Cara Melatih Motorik Kasar Pada Anak

 

GayaKeren.id – Motorik kasar berkaitan dengan bagaimana anak menggunakan otot-otot di tubuhnya yang bisa diasah. Inilah antara lain kemampuan motorik kasar yang dimiliki si 3 tahun plus cara mengasahnya sambil bermain:

  1. Berlari beberapa meter tanpa jatuh. Seru jika ia diajak lomba lari.
  2. Bisa berjalan jingjit. Minta ia jinjit 6 langkah sambil menghitung.
  3. Menendang bola. Ajak bermain bola dengan teman seusianya.
  4. Melompat dengan kedua kaki. Bermain melompat seperti kelinci.
  5. Mengayuh sepeda roda tiga. Temani ia bersepeda di temat aman.
  6. Melempar bola berukuran besar. Beri ia aba-aba untuk melempar.

 

Mengajarkan Anak Memiliki Rasa Tanggung Jawab

 

GayaKeren.id – Mom, tentunya Mom pasti menginginkan anak selalu punya rasa tanggung jawab bukan? Arti dari tanggung jawab bisa memiliki arti lebih dari sekedar “bertanggung-jawab.” Sikap ini tergantung terhadap diri sendiri bagaimana cara seseorang untuk memperlakukan orang lain, menepati janji dan komitmen, dan mau mengakui kesalahannya kepada orang lain termasuk keluarga. Pada prinsipnya, rasa tanggung jawab bisa didapatkan si kecil saat di sekolah maupun di rumah, karena memang hal ini sangat penting untuk diajarkan kepadanya.

Dilansir dari hellodokter, berikut ini yang bisa Mom lakukan untuk mengajarkan tanggung jawab pada si kecil

1. Selalu ajarkan tanggung jawab sejak kecil

Saat ingin mengajarkan pada si kecil, tentunya Mom harus selalu mengajarkannya sejak balita. Jangan hanya menunggunya saat besar nanti. Dengan dilatih bertanggung jawab maka ia bisa memiliki rasa peduli yang besar.

2. Ajaklah mereka untuk membantu pekerjaan rumah

Mom, pastinya berat bukan jika membereskan rumah sendirian? Maka dari itu cobalah untuk mengajak si kecil untuk membantu, meskipun terkadang mereka merasa malas. Mom bisa mengajarkan kepada mereka kerjasama tim. Tentunya hal ini bisa menjadi kesempatan untuk bisa mengajarinya lebih awal agar ia bisa menjadi orang bisa bertanggung jawab nantinya.

3. Latihlah dengan hal yang dekat dengannya

Hal mudah yang bisa Mom lakukan adalah memberikannya tugas kecil seperti saat ia ingin makan, maka ia bisa mengambil makanan dan mencuci piringnya setelah selesai makan. Selain itu, saat ia selesai pulang sekolah dan berganti baju, bimbinglah dia untuk menaruh pakaian kotornya pada mesin cuci. Tentunya semakin ia dewasa nantinya ia akan lebih terbiasa dengan tugas-tugas kecil ini.

4. Hargai proses yang mereka lakukan

Anak kecil pastinya akan suka bergabung dengan orang lain. Biasanya mereka lebih suka membantu karena ia akan merasa bermain daripada bekerja. Jadi selalu usahakan setelah ia selesai mengerjakan kewajibannya, maka berilah sebuah pujian agar ia merasa dihargai.

5. Hindari memberikan hadiah

Belajar bertanggung jawab bukan berarti ia selalu diberikan hadiah. Jangan biarkan kebiasaan ini hanya akan membuatnya mau melakukan sesuatu hanya karena ada imbalan. Jika Mom memberikannya hadiah, yang ada ia akan melakukan tanggung jawab yang dibayar. Jika Mom tetap ingin memberinya hadiah, maka Mom bisa memberikannya selain di luar kewajibannya dalam bertanggung jawab.

Mengajarkan anak rasa tanggung jawab memang susah-suah gampang, namun Mom jangan berharap banyak karena ia masih kecil dan bisa semakin dilatih seiring bertambahnya usia. Selalu rutin melakukan cara ini ya, Mom.

 

 

Pentingnya Pengawasan Pada Anak

 

GayaKeren.id – Pengawasan adalah bagian terpenting dalam mendidik setiap anak, terutama bagi anak usia dini, hal itu disebabkan karna anak pada usia dini memiliki ingatan yang sangat kuat, ketika orang tuanya mengajari dengan hal positive, berperilaku baik, sopan santun dan lainnya, secara otomatis hal itu akan terekam di memorinya untuk selalu diulang kembali, seperti contoh kecil selalu mengingatkan setiap makan menggunakan tangan kanan, hal itu pasti akan ia ingat dan ia ulang terus menerus.

Begitupun ketika kita sebagai orang tua mengajari hal yang negative kepada mereka, ia akan selalu mengingatnya, apalagi dizaman yang sangat banyak tantangan seperti sekarang, tantangan dari berbagai macam hal, seperti hp sebagai contoh kecil, ketika kebanyakan anak kecil sekarang lebih banyak nonton youtube daripada mengaji, sungguh miris.

Mendidiknya dengan baik memang sudah menjadi kewajiban bagi para orang tua, namun mendidik anak jaman sekarang tak bisa disamakan dengan anak zaman dulu, orang tua modern pasti akan memilih mendidik dengan cara memposisikan diri mereka sebagai teman, dengan mencoba memahami setiap tingkah laku dan sikap.

Maka akhirnya si anak tidak akan merasa terganggu dengan pengawasan orangtuanya, setiap orang tua pasti puny acara tersendiri untuk mendidik anaknya, karna pada akhirnya setiap orang tua ingin anaknya sukses entah dunia ataupun akhiratnya.

 

 

Mengajarkan Anak Menghargai Uang

 

GayaKeren.id – Saat masih kecil, tentunya orangtua akan selalu mengajari tentang banyak hal. Salah satunya adalah kebiasaan menabung. Biasanya kamu akan menyisihkan uang jajan sekecil apapun dalam tabungan, apalagi semakin seru kalau celenganmu sudah penuh dengan tabungan koin. Apakah kamu pernah merasakannya?

Seiring berjalannya waktu tanpa disadari kamu sekarang telah menjadi seorang ibu yang harus mengajarkan tentang uang lagi kepada anak-anakmu. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri karena uang adalah benda yang berharga. Dilansir dari Theverymom, berikut ini langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengajarkan anak menghargai uang.

  1. Jelaskan secara mudah apa arti uang

Dengan mencontohkan mereka bagaimana menghabiskan uang yang tepat dan cara menabung yang baik. Mom bisa mencontohkannya dengan mengajak mereka pergi ke pasar dan tunjukkan pada mereka cara menawar dan memilih barang yang sesuai dengan kebutuhan saja. Dengan begini anak akan bisa memahami uang bersama dengan melihat kebiasaan orangtuanya.

  1. Bantu mereka untuk menyusun rencana tabungan

Misalnya Mom bisa menanyakan apa yang ingin si kecil inginkan, maka ia bisa menyisihkan uang untuk bisa membeli barang tersebut dengan tabungannya sendiri. Tentunya hal ini akan membuat paham tentang uang dengan seiring berjalannya waktu.

  1. Jangan selalu memanjakan dan menuruti segala permintaan mereka

Sebaiknya ajarkan mereka untuk selalu bersyukur dengan segala yang dimilikinya termasuk uang. Dengan bersyukur ia akan lebih bisa menghargai diri sendiri dan orang lain.

  1. Hargailah mereka sangat melakukan kesalahan

Mungkin bisa saja ia curi-curi mengambil tabungannya untuk membeli permen. Namun, Mom juga harus selalu tetap mengawasinya dari jauh agar ia tidak sampai boros menghabiskan uangnya.

  1. Diskusikan kembali pilihan mereka

Mom bisa memberitahukannya bagaimana cara menghabiskan untuk kebutuhan maupun keinginannya. Si kecil tentunya akan bisa lebih belajar memahami uang dengan mengikuti saran dari orangtua mereka.

Nah, itu dia yang bisa Mom ajarkan untuk si kecil. Pastinya lakukan hal ini secara rutin namun perlahan ya. Selamat mencoba!

 

 

Dampak Buruk Orang Tua Bertengkar Depan Anak

 

GayaKeren.id – Orang tua bertengkar di depan anak, pastinya membuat anak ketakutan, tak jarang mereka menangis saat melihat orangtuanya bertengkar. Namun, apakah efeknya berhenti di situ saja? Ternyata tidak.

Orang tua bertengkar dengan sering di depan anak bisa menyebabkan masalah gangguan kecemasan dan dampak psikologis lain terhadap anak. Dan efeknya bisa berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.

Apa dampak buruk orang tua bertengkar di depan anak?

Orang tua bertengkar di depan anak bisa memengaruhi mental anak, kesehatan, performa akademik, hingga kehidupan sosial yang melibatkan pertemanan dan hubungan cinta di masa depan.

Sebuah studi menyatakan, anak yang tumbuh di lingkungan penuh konflik akan memiliki masalah kesehatan fisik, emosional dalam jangka panjang.

Ketika anak sering melihat orang tua bertengkar, mereka menjadi cemas, khawatir, bahkan frustasi. Dan mereka akan melampiaskannya dengan cara rewel, tantrum, hingga prestasi yang menurun di sekolah.

Meskipun bertengkar merupakan salah satu cara menyelesaikan konflik bagi orangtua, namun dampaknya tidak selalu baik bagi anak. Saat orangtua sudah berbaikan, kenangan saat melihat orangtuanya bertengkar tetap melekat dalam ingatan anak, dan kecemasannya hanya berkurang sedikit.

Meskipun anak tidak paham apa yang membuat orangtuanya bertengkar, tapi mereka tahu jika orangtuanya sedang saling membenci. Ketika dia melihat Bunda membanting pintu, atau Ayah dan Bunda tidak saling berbicara, dia akan tahu bahwa ada yang tidak beres dalam hubungan orangtuanya.

Anak-anak sangatlah peka, memiliki intuisi yang tajam dan bisa merasakan emosi serta mood orangtua.

E. Mark Cummings, seorang psikolog di Universitas Notre Dame mengatakan, “Beberapa penelitian yang telah kami lakukan, menunjukkan bahwa perilaku orangtua yang saling menjauh memiliki dampak jangka panjang yang buruk dalam proses adaptasi anak.”

“Anak-anak memahami sikap bermusuhan yang ditunjukkan orangtuanya. Namun, karena mereka tidak bisa melakukan apapun, anak jadi gelisah karena dia tahu ada yang salah dalam hubungan orangtuanya,” tambahnya.

Melansir dari laman Psychology Today, Marilyn Wedge seorang terapis keluarga mengatakan, “Jangan bertengkar di depan anak, selesaikan perselisihan Anda berdua di luar rumah. Cari bantuan konselor pernikahan jika masalah rumah tangga yang dihadapi terlalu berat.”

Melihat orangtua bertengkar, bisa membuat anak menyalahkan dirinya sendiri dan menyebabkan perilaku negatif berkembang.

 

 

Sumber : TheAsianParent

 

 

Anak Susah Disuruh Belajar? Ini Tipsnya

 

GayaKeren.id – Biasanya anak bakal melawati fase di mana mereka sulit diatur. Termasuk untuk urusan belajar nih, Bun. Bukan nggak mungkin beberapa anak susah banget disuruh belajar.

Praktisi parenting Edy Wiyono atau Ayah Edy mengatakan ketika anak sulit disuruh belajar, banyak orang tua mengeluh dan malah memarahi anaknya. Padahal itu bisa bikin anak makin tertekan dan memberontak.

“Salah satu penyebab anak tidak mau belajar mungkin karena bidang tersebut tidak sesuai dengan minat yang dimiliki si kecil. Oleh sebab itu, baiknya gali minat anak sejak dini. Gali potensi dan mimpi mereka sejak kecil. Hindari memaksa anak tetap belajar dengan cara marah-marah atau memberikan ancaman,” kata Ayah Edy pada satu kesempatan talk shownya.

Ada 6 tips yang bisa orang tua coba agar anak bisa lebih mandiri dalam belajar dan pastinya mereka lebih semangat belajar seperti dilansir Kidspot :

  1. Buat jam belajar

Setiap anak memiliki fase-fase belajar, dari mulai TK sampai perguruan tinggi pastinya waktu belajar mereka berbeda. Namun, di usia sekolah dasar Bunda dan Ayah bisa mulai membiasakan anak belajar dua jam sehari.

  1. Tidak memaksa anak untuk terus belajar

Hindari memaksa anak belajar padahal kita tahu anak sudah lelah di sekolah. Untuk itu, coba ajak anak istirahat sejenak dan mencoba untuk memberikan jeda supaya anak tenang dan santai ketika belajar Bun. Jangan lupa, selalu ajak anak ngobrol tentang bagaimana aktivitasnya di sekolah hari itu.

  1. Buat rutinitas untuk anak

Jika setelah sekolah anak masih mengikuti les musik, bimbingan belajar (bimbel) atau kegiatan olahraga. coba buat perencanaan atau struktur rutinitas. Ini bermanfaat membiasakan anak melakukan segala hal secara terstruktur hingga dia punya waktu seimbang untuk bermain dan belajar, Bun.

  1. Matikan gadget saat anak belajar

Ketika anak sedang belajar pastikan semua alat elektronik seperti TV, gadget, handphone dan alat pemutar musik lainnya dimatikan. Tujuannya, supaya anak bisa fokus belajar. Jangankan anak-anak, kita saja orang dewasa ketika mengerjakan sesuatu ada yang mudah banget terdistraksi dengan nyalanya perangkat elektronik kan, Bun?

  1. Beri saran bila anak mengalami kesulitan atau kegagalan di sekolah

Setelah anak belajar, orang tua bisa menanyakan bagaimana aktivitasnya di sekolah dan gimana pelajarannya di sekolah susah atau nggak misalnya. Usahakan jangan langsung menyalahkan atau mengkritik anak saat dia melakukan hal yang kurang tepat ya, Bun. Lebih baik beri anak saran agar mereka lebih termotivasi lagi untuk belajar.

Jangan lupa tetap apresiasi anak atas prestasi sekecil apapun yang sudah dia capai di sekolah

  1. Berinteraksi dengan anak

Bun, kita harus tahu bagaimana perkembangan anak di sekolah. Caranya, selalu tanyakan gimana perasaan dan aktivitas anak di sekolah. Jangan hanya jadi ‘satpam’ yang menanyakan ada PR atau nggak pada anak. kemudian menanyakan perkembangan belajarnya. Orang tua juga harus tahu aktivitas anak setiap hari di sekolah supaya mereka merasa proses belajarnya dihargai.

 

 

Cara Lain Berkata ‘Tidak’ Pada Si Kecil

 

GayaKeren.id – Mom, apakah sering merasa tidak tega saat menolak permintaan si kecil? Rasanya Mom selalu tidak tega jika melihat mukanya yang sedih sehingga Mom selalu menuruti permintaannya yang terkadang tak bisa dibilang wajar. Memang berkata ‘tidak’ pada anak terlihat mudah, namun ternyata hal itu bukanlah yang efektif.

Memang lelah selalu berkata tidak saat ia meminta sesuatu, namun Mom harus tahu bahwa ahli pengasuh percaya bahwa jika Mom sering mengucapkan tidak bisa saja menumbuhkan rasa benci dan timbulnya rasa pemberontak dari sang kecil. Maka dari itu selalu gunakan kata ‘tidak’ pada saat penting seperti mencegahnya melakukan sesuatu yang berbahaya dan mengancam nyawa.

Dilansir dari hellosehat, ada cara lain berkata ‘tidak’ yang lebih singkat, jelas, dan meyakinkan untuk menjelaskan mengapa anak tidak boleh melakukan hal tersebut. Simak yuk!

  1. “Mama tahu kamu suka permen, tapi kalau kebanyakan juga gak bagus”

Tentunya Mom tahu bahwa mengonsumsi permen terus hanya akan membawa dampak negatif seperti gigi berlubang dan obesitas. Maka dari itu, Mom perlu mengganti makanan manisnya dengan makanan yang lebih sehat seperti yogurt atau buah-buahan. Dengan berkata ini Mom bisa menjadi lebih kalem dan bersahabat untuk menawarkan pada si kecil makanan yang lebih sehat.

  1. “Makanan untuk dimakan, bukan untuk dimainkan”

Sebagai anak-anak tentunya mereka akan sangat senang bermain bahkan dengan makanannya. Biasanya mereka melakukan hal ini karena masih merasa kenyang sehingga makanan yang ada di depannya dianggap sebagai mainan. Daripada memarahinya, lebih baik segera ambil makanannya dan katakan hal tersebut. Jika ia sudah bisa berlaku baik saat makan, jangan lupa selalu berikan pujian karena ia akan merasa apa yang telah dilakukannya benar.

  1. “Kasihan kucingnya nanti sakit. Harus disayang, ya”

Jika Mom pernah melihatnya bermain dengan kucing seperti menarik ekornya, tentunya Mom sangat marah bukan? Untuk itu Mom perlu menjelaskan padanya bahwa hewan juga makhluk hidup. Hewan akan juga bisa merasakan sakit sama sepertinya. Hal ini tentunya bisa mengajarkannya empati dan kesadaran diri untuk berperasaan terhadap makhluk lain. Mom bisa memberikannya tanggung jawab untuk harus merawat hewan dan tumbuhan karena mereka sama-sama membutuhkan hidup.

  1. “Mama tidak mengerti kalau kamu merengek seperti itu. Coba bicara yang lebih jelas”

Saat anak menginginkan sesuatu, tentunya ia akan selalu merengek sampai mendapatkan apa yang ia minta. Mom harus hindari kata-kata seperti, “jangan nangis” atau “jangan cengeng”. Doronglah ia agar bisa berkata jelas sehingga ia bisa menjelaskan apa yang diinginkannya tanpa perlu merengek. Tentunya berkata seperti ini akan membuatnya bisa berbicara dengan baik karena ia tahu bahwa perkataan dan perasaannya didengar. Tak hanya mengajarkan berbicara dengan baik, tentunya ini akan bisa melatihnya memiliki kepribadian yang baik.

     5. “Stop!”, “Bahaya”, atau “Panas!”

Tahukah Mom terkadang kata “tidak” tidak cukup untuk memperingatkan adanya bahaya? Jadi jika dirasa urgent dan mendadak, Mom bisa menggunakan kata-kata yang lebih kuat dan tegas saat anak melakukan sesuatu yang berbahaya. Terkadang orangtua suka lupa untuk melakukan kata-kata yang positif daripada larangan. Maka dari itu Mom bisa mengeraskan volume suara, menggunakan jari untuk menunjuk, atau bahkan ekspresi takut agar ia bisa menangkap larangan tersebut.

Nah, itu dia yang bisa Mom lakukan untuk bisa berbicara selain berkata ‘tidak’ pada anak. Selamat mencoba!

 

 

Fakta Produksi ASI Menyusui Anak Lebih Dari Setahun

 

GayaKeren.id – Anjuran untuk menyusui anak hingga usia 2 tahun mungkin membuat sebagian  ibu bertanya-tanya, apakah produksi ASI untuk Si Kecil memadai dan cukup hingga sampai masa tersebut? Yang harus dingat, ASI akan terus berproduksi jika Si Kecil tetap menyusu.

Sesuai rekomendasi WHO, ASI adalah nutrisi  terbaik untuk anak meski sekarang ia memasuki usia setahun lebih. Namun memasuki tahun ke dua menyusui Si Kecil, banyak ibu yang merasa tidak percaya diri dengan kualitas ASI, bahkan tak sedikit pula yang menganggap pasokan ASI mereka tidak memadai untuk bisa menyusui hingga usia anak dua tahun. Kenyataannya, ASI akan terus berproduksi jika anak tetap menyusu. Memang, saat anak menginjak usia 6 bulan ke atas, mereka sudah tidak lagi menyusu secara eksklusif dan saatnya diperkenalkan pada MPASI atau makanan pendamping ASI. Jadi Si Kecil memenuhi kebutuhan gizinya dengan kombinasi ASI dan makanan pendamping.

Boleh jadi, pada periode MPASI, frekuensi anak menyusu mulai berkurang karena ia mudah kenyang dengan makanan padatnya. Namun ibu tidak boleh lengah dengan kondisi ini. Frekuensi menyusu anak yang  berkurang akan memengaruhi produksi ASI. Jika anak belum mau menyusu, ibu bisa memerah dan hasilnya disimpan di kulkas. Yang harus diingat adalah, menyusui merupakan sistem permintaan dan penyediaan. ASI akan terus berproduksi jika anak tetap menyusu. Bahkan semakin sering anak menyusu, maka semakin banyak ASI yang diproduksi tubuh ibu.

Selain sering-sering menyusui anak, produksi ASI juga bisa ditingkatkan dengan cara berikut:

– Banyak minum air putih.

Ini merupakan cara ampuh meningkatkan produksi ASI. Ibu menyusui direkomendasikan mengonsumi 3,1 liter (sekitar 13 gelas) cairan sehari. Pastikan ibu banyak minum terutama saat sedang menyusui atau sedang memerah ASI. Jika bosan dan ingin alternatif minuman yang sehat, Anda dapat mencoba jus segar.

– Konsumsi makanan bergizi.

Agar produksi ASI tetap lancar dan berlimpah, ibu harus mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi setiap hari. Sejumlah makanan dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, antara lain:

  • Oatmeal. Kaya akan zat besi yang akan meningkatkan kualitas dan laktasi.
  • Sayuran hijau seperti bayam, daun katuk, pare dan asparagus serta kacang-kacangan merupakan sumber mineral, vitamin dan fitoestrogen yang dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Pepaya baik matang maupun mentah dapat meningkat ASI. Pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
  • Salmon, mengandung asam lemak esensial dan omega-3 yang meningkatkan kualitas dan produksi ASI.
  • Roti gandum yang kaya akan asam folat dan zat besi yang bermanfaat bagi ibu menyusui.

 

– Cukup istirahat.

Kelelahan bisa menurunkan produksi ASI. Ibu yang menyusui sebaiknya cukup beristirahat agar tubuh memiliki energi untuk memproduksi ASI.

– Memompa ASI.

Memompa adalah salah satu cara untuk menghasilkan lebih banyak ASI.  Prinsip di balik memompa adalah mengosongkan dan merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.

Manfaat Menyusui Lebih Lama

Menyusui lebih dari 6 bulan selain memberikan keuntungan untuk Si Kecil, juga memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu.

> ASI melindungi anak dari kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak.

> ASI melindungi anak dari alergi.

> Menyusui juga memberikan imun (kekebalan tubuh) pada bayi di tahun pertama dan kedua. Pada usia setahun, sistem kekebalan tubuh anak hanya berfungsi 60 persen saja. Sistem kekebalan tubuh anak  baru berfungsi 100 persen seperti orang dewasa saat mereka berusia 6 tahun.

> Mengecilkan risiko sakit pada anak. Sebuah penelitian menyebutkan anak-anak yang disusui di  atas usia 16 bulan lebih jarang sakit ketimbang anak-anak yang tidak disusui langsung.

> Sebuah studi menunjukkan menyusui hingga 12 bulan dapat melindungi anak dari penyakit menular, terutama infeksi saluran pencernaan dan pernapasan.

> Bagi ibu, menyusui dalam jangka waktu yang lama menurunkan risiko kanker payudara,  kanker ovarium, diabetes 2 dan depresi pasca persalinan.

 

 

 

Hindari Kecanduan Gadget Pada Anak

 

GayaKeren.id – Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? kemana pun pergi gadget selalu dibawa apapun yang ada selalu bisa di akses dengan gadget.

Semenjak berkembangnya jaman anak kecil sekarang sudah banyak yang kecanduan dengan gadget bahkan anak balita pun sudah tau gadget sangat disayangkan sekali ini semua karena factor dibiasakan oleh orang tuanya. Anak kecil jaman sekarang sangat jauh beda dengan dahulu yang dimana hanya bemain masak-masakan, kelereng dan lainnya.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya hal itu sangat tidak baik untuk perkembangnyya pemikiran anak kedepannya, kerena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut agar tidak berlebihan dalam bermain gadget.

Dan jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negative karena kemanapun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa saking asiknya bermain gadget anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman dan akan menjadi malas karena sudah kecanduan dengan gadget.

Tips cara mengatasi agar anak bisa terbiasa tanpa gadget :

  • Harus dibataskan hanya seminggu dua kali dan diberi waktu.
  • Ajaklah anak bermain diluar rumah.
  • Berikan mainan alternative seperti boneka atau mobil-mobilan.
  • Ajaklah anak menganal alam.
  • Luangkan waktu anda untuk anak. Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.
  • Sibukan waktu kegiatan anak. Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan.
  • Berikan motifasi atau dukungan kepada si anak.
  • Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sabayanya.

Mulailah dari sekarang sebelum anak anda terlalu parah dalam bermain gadget, karena kalau dibiasakan juga bisa menyebabkan mata anak menjadi tidak normal pada mata seumurannya. Kalau bukan kita yang mencegahnya siapa lagi..?!

 

 

Manfaat Asam Lemak Omega 3 dan 6 untuk Tumbuh Kembang Anak

 

GayaKeren.id – Asam lemak omega-3 dan 6 adalah dua jenis asam lemak yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sayangnya, sebagian orangtua mungkin belum tahu betul apa itu asam lemak omega-3 dan 6 sehingga asupan untuk anak-anaknya masih terbilang rendah. Padahal, manfaat omega 3 dan 6 untuk kesehatan anak sangat banyak, lho.

Sebelum mengetahui manfaat omega 3 untuk tumbuh kembang anak, Anda perlu tahu dulu apa itu omega 3. Asam lemak omega-3 adalah jenis asam lemak yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus dipenuhi lewat asupan makanan.

Sumber asam lemak omega-3 terbaik ada pada berbagai jenis ikan berlemak, contohnya sarden, makerel, dan salmon. Karena itulah, WHO menganjurkan Anda untuk makan ikan setidaknya dua porsi per minggu untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega-3, seperti dikutip dari Healthline.

Namun, saat ini juga sudah tersedia susu yang diperkaya dengan omega-3 sehingga lebih praktis untuk diminum sehari-haru.

Lalu, kenapa anak juga harus makan makanan yang kaya omega-3? Ini karena ada banyak sekali manfaat omega 3 untuk kesehatan fisik dan mental anak yang sayang untuk dilewatkan.

Berbagai manfaat omega 3 untuk anak adalah:

  1. Meningkatkan kecerdasan anak

Salah satu manfaat omega 3 yang tak boleh dilewatkan adalah meningkatkan kecerdasan anak. Sebuah penelitian dari Oxford University mengungkapkan bahwa anak yang mendapatkan asupan omega-3 yang cukup cenderung lebih mampu fokus dan lebih mudah memahami pelajaran.

Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan dapat membantu menguatkan fungsi otak anak. Alhasil, anak jadi lebih mudah konsentrasi dan secara tidak langsung meningkatkan kecerdasannya.

  1. Meningkatkan kemampuan membaca

Ketika belajar di sekolah, anak membutuhkan koordinasi yang seimbang antara tangan dan mata saat mencatat pelajaran maupun mengerjakan tugas. Nyatanya, kemampuan ini dapat dibantu dengan asupan asam lemak omega-3, lho.

Anak-anak yang rutin diberikan makanan kaya asam lemak omega-3 cenderung lebih mudah untuk menyeimbangkan gerakan tangan dan mata. Hal ini dibuktikan oleh Profesor Paul Montgomery yang merupakan seorang peneliti asal Oxford University.

Ia mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki kadar omega-3 yang tinggi dalam darahnya cenderung mampu membaca dengan baik. Tak hanya itu, mereka juga memiliki lebih sedikit masalah perilaku di sekolah.

  1. Mencegah dari berbagai penyakit

Kalau Anda ingin si kecil tetap sehat sepanjang hari, coba berikan ia makanan kaya asam lemak omega-3. Pasalnya, omega-3 dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga membuat si kecil terbebas dari penyakit.

Asupan asam lemak omega-3 untuk anak dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik alias HDL. Kadar trigliserida, tekanan darah, dan pembentukan plak di pembuluh darah pun akan berkurang. Dengan demikian, si kecil akan terhindar dari risiko hipertensi dan penyakit jantung di masa mendatang.

Manfaat omega 3 nyatanya belum berhenti sampai disitu. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengendalikan berat badan sekaligus mengecilkan lingkar pinggang. Dengan demikian, si kecil akan terhindar dari risiko obesitas sejak kecil hingga dewasa.

  1. Meningkatkan kesehatan mental

Minyak ikan sudah banyak digunakan sebagai obat depresi untuk dewasa. Akan tetapi, para ahli mengungkapkan bahwa hal ini juga berlaku untuk anak-anak.

Ya, selain meningkatkan kesehatan secara fisik, manfaat omega 3 juga sangat erat dengan kesehatan mental anak. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit mental, contohnya depresi, skizofrenia, dan penyakit bipolar pada anak usia 6 sampai 12 tahun.

Apa saja manfaat omega 6 untuk tumbuh kembang anak?

Sama seperti omega-3, omega-6 juga termasuk asam lemak yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Karena itulah, anak memerlukan asupan omega-6 tambahan dari luar lewat makanan yang bergizi, termasuk dari susu yang sudah diperkaya dengan omega-6..

Sebetulnya, manfaat omega-6 pun hampir sama dengan manfaat omega 3. Salah satunya adalah mampu mengurangi berbagai gejala penyakit kronis, contohnya hipertensi, obesitas, dan diabetes.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada Journal of the Academy of Nutrition Dietetics tahun 2014, omega-6 gamma-linolenic acid (GLA) dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus mengendalikan gula darah. Pada akhirnya, anak akan terhindar dari risiko terkena diabetes tipe 2 di masa depannya.

Selain meningkatkan kesehatan anak secara fisik, manfaat asam lemak omega-6 juga dapat menunjang prestasi akademiknya, lho. Menurut sebuah penelitian dari Sahlgrenska Academy di University of Gothenburg di Swedia, asupan asam lemak omega-6 dapat membuat anak jadi rajin membaca.

Anak-anak yang bermasalah dalam hal konsentrasi sangat terbantu dengan asupan omega-6. Alhasil, mereka jadi lebih mudah fokus saat membaca, bahkan kemampuan membacanya terus meningkat dari hari ke hari. Bila diteruskan, hal ini tentu dapat meningkatkan prestasi anak di bidang akademik.

Secara keseluruhan, omega 3 dan 6 bukan hanya penting untuk fungsi kognitif dan kecerdasan anak, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan mata, otak, dan mentalnya. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan omega 3 dan 6 sehari-hari bagi si kecil sudah terpenuhi. Pastikan sudah ada ikan atau telur di dalam asupan makanan si kecil sehari-hari, dan tak lupa minimal segelas susu yang sudah diperkaya dengan omega-3 dan 6.

Maka itu, pastikan Anda sudah memberikan si kecil susu yang memiliki kandungan omega 3 dan 6 paling tinggi. Selain baik bagi kesehatan anak, susu yang tinggi omega 3 dan 6 dapat meningkatkan fungsi otak dan kecerdasan anak di masa pertumbuhannya.