Akhmad Fathul Korib, Hobiku Profesiku

GayaKeren.id – Menekuni dunia barbershop menjadi pilihan Akhmad Fathul Korib. Dunia ini pun sekaligus menjadi sumber mata pencaharian keluarganya hingga saat ini.

Terjun di industri tata rambut bagi pria kelahiran Kebumen, 17 Oktober ini memang menjadi keputusannya sejak dua tahun lalu. Korib memutuskan untuk terjun sepenuh hati di bidang ini dan menjalani profesi sebagai barberman.

Dunia ini memang bukan bidang yang asing baginya. Diakui Korib, industri tata rambut memang menjadi bagian dari hobinya sejak lama. Hingga kemudian hobi tersebut menjadi sebuah profesi yang menghidupi perekonomian keluarganya hingga saat ini.

Di dunia barbershop pula, Korib menemukan kedamaian hati. Pertemuan dengan customer sehari-hari dan memberikan pelayanan untuk  mempertampan tampilan mereka menjadi hal yang membahagiakan dirinya.

Tak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan tersebut. Korib begitu senang ketika para customer yang mendapatkan jasanya merasakan kepuasan. Karena baginya kepuasan customer itu utama.

Tidak mengherankan, hari-hari Korib dipenuhi kebahagiaan. Kebahagiaan karena apa yang disenanginya dapat dijalaninya tanpa beban. Bahkan, dari hobinya itu pula ia tidak hanya mendapatkan pundi-pundi rupiah tetapi juga kesuksesan.

Seperti yang ditorehkannya baru-baru ini dimana ia menyabet sebagai Juara dari Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren di Cirebon. Sungguh sebuah kebanggaan sekaligus kebahagiaan karena ia sukses mendapatkan prestasi yang tak disangkanya tersebut.

Torehan prestasi itu pun semakin menggenjot semangatnya untuk memberikan yang terbaik bagi profesinya tersebut. Apalagi, pengalaman tak mengenakkan pernah dijalaninya di awal-awal dirinya menekuni profesi barberman.

Dikisahkan Korib, ia pernah dicela customernya sendiri di depan tamu-tamu lainnya karena hasil potongan yang tidak sempurna alias gagal. Sang customer kemudian memaki-maki Korib di hadapan customer yang lain.

Bukan cuma malu yang dirasakannya tetapi juga torehan sakit hati yang membekas dalam. Tetapi bukan Korib jika tak ingin bangkit. Dari kegagalan itulah Korib belajar untuk lebih baik lagi.

Ia pun kembali memoles diri agar tak lagi mengecewakan customernya. Kini, para customer yang dihandle-nya selalu merasa puas dengan jasa yang diberikannya. Korib pun merasa bangga karena hasil kreasinya tersebut semakin diapresiasi tidak hanya oleh customernya tetapi juga oleh publik secara luas.

Please follow and like us:

Perjuangan Ahmad Taufik Taklukkan Dunia Barbershop

GayaKeren.id – Sempat menekuni beberapa profesi di berbagai bidang, Ahmad Taufik tak menemukan kenyamanan dalam berkarier. Hatinya pun berlabuh pada dunia tata rambut yang memberikan kenyamanan dan kepuasan tersendiri.

Tak mudah menemukan sandaran karier yang tidak saja memenuhi kebutuhan secara finansial tetapi juga kepuasan batin. Berbagai bidang pun dijajaki guna menemukan chemistry pada dunia karier yang ditapaki dalam jangka panjang.

Hal itu pun dirasakan betul Ahmad Taufik, salah satu barberman kelahiran Indramayu. Pria kelahiran desa Sukagumiwang, 4 April 1984 yang sempat mengikuti Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren di Cirebon dan sukses menjadi Runner Up tersebut merasakan betul bagaimana menjalani karier di bidang yang tak memberikannya kenyamanan dalam hari-harinya.

Berbagai bidang berusaja dijalaninya untuk memberikan pengalaman baru baginya. Berdagang cilok, menjahit baju di konveksi, menjadi supir angkot hingga menjadi buruh di pabrik. Sayangnya, hal tersebut tak mendatangkan kebahagiaan serta kepuasan bagi Taufik. Ia pun kemudian menekuni kembali dunia tata rambut yang memang telah digelutinya sejak bangku SMA.

Bermula dari sebuah tempat kecil di pinggir jalan, Taufik menggeluti profesinya di dunia barbershop. Sang paman menjadi orang yang  begitu mensupport dirinya termasuk dengan membuatkan barbershop kecil yang menjadi tonggak awalnya berkarier di dunia barbershop.

Perjuangan pun dimulai. Dari barbershop mungil tersebut, dirinya mencari customer yang ingin mencicipi jasanya memangkas rambut. Namun nyatanya tidaklah mudah mencari customer untuk bertandang ke barbershop miliknya. Barbershop yang buka sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB hanya sukses menarik satu customer dengan jasa seharga Rp 5.000.

Ujian di awal kariernya di dunia barbershop pun tak berhenti disitu. Taufik  juga diuji dengan cobaan bahwa barbershop miliknya harus terkena gusur sebanyak lima kali. Taufik pun harus kembali mencari lokasi baru yang strategis untuk mempertahankan bisnisnya.

Meski pahit, Taufik tak lantas menyerah dengan keadaan yang harus dihadapinya tersebut. Justru ia semakin memompa semangat bahwa bisnis yang dijalaninya akan membuahkan hasil manis dan kesuksesan di kemudian hari.

Dan semangat itulah yang membuatnya bertahan hingga hari ini. Di tengah booming dunia barbershop,  Taufik merenda hari-harinya dengan penuh semangat untuk mereguk kesuksesan di antara deretan barbershop lainnya yang terus bermunculan.

Dengan penuh cinta, Taufik melayani setiap customer yang ingin menggunakan jasanya. Ia berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh konsumennya dari seluruh lapisan masyarakat. Sukses selalu Ahmad Taufik!

Please follow and like us:

Mengenal Sosok Tadashi Harada Sang Hair & Make Up Artist International

GayaKeren.id Tadashi Harada merupakan Top Hair & Make Up Artist Shiseido dan juga merupakan Kepala Sekolah SABFA (Shiseido Academy of Beauty & Fashion). Lahir pada tanggal 22 September 1971. Pertama-tama, Harada memiliki cita-cita untuk menjadi Pilot Angkatan Udara, namun sayangnya, di tahun 1989 mimpinya menjadi pilot tidak menjadi kenyataan dan ia memutuskan untuk meninggalkan pasukannya.

Setelah itu, ia memasuki sebuah sekolah desainer rambut, tempat dimana ia mendapatkan lisensi untuk menjadi seorang Hair Designer. Begitu lulus pada tahun 1993, ia memulai karirnya di dunia rambut dengan bekerja di salah satu salon di Tokyo. Setelah bekerja di sana selama beberapa tahun, ia kemudian memasuki SABFA (Shiseido Academy of Beauty & Fashion) di tahun 2000. Setelah 1 tahun melakukan pembelajaran, ia langsung bergabung dengan SHISEIDO.

Cakupan kerja Harada berskala internasional, pekerjaannya pun bervariasi, ia bertanggung jawab atas Advertisement dan Commercial untuk merek UNO. Ia juga bekerja sebagai Hair Artist di belakang koleksi NY, Paris, dll.

Harada memulai kegiatannya sebagai Top Hair & Make Up Artist Shiseido terhitung sejak bulan April 2012.

<Penghargaan>

2000  Japan Makeup Artist Network Hair & Makeup Contest          Total Grand Prize

2001 ”Hair Mode” Magazine Photo Contest                                       Best Year Award

2002  NHDK Hair Contest                                                                   Total Grand Prize

2003  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                 Best Newcomer of The Year

2004  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                                         Grand Prize

2005  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                               Second Prize Winner

2006  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                               Second Prize Winner

2007  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                  Aoyama Art Festival Award

2009  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                               Second Prize Winner

2012  JHA(Japan Hairdoressing Award)                                               Grand Prize

 

 

<Majalah>

Vogue Japan、ELLE、Ryuko Tsushin、SO-EN、WWD、Fashion News, Hair Mode, Hyakunichiso, snip style, Fashion edge, Shinbiyo, Figaro.

<Musisi>

Torayasu Hotei,COMPLEX,

<Talent &Celebrity>

Orlando Bloom, Miki Imai, Kenichi Matsuyama, Naoto,Kazuyoshi Miura,

Sakurai Sho (Arashi), Okada Junichi (V6), Satoshi Tsumabuki, Eita,

Syun Oguri, Haruma Miura, etc….

<Koleksi>

Thom Brown, Yohji yamamoto,Mugler, Paul Smith,3.1 Phillip Lim,NEIL BARRETT、

ANN DEMEULEMEESTER ,N.hollywood、ISSEY MIYAKE MEN、Martin Margiela,etc …

<Pameran>

2008                The solo exhibition “Tadashi Harada Zenbu” (the gallery Dojunkai of Omotesando, Tokyo.  Art center in Singapore)

2009-2012,    “Tadashi Harada Zenbu ver.2.0 ~ 4.0 ” with hair and makeup-liveshow (Fukuoka, Osaka, Sapporo, Gunma)

2013 ,              ” Tadashi Harada Zenbu ver.5.0″ (Tokyo), and recorded the attendance of 3,000 in three days.

2017,               “Tadashi Harada Zenbu “exhibition. (Tokyo) in Kinokuniya Book Store

< Publication>

2013                The body care of the first-class man  (PHP Institute Inc.)

2017                「原田忠全部」 Harada Tadashi Zenbu ” The work collection

                        (Jyosei mode Inc.)

 

 

 

Please follow and like us:

Sansan; Dari Otomotif Beralih ke Urusan Rambut

GayaKeren.id – Hidup itu memang penuh misteri, tak bisa di tebak kemana takdir membawa kehidupan seseorang, hal itu pula yang di alami Sansan sang jawara Hair Battle Bandung yang digelar GayaKeren.id beberapa waktu lalu.

Sansan mengaku tak pernah memiliki angan-angan menjadi seorang barber seperti yang saat ini ia jalani, “Dulu ga pernah kepikiran menjadi seorang tukang cukur karena basic saya di otomotif, mugkin takdir yang membawa saya ke profesi ini,” ujar Sansan.

Lebih jauh Sansan bercerita, sulitnya mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan S1 membuat Sansan sempat merasa frustasi karena tak memiliki skill khusus untuk mencari pekerjaan, beruntung saat itu ada yang menyarankannya untuk mengikuti kursus memotong rambut di salah satu salon academy. “Beruntung saat itu ada saudara saya yang menyarankan saya untuk mengikuti kursus penataan rambut,” jelas Sansan.

Seiring berjalannya waktu dan penataan rambut pria semakin berkembang pesat, ia mulai melirik profesi barber, “Ilmu yang saya miliki dalam penataan rambut memang berasal dari salon, tapi saya sangat tertarik untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang barber,” kata pria kelahiran 20 Desmber 1994 ini.

Di taun 2016 Sansan memutuskan untuk lebih fokus memotong rambut laki-laki dan menjadi seorang barber profesional, “Dan hingga saat ini saya masih menggeluti bidang ini dan bekerja di salah satu barbershop Bandung Antavani OCBARBERSHOP22,” tambah anak muda asli Bandung ini

Diakui Sansan, menggeluti dunia barber tak pernah membuatnya merasa bosan, menurutnya dunia hairsyle khususnya barber memiliki tantangan tersendiri karena semakin lama industri ini semakin berkembang dengan pesat hingga memerlukan inovasi-inovasi baru dalam memangkas rambut.

“Salah satu arena pembelajaran saya adalah dengan mengikuti kompetisi seperti yang di gelar GayaKeren.id, di kompetisi ini saya mendapatkan banyak pengetahuan-pengetahuan baru dari para barber yang sudah lebih dulu menggeluti dunia barber, bagaimana cara memotong, cara berinteraksi dengan pelanggan dan banyak ilmu-ilmu lain yang sangat bermanfaat buat saya,” terang penghobi Trabas Motor Cross ini.

Di tanya soal pengalaman paling berkesan selama menjani profesi barber, dengan mimik wajah yang berubah Sansan bercerita bahwa ia pernah merasakan penyesalan yang sangat mendalam, “Saya pernah di mintai tolong teman untuk memangkas rambutnya, karena terlalu sibuk bekerja saya tak sempat memenuhi permintaanya sampai beberapa hari kemudian teman saya itu meninggal, itu membuat saya sangat menyesal,” tuturnya dengan suara yang tercekat.

Menjadi seorang barber yang hebat bagi Sansan bukanlah orang yang tak pernah mengalami kegagalan saat memangkas rambut, menurut Sansan kegagalan justru akan memacu seseorang untuk terus belajar dan belajar.“Saya juga pernah mengalami kegagalan saat memotong rambut pelanggan, namun itu membuat saya semakin bersemangat untuk terus belajar dan meng-update kemampuan karena ilmu dibidang ini tak akan pernah habis,” akunya

Kemampuannya dalam mengolah mental hingga tak terpuruk dalam kegagalan di akuinya tak lepas dari peran orangtua dalam memberikan dukungan, “Saya bersyukur dilahirkan dalam keluarga yang saling mendukung dalam berbagai hal, saya juga igin mengucapkan terima kasih untuk mamah dan papah saya, karena mereka berdua saya menjadi seperti sekarang ini,” terang Sansan

Mengakhiri wawancaranya Sansan berpesan kepada teman-teman seprofesi dan juga orang-orang yang ingin terjun di dunia barber agar tak berhenti belajar untuk mempedalam ilmu penataan rambut, “Jangan pernah puas dengan hasil yang kalian punya saat ini karena industri rambut semakin berkembang belajar dan belajarlah terus, jangan berhenti belajar,” pesan Sansan menutup obrolan

 

Please follow and like us:

Aditya, Perjuangan Panjang dari Ponorogo

GayaKeren.id – Dunia barbershop telah menghipnotis pria kelahiran Ponorogo ini. Baginya, barbershop menjadi area yang memberikan kepuasan lahir dan batin untuknya.

Sekira 15 tahun sudah Aditya berkecimpung di industri tata rambut. Dunia yang begitu dicintainya hingga saat ini. Tidak sekadar memuaskan hobi seninya tetapi juga aliran pundi-pundi rezeki yang memberikan kemapanan padanya.

Hobi seni yang memang mengalir dari keluarganya memang tak bisa ditampiknya. Gairah tersebut membuatnya terus ‘hidup’ berada di lingkungan kerja yang berbau seni. Aditya pun memilih dunia barbershop yang dipelajarinya secara otodidak.

Mengusung nama Aditya Barbershop, pria kelahiran 11 Januari ini merasakan banyak kepuasan di dalamnya. Tidak sekadar mengembangkan kemampuannya karena kehadiran rekan sesama profesi yang ditemuinya selama perjalanan kariernya tetapi juga penghasilan yang menjanjikan dari dunia tersebut.

Guna memoles kemampuannya, dirinya juga tak segan mengikuti ragam kegiatan yang mempertemukannya dengan rekan-rekan baru sekaligus menantang dirinya untuk ‘naik level’ ketika bersanding dengan teman-teman seprofesi lainnya yang lebih berpengalaman.

Seperti halnya ketika dirinya berkesempatan mengikuti Hair Battle yang diadakan Gaya Keren di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. Dari banyaknya peserta yang hadir, Aditya sukses menjadi Runner Up di acara tersebut.

Meski belum sukses keluar sebagai pemenang dari kompetisi terbuka tersebut, Aditya menjadikan ajang itu sebagai pembelajaran. Bahwa kegagalan yang kerap dilaluinya di berbagai hal menjadikannya sosok yang tangguh dan tidak pantang menyerah.

Justru dari berbagai kegagalan tersebut menjadi sarana pembelajaran baginya untuk terus belajar kembali lebih baik dan berusaha di kesempatan lainnya. Ia sadar bahwa kegagalan ialah awal dari sebuah kesuksesan.

Di balik kegagalannya menjadi pemenang, ada banyak hal  menarik yang patut dibanggakannya termasuk kebanggaannya menjadi utusan daerah dan berkesempatan bertemu dengan Maestro Tata Rambut Indonesia, Rudy Hadisuwarno.

 

Please follow and like us:

Rendraka, Berkarya dengan Hati

GayaKeren.id – Menekuni profesi sebagai barberman memberikan kepuasan tersendiri bagi Rendraka. Tidak sekadar mendapatkan materi yang cukup menjanjikan tetapi juga kepuasan batin yang tak terkira manakala karyanya diapresiasi banyak orang.

Bisa menciptakan karya melalui potongan rambut pada banyak orang menjadi kebanggaan tak terkira bagi barberman asal Solo ini. Kebanggaan itu pun menjelma menjadi pancaran bahagia ketika karya seninya tersebut dihargai secara luas oleh publik termasuk para klien loyalnya.

Sebagai barberman, Rendraka memang senantiasa memberikan service terbaik bagi kliennya. Ia tak ingin mengecewakan kehadiran orang-orang yang sudah memberikan kepercayaan pada dirinya untuk menciptakan penampilan terbaik bagi orang tersebut.

Setiap harinya, dengan sepenuh hati Rendraka senantiasa memprioritaskan layanan  terbaik pada klien yang sudah rela mengantri di barbershop miliknya. Itulah komitmen yang selalu dijunjung Rendraka dalam melakoni profesinya.

Tidak mengherankan, di DeGe Barbershop miliknya tersebut selalu dibanjiri customer yang umumnya didominasi kalangan anak muda. DeGe Barbershop memang menjadi salah satu tempat favorit anak muda untuk ‘mempertampan diri’. Karenanya, keberadaan barbershop di wilayah Solo yang semakin bertumbuh tak terlalu mempengaruhi para customer yang datang ke DeGe Barbershop. Terbukti, DeGe Barbershop bisa melayani kurang lebih 20-30 customer setiap harinya.

Dengan bantuan dua orang yang menjadi tim-nya, Rendraka dengan cekatan memberikan pelayanan terbaik bagi customernya. Antrian customer yang membludak tak menjadikan dirinya tergoda untuk menyelesaikan pelayanan lebih cepat untuk mengejar kuota customer yang hadir. Baginya, kualitas tetap menjadi prioritas. Ia ingin hasil karya yang diberikan pada customernya tetap berkarakter.

Rendraka yang terjun ke dunia barbershop sejak 2012 tersebut awalnya memang memulai kariernya dengan bekerja di barbershop lain. Kemudian kurang lebih empat tahun berkarier di barbershop milik orang, ia memutuskan untuk mandiri dengan membuka barbershop sendiri sekira dua tahun lalu.

Belajar Otodidak

Memiliki keahlian di dunia barbershop sesungguhnya bukan didapat Rendraka dari bangku formal. Selepas sekolah, ia yang tertarik terjun ke dunia barbershop mengasah keahliannya dengan memangkas rambut teman-temannya, tetangganya serta orang-orang yang dikenalnya.

Namun di luar itu, tak dipungkiri bahwa keahlian yang dimilikinya mengalir deras dari keluarganya yang memang lebih dulu berkecimpung di dunia salon. Meski demikian, Rendraka memilih untuk tidak terjun di dunia salon melainkan di dunia barbershop yang begitu menarik hatinya.

“Dari awal belajar memang memangkasnya rambut cowok dan tertariknya memang langsung ke barbershop. Soal keahlian, awalnya saya memang belajar sendiri saja. Dari mulai potong rambut teman, tetangga dan orang-orang. Tapi mungkin karena ada faktor keturunan juga ya. Kebetulan sekeluarga terjun di salon semua,”ungkapnya.

Ya, bakat turunan itu kemudian terus diasahnya dan membawanya pada dunia barbershop yang digelutinya hingga saat ini. Baginya, tidak ada kata berhenti belajar. Sampai detik ini pun dirinya mengaku masih terus belajar untuk terus mematangkan keahliannya.

“Saya ingin selalu mengasah kemampuan saya sampai kapanpun. Dari berbagai media, saya terus belajar tanpa henti termasuk mengasah keahlian di dunia  barbershop yang membuat saya jatuh cinta untuk terus berada di dalamnya,”tutupnya.

 

Please follow and like us:

Mario Dedivanovic, Makeup Artist Papan Atas Para Seleb Hollywood

GayaKeren.id – Bagi Anda yang selalu ingin terlihat cantik dan menawan pastinya tak ingin ketinggalan berbagai info terkini seputar makeup juga tips kekinian tentang kecantikan. Dengan mengintip akun-akun Instagram dari paramakeup artist top bertaraf internasional yang kerap menjadi andalan para selebrita papan atas, akan menjadi sumber inspirasi. Salah satu sosok makeup artist yang patut diintip akunnya adalah Mario Dedivanovic, makeup artist asal New York, Amerika Serikat, yang dalam beberapa tahun belakangan ini telah menjadi buah bibir dalam bidang kecantikan juga andalan para selebriti Hollywood.

Pria yang lahir tanggal 2 Oktober 1983 ini mengaku bahwa ia sangat mengagumi mendiang Kevyn Aucoin, dan menganggap makeup artist legendaris tersebut sebagai panutan. “Saat remaja, aku kerap membaca buku tentang makeup karya Kevyn yang sangat inspiratif. Sempat berangan, suatu hari nanti dapat berkolaborasi bersama,” tutur Mario yang mengaku bahwa Kevyn selalu menginspirasi sapuan riasnya.

Sosok yang kreatif dengan motivasi nan tinggi ini awalnya tak pernah bercita-cita menjadi seorang makeup artist. Justru karena kecintaannya dengan wewangian sejak kecil, Mario memulai karir di bidang kecantikan sebagai konsultan wewangian di salah satu butik kecantikan. Tak disangka hanya karena lipstik, ia pun jatuh hati dengan seni merias wajah. Hal itu terjadi ketika seorang pelanggan toko tak sengaja meminta sarannya akan warna lipstick yang cocok untuk kulitnya, tepat di hari pertama Mario masuk bekerja. Tak dinyana, pilihan warna dan caranya memulas lipstik pada sang pelanggan ternyata mendapat sambutan yang memuaskan. Sejak itulah pria yang asli kelahiran New York itu makin menggali lebih jauh tentang kecantikan, terutama seni merias.

Mario memulai karirnya sebagai makeup artist pada usia 21 tahun. Melalui tangan dinginnya, di usianya yang cukup belia Mario telah menjadi makeup artist kepercayaan keluarga selebriti Kardashian. Khusus bagi sosok Kim Kardashian, Mario mempunyai teknik tersendiri dalam merias wajahnya dan dapat mengangkat kelebihan sekaligus menutupi kekurangan. Perkenalannya dengan Kim pun terbilang unik, ketika Mario diminta untuk merias Kim Kardashian pertama kalinya untuk majalah Social Life di tahun 2008, dimana ia sama sekali tidak mengenal siapa Kim. Sesi pemotretan memakan waktu cukup lama dan membosankan, mereka pun terlibat obrolan yang cukup seru dan nyambung sehingga Kim sontak meminta Mario untuk menemani berbelanja peralatan makeup di Henri Bendel setelah sesi selesai. Sejak itulah mereka merasa cocok dan Kim kerap meminta Mario untuk menjadi perias wajahnya, dimanapun dan kapanpun.

Transformasi cantik nan glamour riasan Kim Kardashian melalui sapuan kuas Mario dari tahun 2008 hingga 2017 ini telah menjadi sumber inspirasi banyak perempuan yang ingin terlihat cantik sempurna nan memesona.

Tidak berhenti sampai disitu Mario juga mendirikan Master Class, sebuah kelas tutorial makeup. Awalnya kelas ini hanya diikuti oleh 20 peserta saja, namun sesuai berjalannya waktu dan makin menjulangnya nama Mario sebagai seorang makeup artist, kini Master Class telah diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai pelosok dunia yang rela membayar hingga 1500 dolar untuk setiap sesinya.

Karir Mario yang makin meroket di dunia tata rias, sebuah label kosmetik pun mengajak Mario Dedivanovic berkolaborasi untuk membuat koleksi khusus pilihannya. Di akun instagramnya baru-baru ini, Mario menayangkan fotonya yang sedang merias sosok yang pernah membintangi film Transformer, Megan Fox dalam kampanye promosi kolaborasinya dengan sebuah label makeup baru di Indonesia, yaitu Lakmé Absolute Reinvent. Untuk koleksinya ini, Mario menekankan pada warna yang pigmented dan memesona. “Sangatlah penting bagi setiap label kosmetik untuk mempunyai produk palet eyeshadow yang warnanya mengagumkan, juga bronzer dan liquid liner. Tiga hal ini merupakan jawaban dari seluruh keperluan Anda dan semua bisa didapat dalam koleksi Lakmé yang menekankan kesan glamour,” terang Mario lebih jauh mengenai Lakmé Absolute Reinvent.

Seleb Indonesia yang telah go international, Agnez Mo, pernah memajang fotonya di akun instagramnya @agnezmo tengah dirias oleh Mario beberapa bulan silam ketika penyanyi Coked Bottle ini berada di negeri Paman Sam dalam sebuah perhelatan khusus. Sebagai satu-satunya selebriti Indonesia yang mendapat kesempatan langka ini, pastinya Agnez merasa bangga.

Dalam akun instagram Mario @makeupbymario baru-baru ini, penggemar warna hitam itu mengatakan rencananya untuk berkunjung ke salah satu negara di Asia Tenggara dan menanyakan negara mana yang sebaiknya ia kunjungi. Beberapa waktu lalu Mario mewujudkan keinginan penggemarnya dengan hadir dalam satu acara di Jakarta.

 

 

Please follow and like us:

Glenndy Peruge, Melakukan Segala Sesuatu Dengan Sentuhan Hati

GayaKeren.id – Humoris dan Rendah Hati kesan yang terbesit saat mengenalnya. Sosok periang ini tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang Barber yang dikenal di masyarakat Indonesia khususnya bagi profesi Barbershop dan Pangkas Rambut. Awal menggeluti profesi ini mendapat pertentangan dari kedua orangtuanya, berharap dirinya terjun dijalur bisnis. Belajar barber secara otodidak dan mencari teman seprofesi melalui sosmed yang sempat dijalani selama 1 tahun ini, akhirnya kedua orangtuanya ikut mensupport menjadi seorang Professional Barber.

Pria beranak satu ini memilih profesi menjadi Barber karena terpaksa untuk mencari suatu perubahan dalam hidupnya serta berkat dorongan sang istri untuk tetap belajar teknik memotong rambut.  “Mempunyai masa lalu yang kelam tidak membuatnya takut untuk bangkit dan melakukan pembuktian dalam hidupnya menjadi seorang yang profesional”, imbuh pria kelahiran tahun 1986.

“Menggeluti bisnis barber ada 4 hal yang paling berperan dalam mengembangankan bisnis ini antara lain : Penguasaan teknik barber, menjaga hubungan personal dengan cara meningkatkan pelayanan palanggan, kelengkapan peralatan dan menjalin hubungan dengan sesama profesi. Menjadi pribadi yang bijaksana, selalu positif thinking dan mempunyai spiritual adalah modal utamanya saat merintis dunia barbershop,” kata Glenndy.

Berbekal hal tersebut, Glenndy memberanikan diri membuka barbershop yang diberi nama Vonette Barbershop. Vonette Barbershop hadir di Manado tahun 2013 mengusung konsep Barbershop with heart, hal yang sangat sulit diterima oleh masyarakat mengingat di kota Manado banyak barber dan pangkas rambut memberikan harga yang murah dan hasil potongan rambut yang tidak maksimal. Vonette Barbershop ini memasang tarif sebesar Rp. 80.000 termasuk cuci rambut dan free softdrink dengan mempunyai 5 orang stylish. Untuk interior Vonette Barbershop sengaja dicari properti diera tahun 50an dan menjadi ciri khas Barbershopnya di daerah Manado dan sekitarnya, berburu barang antik peninggalan rezim Belanda mempunyai keunikan tersendiri, dimana Glenndy dapat bertemu langsung dengan para barber tempo dulu dan dapat dijadikan ajang menyambung talisilaturahim bagi sesama profesi.

Dalam pengembangan bisnis Glenndy enggan untuk membuka cabang karena sulit menemukan SDM yang mempunyai jiwa juang dan loyalitas tinggi. Glenndy menerapkan sistem kejujuran untuk kemajuan bersama dalam menciptakan SDM yang handal, hal ini terbukti dengan tidak adanya seorang kasir dan semua stylish boleh belajar mencari wawasan baru untuk teknik barber. Untuk saat ini masyarakat di Indonesia dapat merasakan beberapa model rambut pria karena sudah banyak beredar perlengkapan yang menunjang hasil kerjanya.

Hobinya di dunia musik tidak membuatnya takut untuk menyalurkan bakatnya selama menggeluti dunia barbershop karena konsep DIY GIG bisa dihadirkan di barbernya khususnya moment tertentu dan ikut turut mengajak anak muda untuk tetap berkarya dalam bidang musik.

Menjadi seorang yang bermanfaat dan berarti bagi orang lain dibutuhkan spiritual yang tinggi sehingga tetap bisa bersyukur atas segala sesuatu yang kita dapatkan, katanya sambil meminum segelas teh tarik.  Bentuk kepedulian terhadap sesama dapat dituangkan dalam beberapa kesempatan untuk membantu teman seprofesi dalam berbagi ilmu dalam teknik barber yang diajarkan kepada para pemula yang ingin membuka barbershop dan pangkas rambut, ssoo… bagi kamu yang mempunyai kesulitan untuk belajar tentang teknik barber, bisa datang langsung lohh…..

 

Please follow and like us:

Ekspresi Seni Dalam Guntingan ‘Nyentrik’ Yudhekk

GayaKeren.id – Yudhekk dengan bebas mengekspresikan gairah seni yang meletup-letup dalam dirinya di dunia barbershop. Baginya, dunia barbershop pun menjadi ajang untuk meluapkan gairah seninya dalam setiap hasil cutting yang diciptakannya.

Yudhekk tak pernah ‘ngoyo’ dalam menjalani perannya. Hidupnya dijalani dengan damai dan mengalir apa adanya. Seperti itulah keseharian barber yang bermukim di Malang, Jawa Timur ini.

Sehari-hari, di barbershop yang ada di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, ia melakoni sebagai single barber. Klien yang datang di-handle satu per satu dengan maksimal tanpa bantuan pegawai lain yang dipekerjakannya. Ia juga tak ingin dipusingkan dengan target klien yang datang per hari sehingga memaksa dirinya berkejaran dengan waktu pelayanan terhadap customernya.

Ia bekerja dengan santai dan sepenuh hati menyelesaikan potongan demi potongan untuk memuaskan klien-nya. Yudhekk tak ingin mengejar materi semata yang memang tak ditampik dibutuhkan setiap orang sebagai bentuk apresiasi hasil kerjanya. Lebih dari itu, Yudhekk tak ingin ekspresi seni yang tercipta lewat goresan cutting pada kliennya tercerabut dengan sisi komersil semata.

Idealisme Yudhekk yang tampak begitu kental memang kemudian menjadikan Yudhekk ‘berbeda’ dan menjadi nilai plus di mata customer-nya. Mereka yang datang ke barbershop miliknya seperti di-eksklusifkan. Hasil potongan yang didapatkan pun bukan main-main. Rapi dan maksimal karena dikerjakan dengan penuh cinta dan sepenuh hati.

Itulah Yudhekk yang senantiasa menjadikan profesi sebagai pelabuhan cintanya. Kreasi seni yang dihasilkan tak sekadar memenuhi tanggung jawab profesi tetapi juga sebagai ekspresi cintanya sebagai seniman. Karenanya, guntingan yang dihasilkan pun menjadi luapan ekspresi seninya.

Dari salon ke barbershop

Kiprahnya di dunia barbershop memang belumlah lama. Sebelumnya, pria bertato ini sempat berkarier di dunia salon sejak tahun 2000-an. Perkenalannya dengan industri tata rambut pun bukan sebuah kesengajaan yang direncanakan. Awalnya Yudhekk memangkas rambut di sebuah salon dan suatu hari ia kembali dipertemukan dengan orang yang sempat memotong rambutnya tersebut.

Pertemanan pun terjalin dan Yudhekk kerap ‘nongkrong’ di salon dimana tempat orang tersebut bekerja. Tanpa disadari, Yudhekk banyak belajar selama proses ‘nongkrong’ tersebut. Ia mendapatkan banyak ilmu seputar salon. Sampai akhirnya, Yudhekk mendapat tawaran untuk membantu di salon tersebut dari mulai mencuci rambut kemudian naik tahap mengeringkan rambut dan akhirnya bisa menggunting rambut.

Yudhekk memang mempelajari semua keterampilan mengenai dunia tata rambut secara otodidak. Namun di luar itu, Yudhekk pun diperuntungkan karena darah yang mengalir dari orangtuanya di dunia seni menjadi modal lahiriah yang semakin mematangkan kemampuannya. Diakuinya, sejak bangku STM dirinya memang kerap memotong rambut teman-temannya. Benih itulah yang tanpa disadari menjadi modal yang mematangkan dirinya ketika benar-benar terjun di industri tata rambut.

Seiring perjalanan waktu, perjalanan Yudhekk di industri tata rambut mempertemukannya dengan dunia baru yang masih ada di ‘rel’ yang sama. Ya, seiring dengan merekahnya industri barbershop belakangan ini, Yudhekk pun memutuskan untuk hijrah ke dunia ini dan ikut meramaikan di dalamnya. Sebuah barbershop dirintisnya dengan menggunakan modal yang selama ini dikumpulkannya dari bekerja serta usaha sampingannya yakni ‘berdagang’ busana.

Modal itulah yang kemudian bisa mewujudkan mimpinya memiliki usaha sendiri. Ia pun merenda hari-hari baru dengan usaha yang dirintisnya tersebut. Keberadaan barbershop yang memang belum banyak di tempat usahanya berdiri saat itu, tepatnya 2015 membuat barbershop Yudhekk menjadi tempat yang difavoritkan anak muda khususnya untuk ‘mempertampan diri’.

Animo anak muda yang menjadi target pasarnya pun tak pernah surut memenuhi barbershopnya. Di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Yudhekk mengabdikan diri untuk menciptakan kreasi seninya terhadap deretan customer-nya yang ingin diabadikan melalui guntingan ‘nyentrik’ Yudhekk.

Tak terasa, perjalanan belasan tahun di industri tata rambut telah mewarnai karier Yudhekk. Meski demikian, Yudhekk merasa dirinya masihlah belum apa-apa. Ia merasa haus untuk terus belajar dan senantiasa mematangkan diri melalui berbagai media.

Yudhekk sadar bahwa pengetahuan dan pembelajaran bisa diserap dari berbagai sumber, termasuk sharing dengan sesama pekerja di bidang yang sama. Selain itu, ia juga percaya bahwa apa yang dihasilkan secara riil dan diolah dengan rasa dan cinta akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Terbukti, di wilayah Jawa Timur, nama Yudhekk masuk dalam jajaran barber yang diperhitungkan. Walau demikian, hal tersebut tak menjadikannya ‘jumawa’. Justru, ia ingin merangkul barber-barber lainnya untuk memajukan industri barbershop lebih meriah dan bersama-sama mereguk kesuksesan.

 

Please follow and like us:

Verry Bounce, Utamakan Kenyamanan Dan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan

GayaKeren.id – Melihat penampakannya yang bak seorang musisi HipHop yang mempunyai selera humor yang tinggi, siapa sangka ternyata ‘waktu’ yang menentukan dirinya menjadi seorang profesional barber khusus hair design ternama di Indonesia dan mancanegara.

Ketertarikannya pada dunia seni tata rambut barber karena hobi kumpul bersama teman-teman di depan barbershop. Dari sekedar curi-curi ilmu teknik memangkas rambut sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk magang di barbershop tersebut. Merasa bahwa pengetahuan belajar teknik memotong rambut dengan cara otodidak, Verry tidak pernah malu untuk bertanya dan belajar dari teman seprofesi melalui sosial media.

“Banyak orang yang mampu mengikuti tren rambut yang ada tetapi tidak mempunyai kemampuan diri untuk membuat suatu perubahan gaya rambut karena timbul rasa tidak percaya diri sendiri,” ujar pria bernama asli Feryasad, yang merubah namanya menjadi Verry Bounce. Bounce mempunyai arti sosok misterius, kehadirannya tanpa diduga-duga.

Verry menambahkan bahwa menjadi seorang profesional barber dibutuhkan keberanian dan mampu menciptakan inovasi baru pada hasil karyanya, sehingga apa yang dihasilkan bisa mendapat apresiasi dan penghargaan dari masyarakat.

Dalam mengawali karirnya, Verry enggan untuk berbicara ‘tidak’ pada setiap permintaan pelanggannya, dengan bermodal kemauan untuk belajar dan menerima saran, akhirnya Verry mampu membuktikan kepiawaiannya sampai ke mancanegara. Suatu terobosan baru bagi dunia bisnis barbershop di Indonesia dapat berkarya dan berbagi pengalaman tentang teknik barber dan shave di mancanegara.

Untuk dapat menikmati pelayanan di barbershopnya yang ada di kota Pontianak, masyarakat tidak perlu merogoh kocek yang banyak karena dengan membayar Rp. 80.000.- pelanggan mendapatkan full service seperti cuci keramas, cuci wajah sampai blow…. murah kan ?!

Yuk…intip fasilitas lain di Barbershop ini dan selamat menikmati layanannya ya….

 

Please follow and like us: