Menjadi Single Mom Yang Sukses Dan Bahagia

GayaKeren.id – Menjadi single mom yang sukses + bahagia. Bagaimana caranya? Kami coba merangkum beberapa tips yang semoga bisa memotivasi sahabat moms  untuk sukses meraih kebahagiaan.

Yang perlu dipersiapkan:

Mental

Status akhirnya menjadi single mom, mau tidak mau dan suka tidak suka harus diterima. Ini masa yang paling tidak menyenangkan dan tidak sedikit singlem mom yang mentalnya drop ketika menghadapi kenyataan. Beban ini tentunya terasa berat jika ditanggung sendiri mengapa tidak berbagi kepada orang terdekat yang dipercaya dan dapat memberi kekuatan. Dan jika bebannya masih terasa berat juga, coba share ke psikolog. Banyak solusi yang Anda dapatkan.

Waktu dan tenaga

Ketika masih ada suami tentunya ada pembagian tugas. Siapa yang cari duit siapa yang mengurus anak di rumah, dan lain sebagainya. Sekarang semua harus ditangani sendiri. Tentang waktu coba manage waktu Anda yang 24 jam itu semaksimal mungkin untuk kegiatan berarti. Dan jika perlu Anda minum suplemen seperti vitamin untuk stamina agar tetap terjaga

Tabungan

Kalau dulu Anda tidak punya planning nabung tiap bulannya, sekarang WAJIB MENABUNG. Komitmen pada diri sendiri misalnya tiap bulan nabung Rp 500.000. Nah dana itu jangan dikutak-katik sebisa mungkin kecuali situasi terdesak

Relationship

Hubungan yang harmonis dengan anak perlu tercipta sejak dini. Anak adalah curahan cinta Anda setiap hari. Jika mereka sudah remaja bisa loh diajak bertukar pikiran

Buang perasaan ini:

Takut gagal

Semua orang bisa gagal mengarungi hidup tak terkecuali pasangan utuh suami istri. Ketika Anda menjadi single mom jangan merasa gagal menjalani hidup .Anda harus optimis, bangkit dari keterpurukan dan membuka pikiran untuk hal-hal positif.

Takut Digossipin

Ambil prinsip EGP alias “emang gue pikirin?”. Hidup itu perlu ada cueknya jangan selalu memikirkan. “Apa kata orang tentang aku ya?” Terserah Moms orang bicara negatif apa tentang Anda yang pasti harus yakin bahwa langkah hidup yang ditempuh benar dan tidak neko-neko

Takut melangkah

“Bagaimana kalau aku menjual rumah dari harta gono gini, apa tepat? Kecepatan gak ya dijual sekarang? Keraguan untuk melangkah dalam ambil keputusan seringkali maju mundur, takut salah dan akhirnya tidak tahu hendak melakukan apa. Sebelum ambil keputusan pikirkan dulu dengan tenang apakah langkah yang Anda ambil nantinya plus minusnya dan tidak ada salahnya melibatkan anak-anak untuk bertukar pikiran siapa tahu ide mereka brilian

Takut tidak cukup

Anda harus yakin dengan iman bahwa rejeki yang ada saat ini akan cukup menghidupi Anda dan anak. Syukur kalau mantan suami masih ingat tanggung jawabnya. Ya kalaupun tidak yakin saja Tuhan akan mencukupi. Tuhan itu sayang loh sama janda-janda

Pekerjaan yang cocok

Jika anak-anak sudah besar dan bisa ditinggal Anda bisa saja bekerja kantoran yang terikat dengan waktu. Namun jika anak Anda masih balita dan perlu perhatian sebaiknya mencari pekerjaan yang tidak terikat.

Apa saja pekerjaannya?

Marketing

Gaji Anda ditentukan dari semangat Anda berjualan. Semakin banyak terjual gaji Anda tentunya semakin besar. Untuk penyemangat buat target! misalnya tiap minggu Anda harus bisa closing berapa? Usahakan tiap minggunya sale Anda meningkat

Lawyer

Untuk Moms yang dulunya lulusan fakultas hukum dan tidak sempat ilmunya terpakai coba mulai menjadi lawyer. Pekerjaan ini tidak mengikat waktu namun memberikan penghasilan yang lumayan.

Enterpreneur

Menjadi pebisnis tidak harus punya modal besar. Misalkan Anda jago masak mengapa tidak membuka jasa catering kecil-kecilan dulu. Jika lumayan penghasilannya bisa ditambahkan untuk modal. Coba kembali gali potensi keahlian yang Anda miliki, inilah waktunya Anda menjadi enterpreneur.

Guru privat

Manfaatkan keahlian yang Anda miliki misalkan bidang matematika Anda bisa mengajar privat untuk anak-anak sekolah. Atau Anda menguasai beberapa alat musik mengapa tidak dijadikan penghasilan saja setiap minggu 4-5 privat musik/mengajar bahasa Inggris lumayan loh, Moms.

Setelah membaca ulasan ini semoga semua para Single’s Mom semangat terus ya. Sukses dan Kebahagiaan itu bisa kita raih jika ada kemauan dan membuang akar kepahitan.

 

 

 

Please follow and like us:

Mama Pasti Bisa Menyusui dengan Optimal

GayaKeren.id –  Menyusui merupakan proses terpenting dalam memberikan asupan nutrisi terbaik di masa awal tumbuh kembang si Kecil. Setiap Mama tentunya menginginkan proses menyusui yang optimal agar memperoleh manfaat bagi si Kecil maupun dirinya. Namun sayangnya belum semua Mama mampu mengoptimalkan prosesnya untuk menjaga kuantitas serta kualitas ASI agar bisa menyusui secara eksklusif.

Saat ditemui di acara Media Gathering Lactamil, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG(K) yang merupakan Dokter spesialis  kandungan sekaligus salah satu Lactamil Expert, mengungkapkan bahwa,  masih banyak para Mama yang terkendala dalam menjalani proses menyusui yang optimal dikarenakan berbagai faktor.

Dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi Mama saat menyusui, sangatlah penting bagi Mama untuk berbekal pengetahuan atau informasi dalam mempersiapkan proses menyusui sedari hamil. Mama perlu memahami bahwa mekanisme produksi ASI sudah dimulai pada masa kehamilan.

Pada bulan ketiga, tubuh Mama sudah mulai memproduksi hormon-hormon yang menstimulasi munculnya ASI. Sedangkan pada bulan kelima dan keenam, ASI sudah siap diproduksi. Sehingga jika Mama berkonsultasi kepada ahli kesehatan, selain terus menjaga pola makan bergizi seimbang, pada bulan kelima Mama juga akan dianjurkan untuk melakukan pijat laktasi. Tujuannya agar sistem pada payudara Mama dapat lebih siap dalam melakukan proses laktasi yang lancar.

Pada kesempatan yang sama, dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK selaku dokter spesialis gizi klinik, juga turut hadir memberikan dukungannya bagi para Mama untuk menjalani masa menyusui dengan sehat. Pakar gizi dari Prodia Health Care Bintaro tersebut memaparkan bahwa asupan nutrisi Mama sangat berpengaruh kepada produksi ASI.

Mama memerlukan energi yang cukup untuk dapat memproduksi ASI dengan lancar dan dengan kualitas yang baik. Untuk itu, asupan karbohidrat, protein, dan lemak pun harus terpenuhi dengan baik melalui pola makan yang teratur dengan porsi seimbang. Adapun selain mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi makro, Mama juga perlu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro demi tumbuh kembang si Kecil yang optimal. Di antaranya adalah Asam Folat, Vitamin D, Zat Besi dan Kalsium.

Beberapa sumber makanan yang dapat dikonsumsi Mama contohnya, sayuran berwarna hijau seperti daun katuk dan bayam yang kaya kalsium, zat besi, dan asam folat. Lalu daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein terbaik.”

dr. Juwalita juga menekankan bahwa konsumsi makanan dan minuman Mama yang bergizi seimbang dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Di mana ASI yang berkualitas mengandung cairan biologis yang dinamis dan kompleks, terdiri lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan, dan faktor lainnya.

Sehingga  mampu memberikan imunitas kepada si Kecil dan dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko obesitas, serta diabetes tipe 1 dan 2. Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi Mama karena dapat menurunkan risiko depresi pasca persalinan, obesitas, diabetes melitus, dan beberapa kanker.

Please follow and like us:

Memahami Gaya Belajar Anak

GayaKeren.id – Bagi para orang tua pasti akan menyenangkan jika dapat mengetahui gaya belajar putra putrinya. Dengan mengetahui gaya belajar yang sesuai, diharapkan orang tua dapat menyediakan sarana yang paling tepat untuk mendukung proses belajar putra putri anda.

Gaya belajar pada manusia secara umum dibagi menjadi tiga kelompok besar, yang mana pada tiga gaya belajar ini dibagi lagi menjadi masing-masing dua bagian. Namun disini hanya akan memperkenalkan tiga kelompok besar tadi, yaitu : Visual, Auditori dan Kinestetik.

Tipe Visual

Gaya belajar tipe visual ini menerima dan menyerap informasi melalui indera penglihatan, seperti melalui media gambar. Baik melalui televisi maupun gambar dua dan tiga dimensi, melalui buku ataupun alat peraga.

Tipe visual ini dapat disebut juga tipe peniru. Cukup dengan memberi contoh sikap atau perilaku dan dengan penjelasan (pastikan perilaku tersebut terlihat oleh putra putri anda) maka ia pasti akan meniru atau melakukannya. Tipe visual ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu : Visual Picture dan Visual Text.

Tipe Auditori

Gaya belajar tipe auditori ini menyerap dan mengolah informasi yang di dapat melalui pendengarannya. Dapat mengingat dengan baik penjelasan guru di kelas atau materi yang didiskusikan dalam kelas / kelompok.

Tipe ini tidak gemar membaca dan kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru dibacanya, cenderung senang bicara atau ngobrol dan diskusi; namun kurang cakap dalam tugas menulis. Tipe gaya belajar auditori ini dibagi menjadi dua, yaitu : Auditory Sequential dan Auditory Musical.

Tipe Kinestetik

Gaya belajar kinestetik ini adalah dengan banyak bergerak. Individu dengan gaya belajar kinestetik ini mengolah informasi dengan baik melalui gerakan. Tipe ini lebih menyukai belajar dengan melakukan langsung (praktek).

Saat belajar, tipe ini kerap selalu bergerak dengan melakukan gerakan-gerakan kecil seperti menggoyangkan alat tulis, membaca sambil berjalan mondar mandir atau menghafal sambil berloncat-loncatan.

Gaya belajar ini umumnya menjadi masalah bagi orang tua dan guru di sekolah konvensional, mengapa ?  Karena dengan gaya belajar Kinestetik, anak kerap dianggap mengganggu konsentrasi teman dan tidak belajar serius, padahal justru dengan anggota tubuhnya banyak bergerak inilah ia akan mudah menerima dan mengolah informasi yang diterimanya. Gaya belajar kinestetik ini juga dibagi menjadi dua, yaitu : Kinesthetic Body dan Kinesthetic Tactile.

Nah, sekarang anda sudah tahu seperti apa gaya belajar putra putri anda kan?  Beda gaya belajar, tentu beda pula cara belajarnya.

Semoga bermanfaat…..

 

 

Tulisan ini disajikan oleh : Laksmira Ratna Bayuardi, Dip.Child Psy., MHA

Editor :  Roberto Namangge

 

 

Please follow and like us:

Ajarkan Bahasa Asing Ke Anak Usia Dini. Dampaknya?

GayaKeren.id – Keterampilan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris sudah jadi tuntutan di masa sekarang. Tak heran bila akhirnya para orang tua berbondong-bondong mengenalkan bahasa asing sejak dini.

Namun ada anggapan mengajarkan bahasa asing kepada anak-anak usia dini dikhawatirkan akan membebani otak mereka. Benarkah anggapan tersebut?

Psikolog Anak sekaligus Grapholog, Laksmira Ratna Bayuardi mengatakan, anggapan tersebut tidaklah benar. Menurut dia anak-anak sekalipun usianya dini sudah dibekali neuron terkait bahasa dalam sistem otak mereka.

Sehingga dengan hal itu mereka dapat mempelajari lebih dari satu bahasa.

 “Artinya kalau ditanya apakah anak dapat belajar dua bahasa? Sebetulnya bisa,” katanya kepada awak GayaKeren, beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian, tambah Bu Mia, sapaan akrabnya, neuron tersebut harus terstimulasi dengan tepat dan konsisten. Dalam hal ini orang tua mesti menciptakan lingkungan yang mendukung upaya si anak belajar bahasa asing.

Misalnya  ketika anak di sekolah menggunakan bahasa pengantarnya bahasa asing, maka di rumah pun orang tua mesti berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

“Supaya ada konsistensi sehingga ilmu bahasa yang mereka [anak] dapatkan akan optimal,” tutupnya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah Jika anak sejak dini diberikan pengajaran yang keliru, dengan menekankan pada tata bahasa dan sesuatu yang formal, justru ditangkap anak menjadi lebih sulit. Dampaknya nanti kacau semua, artinya akan mengalami masalah psikologis, seperti tidak percaya diri, kegagapan bicara, bahasa yang campur aduk.

Di samping metode pengajaran yang mesti memperhatikan aspek psikologi anak, ada hal krusial yang wajib disadari orang tua, yaitu bahasa yang digunakan dengan anak saat berkomunikasi sehari-sehari. Karena bila orang tua menggunakan bahasa asing atau bahasa Indonesia yang tidak terlalu baik, anak akan sulit menyampaikan pikiran abstrak dan konseptual.

 

Please follow and like us:

Bawa Bekal Anak Dengan Lunch Set yang Menarik

GayaKeren.id – Membawa bekal bagi anak-anak saat bersekolah atau mengikuti kegiatan di luar rumah menjadi hal penting yang dilakukan orangtua, namun apa jadinya jika anak-anak justru menolak, mungkin bukan karena menu yang tidak mengundang selera, bisa jadi karena lunc set yang ada kurang menarik untuk di bawa

Nah Spesial di Ulang Tahun Tupperware Indonesia ke – 26, Tupperware Indonesia  meluncurkan produk bawa bekal Terbarunya yakni Minion Bello Set. Produk Lunch Set anak-anak ini terdiri dari dua buah Minion Tumbler (@ 470 ml / d. 8 cm; t. 19.3 cm) dan dua buah Minion Box (@ 500ml / 12.5 x 11.3 x 5.5).

Produk ini begitu lucu dan menarik karena memiliki motif printing Karakter Minion seperti Stuart, Kevin dan Bobdari film terbaru “Despicable Me 3”, dengan aksen warna putih, hitam dan kuning khas Minion. Dan tentu saja, Material Tupperware yang dijamin Food Grade sehingga aman untuk menyimpan makanan.

Produk ini cocok untuk menemani anak-anak Anda membawa bekal kesekolah dan aktifitas lainnya. Setiap pembelian Minion Bello Setpun akan mendapatkan Keychain Minion Original gratis.

Tupperware Indonesia akan terus berinovasi dalam meluncurkan beragam lunch set dengan printing yang menarik, dalam upaya mendorong anak-anak untuk semangat membawa bekal dari rumah dan mengurangi jajan sembarangan diluar.

Karena dengan membawa bekal akan mengurangi kebiasaan jajan sembarangan. Bekal hasil masakan sendiri juga akan terjamin kebersihan dan bahan makanan yang digunakan pun pastilah pilihan dengan pengolahan yang tepat pula, sehingga tidak kehilangan nutrisinya.

“Tentu saja Tupperware selalu updated dan mengikuti trend yang ada. Dan seiring dengan peluncuran film Despicable Me 3, Tupperware Indonesia pun meluncurkan produk lunch set dengan karakter terbaru Minion dari film terbarunya ini. Desainnya yang lucu akan membuat anak-anak semakin happy, semakin semangat membawa bekal kesekolah,” tambah Nurlaila Hidayaty.

Please follow and like us:

Ini yang di Butuhkan Bumil di Lingkungan Keluarga

GayaKeren.id – Studi terkini yang diselenggarakan oleh Fonterra Brands Indonesia dan Anmum, mengungkapkan bahwa sistem pendukung (support systems) dari para ibu di Indonesia memiliki pengetahuan dan pemahaman yang terbatas tentang kesehatan ibu hamil dan menyusui, termasuk nutrisi yang dibutuhkan.

Sehingga para ibu merasa kebutuhan mereka tidak dipahami dan dipenuhi oleh sistem pendukung mereka, seperti suami, orangtua atau mertua. Hal ini menyebabkan para ibu memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap sistem pendukung mereka supaya lebih proaktif dalam mendukung masa kehamilan dan menyusui.

Dr. dr. Ali Sungkar SpOG (K) menjelaskan, Selama kehamilan dan menyusui, para ibu mengalami perubahan dan tantangan fisik dan psikologis. Mereka membutuhkan dukungan dari lingkungan sosialnya dan nutrisi yang tepat. Hal tersebut merupakan aspek penting yang akan memengaruhi kesehatan ibu supaya nantinya dapat merawat anak dan keluarganya.

1.000 hari pertama merupakan fondasi penting bagi masa depan anak, oleh karena itu sangat penting untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh ibu dan bayi. Kurangnya penyesuaian psikososial dan emosional selama fase penting kehidupan tersebut berpotensi menimbulkan resiko bagi kesehatan ibu dan kurangnya peluang bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif. Salah satu faktor resiko penting yang memengaruhi kesehatan ibu selama dan setelah kehamilan adalah kurangnya dukungan sosial.

“Pentingnya sistem pendukung sosial yang sehat selama masa kehamilan dan menyusui tidak boleh diremehkan. Stabilitas sosial dan partisipasi sosial dapat memberikan dukungan emosional yang berperan untuk mengurangi dampak stres kehidupan dan tantangan sehari-hari hari para ibu,” Dr. dr. Ali melanjutkan.

Menurut artikel Baby Friendly Initiative yang diterbitkan oleh UNICEF, berdasarkan riset, ketika dukungan selama masa menyusui diberikan kepada ibu, durasi dan eksklusivitas pemberian ASI meningkat.

“Studi yang diselenggarakan oleh Fonterra dan Anmum bertujuan untuk lebih memahami tantangan yang dialami para ibu selama kehamilan mereka serta selama beberapa minggu dan bulan pertama menyusui. Hasil studi mengungkapkan kecenderungan bahwa jika ibu tidak didukung dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang kesehatan dan nutrisi ibu hamil dan menyusui dari sistem pendukung sosial mereka, kesehatan dan kesejahteraan mereka dapat terkena dampaknya.

Ines Yumahana Gulardi MSc, Senior Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia, menjelaskan, “Tahap pertama kehidupan seorang anak yang meliputi perkembangan janin di rahim dan masa menyusui sangat krusial dan nutrisi ibu sangat penting selama periode ini.”

“Ketika seorang ibu memperoleh nutrisi dengan baik, tubuhnya dapat memenuhi kebutuhannya sendiri maupun kebutuhan anaknya. Anmum Materna dan Lacta memberikan dukungan dan perhatian dan nutrisi khusus untuk kesehatan dan kesejahteraan ibu,” tambah Ines.

Please follow and like us:

Bagaimana Terapi Yang Tepat Untuk Anak Autis??

GayaKeren.id – Setiap anak yang didiagnosis autisme punya kebutuhan berbeda, maka terapi yang disarankan untuk mengikis masalah perilaku yang paling mengganggu juga bervariasi untuk tiap individu.

Orangtua dari anak dengan gangguan spektrum autisme mungkin kewalahan memilih mana tempat terapi yang terbaik agar kemampuan buah hati berkembang. Misalnya, terapi bicara belum cocok untuk anak yang belum bisa duduk tenang alias tidak bisa diam,

Para Orangtua juga harus belajar, harus mengetahui seperti apa terapi yang baik jadi bisa mengobservasi apakah terapisnya benar atau tidak. Ketika sudah menemukan terapis yang baik, orangtua tidak boleh serta merta mengalihkan tanggung jawab pada pihak ketiga.

Orangtua juga harus mengamati dan mempelajari materi terapi sehingga bisa dipraktikkan berulang-ulang di rumah. Bila ruang terapinya tertutup bagi orangtua, jangan sungkan untuk bertanya pada terapis. Penerapannya harus diterapkan juga materi yang sama di rumah.

Kekurangan Terapis

Di sisi lain, Indonesia masih kekurangan terapis untuk menangani pasien autisme. Hal ini disebabkan minimnya jumlah sekolah yang melahirkan para terapis.

“Hanya ada tiga, di Jakarta, Bandung dan Solo,” kata dokter Rini Sekartini dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

“Yang kurang itu terapis okupasi dan terapis bicara,” imbuh dia.

Sekolah terapis juga bukan jurusan yang lazim diambil oleh murid-murid sekolah menengah ke atas yang akan melanjutkan pendidikan.

Mereka yang tinggal di kota besar lebih beruntung karena para terapis mudah dicari, beda halnya dengan pasien autisme yang tinggal di luar kota besar.

Ini bisa menghambat perkembangan pasien yang terpaksa harus “berebut” terapis. Misalnya yang harus ikut sesi 60 menit jadi cuma 30 menit karena banyak antrean.”

 

Please follow and like us:

Pentingnya Yoga Untuk Anak Autisme

GayaKeren.id – Yoga tidak hanya membuat tubuh jadi relaks, tetapi bisa juga menjadi terapi untuk anak-anak autisme. Dengan olahraga yoga itu dapat membantu melepaskan rasa stres hingga menguatkan bagian tubuh atas anak.

Di dalam gerakan yoga ada satu gerakan bernama “Nafas Singa” yang bisa membantu anak jadi lebih “plong”. Anak diminta mengikuti gerak-gerik singa. Jari-jemari menekuk seperti akan mencakar, ambil napas panjang dari hidung, keluarkan nafas sambil menirukan suara singa segarang mungkin.  Jangan lupa mendelikkan mata dan julurkan lidah selayaknya singa mengaum.

Anak autis biasanya bernapas dari mulut, akibatnya asupan oksigennya sedikit sehingga gampang anxiety. Sehingga mengajari anak mengambil napas panjang akan melatih diafragma menjadi lebih terbuka, juga melatih otot-otot di tubuh bagian atas. Bila tubuh bagian atas ringkih, anak cenderung bungkuk dan sulit belajar menulis.

Ada juga gerakan “Nafas Lebah” di mana anak diajak untuk menarik napas panjang, lalu dihembuskan sambil meniru suara “bzzzz” lebah. Tangan direntangkan ke samping, lalu naik turun seakan mengepakkan sayap. Karena anak autistik biasanya terlambat bicara, maka dengan meniru suara ‘bzzzz’ ini akan membantu motorik oral.

Perlu diketahui orang tua bahwa Yoga untuk anak berkebutuhan khusus pun bermanfaat untuk membuat tidurnya lebih nyenyak. Cukup istirahat berdampak positif bagi fokus dan suasana hati anak pada keesokan harinya. Dan perlu diingat juga bahwa gerakan yoga anak ini bisa diikuti mereka yang berusia 3-8 tahun. Gerakan yoga untuk anak autis sama dengan yoga untuk anak neurotypical (tidak autis).

Khusus untuk anak berkebutuhan khusus, kelasnya diadakan secara privat karena butuh perhatian ekstra. Untuk mereka itu harus one on one. Harus observasi terkait masalahnya di mana, apa tantangannya, anaknya bisa fokus dengan cara apa untuk bisa berkomunikasi.

Jika misalnya komunikasi tidak bisa verbal, maka harus mengajari mereka agar meniru gerakan, atau memakai kartu yoga sebagai alat bantu visual.

Olahraga ini juga sebaiknya dipraktikkan secara konsisten di rumah dengan bantuan orangtua.

 

Please follow and like us:

Memahami Pendidikan Anak Usia Dini

GayaKeren.id – Jika kita mendengar kata pendidikan, seperti juga saat kita mendengar pendidikan anak usia dini atau yang lebih dikenal dengan PAUD otomatis pikiran kita akan langsung pada lembaga pendidikan seperti sekolah dan lain sebagainya, padahal selain dilembaga pendidikan formal PAUD bisa diselenggarakan di rumah bahkan di lingkungan tempat kita tinggal.

Namun sayangnya banyak orang tua dan bahkan tenaga pengajar yang belum memahami secara benar bagaimana memberikan pendidikan yang tepat pada anak usia dini. Padahal pendidikan anak diusia dini adalah pondasi yang akan memperngaruhi karakter dan perkembangan mental anak di tahapan usia berikutnya.

Dr. Sukiman, M.Pd, mengungkapkan berbagai hasil penelitian yang telah membuktikan bahwa perkembangan di usia dini sangat mempengaruhi sukses tidaknya seseorang di masa depan

Ketidak pamahan orang tua akan pendidikan anak usia dini juga tak jarang membuat orangtua ragu atau bahkan takut untuk memberikan pendidikan di rumah ataupun memasukan anak pada lembaga-lembaga pendidikan

Untuk itulah pemahaman orangtua tentang pendidikan anak usia dini diperlukan agar tak salah kaprah dalam mendidik anak  ataupun takut mengikutsertakan anak pada lembaga pendidikan formal ataupun informal.

Novita Tandri seorang pakar pendidikan anak menjelaskan bahwa masih banyak orang tua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting dengan alasan tidak ingin anaknya menjadi stres atau kehilangan masa bermainnya, “Padahal 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga tiga tahun. Sejak dini, anak-anak berhak mendapatkan sarana pendidikan yang nyaman, penuh kasih sayang, di dalam lingkungan yang mendukung”, ujar novita

Novita menambahkan bahwa mendidik anak saat usia dini memerlukan pendekatan-pendekatan khusus yang seseuai dengan fase usia anak dan pendekatan stimulasi tumbuh kembang anak usia dini, yang terdiri atas Stimulasi Fisik yang meliputi perkembangan motorik kasar dan halus, Stimulasi Kognitif – meliputi perkembangan intelektual,dan  Stimulasi Lingustik atau kemampuan berbahasa

Stimulasi-stimulasi diatas sesungguhnya bisa saja dilakukan orangtua di rumah dengan cara melakukan permainan-permainan tertentu bersama anak, selain dapat menstimulasi perkembangan motorik, kognitif dan linguistik, bermain bersama anak akan menjalin keterikatan yang lebih kuat antara orangtua dan anak.

 

Please follow and like us:

Membangkitkan Percaya Diri Anak Broken Home

GayaKeren.id – Anak yang kedua orangtuanya bercerai atau broken home dapat berpotensi mengalami gangguan psikis. Salah satunya kurang percaya diri.

Bahkan berdasarkan riset, mereka berisiko lima kali lebih besar mengalami gangguan emosi dan mental. Lalu, apa yang perlu dilakukan orangtua agar anak tidak trauma dan lebih percaya diri??

Menurut Psikolog Anak sekaligus Grapholog, Laksmira Ratna Bayuardi atau Bu Mia, ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua.

Jadilah Cermin Yang Positif

Meski sedang terpuruk, ingatlah bahwa ada seorang anak yang melihat Anda sebagai contoh. Anda tidak perlu terus tersenyum atau terlihat bahagia setiap saat. Wajar jika Anda mengalami masa sedih.

Namun, reaksi Anda dalam menyikapinya tentu dapat menjadi cermin bagi anak. Bila Anda cepat bangkit, anak pun akan belajar hal yang sama ketika ia besar.

Berikan Pengertian Pada Anak

Bila anak sudah mengerti, beritahu alasan Anda dan pasangan bercerai. Tidak perlu menutup-nutupi. Jika menyembunyikannya, anak akan berpikir bahwa perceraian kedua orangtua adalah kesalahannya. Ia pun akan cenderung kurang percaya diri. Walaupun Anda sangat dendam atau sakit hati dengan mantan pasangan, hindari menjelekkannya di depan anak.

Bina Hubungan Baik Dengan Mantan Pasangan

Walaupun berat, tetaplah jaga hubungan yang baik dengan mantan pasangan. Berikan waktu luang yang berkualitas antara anak dengan orangtuanya, meski Anda berdua sudah terpisah rumah.

Menghalangi anak bertemu ayah atau ibunya dapat membuat anak merasa ditinggalkan, dan tentunya dapat berimbas pada kepercayaan dirinya.

Monitor Perkembangan Anak di Sekolah

Anak Anda mungkin terlihat bahagia dan tidak terpengaruh pada perceraian orangtuanya. Namun, selalu monitor perkembangan dirinya. Bisa jadi anak Anda mengalami tekanan sosial di sekolah karena orangtuanya bercerai.

Meski Anda sibuk bekerja karena baru saja menjadi orang tua tunggal, tetaplah berikan perhatian dan semangat pada anak.

Terkadang, tanpa disadari orang tua menjadi egois dan kurang memperhatikan perkembangan emosi anak. Padahal anak broken home yang sedang bertumbuh membutuhkan perhatian besar. Oleh karena itu, kerja sama kedua orang tua dibutuhkan agar anak dapat tumbuh menjadi orang yang percaya diri.

 

Please follow and like us: