Fakta Produksi ASI Menyusui Anak Lebih Dari Setahun

 

GayaKeren.id – Anjuran untuk menyusui anak hingga usia 2 tahun mungkin membuat sebagian  ibu bertanya-tanya, apakah produksi ASI untuk Si Kecil memadai dan cukup hingga sampai masa tersebut? Yang harus dingat, ASI akan terus berproduksi jika Si Kecil tetap menyusu.

Sesuai rekomendasi WHO, ASI adalah nutrisi  terbaik untuk anak meski sekarang ia memasuki usia setahun lebih. Namun memasuki tahun ke dua menyusui Si Kecil, banyak ibu yang merasa tidak percaya diri dengan kualitas ASI, bahkan tak sedikit pula yang menganggap pasokan ASI mereka tidak memadai untuk bisa menyusui hingga usia anak dua tahun. Kenyataannya, ASI akan terus berproduksi jika anak tetap menyusu. Memang, saat anak menginjak usia 6 bulan ke atas, mereka sudah tidak lagi menyusu secara eksklusif dan saatnya diperkenalkan pada MPASI atau makanan pendamping ASI. Jadi Si Kecil memenuhi kebutuhan gizinya dengan kombinasi ASI dan makanan pendamping.

Boleh jadi, pada periode MPASI, frekuensi anak menyusu mulai berkurang karena ia mudah kenyang dengan makanan padatnya. Namun ibu tidak boleh lengah dengan kondisi ini. Frekuensi menyusu anak yang  berkurang akan memengaruhi produksi ASI. Jika anak belum mau menyusu, ibu bisa memerah dan hasilnya disimpan di kulkas. Yang harus diingat adalah, menyusui merupakan sistem permintaan dan penyediaan. ASI akan terus berproduksi jika anak tetap menyusu. Bahkan semakin sering anak menyusu, maka semakin banyak ASI yang diproduksi tubuh ibu.

Selain sering-sering menyusui anak, produksi ASI juga bisa ditingkatkan dengan cara berikut:

– Banyak minum air putih.

Ini merupakan cara ampuh meningkatkan produksi ASI. Ibu menyusui direkomendasikan mengonsumi 3,1 liter (sekitar 13 gelas) cairan sehari. Pastikan ibu banyak minum terutama saat sedang menyusui atau sedang memerah ASI. Jika bosan dan ingin alternatif minuman yang sehat, Anda dapat mencoba jus segar.

– Konsumsi makanan bergizi.

Agar produksi ASI tetap lancar dan berlimpah, ibu harus mengonsumsi makanan seimbang dan bergizi setiap hari. Sejumlah makanan dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, antara lain:

  • Oatmeal. Kaya akan zat besi yang akan meningkatkan kualitas dan laktasi.
  • Sayuran hijau seperti bayam, daun katuk, pare dan asparagus serta kacang-kacangan merupakan sumber mineral, vitamin dan fitoestrogen yang dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Pepaya baik matang maupun mentah dapat meningkat ASI. Pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
  • Salmon, mengandung asam lemak esensial dan omega-3 yang meningkatkan kualitas dan produksi ASI.
  • Roti gandum yang kaya akan asam folat dan zat besi yang bermanfaat bagi ibu menyusui.

 

– Cukup istirahat.

Kelelahan bisa menurunkan produksi ASI. Ibu yang menyusui sebaiknya cukup beristirahat agar tubuh memiliki energi untuk memproduksi ASI.

– Memompa ASI.

Memompa adalah salah satu cara untuk menghasilkan lebih banyak ASI.  Prinsip di balik memompa adalah mengosongkan dan merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak.

Manfaat Menyusui Lebih Lama

Menyusui lebih dari 6 bulan selain memberikan keuntungan untuk Si Kecil, juga memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu.

> ASI melindungi anak dari kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak.

> ASI melindungi anak dari alergi.

> Menyusui juga memberikan imun (kekebalan tubuh) pada bayi di tahun pertama dan kedua. Pada usia setahun, sistem kekebalan tubuh anak hanya berfungsi 60 persen saja. Sistem kekebalan tubuh anak  baru berfungsi 100 persen seperti orang dewasa saat mereka berusia 6 tahun.

> Mengecilkan risiko sakit pada anak. Sebuah penelitian menyebutkan anak-anak yang disusui di  atas usia 16 bulan lebih jarang sakit ketimbang anak-anak yang tidak disusui langsung.

> Sebuah studi menunjukkan menyusui hingga 12 bulan dapat melindungi anak dari penyakit menular, terutama infeksi saluran pencernaan dan pernapasan.

> Bagi ibu, menyusui dalam jangka waktu yang lama menurunkan risiko kanker payudara,  kanker ovarium, diabetes 2 dan depresi pasca persalinan.

 

 

 

Hindari Kecanduan Gadget Pada Anak

 

GayaKeren.id – Gadget saat ini merupakan sebuah benda yang tidak bisa terpisahkan dari aktifitas sehari-hari. Bagaimana tidak? kemana pun pergi gadget selalu dibawa apapun yang ada selalu bisa di akses dengan gadget.

Semenjak berkembangnya jaman anak kecil sekarang sudah banyak yang kecanduan dengan gadget bahkan anak balita pun sudah tau gadget sangat disayangkan sekali ini semua karena factor dibiasakan oleh orang tuanya. Anak kecil jaman sekarang sangat jauh beda dengan dahulu yang dimana hanya bemain masak-masakan, kelereng dan lainnya.

Memang pada dasarnya anak boleh diperkenalkan kepada gadget, tetapi tidak berlebihan dan tidak terlalu jauh mengenalnya hal itu sangat tidak baik untuk perkembangnyya pemikiran anak kedepannya, kerena jika sudah kecanduan akan sulit untuk terlepas.

Jika anda memiliki anak yang sudah mengalami kecanduan gadget maka jangan hanya tinggal diam, melainkan carilah cara atau panduan untuk menghilangkan kebiasaan tersebut agar tidak berlebihan dalam bermain gadget.

Dan jika seorang anak sudah mulai kecanduan gadget akan berdampak negative karena kemanapun ia pergi tentu tidak bisa lepas dari gadget tersebut, bahkan makan pun bisa jadi akan dibawa saking asiknya bermain gadget anak akan lupa untuk belajar, bergaul dengan teman dan akan menjadi malas karena sudah kecanduan dengan gadget.

Tips cara mengatasi agar anak bisa terbiasa tanpa gadget :

  • Harus dibataskan hanya seminggu dua kali dan diberi waktu.
  • Ajaklah anak bermain diluar rumah.
  • Berikan mainan alternative seperti boneka atau mobil-mobilan.
  • Ajaklah anak menganal alam.
  • Luangkan waktu anda untuk anak. Apabila anda menginginkan si anak tidak kecanduan gadget maka ada baiknya anda meluangkan waktu untuk bermain bersama anak.
  • Sibukan waktu kegiatan anak. Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh anak maka akan semakin banyak peluang untuk merasa bosan.
  • Berikan motifasi atau dukungan kepada si anak.
  • Ajaklah anak anda untuk bersosialisasi dengan teman sabayanya.

Mulailah dari sekarang sebelum anak anda terlalu parah dalam bermain gadget, karena kalau dibiasakan juga bisa menyebabkan mata anak menjadi tidak normal pada mata seumurannya. Kalau bukan kita yang mencegahnya siapa lagi..?!

 

 

Manfaat Asam Lemak Omega 3 dan 6 untuk Tumbuh Kembang Anak

 

GayaKeren.id – Asam lemak omega-3 dan 6 adalah dua jenis asam lemak yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sayangnya, sebagian orangtua mungkin belum tahu betul apa itu asam lemak omega-3 dan 6 sehingga asupan untuk anak-anaknya masih terbilang rendah. Padahal, manfaat omega 3 dan 6 untuk kesehatan anak sangat banyak, lho.

Sebelum mengetahui manfaat omega 3 untuk tumbuh kembang anak, Anda perlu tahu dulu apa itu omega 3. Asam lemak omega-3 adalah jenis asam lemak yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus dipenuhi lewat asupan makanan.

Sumber asam lemak omega-3 terbaik ada pada berbagai jenis ikan berlemak, contohnya sarden, makerel, dan salmon. Karena itulah, WHO menganjurkan Anda untuk makan ikan setidaknya dua porsi per minggu untuk memenuhi kebutuhan asam lemak omega-3, seperti dikutip dari Healthline.

Namun, saat ini juga sudah tersedia susu yang diperkaya dengan omega-3 sehingga lebih praktis untuk diminum sehari-haru.

Lalu, kenapa anak juga harus makan makanan yang kaya omega-3? Ini karena ada banyak sekali manfaat omega 3 untuk kesehatan fisik dan mental anak yang sayang untuk dilewatkan.

Berbagai manfaat omega 3 untuk anak adalah:

  1. Meningkatkan kecerdasan anak

Salah satu manfaat omega 3 yang tak boleh dilewatkan adalah meningkatkan kecerdasan anak. Sebuah penelitian dari Oxford University mengungkapkan bahwa anak yang mendapatkan asupan omega-3 yang cukup cenderung lebih mampu fokus dan lebih mudah memahami pelajaran.

Kandungan asam lemak omega-3 pada ikan dapat membantu menguatkan fungsi otak anak. Alhasil, anak jadi lebih mudah konsentrasi dan secara tidak langsung meningkatkan kecerdasannya.

  1. Meningkatkan kemampuan membaca

Ketika belajar di sekolah, anak membutuhkan koordinasi yang seimbang antara tangan dan mata saat mencatat pelajaran maupun mengerjakan tugas. Nyatanya, kemampuan ini dapat dibantu dengan asupan asam lemak omega-3, lho.

Anak-anak yang rutin diberikan makanan kaya asam lemak omega-3 cenderung lebih mudah untuk menyeimbangkan gerakan tangan dan mata. Hal ini dibuktikan oleh Profesor Paul Montgomery yang merupakan seorang peneliti asal Oxford University.

Ia mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki kadar omega-3 yang tinggi dalam darahnya cenderung mampu membaca dengan baik. Tak hanya itu, mereka juga memiliki lebih sedikit masalah perilaku di sekolah.

  1. Mencegah dari berbagai penyakit

Kalau Anda ingin si kecil tetap sehat sepanjang hari, coba berikan ia makanan kaya asam lemak omega-3. Pasalnya, omega-3 dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga membuat si kecil terbebas dari penyakit.

Asupan asam lemak omega-3 untuk anak dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik alias HDL. Kadar trigliserida, tekanan darah, dan pembentukan plak di pembuluh darah pun akan berkurang. Dengan demikian, si kecil akan terhindar dari risiko hipertensi dan penyakit jantung di masa mendatang.

Manfaat omega 3 nyatanya belum berhenti sampai disitu. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengendalikan berat badan sekaligus mengecilkan lingkar pinggang. Dengan demikian, si kecil akan terhindar dari risiko obesitas sejak kecil hingga dewasa.

  1. Meningkatkan kesehatan mental

Minyak ikan sudah banyak digunakan sebagai obat depresi untuk dewasa. Akan tetapi, para ahli mengungkapkan bahwa hal ini juga berlaku untuk anak-anak.

Ya, selain meningkatkan kesehatan secara fisik, manfaat omega 3 juga sangat erat dengan kesehatan mental anak. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit mental, contohnya depresi, skizofrenia, dan penyakit bipolar pada anak usia 6 sampai 12 tahun.

Apa saja manfaat omega 6 untuk tumbuh kembang anak?

Sama seperti omega-3, omega-6 juga termasuk asam lemak yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Karena itulah, anak memerlukan asupan omega-6 tambahan dari luar lewat makanan yang bergizi, termasuk dari susu yang sudah diperkaya dengan omega-6..

Sebetulnya, manfaat omega-6 pun hampir sama dengan manfaat omega 3. Salah satunya adalah mampu mengurangi berbagai gejala penyakit kronis, contohnya hipertensi, obesitas, dan diabetes.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada Journal of the Academy of Nutrition Dietetics tahun 2014, omega-6 gamma-linolenic acid (GLA) dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus mengendalikan gula darah. Pada akhirnya, anak akan terhindar dari risiko terkena diabetes tipe 2 di masa depannya.

Selain meningkatkan kesehatan anak secara fisik, manfaat asam lemak omega-6 juga dapat menunjang prestasi akademiknya, lho. Menurut sebuah penelitian dari Sahlgrenska Academy di University of Gothenburg di Swedia, asupan asam lemak omega-6 dapat membuat anak jadi rajin membaca.

Anak-anak yang bermasalah dalam hal konsentrasi sangat terbantu dengan asupan omega-6. Alhasil, mereka jadi lebih mudah fokus saat membaca, bahkan kemampuan membacanya terus meningkat dari hari ke hari. Bila diteruskan, hal ini tentu dapat meningkatkan prestasi anak di bidang akademik.

Secara keseluruhan, omega 3 dan 6 bukan hanya penting untuk fungsi kognitif dan kecerdasan anak, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan mata, otak, dan mentalnya. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan omega 3 dan 6 sehari-hari bagi si kecil sudah terpenuhi. Pastikan sudah ada ikan atau telur di dalam asupan makanan si kecil sehari-hari, dan tak lupa minimal segelas susu yang sudah diperkaya dengan omega-3 dan 6.

Maka itu, pastikan Anda sudah memberikan si kecil susu yang memiliki kandungan omega 3 dan 6 paling tinggi. Selain baik bagi kesehatan anak, susu yang tinggi omega 3 dan 6 dapat meningkatkan fungsi otak dan kecerdasan anak di masa pertumbuhannya.

 

 

Kenali Nutrisi Untuk Tumbuh Kembang Anak

 

GayaKeren.id – Meskipun anak Anda diberi makan tiga kali sehari, belum tentu ia akan selalu sehat. Siapa tahu, makanan yang dilahapnya tidak memiliki nutrisi  yang cukup untuk membantu tumbuh kembang si kecil. Anda perlu memerhatikan kebutuhan nutrisi untuk anak dengan cara menyediakan makanan yang sehat tentunya. Namun sebelum memberikan asupan sehat, ada baiknya Anda berkenalan dulu dengan 10 nutrisi penting untuk anak berikut ini.

  1. Kalsium

Kalsium merupakan salah satu nutrisi untuk anak yang penting untuk didapatkan tubuh. Kalsium berfungsi membantu pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat, menjaga fungsi otot dan saraf yang sehat, membantu proses pembekuan darah, serta membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Anda dapat memberikan kalsium pada anak dengan memberikannya susu, ikan dan keju.

  1. Asam Lemak Esensial

Asam lemak esensial ternyata memiliki segudang manfaat bagi anak. Nutrisi ini dapat membantu pembentukan sel, mengatur sistem saraf, memperlancar aliran darah, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh dalam menyerap nutrisi.

Selain itu, asam lemak esensial juga diperlukan untuk mempertahankan fungsi otak yang mengatur indra penglihatan anak. Anda dapat memberikan nutrisi untuk anak ini lewat makanan seperti telur, ikan tuna dan kacang-kacangan.

  1. Zat Besi

Zat besi merupakan unsur yang berperan dalam produksi hemoglobin (pigmen merah pembawa oksigen dalam darah) dan mioglobin (pigmen yang menyimpan oksigen dalam otot). Kekurangan zat besi pada anak dapat menyebabkan anak terkena anemia.

Jika si kecil mengalami kondisi ini, maka anak akan cenderung merasa lelah, lemas, dan mudah tersinggung. Berikan nutrisi penting untuk anak ini lewat makanan kaya zat besi seperti daging, kuning telur, dan ikan.

  1.  Magnesium

Magnesium adalah mineral penting bagi kesehatan dan pertumbuhan anak. Beberapa manfaat magnesium bagi kesehatan yaitu menjaga tulang agar tetap kuat, membuat irama jantung stabil, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta membantu menjaga otot dan fungsi saraf. Anda bisa mendapatkan nutrisi untuk anak ini lewat asupan seperti buah-buahan (alpukat dan pisang), tahu, ikan dan sayuran.

  1. Kalium

Kalium adalah zat gizi yang bertugas untuk menjaga tekanan darah dengan mengontrol keseimbangan air dalam tubuh. Tidak hanya itu, kalium juga membantu fungsi otot dan irama jantung, dan dalam jangka panjang dapat mengurangi risiko batu ginjal dan osteoporosis.

Berikan anak Anda makanan pisang, tomat, dan susu untuk mendapatkan asupan kalium yang cukup di tubuhnya.

  1. Vitamin A

Vitamin A adalah salah satu nutrisi untuk anak dikenal baik untuk menjaga kesehatan mata dan pertumbuhan tulang. Selain itu, vitamin ini dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi, serta menunjang kesehatan dan pertumbuhan sel-sel serta jaringan dalam tubuh, seperti rambut, kuku, dan kulit. Anda bisa menyediakan vitamin A pada anak lewat sumber makanan seperti daging sapi, hati ayam, susu dan buah-buahan berwarna cerah

  1. Vitamin C

Di dalam tubuh vitamin C digunakan untuk proses pembentukan dan perbaikan sel darah merah, tulang, dan jaringan di tubuh mereka. Vitamin C juga menjaga gusi anak tetap sehat dan membantu proses penyembuhan luka, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi, serta membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan. Orangtua wajib memberi nutrisi untuk anak ini dan bisa didapatkan lewat buah pepaya, nanas, dan melon.

  1. Vitamin D

Asupan vitamin D juga tidak kalah penting dengan nutrisi lainnya. Vitamin ini dapat membantu tubuh anak menyerap mineral seperti kalsium, untuk pembentukan gigi dan tulang yang kuat, sebab perkembangan massa tulang pada anak harus sangat diperhatikan. Anda bisa memberikan nutrisi vitamin D untuk anak melalui asupan makanan seperti telur, tahu, tempe dan daging ikan.

  1. Vitamin E

Pada masa pertumbuhan anak, vitamin E diperlukan untuk menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel. Selain itu, vitamin E juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh, perbaikan DNA, dan proses metabolisme lainnya. Dengan mengonsumsi makanan seperti bayam. biji-bijian dan buah alpukat, Anda turut memberikan asupan vitamin E yang baik untuk tubuh anak.

  1. Zink (Seng)

Terakhir, zink atau seng adalah nutrisi untuk anak yang penting untuk dipenuhi. Lebih dari 70 enzim dalam tubuh membutuhkan zink (seng) untuk menjalankan fungsinya masing-masing dalam sistem pencernaan, metabolisme, dan pertumbuhan anak. Nutrisi ini bisa Anda temukan pada makanan seperti brokoli, bayam dan tomat.

 

 

Cara Cerdas Agar Anak Berhenti Makan Junk Food

 

GayaKeren.id – Mengajarkan anak Anda untuk makan makanan yang sehat merupakan hal yang penting agar anak Anda terbiasa untuk tidak pilih-pilih makanan. Anak-anak yang sering makan jenis makanan yang salah, seperti junk food atau makanan pinggir jalan, lebih berisiko mengalami kegemukan dan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, jantung, dan kanker.

Dengan adanya banyak iklan junk food di TV dan kebiasaan untuk mengonsumsi makanan ini, akan sulit membiasakan anak Anda untuk makan dengan sehat. Namun, ada strategi yang bisa Anda terapkan untuk membantu Anda berhenti makan junk food.  Apa saja strateginya? Yuk, simak seperti enam strategi dan penjelasannya di bawah ini.

  1. Siapkan camilan yang sehat

Cara pertama agar anak bisa berhenti makan junk food adalah dengan menghidangkan camilan seperti buah, sayuran, dan biskuit gandum dengan keju. Siapkan camilan sehat Anda di tempat yang mudah dijangkau anak-anak, seperti di meja makan.

Saat mereka lapar, mereka dapat mengambilnya dengan mudah. Siapkan juga mangkuk berisi buah-buahan di tempat yang mudah dilihat, sehingga anak Anda langsung dapat menikmatinya. Ini dikarenakan anak-anak cenderung ingin makan apa yang ada di depan mereka.

  1. Jangan bawa junk food ke rumah

Jika Anda tidak ingin anak Anda makan makanan tersebut, maka jangan simpan atau bawa junk food ke rumah. Dengan begitu, anak Anda tak akan melihat dan meminta. Cara lain adalah dengan memasak hidangan yang mirip dengan menu junk food, tapi versi lebih sehat. Cara ini dapat mengurangi konsumsi junk food pada anak.

  1. Jangan tawar-menawar dengan anak

Jangan gunakan junk food sebagai alat tawar-menawar. Memberi hadiah berupa junk food agar anak Anda mau makan makanan sehat amatlah salah, karena malah akan menambah daya tarik mereka terhadap junk food itu sendiri. Anak-anak juga perlu mampu mengukur seberapa banyak mereka makan, karena dengan memaksa mereka menghabiskan makanan dapat menyebabkan mereka untuk makan berlebihan di kemudian hari, terutama dengan tren makanan porsi besar saat ini.

  1. Jangan larang anak makan junk food

Jika Anda tidak ingin anak Anda makan junk food, sebaiknya Anda tidak benar-benar melarangnya, karena bisa mengakibatkan rasa penasaran anak semakin tinggi. Ini juga akan membuat mereka cenderung makan banyak junk food saat ada kesempatan, seperti di acara sekolah, ulang tahun teman, dan lainnya.

Ajarkan anak Anda untuk mencicipi semua jenis makanan dalam jumlah kecil, izinkan mereka untuk makan junk food di rumah teman mereka, tapi jangan kalau sedang di rumah.

  1. Berikan contoh dari diri sendiri

Anak-anak belajar dengan melihat apa yang orangtuanya lakukan. Kalau Anda tidak mau anak Anda makan banyak junk food, Anda sendiri harus makan makanan sehat dan menghindari junk food. Selain itu, izinkan anak Anda untuk memilih jenis makanan dan camilan sehat yang mereka suka.

  1. Jangan berikan junk food sebagai hadiah

Biasanya para orang tua akan menghadiahkan anak makan di restoran cepat saji ketika mereka kenaikan kelas atau memenangkan perlombaan. Nah, hal ini lah salah satu yang wajib dihindari agar anak berhenti makan junk food. Alternatifnya, Anda bisa memberikan alat gambar, mainan kesukaan, alat olahraga seperti raket badminton, atau bahkan kegiatan lain yang bisa mengalihkan perhatian anak terhadap keinginan makan junk food.

 

 

Alihkan Perhatian Anak Dari Gadget Dengan Cara Ini

 

GayaKeren.id – Pada zaman modern sekarang ini, sudah menjadi pemandangan lumrah melihat anak bermain gadget, termasuk ponsel pintar dan tablet. Namun, sayangnya tak sedikit orang tua yang kebablasan memberi keleluasaan anak berinteraksi dengan gadget.

Penelitian The American Academy of Pediatrics & the Canadian Society of Pediatrics menyimpulkan anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya tidak bermain smartphone dan tablet. Sebab, ketika anak bermain gadget, mereka cenderung tidak banyak bergerak yang dapat memicu obesitas. Penggunaan teknologi membatasi gerak fisik, sehingga menghambat pertumbuhan dan membuat sulit tidur.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan sepertiga anak-anak yang mulai bersekolah mengalami hambatan perkembangan fisik, sulit berkonsentrasi, minim kemampuan membaca dan pencapaian prestasi di sekolah.

Terlalu lama bermain permainan yang mengandung adegan kekerasan juga berpotensi memicu perilaku agresif. Bermain gadget bisa menjadikan anak kecanduan, yang akhirnya berisiko memunculkan pola hidup tidak teratur, tak bisa mengatur waktu dan mengacaukan pola makan.

Jika tak ingin anak terdampak pengaruh buruk gadget, sebaiknya mulai kurangi penggunaan gadget pada anak. Sebagai gantinya, ajak mereka bermain di luar rumah. Bagaimana caranya?

1. Bangun Lingkungan yang Sehat

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mematikan teknologi untuk sesaat. Anak-anak berusia antara 8-18 tahun menghabiskan rata-rata 7,5 jam sehari menggunakan peralatan elektronik. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak-anak dan remaja menggunakannya tidak lebih dari satu atau dua jam per hari, dan menyarankan orang tua menciptakan zona “bebas layar” di rumah.

Orang tua juga bisa membuat ruang outdoor yang ramah anak, misalnya dengan merapikan halaman belakang agar bisa dijadikan area bermain. Selain itu, kenali tetangga, sehingga ketika anak bermain dengan mereka, Anda tidak waswas.

  1. Bermain di Luar Menyenangkan

National Wildlife Federation merekomendasikan agar Anda memberikan “jam hijau” setiap hari kepada anak-anak. Maksudnya, adalah dengan membiarkan mereka bermain di luar tanpa gadget. Jika mereka masih enggan bermain di luar, berikan reward. Misalnya, setelah main di luar boleh menonton televisi atau bermain gadget selama satu jam.

Beri tahu juga alasan mengapa bermain di luar memberikan manfaat bagi tubuh, yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kesehatan, motorik, dan kinerja otak. Selain itu, jelaskan juga bahwa bermain di luar bisa mendekatkan dengan alam dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

  1. Tunjukkan Hal Menarik

Ada banyak aktivitas yang bisa dipilih anak ketika bermain di luar rumah. Mulai dari berkebun, bersepeda, bermain permainan berburu harta karun, berolahraga, dan lainnya. Anda juga bisa mendorongnya agar bisa menulis aktivitas outdoor di blog, dan mengabadikan beberapa momen dengan kamera saku. Ini juga menjadi poin mengajari mereka menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Tips bagi orang tua, tak usah khawatir jika anak akan hiking maupun camping. Sebab, kegiatan tersebut memberikan manfaat mengembangkan keterampilan baru dan bekerja bersama tim. Bekali mereka dengan perlengkapan tabir surya, sepatu hiking yang nyaman, P3K, air dan makanan, selimut, mantel, senter, peluit, dan lainnya. Ajarkan juga tata krama semisal tengah berada di gunung, dan apa yang harus dilakukan bila tersesat.

  1. Terima Hasil ‘Kotor-kotorannya’

Jika anak bermain di luar rumah, mereka akan berkeringat dan kotor. Tapi ini tidak menjadi masalah, karena Anak yang main kotor-kotoran tidak selalu terserang kuman penyakit. Sebaliknya, sistem kekebalan tubuh akan terlatih menghadapi paparan kuman.

Soal pakaian kotor, orang tua hendaknya tak perlu cemas. Toh sekarang ada banyak deterjen yang ampuh membersihkan noda, dengan format konsentratnya yang lebih efektif. Maka biarkanlah anak-anak menikmati masa kecilnya dengan apa yang dia lakukan, namun tetap dalam pengawasan dan bimbingan orang tua.

 

 

Penyebab Bayi Sulit Tidur

 

GayaKeren.id – Matanya tak kunjung terpejam, padahal dia sudah harus tidur. Kenali penyebab bayi sulit tidur. Bayi perlu tidur berkualitas untuk mendukung tumbuh kembangnya.

  1. Demam, meski tidak selalu tanda adanya penyakit, demam bisa berarti gejala adanya infeksi telinga, radang tenggorokan. Bila bayi sering menggosok atau menarik telinganya, pertanda dia mengalami infeksi telinga. Bila bayi enggan menyusu, pertanda dia mengalami radang pada rongga mulutnya.

Atasi dengan:

Beri obat penurun panas atau paracetamol yang diresepkan oleh dokter. Kompres tubuh anak dengan air hangat. Caranya; ukur suhu tubuh bayi, kemudian siapkan air hangat 1°C lebih tinggi dari suhu tubuh bayi. Kemudian kompreslah menggunakan handuk kecil.

  1. Tumbuh gigi pada bayi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa sakit pada gusi bisa mengganggu tidur bayi.

Atasi dengan:

Pijatlah gusi dengan lembut. Cuci tangan Anda lebih dulu dengan menggunakan air dan sabun pencuci tangan, bukan gel pembersih tangan. Keringkan dengan lap  kertas hingga tangan Anda benar-benar kering.

  1. Kolik, penyebabnya belum diketahui hingga kini. Gejalanya adalah perut kembung dan keras serta biasanya bayi menangis sambil menarik kakinya ke arah perut.   Rasa sakit yang disebabkan oleh kolik ini bisa membuat bayi menangis sepanjang malam dan mengganggu tidurnya.

Atasi dengan:

Gendong bayi dengan posisi telungkup, sangga perutnya dengan tangan Anda. Bungkus bayi seperti membedongnya. Awalnya dia akan menangis keras, tapi akan segera mereda.

Pangku bayi, kemudian goyangkan kedua kaki Anda perlahan, berirama dan terus menerus sampai bayi tertidur.

Berikan ASI terus bila bayi masih mengonsumsi ASI. Bila dia menolak menghisap puting, berikan jari tangan Anda untuk dihisap.

  1. Terlalu banyak rangsang. Bermain “heboh” di siang hari, musik riang yang terus menerus diperdengarkan, lampu kamar yang terang benderang, suara televisi di ruang keluarga yang terdengar sampai ke kamar bayi, merupakan rangsang yang berlebihan sehingga menyulitkan bayi untuk tidur.

Atasi dengan:

Lakukan pijat ringan pada tubuh bayi untuk melancarkan sirkulasi darah. Bersihkan tubuh bayi dengan air hangat, ganti popok dan pakaiannya. Matikan TV, redupkan lampu kamar, putar musik yang sangat lembut.

  1. Perubahan kebiasaan. Bayi sangat peka terhadap perubahan kebiasaan. Bayi yang biasanya tidur bersama Anda, kemudian pindah ke tempat tidurnya sendiri, kemungkinan akan mengalami sulit tidur.

Atasi dengan:

Latih anak untuk tidur di tempat tidurnya sendiri secara bertahap. Awalnya, tidurkan bayi di tempat tidur Anda, kemudian setelah lelap pindahkan ke tempat tidurnya sendiri.  Jika ia bangun dan menangis, tenangkan dengan menepuk-nepuknya dengan lembut untuk memastikan Anda berada di dekatnya.

 

Sumber: ayahbunda.co.id

 

 

Ketahui Penyebab Anak Perempuan Bisa Jadi Tomboi

 

GayaKeren.id – Tomboi adalah istilah yang disematkan pada perempuan yang memiliki sifat atau perilaku yang dianggap masyarakat sebagai peran tipikal gender laki-laki. Seorang wanita yang memiliki sifat ini cenderung menyukai hal-hal yang maskulin serta suka menggunakan pakaian, pekerjaan, dan permainan yang biasa dilakukan laki-laki. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Melansir klikdokter, Menurut sebuah studi dari Child Development, hal ini disebabkan karena meningkatnya kadar testosteron selama masa kehamilan dan pengaruh lingkungan sebelum anak perempuan memasuki masa sekolah. Salah satu temuan studi ini adalah, semakin banyak paparan testosteron yang dialami anak perempuan ketika di dalam di rahim, semakin besar pula kemungkinkan ia akan menjadi tomboi. Kelak ketika ia tumbuh dewasa, ia akan lebih menyukai permainan yang umumnya dimainkan oleh anak laki-laki.

Pengaruh Testosteron

Menggunakan data dari Avon Longitudinal Study of Parents and Children yang merupakan studi jangka panjang tentang masa kehamilan dan kesehatan anak, para peneliti mengamati 679 anak berusia 18 bulan yang lahir di awal tahun 1990-an. Penelitian ini mengambil sampel darah ibu selama masa kehamilan untuk dianalisis kadar testosteronnya (atau juga disebut hormon laki-laki).

Tidak hanya itu, begitu anak mencapai usia 3,5 tahun, seorang pengasuh melengkapi kuesioner dengan menilai keterlibatan anak dalam berbagai perilaku gender, seperti pemilihan permainan anak berdasarkan gender dan berbagai aktivitas lain. Hasilnya, tingkat testosteron yang tinggi selama masa kehamilan ternyata berpengaruh terhadap tingkat “maskulinitas” anak perempuan.

Seperti dikutip di laman WebMD, Melissa Hines, PhD, peneliti dari City University di London dan rekannya mengatakan, faktor lain seperti pendidikan ibu, saudara laki-laki dan perempuan yang lebih tua atau orang dewasa laki-laki di rumah, serta pandangan orang tua terhadap peran gender tertentu, juga dapat memengaruhi munculnya perilaku tomboi. Namun, para peneliti mengatakan bahwa beberapa faktor tersebut belum diperhitungkan dalam hubungan antara testosteron dan perilaku yang ditemukan dalam penelitian ini.

Peran orang tua

Meski begitu, para periset mengatakan bahwa hubungan antara testosteron dan perilaku anak perempuan dalam penelitian ini hanya menyumbang 2 persen dari varian dalam perilaku gender saat masa prasekolah. Periset juga mengatakan bahwa anak perempuan mungkin sangat rentan terhadap efek testosteron, namun faktor sosial juga dapat berdampak pada perilakunya di kemudian hari.

Lebih jauh lagi penelitian tersebut menyebutkan, dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lebih terdorong dalam berperilaku sesuai tipikal jenis kelamin dan tidak tertarik untuk terlibat dalam perilaku lintas gender. Karena itu, anak perempuan lebih mungkin menunjukkan kecenderungan predisposisi terkait hormon terhadap perilaku peran gender yang lebih berkarakter lewat jenis kelamin lain.

Jika hal ini membuat Anda sebagai orang tua khawatir, ingatlah bahwa saat anak berkembang, baik anak laki-laki maupun anak perempuan, ia harus melewati tahapan-tahapan baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial. Peran orang tua di sini adalah mempersiapkan si anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Kendala sudah pasti akan dijumpai, seperti misalnya sifat anak yang tomboi. Namun dari sinilah anak belajar untuk berproses.

 

 

 

Manfaat Vaksin BCG Pada Bayi Dan Cara Pemberiannya

GayaKeren.id – Tubercolosis atau sering dikenal dengan TBC merupakan penyakit yang disebabkan infeksi kronis bakteri Mycobacterium tubercolosis. Hal yang berbahaya dari penyakit ini adalah tidak terdapat gejala pada penderitanya, sehingga sering berakibat fatal karena ketika terdeteksi pada kondisi kronis/ menahun. TBC yang tidak memiliki gejala disebut dengan latent tubercolosis. Ketika daya tahan tubuh seseorang melemah yang disebabkan oleh bertambahnya usia ataupun faktor lain seperti terinfeksi HIV sehingga bakteri menjadi aktif dan berubah menjadi tubercolosis aktif.

Vaksin BCG untuk Mencegah TBC

Banyak orang menduga TBC hanya menyerang paru paru, padahal kenyataannya tidaklah demikian karena bakteri Mycobacterium tubercolosis bisa menyerang seluruh organ tubuh seperti otak, tulang, ginjal, spinal. Penyakit TBC ini tidak bisa dianggap remeh dan perlu tindakan preventif sejak dini untuk menangkal penyebaran atau penularan tubercolosis tersebut. Untuk itu diperlukan upaya pencegahan dengan melakukan vaksinasi kepada semua orang yang beresiko seperti pada balita dan bayi.

Vaksin BCG (Bacille Calmette Guerin) merupakan vaksin yang berfungsi sebagai penangkal penyakit tubercolosis. Sebenarnya vaksin BCG ini mengandung bakteri hidup Mycobacterium bovis yang telah dijinakkan sehingga aman dan efektif untuk tubuh manusia.

Pemakaian BCG sangatlah aman, hingga saat ini belum ditemukan efek samping yang berdampak serius selama ini. Penggunaan vaksin ini hanya berbahaya kepada seseorang yang mengalami kelainan sistem imun tubuh atau sering disebut dengan immune compromised, dimana bisa menyebabkan terjadinya infeksi oleh kuman yang berasal dari vaksin BCG itu sendiri.

Manfaat

Meskipun terdapat sedikit efek samping yang biasa dialami oleh sebagian orang, namun secara keseluruhan pemberian vaksin BCG telah memberikan banyak manfaat dimana telah terbukti selama puluhan tahun. Tingkat keberhasilan penggunaan vaksin BCG berkisar antara 0 hingga 80 persen yang dirangkum dari berbagai kelompok usia di banyak Negara. Namun secara umun vaksin BCG memberikan efektifitas/ manfaat seperti:

  1. Dapat mengurangi berbagai macam dampak yang ditimbulkan dari bakteri Mycobacterium tubercolosis. Pemberian vaksin BCG pada orang yang sehat akan mencegah penularan dari bakteri berbahaya tersebut atau jika diberikan kepada penderita TBC akan mencegah penyebaran penyakit ke organ tubuh lain seperti tulang dan otak. Termasuk mencegah gangguan pada perkembangan bayi.

  1. Mencegah berkembang menjadi Menginitis tubercolosis, terutama kepada anak anak yang sangat rentan terserang. TBC yang menyerang selaput otak lebih berbahaya jika dibandingkan dengan TBC paru. Dengan pemberian vaksin imunisasi BCG kepada anak balita, akan dapat menekan peluang terjadi TBC hingga 70 persen.

  1. Pemberian vaksin BCG dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit TBC dan penyakit penyerta lain hingga 15 tahun. Jadi pada anak balita vaksin dapat diberikan sekali dan pemberian vaksin berikutnya saat berusia dewasa.

  1. Menekan tingkat kematian yang diakibatkan oleh TBC, menurut data WHO terdapat 8 juta penderita tubercolosis setiap tahun dan 2 juta diantaranya meninggal. Jadi pemberian vaksin secara menyeluruh kepada semua balita sangat berpengaruh positif untuk menurunkan angka penderita TBC terutama di Negara berkembang seperti Indonesia.

Proses Pemberian Vaksin BCG pada Bayi

Pada daerah endemiK tubercolosis seperti di Afrika dan Asia tenggaran khususnya Indonesia. Pemberian vaksin BCG wajib diberikan kepada semua bayi yang baru menjalani proses persalinan. Hal tersebut sesuai jadwal yang telah direkomendasi serta ditetapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadi pemberian vaksin BCG harus diberikan kepada bayi yang usianya 2 hingga 3 bulan setelah tanggal kelahiran.

Jika diberikan kepada bayi yang usianya sudah diatas 3 bulan, maka perlu dilakukan test sensitifitas kulit tuberculin atau Mantoux. Bila hasil test tersebut positif maka pemberian vaksin BCG dapat ditunda terlebih dahulu, karena melakukan test lanjutan untuk membuktikan apakah bayi tersebut sudah terinfeksi dan menderita TBC. Dengan demikian proses pengobatan dapat segera dilakukan. Namun jika hasil test Mantoux negatif maka bayi tersebut bisa langsung diberikan vaksin BCG sesegera mungkin agar dapat terhindar dari infeksi penyakit tubercolosis.

 

 

 

Ini Pertanda Kecerdasan Kinestetik Anak Tinggi

GayaKeren.id – Jika anak sangat pintar menggunakan kemampuan motoriknya, semisal mahir menari, bermain sepak bola, atau berenang, itu pertanda anak Anda punya kecerdasan kinestetik tinggi.

Gampangnya, kecerdasan kinestesik adalah kecerdasan dalam melakukan gerakan tubuh dan anggota badan. Itu artinya, jika anak Anda tak bisa diam, suka melompat, berlari, menari, berjoget, naik sepeda, dan lain sebagainya, mungkin kecerdasan kinestetiknya bagus sehingga perlu distimulasi supaya berkembang lebih maksimal.

Tak hanya itu, anak yang punya kecerdasan kinestesik tinggi biasanya menyukai permainan yang melibatkan fisik, seperti mengendarai sepeda, berenang, melempar dan menangkap bola, bermain di area permainan, memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik, lebih mudah belajar dengan praktik, pandai menggunakan bahasa tubuh, dan sebagainya.

Tapi sebaliknya, Jika kecerdasan kinestetik anak biasa-biasa saja, umumnya mereka lebih suka dengan aktivitas yang tidak melibatkan terlalu banyak gerak anggota tubuh.

Namun, bukan berarti kita mendiamkannya saja, justru harus kita rangsang anak untuk lebih banyak bergerak karena di dalam bergerak anak bisa mempelajari dan meningkatkan kemampuannya.

Cara mudah melihatnya adalah dengan memerhatikan aktivitas anak yang tidak bisa diam, senang berlarian, melompat-lompat, naik-naik ke kursi, selalu menggerakkan tangan atau kakinya ketika duduk, berjoget, dan sebagainya.

Biasanya, anak yang cerdas kinestetik butuh penyaluran energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan anak lain yang biasa-biasa saja.

Jika lebih diperhatikan, biasanya anak cerdas kinestetik tidak memiliki masalah dengan kemampuan menjumput, menempel, menggunting, menulis, meronce, menaiki tangga, semuanya tumbuh sesuai dengan tahapan perkembangannya, bahkan lebih cepat.

Di dalam kelas, biasanya anak yang cerdas kinestetik tidak mau diam berlama-lama, pasti ada saja gerakan yang ia buat, seperti: berdiri, menggoyang-goyangkan kepala, bahkan berjalan-jalan di dalam kelas.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Eastern, Finlandia pun menemukan, banyak siswa yang aktif di kegiatan kinestetik, seperti atletik, ternyata memiliki kemampuan membaca dan matematika lebih baik.

Dua kemampuan ini adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain.

Itu manfaat aktif bergerak untuk kecerdasan anak. Selain itu, aktif bergerak juga membuat anak tumbuh lebih sehat. Soalnya, bergerak akan meningkatkan kinerja berbagai organ tubuh yang akan melancarkan sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh.

Ketika anak berlari dengan waktu tertentu, misal, detak jantungnya pasti akan meningkat, sehingga membuat jantung lebih kuat, peredaran darah lebih lancar, dan suplai sari makanan ke berbagai area tubuh pun semakin baik.

Tubuh juga akan terasa lebih bugar dan fit. Biasanya, energi akan terkuras, anak butuh nutrisi untuk kebutuhan tubuhnya demi mengembalikan energi yang terkuras tadi. Dengan begitu, pertumbuhan anak pun akan berlangsung lebih optimal.

Jadi, tak perlu khawatir lagi kan, kalau anak tak bisa diam dan selalu berlarian ke sana kemari? Karena itu tanda anak punya kecerdasan kinestetik tinggi.

 

Sumber : intisari online