, seperti DHA (docosahexanoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid). Keduanya dipercaya dapat menjaga kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Salah satunya dari batuk pilek, penyakit yang paling sering ditemui pada anak-anak. Kondisi tersebut sering menyerang anak-anak, karena imunitas tubuh mereka yang masih kurang sempurna dibandingkan orang dewasa.

Saat anak sedang batuk pilek, omega-3 pada minyak ikan dapat bekerja sebagai anti peradangan, terutama pada saluran pernapasan. Jika saluran pernapasan terganggu, tentunya akan mengganggu proses perkembangan otak anak.

Di samping itu, minyak ikan dapat membantu membentuk kecerdasan bayi. DHA-lah yang paling berperan untuk ini, karena fungsinya dalam meningkatkan sistem saraf janin sejak pembentukan otak di dalam kandungan. Inilah kenapa minyak ikan sangat penting bagi ibu hamil.

Selain itu, DHA terbukti dapat meningkatkan kualitas mata pada janin. Nantinya, ketajaman mata dalam menangkap objek secara cepat akan mendukung kecerdasan otak pada anak.

Namun, hal ini perlu didukung oleh kebutuhan nutrisi yang tercukupi serta bimbingan orang tua dalam memaksimalkan kecerdasan otak anak. Salah satu caranya adalah dengan sering-sering mengajak anak bermain atau melakukan aktivitas fisik yang merangsang perkembangan otak.

Mari optimalkan perkembangan otak anak dengan gizi yang seimbang. Dapat diawali dengan sesuap minyak ikan setiap harinya. Jangan lupa untuk mengajak anak bergerak aktif juga, ya!

 

 

Cara Mudah Membuat Anak Sukses di Masa Depan

GayaKeren.id – Dari hasil survey pendahuluan yang dilakukan Nestlé LACTOGROW dan melibatkan tim Psikolog di dapatkan data bahwa bagi anak, dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga adalah salah satu sumber kebahagiaan, selain bermain dengan teman.

Ciri-ciri anak bahagia dimata orang tua adalah aktif, senang bermain, senang bergaul, kondisi fisik sehat. Kesehatan juga dipandang orang tua sebagai salah satu faktor kunci yang dapat menunjang kebahagiaan anak.

Sementara bagi ayah dan ibu, keluarga terutama anak diakui sebagai sumber kebahagiaan yang utama,namun ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kebahagiaan mereka, yaitu kebutuhan untuk dapat mengaktualisasikan dirinya, baik melalui seni, hobi, pekerjaan, ataupun minat pribadi (self interest)  dan lainnya.

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC memaparkan kaitan antara anak yang bahagia, kecerdasan sosial dan emosional yang dimiliki serta dampak ketika mereka dewasa. Anak-anak yang bahagia memiliki kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial serta kemampuan sosial dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik. Semua sifat ini dapat mempengaruhi berbagai aspek di masa depan serta keberhasilan pendidikan, kesuksesan karir, dan capaian penting lainnya (Kepatuhan terhadap hukum yang berlaku).

“Kebahagiaan anak antara lain dipengaruhi oleh interaksi sosial positif yang melibatkan anggota keluarga. Karenanya, penting bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama dengan anak. Dengan menghabiskan waktu bersama, orang tua juga akan semakin mengenal anak dan diri sendiri secara lebih baik ,” ujar Elizabeth.

“Dengan mengetahui apa yang membuat dirinya bahagia, ayah dan ibu bisa menjadi orang tua yang bahagia, sehingga bisa menularkan kebahagiaan ya kepada pasangan dan anak, yang pada akhirnya mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal dan menjadi anak yang bahagia,”tambahnya.

Tidak hanya kegiatan berkualitas yang dilakukan bersama orangtua, saluran pencernaan juga ikut berperan penting dalam mendukung kebahagiaan untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

Ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. Mengatakan, “Terdapat empat pilar kesehatan yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia, yaitu:

  • Nutrisi lengkap dari makanan dan minuman setiap hari.
  • Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Berbagai penelitian membuktikan bahwa aktivitas otot dapat merangsang emosi dan kognitif anak serta merangsang selera makan.
  • Tidur yang berkualitas sesuai usia. Anak membutuhkan waktu waktu tidur yang lebih lama dari orang dewasa yaitu sekitar 10-12 jam.
  • Mengatasi stress, baik di dalam ataupun diluar rumah. Perasaan tertekan (stress) dapat mengakibatkan gangguan pada pencernaan, hal ini karena terdapat komunikasi dua arah antara otak dan perut (Gut-BrainAxis)”.

“Kami ingin mengajak para orang tua di Indonesia untuk terus mendukung kebahagiaan anak baik dari segi psikologis (meluangkan waktu bersama anak) maupun fisik (kesehatan) untuk mencapai tumbuh kembang optimal anak. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat,” ujar Brand Manager Nestlé LACTOGROW, Gusti Kattani Maulani.