Waspadai 3 Jenis Kanker Pada Anak Berikut Ini

.

GayaKeren.id – Kanker anak merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan bisa menghambat tumbuh kembangnya. Seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang jauh masih rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini tentunya tidak mengherankan jika anak-anak rentan terserang infeksi penyakit.

Akibat sistem kekebalan tubuh yang masih rendah tersebut maka si kecil rentan terserang penyakit dari mulai kategori rendah seperti demam atau flu hingga penyakit yang serius seperti kanker. Penyakit kanker pada anak memang harus diwaspadai dan jika terlanjur terjadi maka harus segera ditangani dengan baik.

Gangguan kesehatan pada anak rentan menyebabkan defisiensi nutrisi sehingga beresiko terhadap gangguan pertumbuhan. Lalu apa saja jenis penyakit kanker yang rentan menyerang anak-anak? Berikut ini penjelasannya. Berikut 3 Jenis Penyakit Kanker Yang Rentan Menyerang Anak-anak :

Leukimia

Leukimia atau biasa disebut dengan kanker darah merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering ditemukan terjadi pada anak-anak . Adapun salah satu faktor penyebab kanker darah pada anak yaitu radiasi, kemoterapi, kelainan genetic ataupun paparan radiasi ketika masih dalam kandungan.

Gejala : Demam, sering pusing, sistem imun tubuh menurun, sering berkeringat pada malam hari dan tingkat infeksi meningkat. Gejala tersebut biasanya muncul secara tiba-tiba dan sebagian orang menganggapnya sebagai gangguan kesehatan ringan.

Kanker Otak

Masalah kesehatan selanjutnya yang rentan menyerang anak-anak yaitu kanker otak. Jenis kanker ini sangat berbahaya dan sangat mematikan jika tidak segera ditangani dengan baik. Hal ini karena kanker tersebut menyerang pusat kendali tubuh.

Gejala : Sering mual, muntah, mengalami masalah keseimbangan tubuh, sulit berjalan, gangguan fungsi panca indera dan sakit kepala berkepanjangan. Keluhan tersebut harus segera ditangani dengan baik sebelum akhirnya menjadi gejala yang semakin parah dan sulit disembuhkan.

Limfoma

Jenis kanker selanjutnya yaitu limfoma atau kanker kelenjar getah beningm amandel, limfa, kelenjar gondok dan sumsum tulang belakang. Kanker ini memang rentan menyerang anak-anak mengingat sistem imun anak masih rendah.

Gejala : Batuk-batuk, susah bernafas, penurunan berat badan,nafas berdesir, sulit menelan makanan dan terjadi pembesaran pada bagian kepala dan tubuh atas. Terkadang gejala tersebut akan menurunkan nafsu makan anak sehingga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya.

Nah, demikian beberapa jenis kanker yang rentan menyerang anak-anak dan eprlu diwaspadai. Untuk mencegah infeksi kanker pada anak maka salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu memberikan asupan makanan yang bergizi, terutama makanan yang kaya akan kandungan antioksidan. Contohnya seperti buah-buahan dan sayuran.

.

Sumber : solusisehatku.com

.

.

Relaksasi Untuk Ibu Hamil Dengan Senam Wajah

.

GayaKeren.id – Tampil cantik adalah salah satu hal yang menjadi dambaan setiap wanita. Bahkan tak terkecuali pada waktu hamil. Dalam upaya untuk menjaga kebugaran selama hamil, salah satunya bisa dilakukan dengan senam wajah.

Rileksasi kehamilan memang perlu dilakukan untuk menghindari stres menjelang persalinan. Dengan melakukan rileksasi maka ibu hamil akan senantiasa siap menjelang persalinan. Lalu bagaimana cara senam wajah untuk ibu hamil? Relaksasi untuk ibu hamil dengan senam wajah akan membantu otot-otot wajah yang sering digunakan untuk mengedipkan mata atau bahkan mengunyah. Senam wajah aman untuk dilakukan oleh ibu hamil dan tidak akan membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

Senam wajah pada waktu hamil bisa Anda lakukan kapan saja disela-sela waktu beraktivitas. Anda bisa melakukannya minimal tiga kali dalam sehari sehingga hasilnya akan optimal. Kebiasaan melakukan senam wajah tentunya akan membuat peredaran darah pada wajah menjadi lebih lancar sehingga wajah akan selalu tampak kenacang.

Tidak ada aturan yang baku dalam hal senam wajah. Anda bisa melakukan gerakan dan mengembangkannya sendiri. Nah, berikut ini beberapa contoh terkait gerakan senam wajah.

  1. Langkah pertama Anda bisa mengedipkan salah satu mata kemudian tahan beberapa saat dengan 5 hitungan. Lalu letakan dua jari pada bagian pelipis dan tekan atau buka tutup mata. Angkat alis kemudian kerutkan dahi sambil mata Anda dibuka lebar.
  2. Selanjutnya lakukan gerakan pipi. Nah, pada gerakan pipi maka Anda bisa mencoba mengerutkan pipi ke bagian dalam. Tahan dan lakukan beberapa ulangan. Selanjutnya lakukan gerakan seperti sedang meniup balon. Senyum lebar dan tahan beberapa detik.
  3. Terakhir yaitu gerakan bibir ke depan, bibir ke kiri dan ke kanan. Gerakan juga bibir keatas hidung sehingga lebih lentur.

Gerakan-gerakan sederhana diatas bisa Anda lakukan disela-sela waktu bersantai untuk membuat pikiran menjadi lebih rileks dan terhindar dari stres. Dengan melakukan senam wajah maka akan membuat ibu hamil tampil cantik dan terhindar dari depresi persalinan.

Disamping itu gerakan senam wajah akan membantu menjaga kekencangan kulit ibu hamil terutama pada bagian wajah. Selain itu hal ini akan mencegah kerutan yang timbul dibagian pipi selama hamil akibat perubahan hormone kehamilan.

Dengan melakukan senam wajah juga akan membantu mengatasi gangguan seputar tidur. Gerakan tersebut akan membuat otot disekitar kepala menjadi rileks dan melancarkan sirkulasi darah sehingga bermanfaat bagi tubuh terutama untuk gangguan insomnia.

Gerakan-gerakan senam wajah bisa dikembangkan sehingga menjadi lebih variatif dan manfaatnya lebih banyak untuk kehamilan. Bagi Anda yang saat ini sedang hamil cobalah untuk melakukan senam wajah secara rutin dan teratur. Tidak pelu meluangkan waktu khusus karena senam wajah bisa dilakukan kapan saja.

.

.

Ciri-Ciri Gangguan Sensorik Yang Terjadi Pada Anak

 

GayaKeren.id – Ciri-ciri anak mengalami gangguan sensorik sebenarnya bisa diamati sedini mungkin. Semua anak biasanya mengalami beberapa gangguan kecil pada masalah sensorik ketika pada masa tumbuh kembang mereka.

Gangguan ini umumnya disertai dengan gangguan pada perilaku lainnya, misalnya anak menjadi sulit konsentrasi, emosional, sampai gangguan pada proses mengunyah dan berbicara.

Gangguan sensorik ujuga sering terjadi pada anak dengan Autisme dan yang mengalami hipersensitif pada saluran cerna.

Terdapat 7 sensorik dasar pada tubuh anak, jika fungsi sensoriknya mengalami gangguan, masing-masing akan menunjukkan gejala yang berbeda berikut ini:

  1. Sensorik peraba

Indra peraba mendapat rangsangan berupa sentuhan, suhu, rasa sakit, atau geli. Gangguan sensorik pada indra ini ditunjukkan dengan gejala:

  • Tidak suka disentuh
  • Tidak menyukai label pada baju
  • Jijik terhadap mainan bulu
  • Tidak suka rambutnya disisir
  • Berjalan jinjit
  1. Sensorik pendengaran

Indra pendengaran menangkap suara-suara yang berasal dari luar. Gangguan pada sensorik ini ditandai dengan gejala:

  • Takut pada suara tertentu, seperti pengering rambut, penyedot debu, atau suara mesin pengering tangan.
  • Menangis berlebihan jika mendengar suara yang tiba-tiba seperti petasan.
  • Perhatiannya mudah teralihkan pada suara yang ia sukai yang umumnya diabaikan orang lain.
  1. Sensorik penciuman
  • Mengalami kesulitan dalam membedakan bau
  • Tidak menyukai makanan dengan bau tertentu
  1. Sensorik penglihatan

Indra penglihatan yaitu mata menangkap cahaya, warna, dan gerakan. Gangguan pada fungsi sensorik ini ditandai dengan:

  • Mudah silau
  • Senang bermain dengan suasana redup atau gelap
  • Tidak bisa menulis dalam garis lurus pada kertas kosong
  • Kesulitan dalam membedakan warna, bentuk, dan ukuran.
  1. Sensorik pengecap
  • Suka memilih-milih makanan
  • Sering memasukkan barang kedalam mulut
  • Kesulitan dalam mengunyah, menelan, dan menghisap
  1. Sensorik Propioseptif (gerakan antar sendi)
  • Senang menabrakkan diri ke badan orang lain
  • Sering menggemerutukkan gigi
  • Tidak bisa mengontrol kekuatannya saat melakukan sesuatu (selalu melakukannya dengan kekuatan penuh)
  1. Sensorik vestibular (keseimbangan)
  • Takut ketinggian
  • Tidak mau naik ayunan atau seluncuran
  • Kesulitan naik turun eskalator

Pada beberapa kasus, gangguan sensorik umumnya akan hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia. Namun ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan sensorik ini. Antara lain:

  1. Usapan di bagian kepala, bahu, tangan, pinggang, paha, kaki, telapak kaki bertujuan untuk relaksasi otot-otot yang tegang
  2. Usapan di bagian kaki untuk anak dengan jalan jinjit
  3. Tidur miring, dan diusap sepanjang abdomen berfungsi untuk mengenalkan reflex gallant (keseimbangan kanan dan kiri). Saat masa sekolah, terapi ini bisa mengurangi risiko sulit belajar.

 

 

Cara Melatih Motorik Kasar Pada Anak

 

GayaKeren.id – Motorik kasar berkaitan dengan bagaimana anak menggunakan otot-otot di tubuhnya yang bisa diasah. Inilah antara lain kemampuan motorik kasar yang dimiliki si 3 tahun plus cara mengasahnya sambil bermain:

  1. Berlari beberapa meter tanpa jatuh. Seru jika ia diajak lomba lari.
  2. Bisa berjalan jingjit. Minta ia jinjit 6 langkah sambil menghitung.
  3. Menendang bola. Ajak bermain bola dengan teman seusianya.
  4. Melompat dengan kedua kaki. Bermain melompat seperti kelinci.
  5. Mengayuh sepeda roda tiga. Temani ia bersepeda di temat aman.
  6. Melempar bola berukuran besar. Beri ia aba-aba untuk melempar.

 

Mengajarkan Anak Memiliki Rasa Tanggung Jawab

 

GayaKeren.id – Mom, tentunya Mom pasti menginginkan anak selalu punya rasa tanggung jawab bukan? Arti dari tanggung jawab bisa memiliki arti lebih dari sekedar “bertanggung-jawab.” Sikap ini tergantung terhadap diri sendiri bagaimana cara seseorang untuk memperlakukan orang lain, menepati janji dan komitmen, dan mau mengakui kesalahannya kepada orang lain termasuk keluarga. Pada prinsipnya, rasa tanggung jawab bisa didapatkan si kecil saat di sekolah maupun di rumah, karena memang hal ini sangat penting untuk diajarkan kepadanya.

Dilansir dari hellodokter, berikut ini yang bisa Mom lakukan untuk mengajarkan tanggung jawab pada si kecil

1. Selalu ajarkan tanggung jawab sejak kecil

Saat ingin mengajarkan pada si kecil, tentunya Mom harus selalu mengajarkannya sejak balita. Jangan hanya menunggunya saat besar nanti. Dengan dilatih bertanggung jawab maka ia bisa memiliki rasa peduli yang besar.

2. Ajaklah mereka untuk membantu pekerjaan rumah

Mom, pastinya berat bukan jika membereskan rumah sendirian? Maka dari itu cobalah untuk mengajak si kecil untuk membantu, meskipun terkadang mereka merasa malas. Mom bisa mengajarkan kepada mereka kerjasama tim. Tentunya hal ini bisa menjadi kesempatan untuk bisa mengajarinya lebih awal agar ia bisa menjadi orang bisa bertanggung jawab nantinya.

3. Latihlah dengan hal yang dekat dengannya

Hal mudah yang bisa Mom lakukan adalah memberikannya tugas kecil seperti saat ia ingin makan, maka ia bisa mengambil makanan dan mencuci piringnya setelah selesai makan. Selain itu, saat ia selesai pulang sekolah dan berganti baju, bimbinglah dia untuk menaruh pakaian kotornya pada mesin cuci. Tentunya semakin ia dewasa nantinya ia akan lebih terbiasa dengan tugas-tugas kecil ini.

4. Hargai proses yang mereka lakukan

Anak kecil pastinya akan suka bergabung dengan orang lain. Biasanya mereka lebih suka membantu karena ia akan merasa bermain daripada bekerja. Jadi selalu usahakan setelah ia selesai mengerjakan kewajibannya, maka berilah sebuah pujian agar ia merasa dihargai.

5. Hindari memberikan hadiah

Belajar bertanggung jawab bukan berarti ia selalu diberikan hadiah. Jangan biarkan kebiasaan ini hanya akan membuatnya mau melakukan sesuatu hanya karena ada imbalan. Jika Mom memberikannya hadiah, yang ada ia akan melakukan tanggung jawab yang dibayar. Jika Mom tetap ingin memberinya hadiah, maka Mom bisa memberikannya selain di luar kewajibannya dalam bertanggung jawab.

Mengajarkan anak rasa tanggung jawab memang susah-suah gampang, namun Mom jangan berharap banyak karena ia masih kecil dan bisa semakin dilatih seiring bertambahnya usia. Selalu rutin melakukan cara ini ya, Mom.

 

 

Pentingnya Pengawasan Pada Anak

 

GayaKeren.id – Pengawasan adalah bagian terpenting dalam mendidik setiap anak, terutama bagi anak usia dini, hal itu disebabkan karna anak pada usia dini memiliki ingatan yang sangat kuat, ketika orang tuanya mengajari dengan hal positive, berperilaku baik, sopan santun dan lainnya, secara otomatis hal itu akan terekam di memorinya untuk selalu diulang kembali, seperti contoh kecil selalu mengingatkan setiap makan menggunakan tangan kanan, hal itu pasti akan ia ingat dan ia ulang terus menerus.

Begitupun ketika kita sebagai orang tua mengajari hal yang negative kepada mereka, ia akan selalu mengingatnya, apalagi dizaman yang sangat banyak tantangan seperti sekarang, tantangan dari berbagai macam hal, seperti hp sebagai contoh kecil, ketika kebanyakan anak kecil sekarang lebih banyak nonton youtube daripada mengaji, sungguh miris.

Mendidiknya dengan baik memang sudah menjadi kewajiban bagi para orang tua, namun mendidik anak jaman sekarang tak bisa disamakan dengan anak zaman dulu, orang tua modern pasti akan memilih mendidik dengan cara memposisikan diri mereka sebagai teman, dengan mencoba memahami setiap tingkah laku dan sikap.

Maka akhirnya si anak tidak akan merasa terganggu dengan pengawasan orangtuanya, setiap orang tua pasti puny acara tersendiri untuk mendidik anaknya, karna pada akhirnya setiap orang tua ingin anaknya sukses entah dunia ataupun akhiratnya.

 

 

Mengajarkan Anak Menghargai Uang

 

GayaKeren.id – Saat masih kecil, tentunya orangtua akan selalu mengajari tentang banyak hal. Salah satunya adalah kebiasaan menabung. Biasanya kamu akan menyisihkan uang jajan sekecil apapun dalam tabungan, apalagi semakin seru kalau celenganmu sudah penuh dengan tabungan koin. Apakah kamu pernah merasakannya?

Seiring berjalannya waktu tanpa disadari kamu sekarang telah menjadi seorang ibu yang harus mengajarkan tentang uang lagi kepada anak-anakmu. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri karena uang adalah benda yang berharga. Dilansir dari Theverymom, berikut ini langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengajarkan anak menghargai uang.

  1. Jelaskan secara mudah apa arti uang

Dengan mencontohkan mereka bagaimana menghabiskan uang yang tepat dan cara menabung yang baik. Mom bisa mencontohkannya dengan mengajak mereka pergi ke pasar dan tunjukkan pada mereka cara menawar dan memilih barang yang sesuai dengan kebutuhan saja. Dengan begini anak akan bisa memahami uang bersama dengan melihat kebiasaan orangtuanya.

  1. Bantu mereka untuk menyusun rencana tabungan

Misalnya Mom bisa menanyakan apa yang ingin si kecil inginkan, maka ia bisa menyisihkan uang untuk bisa membeli barang tersebut dengan tabungannya sendiri. Tentunya hal ini akan membuat paham tentang uang dengan seiring berjalannya waktu.

  1. Jangan selalu memanjakan dan menuruti segala permintaan mereka

Sebaiknya ajarkan mereka untuk selalu bersyukur dengan segala yang dimilikinya termasuk uang. Dengan bersyukur ia akan lebih bisa menghargai diri sendiri dan orang lain.

  1. Hargailah mereka sangat melakukan kesalahan

Mungkin bisa saja ia curi-curi mengambil tabungannya untuk membeli permen. Namun, Mom juga harus selalu tetap mengawasinya dari jauh agar ia tidak sampai boros menghabiskan uangnya.

  1. Diskusikan kembali pilihan mereka

Mom bisa memberitahukannya bagaimana cara menghabiskan untuk kebutuhan maupun keinginannya. Si kecil tentunya akan bisa lebih belajar memahami uang dengan mengikuti saran dari orangtua mereka.

Nah, itu dia yang bisa Mom ajarkan untuk si kecil. Pastinya lakukan hal ini secara rutin namun perlahan ya. Selamat mencoba!

 

 

Dampak Buruk Orang Tua Bertengkar Depan Anak

 

GayaKeren.id – Orang tua bertengkar di depan anak, pastinya membuat anak ketakutan, tak jarang mereka menangis saat melihat orangtuanya bertengkar. Namun, apakah efeknya berhenti di situ saja? Ternyata tidak.

Orang tua bertengkar dengan sering di depan anak bisa menyebabkan masalah gangguan kecemasan dan dampak psikologis lain terhadap anak. Dan efeknya bisa berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.

Apa dampak buruk orang tua bertengkar di depan anak?

Orang tua bertengkar di depan anak bisa memengaruhi mental anak, kesehatan, performa akademik, hingga kehidupan sosial yang melibatkan pertemanan dan hubungan cinta di masa depan.

Sebuah studi menyatakan, anak yang tumbuh di lingkungan penuh konflik akan memiliki masalah kesehatan fisik, emosional dalam jangka panjang.

Ketika anak sering melihat orang tua bertengkar, mereka menjadi cemas, khawatir, bahkan frustasi. Dan mereka akan melampiaskannya dengan cara rewel, tantrum, hingga prestasi yang menurun di sekolah.

Meskipun bertengkar merupakan salah satu cara menyelesaikan konflik bagi orangtua, namun dampaknya tidak selalu baik bagi anak. Saat orangtua sudah berbaikan, kenangan saat melihat orangtuanya bertengkar tetap melekat dalam ingatan anak, dan kecemasannya hanya berkurang sedikit.

Meskipun anak tidak paham apa yang membuat orangtuanya bertengkar, tapi mereka tahu jika orangtuanya sedang saling membenci. Ketika dia melihat Bunda membanting pintu, atau Ayah dan Bunda tidak saling berbicara, dia akan tahu bahwa ada yang tidak beres dalam hubungan orangtuanya.

Anak-anak sangatlah peka, memiliki intuisi yang tajam dan bisa merasakan emosi serta mood orangtua.

E. Mark Cummings, seorang psikolog di Universitas Notre Dame mengatakan, “Beberapa penelitian yang telah kami lakukan, menunjukkan bahwa perilaku orangtua yang saling menjauh memiliki dampak jangka panjang yang buruk dalam proses adaptasi anak.”

“Anak-anak memahami sikap bermusuhan yang ditunjukkan orangtuanya. Namun, karena mereka tidak bisa melakukan apapun, anak jadi gelisah karena dia tahu ada yang salah dalam hubungan orangtuanya,” tambahnya.

Melansir dari laman Psychology Today, Marilyn Wedge seorang terapis keluarga mengatakan, “Jangan bertengkar di depan anak, selesaikan perselisihan Anda berdua di luar rumah. Cari bantuan konselor pernikahan jika masalah rumah tangga yang dihadapi terlalu berat.”

Melihat orangtua bertengkar, bisa membuat anak menyalahkan dirinya sendiri dan menyebabkan perilaku negatif berkembang.

 

 

Sumber : TheAsianParent

 

 

Anak Susah Disuruh Belajar? Ini Tipsnya

 

GayaKeren.id – Biasanya anak bakal melawati fase di mana mereka sulit diatur. Termasuk untuk urusan belajar nih, Bun. Bukan nggak mungkin beberapa anak susah banget disuruh belajar.

Praktisi parenting Edy Wiyono atau Ayah Edy mengatakan ketika anak sulit disuruh belajar, banyak orang tua mengeluh dan malah memarahi anaknya. Padahal itu bisa bikin anak makin tertekan dan memberontak.

“Salah satu penyebab anak tidak mau belajar mungkin karena bidang tersebut tidak sesuai dengan minat yang dimiliki si kecil. Oleh sebab itu, baiknya gali minat anak sejak dini. Gali potensi dan mimpi mereka sejak kecil. Hindari memaksa anak tetap belajar dengan cara marah-marah atau memberikan ancaman,” kata Ayah Edy pada satu kesempatan talk shownya.

Ada 6 tips yang bisa orang tua coba agar anak bisa lebih mandiri dalam belajar dan pastinya mereka lebih semangat belajar seperti dilansir Kidspot :

  1. Buat jam belajar

Setiap anak memiliki fase-fase belajar, dari mulai TK sampai perguruan tinggi pastinya waktu belajar mereka berbeda. Namun, di usia sekolah dasar Bunda dan Ayah bisa mulai membiasakan anak belajar dua jam sehari.

  1. Tidak memaksa anak untuk terus belajar

Hindari memaksa anak belajar padahal kita tahu anak sudah lelah di sekolah. Untuk itu, coba ajak anak istirahat sejenak dan mencoba untuk memberikan jeda supaya anak tenang dan santai ketika belajar Bun. Jangan lupa, selalu ajak anak ngobrol tentang bagaimana aktivitasnya di sekolah hari itu.

  1. Buat rutinitas untuk anak

Jika setelah sekolah anak masih mengikuti les musik, bimbingan belajar (bimbel) atau kegiatan olahraga. coba buat perencanaan atau struktur rutinitas. Ini bermanfaat membiasakan anak melakukan segala hal secara terstruktur hingga dia punya waktu seimbang untuk bermain dan belajar, Bun.

  1. Matikan gadget saat anak belajar

Ketika anak sedang belajar pastikan semua alat elektronik seperti TV, gadget, handphone dan alat pemutar musik lainnya dimatikan. Tujuannya, supaya anak bisa fokus belajar. Jangankan anak-anak, kita saja orang dewasa ketika mengerjakan sesuatu ada yang mudah banget terdistraksi dengan nyalanya perangkat elektronik kan, Bun?

  1. Beri saran bila anak mengalami kesulitan atau kegagalan di sekolah

Setelah anak belajar, orang tua bisa menanyakan bagaimana aktivitasnya di sekolah dan gimana pelajarannya di sekolah susah atau nggak misalnya. Usahakan jangan langsung menyalahkan atau mengkritik anak saat dia melakukan hal yang kurang tepat ya, Bun. Lebih baik beri anak saran agar mereka lebih termotivasi lagi untuk belajar.

Jangan lupa tetap apresiasi anak atas prestasi sekecil apapun yang sudah dia capai di sekolah

  1. Berinteraksi dengan anak

Bun, kita harus tahu bagaimana perkembangan anak di sekolah. Caranya, selalu tanyakan gimana perasaan dan aktivitas anak di sekolah. Jangan hanya jadi ‘satpam’ yang menanyakan ada PR atau nggak pada anak. kemudian menanyakan perkembangan belajarnya. Orang tua juga harus tahu aktivitas anak setiap hari di sekolah supaya mereka merasa proses belajarnya dihargai.

 

 

Cara Lain Berkata ‘Tidak’ Pada Si Kecil

 

GayaKeren.id – Mom, apakah sering merasa tidak tega saat menolak permintaan si kecil? Rasanya Mom selalu tidak tega jika melihat mukanya yang sedih sehingga Mom selalu menuruti permintaannya yang terkadang tak bisa dibilang wajar. Memang berkata ‘tidak’ pada anak terlihat mudah, namun ternyata hal itu bukanlah yang efektif.

Memang lelah selalu berkata tidak saat ia meminta sesuatu, namun Mom harus tahu bahwa ahli pengasuh percaya bahwa jika Mom sering mengucapkan tidak bisa saja menumbuhkan rasa benci dan timbulnya rasa pemberontak dari sang kecil. Maka dari itu selalu gunakan kata ‘tidak’ pada saat penting seperti mencegahnya melakukan sesuatu yang berbahaya dan mengancam nyawa.

Dilansir dari hellosehat, ada cara lain berkata ‘tidak’ yang lebih singkat, jelas, dan meyakinkan untuk menjelaskan mengapa anak tidak boleh melakukan hal tersebut. Simak yuk!

  1. “Mama tahu kamu suka permen, tapi kalau kebanyakan juga gak bagus”

Tentunya Mom tahu bahwa mengonsumsi permen terus hanya akan membawa dampak negatif seperti gigi berlubang dan obesitas. Maka dari itu, Mom perlu mengganti makanan manisnya dengan makanan yang lebih sehat seperti yogurt atau buah-buahan. Dengan berkata ini Mom bisa menjadi lebih kalem dan bersahabat untuk menawarkan pada si kecil makanan yang lebih sehat.

  1. “Makanan untuk dimakan, bukan untuk dimainkan”

Sebagai anak-anak tentunya mereka akan sangat senang bermain bahkan dengan makanannya. Biasanya mereka melakukan hal ini karena masih merasa kenyang sehingga makanan yang ada di depannya dianggap sebagai mainan. Daripada memarahinya, lebih baik segera ambil makanannya dan katakan hal tersebut. Jika ia sudah bisa berlaku baik saat makan, jangan lupa selalu berikan pujian karena ia akan merasa apa yang telah dilakukannya benar.

  1. “Kasihan kucingnya nanti sakit. Harus disayang, ya”

Jika Mom pernah melihatnya bermain dengan kucing seperti menarik ekornya, tentunya Mom sangat marah bukan? Untuk itu Mom perlu menjelaskan padanya bahwa hewan juga makhluk hidup. Hewan akan juga bisa merasakan sakit sama sepertinya. Hal ini tentunya bisa mengajarkannya empati dan kesadaran diri untuk berperasaan terhadap makhluk lain. Mom bisa memberikannya tanggung jawab untuk harus merawat hewan dan tumbuhan karena mereka sama-sama membutuhkan hidup.

  1. “Mama tidak mengerti kalau kamu merengek seperti itu. Coba bicara yang lebih jelas”

Saat anak menginginkan sesuatu, tentunya ia akan selalu merengek sampai mendapatkan apa yang ia minta. Mom harus hindari kata-kata seperti, “jangan nangis” atau “jangan cengeng”. Doronglah ia agar bisa berkata jelas sehingga ia bisa menjelaskan apa yang diinginkannya tanpa perlu merengek. Tentunya berkata seperti ini akan membuatnya bisa berbicara dengan baik karena ia tahu bahwa perkataan dan perasaannya didengar. Tak hanya mengajarkan berbicara dengan baik, tentunya ini akan bisa melatihnya memiliki kepribadian yang baik.

     5. “Stop!”, “Bahaya”, atau “Panas!”

Tahukah Mom terkadang kata “tidak” tidak cukup untuk memperingatkan adanya bahaya? Jadi jika dirasa urgent dan mendadak, Mom bisa menggunakan kata-kata yang lebih kuat dan tegas saat anak melakukan sesuatu yang berbahaya. Terkadang orangtua suka lupa untuk melakukan kata-kata yang positif daripada larangan. Maka dari itu Mom bisa mengeraskan volume suara, menggunakan jari untuk menunjuk, atau bahkan ekspresi takut agar ia bisa menangkap larangan tersebut.

Nah, itu dia yang bisa Mom lakukan untuk bisa berbicara selain berkata ‘tidak’ pada anak. Selamat mencoba!