Aice Group Telah Rampungkan Semua Poin Nota Pengawasan Ketenagakerjaan

GayaKeren.id – Menyusul Nota Pengawasan yang disampaikan Unit Pelaksana Teknis Daerah Lembaga Pengawasan Ketenagakerjaan (UPTDK)  Wilayah II Jawa Barat pada akhir Februari lalu, Aice Group menyatakan bahwa keseluruhan dari empat poin perbaikan telah rampung dijalankan oleh perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Antonius Hermawan Susilo Head of Corporate Human Resources dari Aice Group Holding Pte. Ltd., pada Jumat (5/6) di Jakarta. Menurutnya, PT. Alpen Food Industry (AFI) sebagai bagian dari Aice Group telah melaksanakan seluruh nota pengawasan, keseluruhan perbaikan telah rampung dijalankan oleh perusahaan dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Per hari ini kami menyatakan Aice Group telah merampungkan semua poin dalam nota pengawasan ketenagakerjaan. Berbagai perbaikan yang perusahaan jalankan membuktikan bahwa perusahaan selalu berusaha menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dan prinsip business-compliance ke segala aturan perundangan yang berlaku di industri, merupakan bagian dari nilai inti bisnis Aice Group,” jelas Antoni.

Seperti diketahui sebelumnya, poin nota pemeriksaan tersebut disampaikan paska kunjungan UPTDK pada Februari lalu. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengaduan dari sekelompok pekerja Aice yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ke pihak Kemenaker. Para pekerja tersebut sendiri terkena PHK karena terkualifikasi mengundurkan diri akibat tindakan mogok kerja tidak sah yang dilakukan selama lebih dari 7 hari kerja.

Perusahaan sendiri saat itu mengatakan telah menyetujui dan sudah menjalankan anjuran mediator No. 565/09/Disnaker bertanggal 7 Januari 2020 tersebut. Merespon anjuran tersebut, kelompok pekerja tersebut justru melakukan protes dan pengaduan ke Kemenakertrans. Pengaduan itulah yang kemudian berusaha ditindaklanjuti regulator dengan kunjungan pengawasan tersebut.

Sementara itu, pihak AFI menyampaikan terima kasih atas bimbingan yang diberikan oleh regulator dalam berbagai aspek usahanya. Meskipun sebagian besar anjuran dan nota tersebut telah dijalankan dalam praktik usahanya, namun perusahaan tetap melaksanakan berbagai masukan yang diterimanya. Sebagai bagian dari tata kelolanya, Aice Grop telah menyampaikan laporan final pelaksanaan nota ini pada Jumat (5/6) ini.

Pada kesempatan yang sama, AFI juga menjelaskan beberapa aspek yang telah dijalankan perusahaan. Antoni juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menambah jadwal program pelatihan kesehatan dan keselamatan kerja dan membuat prosedur safety patrol yang dijalankan oleh Tim P2K3. Pihaknya mengatakan bahwa program pelatihan tersebut bukan hanya sekedar melaksanakan nota pengawasan, tapi merupakan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perusahaannya. Kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja merupakan asset dan bagian penting dari praktik usaha perusahaan.

“Kami sudah meningkatkan berbagai kebijakan yang penting terkait kesehatan dan keselamatan kerja. Terlebih bagi pekerja perempuan dan ibu hamil. Di sisi lingkungan kerja, pemeriksaan dan pengujian kesehatan dan keselamatan kerja oleh pihak ke-3 juga sudah rampung. Kami juga menambah jam operasional klinik perusahaan sehingga sekarang sudah full 24 jam,” jelas Antoni.

Selain itu, Aice Group juga selalu bekerjasama dan meminta arahan dari seluruh regulator ketenagakerjaan dan pemangku kepentingan lainnya. Ia meramalkan industri es krim akan terus berkembang dan memberikan nilai tambah dalam perekonomian Indonesia. Antoni juga menjelaskan bahwa perusahaan selalu menjaga hubungan yang konstruktif dengan semua pemangku kepentingan. Aice selalu mematuhi kebijakan Pemerintah dan berusaha memberi nilai tambah bagi industri makanan dan minuman di Indonesia dan berkontribusi alam aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

801 Karyawan Aice Group Jalani Rapid Test Paska Libur Hari Raya

GayaKeren.id – Menerapkan proteksi berlapis perlindungan karyawannya dalam menghadapi tatanan kehidupan baru (New Normal) yang segera dikeluarkan Pemerintah dalam waktu dekat. Aice tidak hanya akan mengimplementasikan aturan New Normal yang dikeluarkan oleh Pemerintah lewat Keputusan Menteri Kesehatan beberapa hari lalu, namun juga melaksanakan kegiatan pemeriksaan Covid-19 bagi 801 pekerjanya di Pabrik Aice Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan pemeriksaan berbentuk Rapid Test karyawan dilakukan sejak Rabu (28/5), untuk menghindarkan potensi penularan saat dilakukan kegiatan ini, Aice Group memecah ratusan karyawannya dalam pemeriksaan di dua hari tersebut. Para pekerja akan diarahkan ke dalam beberapa titik pemeriksaan dalam kawasan pabrik es krim ini. Aturan yang ketat soal physical distancing bagi 801 pekerja dijalankan oleh pihak manajemen Aice Group. Sebanyak 422 pekerja telah menyelesaikan pengujian kemarin, dan sisanya akan menjalankan Rapid Test pada hari ini.

“Kami sadar betul bahwa perusahaan bertanggungjawab untuk menghindarkan pekerja kami dari penularan virus Covid-19. Kami menjalankan regulasi New Normal yang dikeluarkan Pemerintah. Dan Rapid Test yang berjalan dua hari ini akan memperkuat belasan regulasi Permenkes. Kami ingin sebelum kami mulai bekerja setelah libur Hari Raya lalu, proses produksi kami telah terbebas dari virus ini. Rapid Test ini menjadi acuan awal dalam protokol produksi dan perlindungan karyawan kami,” jelas Brand Manager Aice Group Sylvana Zhong dalam keterangan pers yang disampaikan Kamis (29/5) ini.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengajak semua perangkat daerah, stakeholder, termasuk kalangan industri yang ada di wilayahnya untuk bersama-sama menanggulangi pandemi Covid-19 agar tidak semakin meluas. Ia mengapresiasi Aice Group yang mengalokasikan Rapid Test sebagai upaya preventif menjalankan tata kelola perusahaan dan melindungi karyawan dari paparan virus berbahaya ini.

Beberapa waktu lalu, Dr. Ahmad Athoillah Praktisi Dokter sekaligus Relawan Medis Gugus Tugas Covid-19 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengatakan bahwa semua Perusahaan memang mesti melakukan upaya mandiri di kawasan produksinya masing-masing. Menurutnya perusahaan tidak boleh hanya menunggu inisiatif Pemerintah saja. Pengabaian atau keterlambatan dalam mengadopsi sistem pencegahan Covid-19 ke dalam proses bisnis akan menghasilkan rantai penularan Covid-19 yang mematikan. Bukan hanya bagi perusahaan tersebut, namun juga bagi semua masyarakat sekitar Perusahaan.

“Pencegahannya seperti karyawan wajib bermasker, rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, yang sakit diistirahatkan dulu, pemberian vitamin bagi karyawan untuk menaikkan stamina dan jarak posisi kerja sesuai physical distancing yaitu dua meter. Dan jangan lupa, untuk sementara jangan melakukan jabat tangan dulu,” menurut dokter yan

GP Ansor & Aice Group, Dampak Ekonomi dari Pandemi Covid-19 ke Pondok Pesantren

GayaKeren.id – Pandemi Covid-19 sudah berdampak besar ke berbagai dimensi kehidupan rakyat Indonesia. Bukan hanya dalam aspek kesehatan namun juga telah masuk ke sendi kehidupan pendidikan dan lembaga keagamaan di tengah masyarakat Indonesia. Imbasnya telah sangat dirasakan oleh banyak kalangan pondok pesantren, majelis taklim dan panti asuhan yang berada di berbagai daerah. Hal ini diketahui telah terjadi pula di wilayah sekitar wilayah pabrik Aice Group, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Sebagai upaya untuk membantu mengurangi dampak ekonomi Pandemi dalam jangka pendek, Aice Group dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) mengumumkan bahwa mereka telah membagikan lebih dari 800 paket bantuan pangan berupa bahan pokok ke beberapa Pondok Pesantren, Majelis Taklim dan Panti Asuhan yang berada di sekitar wilayah operasinya. Kegiatan ini merupakan kegiatan susulan dari aksi kemanusiaan serupa yang juga berjalan di wilayah Mojokerto, Jawa Timur, dimana terdapat pabrik lainnya yang dimiliki oleh salah satu produsen es krim terbesar di Indonesia ini. Keterangan atas pelaksanaan Misi Kemanusiaan tersebut disampaikan secara bersama oleh Aice Group dan GP Ansor di Bekasi, Rabu (20/5) ini.

Dari pihak penerima bantuan tersebut, Aksi Kemanusiaan berupa pembagian bahan pokok di sekitar wilayah Cikarang ini disambut baik oleh para pengurus Pondok Pesantren. Salah satunya, Pondok Pesantren Nurul Huda Al Yaquty. “Kami sangat gembira dengan adanya bantuan ini. kami berterima kasih kepada GP Ansor dan Aice Group karena telah memperhatikan kondisi kami. Bantuan ini sangat meringankan beban kami di masa Covid ini. Persaudaraan dan gotong royong seperti ini sangat berarti buat kami,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Al Yaquty, Kyai Haji Ismail Hamzah saat menerima bantuan dari dua lembaga ini.

”GP Ansor bersama Aice Group secara bersama-sama sudah memetakan berbagai kondisi darurat akibat pandemi Covid 19 ini. Salah satunya adalah yang terjadi di pondok pesantren dan panti asuhan yang selama ini belum tercukupi oleh bantuan sosial dari Pemerintah dan pihak lainnya. Sesuai dengan amanat organisasi dan Ketum Ansor Gus Yaqut, misi ini kami niatkan sebagai kerjasama dari banyak pihak meringankan beban masyarakat dalam bencana ini,” jelas Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor, Faisal Saimima.

Di kesempatan yang sama, pihak Aice Group menjelaskan bahwa distribusi bahan pokok dilakukan ke berbagai warga di Desa Telajung Cikarang, Bekasi. Selain itu, para karyawan Aice Group dan Banser juga membagikan paket bahan pokok ke beberapa pondok pesantren dan Lembaga Panti Asuhan, Diantaranya, Pondok Pesantren Nurul Huda Al Yaquty, Yayasan Amanah Rosul dan Yayasan Almujahidin di Cikarang, Bekasi.

Di kesempatan yang sama, pihak Aice Group menjelaskan bahwa distribusi bahan pokok dilakukan ke berbagai warga di Desa Telajung Cikarang, Bekasi. Selain itu, para karyawan Aice Group dan Banser juga membagikan paket bahan pokok ke beberapa pondok pesantren dan Lembaga Panti Asuhan, Diantaranya, Pondok Pesantren Nurul Huda Al Yaquty, Yayasan Amanah Rosul dan Yayasan Almujahidin di Cikarang, Bekasi.

Lawat Covid-19, Aice Bangun Sistem Pencegahan Karyawan

GayaKeren.id – Aice Group membangun sistem pencegahan penularan virus mematikan Covid-19 di kalangan karyawan dengan upaya edukasi karyawan yang ada di dua pabriknya, Bekasi, Jawa Barat dan Mojokerto, Jawa Timur yang  terintegrasi dengan penguatan kualitas kurasi di berbagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jabodetabek dan Rembang, Jawa Tengah.

Manajemen dari produsen Es Krim ini juga mengombinasikan unsur pencegahan di atas dengan upaya karitatif membantu beban ekonomi masyarakat terdampak Pandemi Covid-19 di berbagai wilayah sekitar pabriknya tersebut. Paralel dengan aktivitas penguatan APD dan 500.000 Es Krim ke 14 titik Rumah Sakit Rujukan dan Peristirahatan Tenaga Media Covid-19 di wilayah Jabodetabek dan Rembang, Jawa Tengah.

“Pencegahan wabah ini dianggap sangat penting oleh perusahaan. Kami berinisiatif secara mandiri dan sesuai kebijakan Pemerintah untuk mulai membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid 19 di internal perusahaan. Sebagai perusahaan makanan yang selalu mengutamakan kualitas produk, tentunya keberhasilan menjaga kualitas kesehatan karyawan adalah salah satu unsur penting Aice untuk terus tumbuh di Indonesia,” jelas Sylvana Zhong, Brand Manager Aice Group Holdings.

Pada kesempatan berbeda, Ahmad Athoillah Praktisi Dokter sekaligus Relawan Medis Gugus Tugas Covid-19 GP Ansor mengatakan bahwa semua Perusahaan mesti melakukan upaya mandiri di tempatnya masing-masing. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh hanya menunggu inisiatif Pemerintah belaka. Pengabaian atau keterlambatan dalam mengadopsi sistem pencegahan Covid-19 ke dalam business-process akan menghasilkan rantai penularan Covid-19 yang mematikan. Bukan hanya bagi perusahaan tersebut, namun juga bagi semua masyarakat sekitar Perusahaan.

Ia mengingatkan bahwa banyak sekali pekerja yang bermukim di sekitar wilayah kantor atau pabrik. “Kegagalan mencegah penularan di dalam kantor dan pabrik sudah pasti akan menimbulkan bencana bagi perusahaan tersebut. Dan juga bencana yang besar bagi masyarakat sekitarnya,” tegas Dokter yang dikenal banyak pihak dengan sapaan Gus Atho.

Prosedur tersebut dilanjutkan saat karyawan akan memasuki ke dalam area kerjanya, sehingga mereka dicek suhunya dua kali, pada saat memasuki area pabrik dan pada saat memasuki area kerja. Penyemprotan alkohol 70% kembali dilakukan pada karyawan saat memasuki area produksi.

AICE juga lakukan disinfektasi pada pagi dan sore hari ke area pabrik, menyediakan hand sanitizer di semua departemen, membagikan brosur berupa tips pencegahan virus corona, dan juga menempatkan banner cara mencegah virus corona di area yang sering dilalui karyawan. Tidak ketinggalan, AICE juga menyiapkan pasokan cairan disinfektan yang dapat di bawa pulang oleh karyawan secara cuma-cuma di area pabrik Cikarang. Diharapkan karyawan dapat membersihkan rumah mereka, sehingga mereka senantiasa selalu terjaga kebersihan dan juga kesehatannya baik di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

“Selain karyawan kami, kami juga memperhatikan distributor dan karyawannya. Perusahaan kami sudah membagikan masker dan mengeluarkan pemberitahuan kepada mereka. Agar Aice dan semua mitranya dapat bahu membahu disiplin menjalankan peraturan kesehatan saat Pandemi Covid-19 ini,” tutup Sylvana.