Alasan Kenapa Vaksin BCG Tidak Bisa Diberikan Kepada Pengidap TBC

GayaKeren.id – Vaksin BCG (Bacille Calmette Guerin) merupakan vaksin yang berfungsi sebagai penangkal penyakit tubercolosis. Sebenarnya vaksin BCG ini mengandung bakteri hidup Mycobacterium bovis yang telah dijinakkan sehingga aman dan efektif untuk tubuh manusia.

Namun, sangat tidak dianjurkan pemberiannya untuk mereka yang sedang mengidap TBC. Karena sebenarnya bahan utama dari vaksin tersebut terdiri atas bakteri Mycobacterium bovis yang telah dilemahkan. Apabila diberikan kepada latent tubercolosis dikhawatirkan dapat menyebabkan bakteri TBC menjadi aktif sehingga, berubah menjadi penyakit infeksi tubercolosis aktif yang semakin berbahaya. Itulah kenapa test sensitifitas kulit tuberculin harus dilakukan, tujuannya untuk memastikan bahwa penerima vaksin BCG tidak sedang mengidap TBC. Karena jika sudah terinfeksi tubercolosis maka pengobatannya akan berbeda.

Reaksi

Perlu untuk diketahui bahwa vaksin BCG seperti imunisasi pada umumnya yakni dapat menyebabkan reaksi setelah dilakukannya pemberian vaksin. Reaksi yang ditimbulkan tentu saja berbeda beda untuk setiap orang, namun biasanya vaksin BCG dapat menimbulkan berbagai bentuk reaksi tubuh seperti:

  1. Rasa nyeri pada kulit tempat terjadinya injeksi, hal tersebut wajar dan berangsur angsur akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Biasanya akan terbentuk keloid pada kulit jika terdapat kesalahan prosedur saat melakukan injeksi vaksin BCG. Namun tidak perlu khawatir karena hal tersebut tidak berbahaya, hanya saja pada kuliit akan terdapat tanda parutan.

  1. Terjadi sakit kepala dan demam, hal ini sama seperti reaksi yang ditimbulkan usai melakukan imunisasi kepada bayi. Pemberian vaksin BCG kepada bayi tentu saja akan menyebabkan munculnya reaksi demam dan bayi menjadi rewel dan sering menangis. Namun reaksi seperti ini berlangsung hanya sebentar dan deman akan turun dengan sendirinya. Meskipun akan hilang dengan sendirinya, orang tua juga perlu melakukan tindakan yang bertujuan untuk mengurangi reaksi demam dan sakit kepala yang terjadi.

  1. Terdapat luka/ ulkus lokal pada kulit tempat suntikan vaksin BCG, luka ini akan sembuh dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu. Ketika terjadi luka jangan terlalu sering dipegang.  Supaya ini tidak terjadi infeksi pada jaringan kulit yang luka tersebut.

  1. Pembesaran kelenjar getah bening pada leher yang disertaikan rasa nyeri ketika ditekan, reaksi seperti ini biasanya terjadi bersamaan dengan deman  dan sakit kepala. Reaksi usai pemberian vaksin BCG dengan pembesaran kelenjar getah bening sangat jarang ditemukan. Namun apabila terjadi maka akan sembuh dengan sendirinya. Hal tersebut terjadi akibat proses antibody tubuh usai masuknya bakteri Mycobacterium bovis yang terdapat pada vaksin BCG.

Vaksin BCG sebenarnya berbentuk serbuk yang dikering bekukan. Untuk penggunaannya harus dilarutkan terlebih dahulu menjadi suspense sebelum melakukan penyuntikkan. Vaksin juga harus disimpan dibawah suhu 2 hingga 8 derajat celcius serta terhindar langsung dari cahaya matahari. Saat ini vaksin BCG yang mengandung strain kuman/ bakteri yang berasal dari strain induk yang berasal dari Lembaga Pasteur, Perancis.