Ini Pertanda Kecerdasan Kinestetik Anak Tinggi

GayaKeren.id – Jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, itu pertanda anak Anda punya kecerdasan kinestetik tinggi.

Gampangnya, kecerdasan kinestesik adalah kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan. Itu artinya, jika anak Anda tak bisa diam, suka melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan lain sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang lebih maksimal.

Tak hanya itu, anak yang punya kecerdasan kinestesik tinggi biasanya menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti mengendarai sepeda, berenang, melempar dan menangkap bola, bermain di area permainan, memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik, lebih mudah belajar dengan praktik, pandai menggunakan bahasa tubuh, dan sebagainya.

Tapi sebaliknya, Jika kecerdasan kinestetik anak biasa-biasa saja, umumnya mereka lebih suka dengan aktivitas yang tidak melibatkan terlalu banyak gerak anggota tubuh.

Namun, bukan berarti kita mendiamkannya saja, justru harus kita rangsang anak untuk lebih banyak bergerak karena di dalam bergerak anak bisa mempelajari dan meningkatkan kemampuannya.

Cara mudah melihatnya adalah dengan memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa diam, senang berlarian, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, berjoget, dan sebagainya.

Biasanya, anak yang cerdas kinestetik butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.

Jika lebih diperhatikan, biasanya anak cerdas kinestetik tidak memiliki masalah dengan kemampuan menjumput, menempel, menggunting, menulis, meronce, menaiki tangga, semuanya tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya, bahkan lebih cepat.

Di dalam kelas, biasanya anak yang cerdas kinestetik tidak mau diam berlama-lama, pasti ada saja gerakan yang ia buat, seperti: berdiri, menggoyang-goyangkan kepala, bahkan berjalan-jalan di dalam kelas.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Eastern, Finlandia pun menemukan, banyak siswa yang aktif di kegiatan kinestetik, seperti atletik, ternyata memiliki kemampuan membaca dan matematika lebih baik.

Dua kemampuan ini adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain.

Itu manfaat aktif bergerak untuk kecerdasan anak. Selain itu, aktif bergerak juga membuat anak tumbuh lebih sehat. Soalnya, bergerak akan meningkatkan kinerja berbagai organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh.

Ketika anak berlari dengan waktu tertentu, misal, detak jantungnya pasti akan meningkat, sehingga membuat jantung lebih kuat, peredaran darah lebih lancar, dan suplai sari makanan ke berbagai area tubuh pun semakin baik.

Tubuh juga akan terasa lebih bugar dan fit. Biasanya, energi akan terkuras, anak butuh nutrisi untuk kebutuhan tubuhnya demi mengembalikan energi yang terkuras tadi. Dengan begitu, pertumbuhan anak pun akan berlangsung lebih optimal.

Jadi, tak perlu khawatir lagi kan, kalau anak tak bisa diam dan selalu berlarian ke sana kemari? Karena itu tanda anak punya kecerdasan kinestetik tinggi.

 

Sumber : intisari online

 

 

 

Dukung Kepintaran Si Kecil Dengan Nutrisi Yang Tepat

GayaKeren.id – Periode emas untuk mengoptimalkan kepintaran si kecil yaitu saat si kecil berusia 1-5 tahun. Di tahapan usia itu, si kecil mampu menyerap informasi dengan maksimal dibandingkan di tahapan usia lainnya.

Namun biasanya Ayah dan Bunda hanya mengukur kepintaran si kecil dari kemampuan kognitifnya saja. Tanpa disadari, Ayah dan Bunda fokus melatih kepintaran si kecil dalam merangkai kata, berhitung, dan mengenal benda.

Sebenarnya, kepintaran si kecil tidak hanya diukur dari kepintaran kognitif atau yang juga sering disebut kepintaran akal. Namun, Ayah dan Bunda juga harus mendukung kepintaran fisik dan sosial.

Lalu seperti apa kepintaran akal, fisik, dan sosial itu?

Kepintaran akal meliputi kemampuan berkomunikasi si kecil, memecahkan masalah, serta berpikir jernih dan kritis. Kepintaran akal erat kaitannya dengan word smart, number smart, picture smart, dan music smart.

Kemudian kepintaran fisik erat kaitannya dengan body smart yang meliputi kemampuan si kecil dalam perkembangan motorik dan stimulasi panca indra. Di samping itu, kepintaran fisik juga bisa dilihat dari kecakapan si kecil dalam mengeksplorasi alam atau sering disebut nature smart.

Sedangkan kepintaran sosial merupakan kemampuan si kecil dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan mengendalikan diri sendiri.

Bunda harus tahu bila ketiga kepintaran itu harus disinergikan dengan baik. Sebab, ketiga kepintaran itu sama pentingnya dan harus didukung dengan porsi yang sama dan cara yang tepat.

Meskipun demikian, dibutuhkan dukungan berbeda untuk masing-masing kepintaran itu baik dari nutrisi maupun stimulasi. Untuk memberikan dukungan yang tepat, ini cara yang bisa Bunda lakukan:

Dukungan Untuk Kepintaran Akal

Bunda bisa mendukung kepintaran akal si kecil dengan memberikan asupan terbaik yang mengandung asam lemak esensial omega 3 dan 6. Asam lemak Omega 3 (Asam alfa-linolenat) dan Omega 6 (Asam Linoleat) tidak dapat dihasilkan tubuh, penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil.

Lalu lengkapi dengan DHA (Docosehaxaenoic Acid) dan AA (Arachidonic Acid). Bunda bisa mendapatkannya dari sarden, tongkol, salmon, tuna, udang, kerang, kacang kenari, dan minyak zaitun.

Selain itu, jangan sampai Bunda melewatkan asupan yang mengandung kolin untuk si kecil. Kolin dibutuhkan untuk  perkembangan otak dan fungsi daya ingat. Selain itu, kolin membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di tubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin di antaranya telur, susu yang difortifikasi, brokoli, kubis, kembang kol, tahu, yoghurt, dan daging sapi tanpa lemak.

Selanjutnya adalah zat besi yang menjadi unsur paling penting dalam produksi dan pemeliharaan saraf serta mempengaruhi aktivitas saraf. Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Makanan sumber zat besi antara lain daging sapi, daging kambing, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

Asupan yang tak kalah penting yaitu asupan yang mengandung Vitamin A untuk mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh dari infeksi. Si kecil yang berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A sebanyak 400 mikrogram per hari (AKG, 2013). Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.

Dukungan Untuk Kepintaran Fisik

Sementara untuk mendukung kepintaran fisik si kecil, Bunda harus memastikan si kecil mengonsumsi asupan yang mengandung protein. Sebanyak 10 persen tenaga si kecil bersumber dari protein.

Karena itu, protein merupakan komponen esensial yang dapat membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik bisa ditemukan di daging sapi, daging unggas, kuning telur, susu, dan kacang-kacangan.

Selanjutnya Alpha Lactalbumin berupa protein whey yang terdiri dari 20% total kandungan protein yang mudah dicerna.  Protein whey dapat meningkatkan penyerapan mineral, menstimulasi fungsi daya tahan tubuh, dan memiliki efek prebiotik. Alfa Lactalbumin banyak terkandung di daging, unggas, ikan, telur, dan susu yang difortifikasi.

Dukungan Untuk Kepintaran Sosial

Jangan sampai Bunda melewatkan asupan nutrisi di atas untuk mendukung kepintaran si kecil. Lalu untuk membantu Bunda menstimulasikan kepintaran sosial si kecil, Bunda bisa mendapatkan tipsnya di Bantu si kecil untuk menyinergikan kepintaran akal, fisik, dan sosialnya dengan menstimulasi dan memberikan nutrisi terbaik yang dibutuhkan si kecil sesuai tahapan usianya.

 

 

 

Manfaat Memelihara Hewan Peliharaan

GayaKeren.id – Di masyarakat dunia teramasuk Indonesia, memilihara hewan peliharaan merupakan hal yang sudah lama di lakukan, tetapi tahukah Anda bahwa memelihara hewan peliharaan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan baik untuk kesehatan, fisik, emosi dan mental

Drh. Angela Maharani menerangkan, bahwa memelihara hewan peliharaan seperti kucing memiliki manfaat bagi kesehatan fisik, emosi dan mental manusia, diantaranya dapat menumbuhkan rasa empati dan disiplin, meningkatkan imunitas tubuh serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

“Kucing adalah hewan peliharaan yang sesuai bagi mereka yang bergaya hidup aktif, tinggal di hunian compact seperti apartemen atau kos, karena sifat kucing yang lebih independen – mereka hewan yang bisa menikmati waktu bermainnya sendiri – dan juga tidak membutuhkan banyak ruangan luas atau outdoor karena sifat mereka lebih ‘rumahan’, “ tambah Drh. Angela

Menurut penulis buku Generasi Langgas dan pengamat gaya hidup Dilla Amran, di tengah kesibukan para millenials dalam membangun karir, hunian compact seperti apartemen ataupun perumahan cluster kini menjadi pilihan yang lebih praktis.  Aktivitas yang padat di tengah kota, harga yang cenderung lebih terjangkau serta keleluasan dalam mobilitas menjadi salah satu alasan bagi millenials memilih tren hunian ini.

 Dilla melanjutkan, “Generasi millennials juga berkiblat kepada tren yang muncul dari media sosial, dan mengadaptasinya dalam gaya hidup mereka. Contohnya, sekarang banyak sekali akun influencer pet di media sosial yang memiliki banyak followers. Dengan sekedar sering melihat foto-foto dan video hewan peliharaan yang lucu dan menghibur, apalagi mulai mem-follow akun tersebut, lama kelamaan tentunya mempengaruhi keinginan untuk memiliki hewan peliharaan sendiri.”

 Kartika Putri, seorang selebriti pencinta kucing, berbagi pengalamannya mengapa ia memilih kucing sebagai hewan kesayangan, “Karena tuntutan kesibukan, saya memilih hunian vertikal di tengah kota. Awalnya, saya sempat ragu untuk memelihara kucing karena takut mereka merasa terkungkung atau jenuh apabila tinggal di tempat yang luasnya terbatas. Belum lagi kekhawatiran akan ada tetangga yang terganggu karena suara si kucing.”

 “Namun, setelah berdiskusi dengan teman saya yang memiliki kucing, saya tidak ragu lagi karena telah dijelaskan mengenai karakter kucing yang mandiri dan mudah beradaptasi dengan ruangan untuk berinteraksi. Saya juga belajar, bahwa kucing ternyata termasuk hewan yang pemilih dalam hal makanan. Untuk menghindari kejenuhan tersebut, saya juga selalu memberikan mereka makanan yang beragam serta mengajak mereka bermain sepulang kerja,” Kartika menambahkan.

 Drh. Angela Maharani memberikan penjelasan kebiasaan makan kucing yang berbeda dengan hewan lain, “Kucing memang tergolong hewan bersifat picky eater. Selain selektif memilih makanan, kucing juga mudah bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Karena itu, kucing membutuhkan jenis makanan yang bervariatif agar terpenuhi kebutuhan gizinya.

Variasi tersebut bisa didapatkan dari pemilihan tipe protein yang berbeda, rasa, serta tekstur yang beragam. Makanan utama yang seimbang bagi kucing memiliki protein hewani tinggi, asam lemak, asam amino, vitamin dan mineral.”

Manfaat Minyak Ikan Bagi Perkembangan Otak Anak

GayaKeren.id – Minyak ikan memiliki komponen-komponen penting, seperti DHA (docosahexanoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid). Keduanya dipercaya dapat menjaga kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

Salah satunya dari batuk pilek, penyakit yang paling sering ditemui pada anak-anak. Kondisi tersebut sering menyerang anak-anak, karena imunitas tubuh mereka yang masih kurang sempurna dibandingkan orang dewasa.

Saat anak sedang batuk pilek, omega-3 pada minyak ikan dapat bekerja sebagai anti peradangan, terutama pada saluran pernapasan. Jika saluran pernapasan terganggu, tentunya akan mengganggu proses perkembangan otak anak.

Di samping itu, minyak ikan dapat membantu membentuk kecerdasan bayi. DHA-lah yang paling berperan untuk ini, karena fungsinya dalam meningkatkan sistem saraf janin sejak pembentukan otak di dalam kandungan. Inilah kenapa minyak ikan sangat penting bagi ibu hamil.

Selain itu, DHA terbukti dapat meningkatkan kualitas mata pada janin. Nantinya, ketajaman mata dalam menangkap objek secara cepat akan mendukung kecerdasan otak pada anak.

Namun, hal ini perlu didukung oleh kebutuhan nutrisi yang tercukupi serta bimbingan orang tua dalam memaksimalkan kecerdasan otak anak. Salah satu caranya adalah dengan sering-sering mengajak anak bermain atau melakukan aktivitas fisik yang merangsang perkembangan otak.

Mari optimalkan perkembangan otak anak dengan gizi yang seimbang. Dapat diawali dengan sesuap minyak ikan setiap harinya. Jangan lupa untuk mengajak anak bergerak aktif juga, ya!

 

 

Cara Mudah Membuat Anak Sukses di Masa Depan

GayaKeren.id – Dari hasil survey pendahuluan yang dilakukan Nestlé LACTOGROW dan melibatkan tim Psikolog di dapatkan data bahwa bagi anak, dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga adalah salah satu sumber kebahagiaan, selain bermain dengan teman.

Ciri-ciri anak bahagia dimata orang tua adalah aktif, senang bermain, senang bergaul, kondisi fisik sehat. Kesehatan juga dipandang orang tua sebagai salah satu faktor kunci yang dapat menunjang kebahagiaan anak.

Sementara bagi ayah dan ibu, keluarga terutama anak diakui sebagai sumber kebahagiaan yang utama,namun ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kebahagiaan mereka, yaitu kebutuhan untuk dapat mengaktualisasikan dirinya, baik melalui seni, hobi, pekerjaan, ataupun minat pribadi (self interest)  dan lainnya.

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC memaparkan kaitan antara anak yang bahagia, kecerdasan sosial dan emosional yang dimiliki serta dampak ketika mereka dewasa. Anak-anak yang bahagia memiliki kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial serta kemampuan sosial dan kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik. Semua sifat ini dapat mempengaruhi berbagai aspek di masa depan serta keberhasilan pendidikan, kesuksesan karir, dan capaian penting lainnya (Kepatuhan terhadap hukum yang berlaku).

“Kebahagiaan anak antara lain dipengaruhi oleh interaksi sosial positif yang melibatkan anggota keluarga. Karenanya, penting bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama dengan anak. Dengan menghabiskan waktu bersama, orang tua juga akan semakin mengenal anak dan diri sendiri secara lebih baik ,” ujar Elizabeth.

“Dengan mengetahui apa yang membuat dirinya bahagia, ayah dan ibu bisa menjadi orang tua yang bahagia, sehingga bisa menularkan kebahagiaan ya kepada pasangan dan anak, yang pada akhirnya mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal dan menjadi anak yang bahagia,”tambahnya.

Tidak hanya kegiatan berkualitas yang dilakukan bersama orangtua, saluran pencernaan juga ikut berperan penting dalam mendukung kebahagiaan untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

Ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. Mengatakan, “Terdapat empat pilar kesehatan yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan bahagia, yaitu:

  • Nutrisi lengkap dari makanan dan minuman setiap hari.
  • Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Berbagai penelitian membuktikan bahwa aktivitas otot dapat merangsang emosi dan kognitif anak serta merangsang selera makan.
  • Tidur yang berkualitas sesuai usia. Anak membutuhkan waktu waktu tidur yang lebih lama dari orang dewasa yaitu sekitar 10-12 jam.
  • Mengatasi stress, baik di dalam ataupun diluar rumah. Perasaan tertekan (stress) dapat mengakibatkan gangguan pada pencernaan, hal ini karena terdapat komunikasi dua arah antara otak dan perut (Gut-BrainAxis)”.

“Kami ingin mengajak para orang tua di Indonesia untuk terus mendukung kebahagiaan anak baik dari segi psikologis (meluangkan waktu bersama anak) maupun fisik (kesehatan) untuk mencapai tumbuh kembang optimal anak. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat,” ujar Brand Manager Nestlé LACTOGROW, Gusti Kattani Maulani.

Kelebihan Anak Hiperaktif Dan Tak Bisa Diam

GayaKeren.id – Ibu pasti merasakan repotnya punya anak yang tidak bisa diam! Lari ke sana kemari dan membuat rumah jadi berantakan saja. Lelah memang rasanya jika si kecil merupakan anak yang aktif dan tidak bisa diam.

Namun jangan buru-buru kesal menghadapi si aktif. Sebabnya, ada banyak hal yang sebaiknya Ibu syukuri jika memiliki anak yang tidak bisa diam. Berikut daftar manfaat jika si kecil jadi anak yang aktif, dilansir dari kompas.com

  1. Membantu anak jadi lebih cerdas

Gerakan yang dibuat anak nyatanya berdampak pada perkembangan otak anak. Bindy Cummings, seorang konsultan pengembangan anak mengungkapkan orangtua perlu mendorong anak bergerak lebih banyak bahkan sejak usia dini.

Gerakan aktif dapat membantu anak untuk mengontrol tubuh dan postur tubuhnya yang baik. Selain itu, motorik kasar dan halus anak akan terlatih dengan banyaknya gerakan yang dibuat. Kegiatan ini akan berdampak positif pada pertumbuhan otak anak.

Saat anak tidak bisa diam, Ibu justru harus hadir untuk membantunya mengenal mana yang perlu dan tidak untuk dilakukan. Hal ini akan membuat si kecil justru lebih cerdas dalam mengatur dirinya sendiri.

“Orangtua perlu ada bersama dengan anak, membuat komunikasi terbuka dan berdiskusi mengenai apa yang akan dilakukan. Misalnya berdiskusi jam berapa anak boleh main dan kapan anak harus makan dan tidur,” ujar Marry Sheedy Kurcinka, pakar parenting sekaligus penulis buku Raising Your Spirited Child and Kids, Parents, and Power Struggles: Winning for a Lifetime.

Anak yang aktif ternyata jauh memiliki pengalaman yang berharga. Sally Fitzgerald, konsultan dari Goodstart Early Learningmengungkapkan anak yang aktif akan menggunakan indera mereka untuk menjelajahi dunia luar.

Menurut Fitzgerald, anak yang lebih banyak mengenal dunia luar akan lebih mudah menyelesaikan tugas belajar yang lebih kompleks dan mendukung pertumbuhan kognitif dan bahasa. Ibu perlu mendampingi si kecil ketika bergerak aktif agar ia bisa belajar banyak dari interaksi antara Ibu dan si kecil.

  1. Lebih mengenal banyak hal

Anak yang aktif ternyata jauh memiliki pengalaman yang berharga. Fitzgerald mengungkapkan anak yang aktif akan menggunakan indera mereka untuk menjelajahi dunia luar.

Menurut Fitzgerald, anak yang lebih banyak mengenal dunia luar akan lebih mudah menyelesaikan tugas belajar yang lebih kompleks dan mendukung pertumbuhan kognitif dan bahasa. Ibu perlu mendampingi si kecil ketika bergerak aktif agar ia bisa belajar banyak dari interaksi antara Ibu dan si kecil.

  1. Membantu anak jadi lebih bahagia

Anak yang tidak bisa diam tentunya melakukan berbagai aktivitas fisik misalnya berlari atau melompat. Hal ini sama halnya dengan olahraga. Saat kita berolahraga, serotonin dalam tubuh akan meningkat.

Peningkatan ini nantinya dikaitkan dengan perasaan yang bahagia, peningkatan nafsu makan dan berkurangnya depresi. Selain itu, anak yang tidak bisa diam juga akan jauh lebih sehat karena melakukan aktivitas fisik dengan sendirinya.

 

 

 

Menjadi Single Mom Yang Sukses Dan Bahagia

GayaKeren.id – Menjadi single mom yang sukses + bahagia. Bagaimana caranya? Kami coba merangkum beberapa tips yang semoga bisa memotivasi sahabat moms  untuk sukses meraih kebahagiaan.

Yang perlu dipersiapkan:

Mental

Status akhirnya menjadi single mom, mau tidak mau dan suka tidak suka harus diterima. Ini masa yang paling tidak menyenangkan dan tidak sedikit singlem mom yang mentalnya drop ketika menghadapi kenyataan. Beban ini tentunya terasa berat jika ditanggung sendiri mengapa tidak berbagi kepada orang terdekat yang dipercaya dan dapat memberi kekuatan. Dan jika bebannya masih terasa berat juga, coba share ke psikolog. Banyak solusi yang Anda dapatkan.

Waktu dan tenaga

Ketika masih ada suami tentunya ada pembagian tugas. Siapa yang cari duit siapa yang mengurus anak di rumah, dan lain sebagainya. Sekarang semua harus ditangani sendiri. Tentang waktu coba manage waktu Anda yang 24 jam itu semaksimal mungkin untuk kegiatan berarti. Dan jika perlu Anda minum suplemen seperti vitamin untuk stamina agar tetap terjaga

Tabungan

Kalau dulu Anda tidak punya planning nabung tiap bulannya, sekarang WAJIB MENABUNG. Komitmen pada diri sendiri misalnya tiap bulan nabung Rp 500.000. Nah dana itu jangan dikutak-katik sebisa mungkin kecuali situasi terdesak

Relationship

Hubungan yang harmonis dengan anak perlu tercipta sejak dini. Anak adalah curahan cinta Anda setiap hari. Jika mereka sudah remaja bisa loh diajak bertukar pikiran

Buang perasaan ini:

Takut gagal

Semua orang bisa gagal mengarungi hidup tak terkecuali pasangan utuh suami istri. Ketika Anda menjadi single mom jangan merasa gagal menjalani hidup .Anda harus optimis, bangkit dari keterpurukan dan membuka pikiran untuk hal-hal positif.

Takut Digossipin

Ambil prinsip EGP alias “emang gue pikirin?”. Hidup itu perlu ada cueknya jangan selalu memikirkan. “Apa kata orang tentang aku ya?” Terserah Moms orang bicara negatif apa tentang Anda yang pasti harus yakin bahwa langkah hidup yang ditempuh benar dan tidak neko-neko

Takut melangkah

“Bagaimana kalau aku menjual rumah dari harta gono gini, apa tepat? Kecepatan gak ya dijual sekarang? Keraguan untuk melangkah dalam ambil keputusan seringkali maju mundur, takut salah dan akhirnya tidak tahu hendak melakukan apa. Sebelum ambil keputusan pikirkan dulu dengan tenang apakah langkah yang Anda ambil nantinya plus minusnya dan tidak ada salahnya melibatkan anak-anak untuk bertukar pikiran siapa tahu ide mereka brilian

Takut tidak cukup

Anda harus yakin dengan iman bahwa rejeki yang ada saat ini akan cukup menghidupi Anda dan anak. Syukur kalau mantan suami masih ingat tanggung jawabnya. Ya kalaupun tidak yakin saja Tuhan akan mencukupi. Tuhan itu sayang loh sama janda-janda

Pekerjaan yang cocok

Jika anak-anak sudah besar dan bisa ditinggal Anda bisa saja bekerja kantoran yang terikat dengan waktu. Namun jika anak Anda masih balita dan perlu perhatian sebaiknya mencari pekerjaan yang tidak terikat.

Apa saja pekerjaannya?

Marketing

Gaji Anda ditentukan dari semangat Anda berjualan. Semakin banyak terjual gaji Anda tentunya semakin besar. Untuk penyemangat buat target! misalnya tiap minggu Anda harus bisa closing berapa? Usahakan tiap minggunya sale Anda meningkat

Lawyer

Untuk Moms yang dulunya lulusan fakultas hukum dan tidak sempat ilmunya terpakai coba mulai menjadi lawyer. Pekerjaan ini tidak mengikat waktu namun memberikan penghasilan yang lumayan.

Enterpreneur

Menjadi pebisnis tidak harus punya modal besar. Misalkan Anda jago masak mengapa tidak membuka jasa catering kecil-kecilan dulu. Jika lumayan penghasilannya bisa ditambahkan untuk modal. Coba kembali gali potensi keahlian yang Anda miliki, inilah waktunya Anda menjadi enterpreneur.

Guru privat

Manfaatkan keahlian yang Anda miliki misalkan bidang matematika Anda bisa mengajar privat untuk anak-anak sekolah. Atau Anda menguasai beberapa alat musik mengapa tidak dijadikan penghasilan saja setiap minggu 4-5 privat musik/mengajar bahasa Inggris lumayan loh, Moms.

Setelah membaca ulasan ini semoga semua para Single’s Mom semangat terus ya. Sukses dan Kebahagiaan itu bisa kita raih jika ada kemauan dan membuang akar kepahitan.

 

 

 

Mama Pasti Bisa Menyusui dengan Optimal

GayaKeren.id –  Menyusui merupakan proses terpenting dalam memberikan asupan nutrisi terbaik di masa awal tumbuh kembang si Kecil. Setiap Mama tentunya menginginkan proses menyusui yang optimal agar memperoleh manfaat bagi si Kecil maupun dirinya. Namun sayangnya belum semua Mama mampu mengoptimalkan prosesnya untuk menjaga kuantitas serta kualitas ASI agar bisa menyusui secara eksklusif.

Saat ditemui di acara Media Gathering Lactamil, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG(K) yang merupakan Dokter spesialis  kandungan sekaligus salah satu Lactamil Expert, mengungkapkan bahwa,  masih banyak para Mama yang terkendala dalam menjalani proses menyusui yang optimal dikarenakan berbagai faktor.

Dalam mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi Mama saat menyusui, sangatlah penting bagi Mama untuk berbekal pengetahuan atau informasi dalam mempersiapkan proses menyusui sedari hamil. Mama perlu memahami bahwa mekanisme produksi ASI sudah dimulai pada masa kehamilan.

Pada bulan ketiga, tubuh Mama sudah mulai memproduksi hormon-hormon yang menstimulasi munculnya ASI. Sedangkan pada bulan kelima dan keenam, ASI sudah siap diproduksi. Sehingga jika Mama berkonsultasi kepada ahli kesehatan, selain terus menjaga pola makan bergizi seimbang, pada bulan kelima Mama juga akan dianjurkan untuk melakukan pijat laktasi. Tujuannya agar sistem pada payudara Mama dapat lebih siap dalam melakukan proses laktasi yang lancar.

Pada kesempatan yang sama, dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK selaku dokter spesialis gizi klinik, juga turut hadir memberikan dukungannya bagi para Mama untuk menjalani masa menyusui dengan sehat. Pakar gizi dari Prodia Health Care Bintaro tersebut memaparkan bahwa asupan nutrisi Mama sangat berpengaruh kepada produksi ASI.

Mama memerlukan energi yang cukup untuk dapat memproduksi ASI dengan lancar dan dengan kualitas yang baik. Untuk itu, asupan karbohidrat, protein, dan lemak pun harus terpenuhi dengan baik melalui pola makan yang teratur dengan porsi seimbang. Adapun selain mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi makro, Mama juga perlu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro demi tumbuh kembang si Kecil yang optimal. Di antaranya adalah Asam Folat, Vitamin D, Zat Besi dan Kalsium.

Beberapa sumber makanan yang dapat dikonsumsi Mama contohnya, sayuran berwarna hijau seperti daun katuk dan bayam yang kaya kalsium, zat besi, dan asam folat. Lalu daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein terbaik.”

dr. Juwalita juga menekankan bahwa konsumsi makanan dan minuman Mama yang bergizi seimbang dapat menghasilkan ASI yang berkualitas. Di mana ASI yang berkualitas mengandung cairan biologis yang dinamis dan kompleks, terdiri lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan, dan faktor lainnya.

Sehingga  mampu memberikan imunitas kepada si Kecil dan dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko obesitas, serta diabetes tipe 1 dan 2. Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi Mama karena dapat menurunkan risiko depresi pasca persalinan, obesitas, diabetes melitus, dan beberapa kanker.

Memahami Gaya Belajar Anak

GayaKeren.id – Bagi para orang tua pasti akan menyenangkan jika dapat mengetahui gaya belajar putra putrinya. Dengan mengetahui gaya belajar yang sesuai, diharapkan orang tua dapat menyediakan sarana yang paling tepat untuk mendukung proses belajar putra putri anda.

Gaya belajar pada manusia secara umum dibagi menjadi tiga kelompok besar, yang mana pada tiga gaya belajar ini dibagi lagi menjadi masing-masing dua bagian. Namun disini hanya akan memperkenalkan tiga kelompok besar tadi, yaitu : Visual, Auditori dan Kinestetik.

Tipe Visual

Gaya belajar tipe visual ini menerima dan menyerap informasi melalui indera penglihatan, seperti melalui media gambar. Baik melalui televisi maupun gambar dua dan tiga dimensi, melalui buku ataupun alat peraga.

Tipe visual ini dapat disebut juga tipe peniru. Cukup dengan memberi contoh sikap atau perilaku dan dengan penjelasan (pastikan perilaku tersebut terlihat oleh putra putri anda) maka ia pasti akan meniru atau melakukannya. Tipe visual ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu : Visual Picture dan Visual Text.

Tipe Auditori

Gaya belajar tipe auditori ini menyerap dan mengolah informasi yang di dapat melalui pendengarannya. Dapat mengingat dengan baik penjelasan guru di kelas atau materi yang didiskusikan dalam kelas / kelompok.

Tipe ini tidak gemar membaca dan kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru dibacanya, cenderung senang bicara atau ngobrol dan diskusi; namun kurang cakap dalam tugas menulis. Tipe gaya belajar auditori ini dibagi menjadi dua, yaitu : Auditory Sequential dan Auditory Musical.

Tipe Kinestetik

Gaya belajar kinestetik ini adalah dengan banyak bergerak. Individu dengan gaya belajar kinestetik ini mengolah informasi dengan baik melalui gerakan. Tipe ini lebih menyukai belajar dengan melakukan langsung (praktek).

Saat belajar, tipe ini kerap selalu bergerak dengan melakukan gerakan-gerakan kecil seperti menggoyangkan alat tulis, membaca sambil berjalan mondar mandir atau menghafal sambil berloncat-loncatan.

Gaya belajar ini umumnya menjadi masalah bagi orang tua dan guru di sekolah konvensional, mengapa ?  Karena dengan gaya belajar Kinestetik, anak kerap dianggap mengganggu konsentrasi teman dan tidak belajar serius, padahal justru dengan anggota tubuhnya banyak bergerak inilah ia akan mudah menerima dan mengolah informasi yang diterimanya. Gaya belajar kinestetik ini juga dibagi menjadi dua, yaitu : Kinesthetic Body dan Kinesthetic Tactile.

Nah, sekarang anda sudah tahu seperti apa gaya belajar putra putri anda kan?  Beda gaya belajar, tentu beda pula cara belajarnya.

Semoga bermanfaat…..

 

 

Tulisan ini disajikan oleh : Laksmira Ratna Bayuardi, Dip.Child Psy., MHA

Editor :  Roberto Namangge

 

 

Ajarkan Bahasa Asing Ke Anak Usia Dini. Dampaknya?

GayaKeren.id – Keterampilan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris sudah jadi tuntutan di masa sekarang. Tak heran bila akhirnya para orang tua berbondong-bondong mengenalkan bahasa asing sejak dini.

Namun ada anggapan mengajarkan bahasa asing kepada anak-anak usia dini dikhawatirkan akan membebani otak mereka. Benarkah anggapan tersebut?

Psikolog Anak sekaligus Grapholog, Laksmira Ratna Bayuardi mengatakan, anggapan tersebut tidaklah benar. Menurut dia anak-anak sekalipun usianya dini sudah dibekali neuron terkait bahasa dalam sistem otak mereka.

Sehingga dengan hal itu mereka dapat mempelajari lebih dari satu bahasa.

 “Artinya kalau ditanya apakah anak dapat belajar dua bahasa? Sebetulnya bisa,” katanya kepada awak GayaKeren, beberapa waktu lalu.

Meskipun demikian, tambah Bu Mia, sapaan akrabnya, neuron tersebut harus terstimulasi dengan tepat dan konsisten. Dalam hal ini orang tua mesti menciptakan lingkungan yang mendukung upaya si anak belajar bahasa asing.

Misalnya  ketika anak di sekolah menggunakan bahasa pengantarnya bahasa asing, maka di rumah pun orang tua mesti berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

“Supaya ada konsistensi sehingga ilmu bahasa yang mereka [anak] dapatkan akan optimal,” tutupnya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah Jika anak sejak dini diberikan pengajaran yang keliru, dengan menekankan pada tata bahasa dan sesuatu yang formal, justru ditangkap anak menjadi lebih sulit. Dampaknya nanti kacau semua, artinya akan mengalami masalah psikologis, seperti tidak percaya diri, kegagapan bicara, bahasa yang campur aduk.

Di samping metode pengajaran yang mesti memperhatikan aspek psikologi anak, ada hal krusial yang wajib disadari orang tua, yaitu bahasa yang digunakan dengan anak saat berkomunikasi sehari-sehari. Karena bila orang tua menggunakan bahasa asing atau bahasa Indonesia yang tidak terlalu baik, anak akan sulit menyampaikan pikiran abstrak dan konseptual.