Arahan Trend Di Era Big Data Dalam Industri Fashion Di Workshop Trend Creation

GayaKeren.id – Terinspirasi oleh perdebatan seputar penggunaan Big Data dalam menentukan arahan trend di industri fashion, Jakarta Fashion Week berkolaborasi dengan Instituto Marangoni menyelenggarakan sharing session bertajuk Trend Creation in The Age of Big Data and Disruption di salah satu mal di kawasan senayan, Rabu (4/4/2018).

Berbagai kajian dan ulasan sering menyebut tentang bagaimana Big Data menciptakan perubahan besar dalam industri fashion. Banyaknya desainer, fashion brand dan peritel yang menggunakan platform online, terutama media sosial, membuat jejaring fashion mempertajam antena untuk ‘membaca isi hati’ dari konsumen di seluruh dunia.

Platform digital kini tak lagi menjadi etalase untuk menggelar karya-karyanya, namun juga digunakan oleh desainer, fashion brand dan peritel merasakan perlu untuk mengumpulkan masukan, komentar, pujian dan pendapat dari konsumen dan publik.

Abdullah Abo Milhim, Pengajar di Instituto Marangoni yang mengajar dalam bidang Fashion Business, Fashion & Luxury Brand Management, Fashion Promotion dan Fashion Buying, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan platform  antara aspek-aspek penciptaan trend, trend setting dan trend forecasting dalam pengelolaan fashion brand dan kemampuan mengelola strategi trend mereka dalam cakupan bisnis model mereka sendiri sehingga bisa menciptakan perubahan besar dalam industri fashion.

“Trend sebagai sebuah proses sosial sekaligus mengajak kita mengeksplorasi tentang bagaimana generasi Millenial dan Generasi yang telah menciptakan, membentuk, mempertahankan dan menghilangkan trend”, demikian disampaikan Abdullah Abo Milhim.

 

 

 

Please follow and like us:

APPMI Gandeng Electrolux Di Seminar dan Peluncuran Mesin Cuci Teknologi Baru

GayaKeren.id – Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menggandeng PT. ELS Indonesia Prima atau biasa dikenal dengan Electrolux Professional mengadakan seminar dan dihadiri langsung oleh Presiden APPMI dan IFW Poppy Darsono di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Kamis, (29/3).

Seminar yang bertemakan “Lagoon Advanced Care: The Power of Water to Treat Your Garment” ini bertujuan untuk sosialisasi sekaligus memberi edukasi kepada para perancang dan pengusaha dunia mode Indonesia dalam merawat pakaian-pakaian hasil rancanganya.

Senada dengan tema yang diusung Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 yang berthema “Cultural Identity” mengangkat tiga destinasi yaitu Danau Toba, Borobudur dan Labuan Bajo tentunya memiliki tekstur bahan khusus dan butuh perawatan khusus agar tetap terjaga kualitasnya.

Electrolux Professional memperkenalkan teknologi terbarunya yaitu Lagoon Advanced Care (LAC) yaitu mesin cuci dan pengering yang menggunakan media air sebagai sumber atau disebut sistem “Wet Cleaning”. Sistem Wet Cleaning merupakan metode terbaru yang bisa digunakan untuk mencuci pakaian berbahan khusus seperti kain sutra, wool, pakaian ber-payet dan lain – lain yang biasanya hanya menggunakan metode Dry Cleaning bahkan dengan mencuci tangan (manual).

Dalam seminar kali ini tak ketinggalan Suci Utami, salah satu Social Media Influencer turut membagikan pengalamanya merawat pakaian, hal lain yang menarik dari seminar ini yaitu diadakan pengundian door prize satu buah Travel Steam Ironer kepada salah seorang peserta yang hadir.

 

 

 

Please follow and like us:

Anne Avantie Tampilkan Koleksi Masterpiece-nya Di Pagelaran 29 Tahun Berkarya

GayaKeren.id – Maha karya Sang Desainer Anne Avantie memang selalu mendapat tempat khusus di hati pecinta fashion, terbukti dengan banyaknya tamu undangan dari berbagi kalangan. Dari tokoh pejabat hingga artist senior nampak menghadiri acara Pagelaran 29 Tahun Berkarya Anne Avantie.

Tak perlu diragukan lagi, desainer Anne Avantie sudah terkenal dengan kemampuannya menciptakan kebaya modern nan elegan dan anggun. Berkat tangan dinginnya, ia bahkan berhasil membalut tubuh para tokoh ternama dengan rancangan kebaya yang menawan.

Anne Avantie merefleksikan 29 tahun berkarya dalam rancangan 100 kebaya di panggung peragaan busana Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 dengan pertunjukkan ‘Sekarayu Sriwedari’, Persembahan Karya Cinta Sumbangsih 60th Waldjinah untuk Negeri. Peragaan ini dianggap momentum besar dalam hidupnya, serta penanda Anne siap masuk dekade ketiga dalam berkarya. Pagelaran ini sekaligus persembahan karya Cinta Sumbangsih 60 tahun ratu keroncong Waldjinah. Dimulai dengan dua penari gemulai, peragaan busana di Jakarta Convention Center ini langsung mencuri perhatian.

Anne melanjutkan menampilkan kebaya yang dominan berwarna hijau, merah serta emas. Siluet yang ditampilkan dominan dengan dada terbuka, kemudian kain lilit serta jubah berukuran besar dan tipis sebagai pelengkap bagian belakang. Tak hanya itu, Anne juga berani membuat bawahan kebaya berupa celana panjang dengan motif batik.

Rancangan kebaya Bunda Anne menampilkan siluet dengan belahan dada terbuka. Pada sequence lainnya, ia mengkombinasikan setelan celana motif batik dan legging transparan ditambah kemben berwarna coklat. Tampilannya makin memukau dengan penambahan jubah berukuran besar sebagai pelengkap busana. Kali ini, ia sangat berani mengkolaborasikan warna-warna seperti coklat, emas, merah, hijau. Selain warna-warna terang seperti putih untuk gaun pengantin.

Ada rancangan kebaya lain, Anne tampil dengan warna-warna berani seperti merah dan emas. Dia juga membuat rancangan khusus pernikahan, dengan pilihan warna putih, emas dan batik emas hitam. Rancangan bertema Borobudur juga dibawa Anne untuk mengembalikan lokasi candi Budha di Jawa Tengah itu sebagai warisan dunia.

Anne tak hanya mempercayakan rancangannya pada model-model profesional. Dalam pagelaran Kamis (29/3/2018) malam itu, artis peran, penyanyi hingga menteri pun diikutsertakan. Artis yang berperan seperti Nia Ramadhani, Vanessa Priscilla, Jessica Iskandar, Krisdayanti. Nampak pula deretan Putri Indonesia dari lintas generasi tampil anggun dalam balutan kebaya klasik, seperti Artika Sari Devi, Melanie Putria, Whulandary Herman, Kezia Waraow hingga Bunga Jelita.

Di pertengahan acara, penyanyi legendaris keroncong Waldjinah turut menyumbangkan suara emasnya melalui lagu ‘Walang Kekek’ yang menghipnotis semua penonton. Ia mengenakan kebaya Anne Avantie warna merah diiringi tarian dari seniman senior Didi Nini Thowok.

Riuh penonton makin pecah saat deretan artis ibukota tampil dalam balutan busana Anne. Dengan tingkah lucu mereka membawakan sebuah gimmick drama pendek yang menghibur. Terlihat beberapa diantaranya Krisdayanti, Soimah, Indy Barends, Indra Bekti, Melaney Ricardo, Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar.

Bersama dengan para selebritis, muncul sosok Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berjalan anggun di atas catwalk dengan kebaya warna merah. Bu Susi terlihat elegan dengan senyum khasnya menyapa para penonton.
Susi nampak anggun dengan kebaya merah, bawahan kain lilit warna emas dan selendang hijau. Berjalan dengan tempo cepat, senyum susi merekah. Dia pun tak sungkan menyingkap tato di kakinya yang bergambar burung ‘Phoenix’.

Dalam 29 tahun berkarya, Anne selalu percaya untuk tetap berusaha dan tak pernah lelah, persis seperti yang diungkapkan ibunya. Dia juga percaya bahwa dunia seni bisa memberikan kehidupan. “Dan talenta adalah anugerah Tuhan yang tak bisa dicuri siapa pun,” katanya.

“Saya ingin mendekasikan acara ini untuk mengapresiasi Waljinah yang karyanya telah melegenda sejak 60 tahun lalu. Dan kenapa 29 tahun bukan 30, karena untuk masuk ke usia tiga dekade itu sangat berarti untuk saya,” Tutup Anne Avantie usai acara.

 

 

Please follow and like us:

Indonesia Fashion Week 2018 Resmi Digelar Dan Makna Tema Tahun Ini

GayaKeren.id – Pekan Mode Indonesia Fashion Week 2018 resmi digelar pada 28 Maret – 01 April 2018 di Jakarta Convention Center. Tema yang dipilih tahun ini adalah Cultural Identity. Makna pemilihan tema tersebut untuk tahun ini ramai dengan pengangkatan isu seputar kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan(eco-friendly).

Hal ini berlandaskan dari kejenuhan orang akan produk fashion yang terlalu besar dan banyak muncul di pasaran. Perkembangan internet, apalagi dengan kehadiran sosial media, membuat pemasaran akan suatu produk lebih mudah dan luas terjangkau. Akhirnya, masyarakat mengikuti tren yang berkembang dan hal ini mengakibatkan penciptaan mode yang sama dalam skala besar.

Pemilihan tema eco-friendly melambangkan suatu sentuhan pribadi dan juga identitas diri yang kuat dikarenakan mulai dari tahun kemarin sudah banyak tema sibori dan eco-print digunakan. Hal ini menandakan kejenuhan masyarakat kita akan kemunculan produk yang sama terus menerus.

“Beragam kultur di Indonesia menawarkan kekuatan yang sangat indah dalam seni budaya, dan dapat digarap untuk membangun kepercayaan diri sampai pada identitas nasional,” kata Presiden Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia atau APPMI, Poppy Dharsono di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu 28 Maret 2018.

Sebagai identitas budaya itu sendiri, Indonesia Fashion Week 2018 memilih budaya dari tiga destinasi wisata yang menjadi wilayah paling utama di Indonesia. Ada Danau Toba di Sumatera Utara, kemudian Candi Borobudur dari Jawa Tengan dan terkahir Labuan Bajo dari Nusa Tenggara

Selain keelokan alam yang menjadi ciri khas dari ketiga destinasi tersebut, warisan budaya yang dimilikinya juga melambangkan identitas masing-masing wilayah. Contohnya adalah kain.

Motif kain pada budaya Batak itu adalah motif yang paling tidak diikuti oleh wilayah lain. Kekerabatan yang sangat tinggi yang dimiliki oleh budaya Batak terlambangkan dengan motif dan warna pada kain Batak.

Motif gorga dari kain Batak berupa bangunan-bangunan khas Batak yang menempel. Melambangkan tali persaudaraan yang sangat erat. Warna dari motif kain gorga ini juga khas, hanya terdiri dari warna merah, hitam dan putih. Dan jangan lupa dengan kain ulos yang menjadi simbol identitas masyarakat suku Batak.

Beralih ke budaya Jawa, kain jimbe yang sampai saat ini masih digunakan para patriat Jawa menjadi lambang atas kerajaan-kerajaan besar di Jawa. Kain jimbe berasal dari India, namun telah ‘di-Indonesia-kan’ dengan penggunaan motif batik dalam setiap kainnya. “Apapun bentuknya, batik merupakan sebuah proses pencarian jati diri.

Dan terakhir adalah wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. “Wilayah NTT merupakan wilayah dengan penenun yang paling banyak. Hal ini terbukti dengan banyaknya motif pada kain melambangkan kekayaan yang dimiliki daerah Timur ini. Contohnya kain manggarai dari daerah Maumere, atau corak-corak dari Sumba Timur yang mengandung penuh makna.

Dalam corak kain asal Sumba Timur, Sonny menggambarkan bentuk motif segitiga bersirat yang ekornya mengecil, seperti ujung pulpen, yang disebut Sonny sebagai bonggol jagung. Yang memiliki makna rasa terimakasih rakyat Sumba kepada Dewa atas pemberian rezeki (jagung) untuk kelangsungan hidupnya. Beralih ke motif, dalam budaya NTT terdapat motif kuda dan juga ayam. Kedua hewan ini merupakan lambang atas kekayaan rakyat NTT.

 

 

 

Please follow and like us:

Century Park Hotel Digandeng Anne Avantie Dalam Persembahan 29 Tahun Berkarya

GayaKeren.id – Menyadari akan penting menjaga dan melestarikan karya bangsa Indonesia,banyak hal yang dapat dilakukan sebagai tanggung jawab anak bangsa terhadap budaya yang harus selalu di junjung tinggi. Century Park Hotel Jakarta adalah salah satu hotel yang ingin terus mengembangkan nilai lokal Indonesia ditengah maraknya perkembangan secara global.

Beragam hidangan dan beberapa sentuhan yang masih memperhatikan kearifan lokal Indonesia ini menjadi nilai tambah Century Park Hotel Jakarta sebagai hotel yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal dan diterapkan dalam keseharian hotel ini. Hal ini menjadi daya tarik dari Anne Avantie dan memutuskan menggandeng hotel ini sebagai lokasi menginap dan press conference 29 Tahun Berkarya Anne Avantie.

Menghadirkan Anne Avantie dan tamu VIP lainnya dalam press conference sebelum pagelaran besar pada kamis (29/3) kemarin di 100 Eatery and Bar Century Park Hotel Jakarta, membuat hotel ini semakin dapat menunjukkan performa terbaiknya sesuai dengan ulasan yang pernah menobatkan sebagai tempat makan yang memberikan pengalaman bersantap terbaik bagi para tamu di Jakarta, Century Park Hotel sukses mengumpulkan skor tertinggi untuk kebersihan, kenyamanan, lokasi dan pelayanan yang diperoleh dari ulasan para tamu.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi website hotel di www.atletcentury.com atau hubungi +62 21 571 2041.

 

 

 

Please follow and like us:

Trend Fashion ‘Kekayaan Heritage’ Di Media Viewing Trend 2018

GayaKeren.id – Untuk pertama kalinya, Indonesia Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan acara fashion presentation yang bertajuk “Media Viewing trend”.  Media Viewing Trend 2018 ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu 26 – 27 Maret 2018 bertempat di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan trend fashion di Indonesia kepada kalangan media, buyer, dan stakeholder terkait. Sebagaiman target program pemerintah, yakni menjadikan Indonesia sebagai salah satu sentra fashion tingkat dunia pada tahun 2025, maka Indonesia dituntut untuk siap sebagai pusat inspirasi dan trend bagi industri fashion global.

Dengan mengangkat kekuatan konten lokal dan kesinambungan dengan trend global serta inspirasi lintas kultur dari mancanegara, Indonesia berpotensi memberikan tawaran trend fashion kepada skala internasional. Untuk itulah Media Viewing Trend diarahkan sebagai program tahunan yang dapat menjadi barometer fashion dunia serta sebagai platform yang turut berperan mendorong perkembangan industri fashion tanah air yang pada akhirnya dapat mewujudkan cita-cita bersama tersebut.

“Dengan mengoptimalkan kekayaan heritage yang kita miliki, industri fashion Indonesia memiliki kekuatan untuk menjadi sorotan dunia. Kita tidak lagi harus menjadi follower dari Eropa dan negara barat. Media Viewing Trend ditujukan untuk memperlihatkan kondisi industri fashion Indonesia yang sebenarnya, termasuk perkembangan trend karya para desainer Indonesia, sehingga mejadi tolok ukur kemajuan fashion Indonesia,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Media Viewing Trend menampilkan presentasi karya desainer Indonesia yang mewakili sejumlah kategori busana, yaitu Avant Garde, Urban, Muslim, dan Evening Wear.

Selain mempresentasikan rancangan dalam fashion show, para desainer diberi kesempatan untuk menjelaskan tentang rancangannya meliputi konsep desain, produksi, hingga pemasaran, dalam sesi presentasi dan tanya jawab.

Media Viewing Trend 2018 ini menghadirkan koleksi kategori busana Urban & Avant Garde dari sejumlah desainer yaitu RAEGITAZORO, JUMPANONA by Rilya Krisnawati, MALEA by Mega MA, NY by Novita Yunus, Dina Midiani yang berkolaborasi dengan Threadapeutic serta Styling oleh Ali Charisma, Aldre, Yunita Kosasih dan The Future dengan membawa para desainer muda yang baru lulus sekolah mode, diantaranya Inas Nabila, Lania Rakhma, Khara by Gabriella Manurung, Aji Suropati, Ray Alan dan Sasig. Selain itu juga ditampilkan koleksi kategori busana muslim & Evening dari sejumlah desainer yaitu Irna La Perle by Irna Mutiara, Sad Indah, Christine Wibowo, DVK by Defika Hanum, Bramanta Wijaya, Dani Paraswati, Fomalhaut Zamel, Saffana, dan Devy Ros.

 

 

 

Please follow and like us:

POND’S Luncurkan InstaBright Tone Up Cream; Tone Up Cream Pertama POND’S

GayaKeren.id – POND’S dibawah naungan PT Unilever Indonesia Tbk kembali menghadirkan inovasi skin care terbaru dari The Pond’s Institute, POND’S InstaBright Tone Up Cream – Tone Up Cream pertama dari POND’S untuk wajah cerah seketika bahkan tanpa makeup. Tone-up cream merupakan inovasi terbaru yang mengkombinasikan antara skin care dan makeup base, terinspirasi dari teknologi terkini dari Korea.

Amaryllis Esti Wijono selaku Head of Face Care PT Unilever Indonesia, mengatakan “Tren kecantikan di tahun 2018 adalah produk hybrid yang mampu memberikan beberapa manfaat sekaligus dalam satu produk sehingga memberikan simplifikasi di beauty regime. Untuk itu, POND’S meluncurkan POND’S InstaBright Tone Up Cream, dengan manfaat skin care dan make up menjadi satu, lebih dari hanyabrightening. Kami hadirkan untuk membantu menunjang gaya hidup perempuan Indonesia masa kini yang aktif namun tidak memiliki waktu lama untuk menyempurnakan tampilan wajah sebelum beraktivitas.”

Maudy Ayunda sebagai Brand Ambassador POND’S, mengatakan “Dengan rutinitas pekerjaan yang padat dan waktu yang singkat, saya harus bisa membagi waktu saya dengan efisien. Untuk menunjang keseharian saya, baik dalam pekerjaan maupun sehari-hari, saya memerlukan produk skin care yang smart. POND’S InstaBright Tone Up Cream menjawab kebutuhan saya, buat kulit wajah langsung cerah alami dengan hanya 1 krim saja.”

Turut hadir dalam acara peluncuran POND’S Tone Up Cream, Vinna Gracia selaku Make Up Artist dan Beauty Influencer“Pengaruh lingkungan dan kesibukan menyebabkan kulit kita terlihat kusam, karenanya penggunaan produk skin care menjadi hal yang esensial untuk dilakukan setiap hari demi mendapatkan kulit sehat ternutrisi dan cerah. Hal ini juga berlaku bagi para make up enthusiasts, kulit wajah yang sehat ternutrisi dan cerah adalah kanvas terbaik untuk pengaplikasian make up. Namun, hasil perawatan tersebut seringkali membutuhkan waktu yang lama. Untuk itu, penggunaan Tone Up Cream menjadi solusi pilihan skin care yang tepat karena dapat memberikan tampilan cerah alami, secara instan.”

Sebagai produk perawatan kulit, formula POND’S InstaBright Tone Up Cream diperkaya dengan whitening vitamin dan milk essence untuk menutrisi kulit terus-menerus, bantu jadikan warna kulit lebih cerah alami, mulus dan bersinar hari demi hari.  Kandungan brightening mineralnya memberikan efek cerah seketika, walaupun tanpa penggunaan make up.

Selain mencerahkan seketika, POND’S Tone Up Cream juga memberikan manfaat menyamarkan noda dari pemakaian pertama, bantu samarkan lingkaran hitam bawah mata, efektif jaga kelembapan kulit namun memberikan tampilan tampak bebas kilap serta melindungi dari sinar UV.

“Dengan kehadiran POND’S InstaBright Tone Up Cream, kita bisa dapatkan wajah yang cerah seketika dengan cara yang ringkas, hanya dengan 1 langkah tone up, InstaBright,” tutup Amaryllis.

 

 

 

Please follow and like us:

Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 Siap Digelar APPMI Bersama Rumah Kreatif BUMN

GayaKeren.id – Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB) akan mempersembahkan sebuah gelaran rutin tahunan sebagai ajang promosi fashion terbesar di Indonesia bertajuk Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 dengan mengusung tema Cultural Identity, sebuah konsep yang mengupayakan ‘Tujuan Pariwisata Untuk Menemukan Inspirasi Fashion’ dengan mengangkat budaya fashion dari tiga kawasan sebagai sorotan utama yaitu Danau Toba di Tanah Batak, Borobudur di Jawa Tengah dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

APPMI sebagai pengayom Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia dan mengangkat harkat dan martabat UMKM anggota APPMI ke ajang Internasional berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai salah satu perwujudan peningkatan ekonomi Nasional.

Presiden APPMI dan IFW, Poppy Dharsono mengatakan, “IFW merupakan perwujudan Identitas Kebudayaan (Cultural Identity), yang selalu berupaya mendorong industri fashion Indonesia membawa ciri dan kepribadian nasional serta membantu UMKM sebagai basis penggerak industri kreatif kerakyatan khususnya bidang fashion dengan membantu promosi dan mengarahkan produk dan rancangan yang sedang trendi di pasar”.

Menurut Staff Khusus II Kementrian BUMN, Judith Jubilina Dipodiputro bahwa ajang IFW ini merupakan sarana bagi Rumah Kreatif BUMN untuk mengenalkan karya dan produksi pelaku UMKM di sektor fashion yang jadi binaan BUMN.

“Melalui rumah kreatif BUMN, kami ingin memajukan dan mengembangkan usaha pelaku UMKM di berbagai wilayah tanah air dan mempertemukan para binaan RKB BUMN terutama di bidang fashion dengan publik, sehingga dapat memperluas jaringan pemasaran sehingga dapat meningkatkan usaha dan membantu pengembangan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia”, ujar Judith.

Dalam konferensi pers kemarin (15/3/17), pihak IFW menyampaikan bahwa Indonesia Fashion Week kali ini juga didukung oleh Tokopedia sebagai official e-commerce partner dan Wardah sebagai official make up and hair do.

“Industri kreatif Indonesia termasuk bidang fashion masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi nasional yang berbasis kearifan lokal yang mampu mendukung pemberdayaan masyarakat lokal dengan memberikan identitas unik untuk bersaing di pasar Internasional. Semoga kolaborasi Tokopedia dan IFW 2018 ini dapat mendukung lebih banyak lagi desainer lokal dalam mengangkat karyanya ke level nasional bahkan internasional’, ujar Managing Director Tokopedia, Melissa Siska Juminto.

Sabrina Salsabila, Brand Executive Wardah menyampaikan,”kontribusi wardah pada Indonesia Fashion Week tahun ini  merupakan tahun ketiga Wardah sebagai official make up & hair do IFW yang merupakan salah satu bentuk  komitmen kami dalam mendukung penuh kemajuan industri mode Indonesia. Dengan menerjunkan 50 orang tim make up artist di backstage IFW 2018, kami siap mengkreasikan berbagai kebutuhan make up dari masing-masing desainer untuk fashion show di panggung IFW 2018”.

Sebagai pagelaran fashion nasional terbesar, IFW tahun ini merupakan penyelenggaraan ketujuh. Kali ini berkolaborasi dengan 200 perancang mode (lokal dan internasional), 460 peserta pameran merk fashion dan tekstil, workshop dengan pakarnya, kuliner dan ole-ole panganan dari berbagai daerah di Nusantara.

Gelaran IFW akan berlangsung selama lima hari berturut-turut dari tanggal 28 Maret – 1 April 2018 bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta. Untuk anda yang ingin datang ke IFW 2018 dapat membeli tiket di pintu masuk seharga Rp. 25.000.-

 

 

 

Please follow and like us:

Danone-AQUA Persembahkan Caaya, Rangkaian Teh Indonesia

GayaKeren.id – Danone-AQUA, pelopor perusahaan air minum dalam kemasan di Indonesia, memperkenalkan produk terbarunya yaitu Caaya Rangkaian Teh Indonesia, yang terinspirasi dari kebaikan alam nusantara dan kekayaan budaya Indonesia, dikemas dalam nuansa dan cita rasa yang sesuai untuk selera yang kontemporer.

“Caaya hadir untuk menempati celah yang belum terisi selama ini yaitu teh dalam kemasan yang lebih modern, tetapi tetap mengusung rasa yang bernuansa Indonesia. Inspirasi dari alam dan budaya dipadukan secara hati-hati sehingga menghasilkan apa yang kita sebut sebagai rasa teh yang sebenarnya, tanpa ditutupi oleh rasa lain yang berlebihan,” jelas Peter Harjono, Beverages Marketing Manager, Danone AQUA.

Mengedepankan konsep ‘rangkaian’, Caaya hadir dalam tiga pilihan varian yang berakar pada tradisi, yaitu :

Revive Me Jasmine yang merupakan perpaduan sempurna antara daun teh dengan bunga melati yang telah menjadi tradisi dan kesukaan masyarakat Indonesia sejak dahulu;

Soothe Me Vanilla Pandan yang hadir untuk memberikan nostalgia cita rasa jajanan pasar yang selalu menjadi favorit semua kalangan masyarakat;

Power Me Toasted Rice yang tercipta dari inspirasi atas kebiasaan masyarakat di desa Jatiwulih Bali yang meminum beras merah yang disangrai.

“Saat ini anak-anak muda mulai melihat teh sebagai sesuatu yang sophisticated dan trendy, sehingga kehadiran Caaya memberikan pilihan dan warna baru: sesuatu yang sangat Indonesia, tetapi sekaligus sangat internasional. Kemasannya yang clean, modern dan enak digenggam juga mengisyaratkan perannya sebagai teman kegiatan keseharian,” ujar Gupta Sitorus, Chief Editor Majalah Kenduri.

Danone-AQUA selalu berusaha untuk menyediakan produk-produk yang lebih berkualitas bagi masyarakat Indonesia, “Kehadiran Caaya kami harapkan bisa menambah pilihan bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati rasa teh Indonesia.  Dengan varian rasa yang kami berikan melalui Caaya, konsumen bisa memiliki pilihan sesuai dengan seleranya,” tutup Peter.

  

Saat ini Caaya bisa didapatkan secara online di Lazada dan Shopee, dimana Caaya menjadi official store teh dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Selain itu, Caaya bisa didapatkan di berbagai supermarket terkemuka seperti Ranch Market, Farmers Market, Foodhall, Grand Lucky, AEON, Kem Chicks, dan Lulu.

 

 

 

Please follow and like us:

IBCWE dan UN Women Gelar HeForShe Run 2018

GayaKeren.id – Menyambut Hari Perempuan Internasional, Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) bekerjasama dengan UN Women menggelar  kegiatan fun run bertajuk HeForShe Run 2018 sebagai bentuk dukungan upaya mencapai kesetaraan gender. HeForShe Run dilaksanakan pada 4 Maret 2018 lalu dimulai pukul 6 pagi di Epicentrum Epiwalk, Kuningan. Event ini turut diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani, yang sekaligus melakukan flag off.

Anne Patricia Sutanto, Ketua Pelaksana HeForShe Run 2018 sekaligus Anggota Dewan Pembina IBCWE mengatakan, “Mewujudkan kesetaraan gender erat kaitannya dengan membentuk sportivitas. Kesetaraan gender akan tercapai apabila perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan, kemampuan, serta pilihan-pilihan yang setara dalam keseharian mereka. Hal ini membutuhkan partisipasi sportif dari kedua belah pihak, laki-laki dan perempuan. Atas alasan ini maka IBCWE menggelar HeForShe Run sebagai ajang bagi pelari untuk menyatakan bahwa mereka bersedia untuk bersikap sportif dan mendukung kesetaraan gender di dunia kerja dan pemberdayaan ekonomi perempuan”.

Kegiatan fun run ini dilaksanakan untuk mendukung kesetaraan gender melalui kampanye HeForShe yang diprakarsai oleh UN Women. HeForShe merupakan gerakan solidaritas yang mengajak laki-laki dan anak laki-laki sebagai mitra setara dan sebagai agen perubahan untuk mempercepat tercapainya kesetaraan gender.

Sabine Machl, UN Women Representative mengatakan “Kesetaraan gender memberikan manfaat bagi perempuan dan laki-laki, serta seluruh masyarakat. Untuk itu diperlukan partisipasi seluruh masyarakat untuk mengambil tindakan dan mewujudkannya.  Melalui kampanye HeForShe, kami mengundang laki-laki dan anak laki-laki sebagai mitra setara untuk mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Mari kita gunakan suara kita untuk menciptakan perubahan transformatif, sehingga perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi seutuhnya.”

Senada dengan Sabine, Presiden IBCWE Shinta Widjaja Kamdani menyampaikan perlunya keterlibatan semua pihak untuk mewujudkan kesetaran gender. “Kesetaraan gender akan tercapai bila perempuan dan laki-laki, memiliki kemauan dan aksi bekerja sama mewujudkan kesetaraan. Upaya ini bias mulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga sampai ke dunia kerja. Khusus di dunia kerja, fakta menunjukkan angka partisipasi perempuan di angkatan kerja masih lebih rendah dari laki-laki. Terlebih lagi jumlah perempuan di posisi-posisi strategis di badan pengelola perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak semua kalangan untuk bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya laki-laki dan perempuan mendapat peluang untuk berkontribusi secara maksimal dan setara di ruang public khususnya di dunia kerja.” Ujar Shinta.

Sementara terkait fun run dengan kampanye kesetaraan gender, Direktur Eksekutif IBCWE Maya Juwita mengemukakan alasan terpilihnya bentuk kegiatan. “Olahraga lari yang kini popular dan bersifat lintas gender serta usia, dipandang dapat menjadi medium untuk menunjukkan dan membentuk sportivitas dikalangan peserta baik laki-laki dan perempuan untuk mencapai garis lintas akhir (finish). Secara simbolis, pelaksanaan HeForShe Run 2018 diharapkan untuk menumbuhkan sportivitas yang sama. Pelaksanaan HeForShe Run 2018 juga diharapkan akan mendorong masyarakat, khususnya di kalangan laki-laki, untuk ikut peduli dan berkontribusi dalam upaya memperkecil kesenjangan gender; dan mencapai kesetaraan gender di dunia kerja dan pemberdayaan ekonomi perempuan,”ungkap Maya.

Lomba lari 5k dan 10k di event HeForShe Run 2018 terdiri dari sejumlah kategori usia dengan total nilai hadiah Rp 90 juta. Dalam kegiatan ini, para peserta juga dapat menunjukkan atensi dan kontribusi terhadap isu kesetaran gender melalui lomba kreasi tagline di belakang jersey dan lomba selfie di tujuh titik mural di sepanjang track.

Event ini diikuti oleh sekitar 5.000 orang yang terdiri dari 51,70 persen laki-laki dan 48,30 persen perempuan.

 

 

 

Please follow and like us: