A.Fathul Korib, Kemenangan Itu Bonus

GayaKeren.id – Mengikuti sebuah kompetisi menjadi pilihannya untuk menambah pengalaman dan juga mengasah kemampuannya. Apapun hasil yang didapatkan, semuanya pasti akan memberikan nilai plus bagi yang bersangkutan.

Prinsip itu pun dipegang Akhmad Fathul Korib, barberman dari Octopus Barbershop. Sempat mengikuti kompetisi Hair Battle yang diselenggarakan di Cirebon, belum lama ini, Korib pun berbangga hati karena dapat bertemu dengan rekan-rekan lainnya yang seprofesi dari berbagai wilayah.

Tak disangka, kompetisi yang diikutinya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Pria kelahiran Kebumen tersebut tidak hanya mendapatkan banyak teman baru, bertemu dengan pakar andal di industri tata rambut serta bertambahnya pengalaman di bidang tata rambut tetapi juga menorehkan prestasi.

Ya, dalam event tersebut Korib memang sukses menyabet gelar sebagai juara dari Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren. Korib pun patut berbangga hati karena keikutsertaannya tersebut tidak hanya memberikan kebanggan bagi dirinya tetapi juga bagi barbershop tempatnya bernaung.

“Mengikuti acara ini sebenarnya niat saya ingin mencari pengalaman, teman dan ingin mengasah kemampuan. Kalaupun pada akhirnya menjadi pemenang, saya tidak menyangka sama sekali. Tentu saja saya sangat senang sekali mendapatkan prestasi ini,”tuturnya kepada Gaya Keren.

Mengenai prestasi yang membanggakan tersebut, Korib tentu merasakan kebahagiaan yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata sekalipun. Ia hanya berharap prestasi yang didapatnya tersebut tak membuatnya berpuas diri.

“Menang itu berarti bonus, jangan lantas berpuas diri,”tambahnya.

Kebahagiaan Korib pun tak berhenti di sana. Selain sukses mendapatkan prestasi membanggakan, hal yang membuatnya bahagia berikutnya yakni dirinya dapat bertemu dengan juri yang juga merupakan maestro rambut di Tanah Air.

“Senang sekali saya bisa berkesempatan bertemu Rudy Hadisuwarno. Sempat deg-degan juga,”imbuhnya.

A.Fathul Korib Tak Sangka Menang di Hair Battle

GayaKeren.id – Turut berpartisipasi dalam event Hair Battle yang dihelat di Cirebon beberapa waktu lalu, barberman Akhmad Fathul Korib tak sangka sabet gelar juara. Keikutsertaannya di acara tersebut mulanya hanya untuk mengasah kemampuannya di bidang tata rambut agar lebih bertambah.

Siapa sangka Akhmad Fathul Korib, barberman kelahiran Kebumen, 17 Oktober ini bisa memenangi kontes Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren di Cirebon, belum lama ini. Berbekal informasi dari akun media sosial, Korib memberanikan diri mendaftar untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Tak muluk-muluk, keinginannya saat itu hanyalah ingin menambah pertemanan dari sesama rekan seprofesi sekaligus berbagi pengalaman serta tentunya memoles kemampuannya.

Tidak disangka, dari perlombaan tersebut, Korib tidak hanya mendapatkan banyak teman seprofesi dari berbagai daerah tetapi pengetahuan dan pengalaman yang didapatkannya semakin beragam. Tak hanya itu, ia pun dapat bertemu dengan pakar andal di industri tata rambut.

Sungguh sebuah kebahagiaan tiada tara bagi Korib karena lebih banyak nilai plus yang didapatkannya. Bahkan, sebagai bonus tak terduga, ia sukses menjuarai perlombaan Hair Battle. Prestasi yang tak disangkanya sejak awal keikutsertaannya.

“Saya sangat senang sekali bisa berpartisipasi di acara Hair Battle. Dan saya sama sekali tidak menyangka bisa menjadi pemenang,”ujarnya kepada Gaya Keren.

Meski terbilang baru menekuni industri tata rambut, hal itu tak menjadikan Korib jadi pesimis menjalani profesi yang cukup  menantang ini. Justru dengan menyandang prestasi sebagai pemenang, ia semakin terlecut untuk memberikan yang terbaik bagi profesinya tersebut.

“Bagi saya kepuasan customer itu sangat prioritas. Saya akan memberikan yang terbaik. Apalagi secara tidak langsung dunia inilah yang mencukupi kebutuhan keluarga kecil saya hingga saat ini,”tutupnya.

Perjuangan Ahmad Taufik Taklukkan Dunia Barbershop

GayaKeren.id – Sempat menekuni beberapa profesi di berbagai bidang, Ahmad Taufik tak menemukan kenyamanan dalam berkarier. Hatinya pun berlabuh pada dunia tata rambut yang memberikan kenyamanan dan kepuasan tersendiri.

Tak mudah menemukan sandaran karier yang tidak saja memenuhi kebutuhan secara finansial tetapi juga kepuasan batin. Berbagai bidang pun dijajaki guna menemukan chemistry pada dunia karier yang ditapaki dalam jangka panjang.

Hal itu pun dirasakan betul Ahmad Taufik, salah satu barberman kelahiran Indramayu. Pria kelahiran desa Sukagumiwang, 4 April 1984 yang sempat mengikuti Hair Battle yang diselenggarakan Gaya Keren di Cirebon dan sukses menjadi Runner Up tersebut merasakan betul bagaimana menjalani karier di bidang yang tak memberikannya kenyamanan dalam hari-harinya.

Berbagai bidang berusaja dijalaninya untuk memberikan pengalaman baru baginya. Berdagang cilok, menjahit baju di konveksi, menjadi supir angkot hingga menjadi buruh di pabrik. Sayangnya, hal tersebut tak mendatangkan kebahagiaan serta kepuasan bagi Taufik. Ia pun kemudian menekuni kembali dunia tata rambut yang memang telah digelutinya sejak bangku SMA.

Bermula dari sebuah tempat kecil di pinggir jalan, Taufik menggeluti profesinya di dunia barbershop. Sang paman menjadi orang yang  begitu mensupport dirinya termasuk dengan membuatkan barbershop kecil yang menjadi tonggak awalnya berkarier di dunia barbershop.

Perjuangan pun dimulai. Dari barbershop mungil tersebut, dirinya mencari customer yang ingin mencicipi jasanya memangkas rambut. Namun nyatanya tidaklah mudah mencari customer untuk bertandang ke barbershop miliknya. Barbershop yang buka sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB hanya sukses menarik satu customer dengan jasa seharga Rp 5.000.

Ujian di awal kariernya di dunia barbershop pun tak berhenti disitu. Taufik  juga diuji dengan cobaan bahwa barbershop miliknya harus terkena gusur sebanyak lima kali. Taufik pun harus kembali mencari lokasi baru yang strategis untuk mempertahankan bisnisnya.

Meski pahit, Taufik tak lantas menyerah dengan keadaan yang harus dihadapinya tersebut. Justru ia semakin memompa semangat bahwa bisnis yang dijalaninya akan membuahkan hasil manis dan kesuksesan di kemudian hari.

Dan semangat itulah yang membuatnya bertahan hingga hari ini. Di tengah booming dunia barbershop,  Taufik merenda hari-harinya dengan penuh semangat untuk mereguk kesuksesan di antara deretan barbershop lainnya yang terus bermunculan.

Dengan penuh cinta, Taufik melayani setiap customer yang ingin menggunakan jasanya. Ia berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh konsumennya dari seluruh lapisan masyarakat. Sukses selalu Ahmad Taufik!

Unjuk Karya Kreatif Dan Stylish Di Hair Battle Cirebon

GayaKeren.id – Kota Cirebon menjadi lokasi kedua kalinya GayaKeren.id menggelar event Hair Battle, setelah sebelumnya di gelar di kota Bandung.

Event yang digelar di Grage City Mall Kota Cirebon, selasa (12/12/17) mendapat apresiasi dari para barber di kota Cirebon dan sekitarnya. Ini terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti ajang lomba ini.

Puluhan peserta Hair Battle tidak hanya datang dari Cirebon saja namun juga ada yang datang dari berbagai daerah diluar kota Cirebon seperti Tasikmalaya, Indramayu, Garut, Kuningan, Brebes, Jakarta, Tangerang, Purwokerto hingga Tuban, turut serta mengikuti ajang Hair Battle ini.

Para peserta Hair Battle ini saling unjuk kemampuan, teknik dan berbagai hal seni potong rambut. Alhasil, para peserta hair battle ini sukses menghasilkan karya rambut yang kreatif dan stylish dengan berbagai macam model dan desain rambut terbaik mereka.

“Ajang seperti Hair Battle ini menjadi ajang yang positif untuk menguji dan mengasah skill kami para barberman, juga menjadi ajang silaturahim bagi para barber dari berbagai daerah dan bangga bisa menjadi bagian dari ajang ini,” Tutur Donny, salah satu peserta battle.

Dalam ajang tersebut, para peserta mendapat kesempatan bertatap muka langsung sekaligus mendapat ilmu tips & trik bagaimana mengelola barber dan pelayanannya; dari salah satu finalis The Cuts Indonesia, Danu Devano, sebagai guest star di acara tersebut.

Salah satu Juri ajang ini, Yudhekk, sebagai The Fade Expert Indonesia berharap agar para barberman tidak merasa cepat puas dengan hasil karyanya selama ini, tapi terus ditingkatkan dan jangan pernah takut mencoba hal baru dari industri barber, karena ajang seperti ini bukan soal menang atau kalah, atau siapa yang lebih jago, namun melalui ajang seperti ini para barber mengasah kemampuannya, menghasilkan dan memberi yang terbaik kepada konsumen melalui profesi barber ini.

Oliver Hadisuwarno, dari pihak GayaKeren menambahkan bahwa perkembangan dunia pangkas rambut atau barbershop saat ini sangat luar biasa sekali dan menjamur dimana-mana, apalagi anak muda yang sangat antusias.

“Yang dulu barbeshop adalah tempatnya bapak-bapak, itu berubah semua. Sekarang makin keren-keren dan talentanya sangat luar biasa. Ini suatu industri yang sangat menjanjikan.

“Kami berharap dengan adanya GayaKeren Hair Battle ini pesertanya makin bertambah. Dari bertambahnya itu, kualitas acaranya makin lama, makin baik. Kemudian jenis rambut yang dipertontonkan makin banyak dan kami berharap di kota-kota lain bisa semakin baik,” harapnya.

 

 

 

Rendraka, Berkarya dengan Hati

GayaKeren.id – Menekuni profesi sebagai barberman memberikan kepuasan tersendiri bagi Rendraka. Tidak sekadar mendapatkan materi yang cukup menjanjikan tetapi juga kepuasan batin yang tak terkira manakala karyanya diapresiasi banyak orang.

Bisa menciptakan karya melalui potongan rambut pada banyak orang menjadi kebanggaan tak terkira bagi barberman asal Solo ini. Kebanggaan itu pun menjelma menjadi pancaran bahagia ketika karya seninya tersebut dihargai secara luas oleh publik termasuk para klien loyalnya.

Sebagai barberman, Rendraka memang senantiasa memberikan service terbaik bagi kliennya. Ia tak ingin mengecewakan kehadiran orang-orang yang sudah memberikan kepercayaan pada dirinya untuk menciptakan penampilan terbaik bagi orang tersebut.

Setiap harinya, dengan sepenuh hati Rendraka senantiasa memprioritaskan layanan  terbaik pada klien yang sudah rela mengantri di barbershop miliknya. Itulah komitmen yang selalu dijunjung Rendraka dalam melakoni profesinya.

Tidak mengherankan, di DeGe Barbershop miliknya tersebut selalu dibanjiri customer yang umumnya didominasi kalangan anak muda. DeGe Barbershop memang menjadi salah satu tempat favorit anak muda untuk ‘mempertampan diri’. Karenanya, keberadaan barbershop di wilayah Solo yang semakin bertumbuh tak terlalu mempengaruhi para customer yang datang ke DeGe Barbershop. Terbukti, DeGe Barbershop bisa melayani kurang lebih 20-30 customer setiap harinya.

Dengan bantuan dua orang yang menjadi tim-nya, Rendraka dengan cekatan memberikan pelayanan terbaik bagi customernya. Antrian customer yang membludak tak menjadikan dirinya tergoda untuk menyelesaikan pelayanan lebih cepat untuk mengejar kuota customer yang hadir. Baginya, kualitas tetap menjadi prioritas. Ia ingin hasil karya yang diberikan pada customernya tetap berkarakter.

Rendraka yang terjun ke dunia barbershop sejak 2012 tersebut awalnya memang memulai kariernya dengan bekerja di barbershop lain. Kemudian kurang lebih empat tahun berkarier di barbershop milik orang, ia memutuskan untuk mandiri dengan membuka barbershop sendiri sekira dua tahun lalu.

Belajar Otodidak

Memiliki keahlian di dunia barbershop sesungguhnya bukan didapat Rendraka dari bangku formal. Selepas sekolah, ia yang tertarik terjun ke dunia barbershop mengasah keahliannya dengan memangkas rambut teman-temannya, tetangganya serta orang-orang yang dikenalnya.

Namun di luar itu, tak dipungkiri bahwa keahlian yang dimilikinya mengalir deras dari keluarganya yang memang lebih dulu berkecimpung di dunia salon. Meski demikian, Rendraka memilih untuk tidak terjun di dunia salon melainkan di dunia barbershop yang begitu menarik hatinya.

“Dari awal belajar memang memangkasnya rambut cowok dan tertariknya memang langsung ke barbershop. Soal keahlian, awalnya saya memang belajar sendiri saja. Dari mulai potong rambut teman, tetangga dan orang-orang. Tapi mungkin karena ada faktor keturunan juga ya. Kebetulan sekeluarga terjun di salon semua,”ungkapnya.

Ya, bakat turunan itu kemudian terus diasahnya dan membawanya pada dunia barbershop yang digelutinya hingga saat ini. Baginya, tidak ada kata berhenti belajar. Sampai detik ini pun dirinya mengaku masih terus belajar untuk terus mematangkan keahliannya.

“Saya ingin selalu mengasah kemampuan saya sampai kapanpun. Dari berbagai media, saya terus belajar tanpa henti termasuk mengasah keahlian di dunia  barbershop yang membuat saya jatuh cinta untuk terus berada di dalamnya,”tutupnya.

 

Barbershop di Solo Makin Kompetitif

GayaKeren.id – Pertumbuhan barbershop yang makin marak di perkotaan dan juga di daerah mendorong industri ini kian bertumbuh. Deretan barbershop pun bermunculan di berbagai sudut jalan besar hingga gang.

Tren pria memangkas rambut hingga menikmati ragam treatment di barbershop menjadi peluang potensial bagi industri tata rambut. Tak mengherankan, tren tersebut pun dibarengi dengan banyaknya kehadiran barbershop-barbershop baru di berbagai wilayah.

Salah satunya yang makin marak dengan keberadaan barbershop ialah di Solo, Jawa Tengah. Hal itu seperti diungkapkan barber asal Solo, Rendraka kepada Gaya Keren saat berbincang dengannya di Jakarta, baru-baru ini.

“Waktu barbershop saya berdiri dua tahun lalu, barbershop di Solo belum banyak bermunculan. Kalau dibandingkan dengan sekarang sudah sangat menjamur,”ujar Rendraka.

Menjamurnya barbershop di Solo, sambung Rendraka ditandai dengan keberadaan barbershop yang begitu banyak dan jaraknya tidak terlalu jauh satu sama lain.

“Di dekat barbershop saya sendiri misalnya kan ada tiga gang, dan itu setiap gang ada barbershop semuanya. Jarak 500 meter saja antar satu barbershop dengan barbershop yang lain,”tambahnya.

Meski keberadaan barbershop cukup menjamur, Rendraka menuturkan bahwa antar barbershop sangatlah kompetitif. Banyaknya barbershop yang tumbuh tidak terlalu signifikan mempengaruhi keberadaan satu dengan lainnya.

“Customer itu sekarang sudah pintar. Jadi mereka bisa memilih sendiri yang mereka inginkan. Customer kalau sudah cocok dengan satu barber ya biasanya mereka maunya sama itu-itu saja,”imbuhnya.

Bagi Rendraka, maraknya barbershop justru membuatnya makin semangat memberikan yang terbaik pada customernya. Persaingan kompetitif tersebut membuat dirinya dan barberman yang ada di barbershopnya senantiasa memprioritaskan hasil dan kualitas kepada customernya. Dengan demikian, customer yang merasa puas tak akan berpindah ke tempat lain karena sudah merasa cocok.

“Terpenting itu hasil yang diberikan ya. Itu kuncinya,”tutup Rendraka.

 

Gaya Rambut Fade Kian Diminati

GayaKeren.id – Tren pria ‘mempertampan diri’ dengan gaya potongan rambut terkini semakin tinggi. Berbagai gaya rambut pun menjadi pilihan mereka untuk menunjang penampilan sehari-harinya.

Bermunculannya barbershop di berbagai tempat baik di perkotaan dan daerah memang menjadi tempat nyaman bagi para pria untuk mendapatkan potongan rambut terbaik sesuai keinginannya. Mereka pun bisa mendapatkan gaya rambut terkini dimana membuat tampilannya semakin menarik.

Di antara berbagai gaya rambut yang difavoritkan dan kerap menjadi ‘buruan’ para pengunjung di barbershop, salah satunya ialah potongan fade. Hal itu diakui Rendraka, salah seorang barbershop dari Solo.

“Gaya rambut yang sedang naik daun dan sering diminta pengunjung itu potongan fade,”ujarnya saat berbincang dengan Gaya Keren di Jakarta, baru-baru ini.

Fade haircut sendiri merupakan potongan rambut yang memotong hingga tipis bagian samping dan belakang kepala dan membiarkan rambut bagian atas tetap panjang. Dan gaya rambut ini memang sedang naik daun di kalangan anak muda khususnya.

“Fade itu bentuk potongannya gradasi. Jadi dari samping tipis dan ke atas gradasi agak tebal. Kalau bagian atasnya tebal dan ada yang diarahkan ke samping atau yang dibentuk spike,”tambah Rendraka.

Perihal gaya rambut tersebut, sambung Rendraka, memang cukup diminati di kalangan pelanggannya yang didominasi anak muda. Dan potongan tersebut memang selalu di request para customer yang datang ke barbershop.

Mengenai waktu pengerjaan, model fade ini memang memakan waktu. Tetapi semuanya juga dipengaruhi dari bentuk kepala dan juga karakter dari rambut customer yang bersangkutan.

“Pengerjaannya untuk satu orang memakan waktu 45 menit s.d 1 jam. Semuanya tergantung kepala dan tekstur rambut seseorang karena kan berbeda satu sama lain. Dan biasanya 2-3 minggu mereka sudah balik lagi untuk merapikan kembali potongan rambutnya karena sudah mulai tumbuh,”tutupnya.

 

Di Solo, Antusias Pria ke Barbershop Makin Tinggi

GayaKeren.id – Booming keberadaan barbershop ternyata tak hanya dirasakan di ibukota saja tetapi juga hingga ke daerah. Salah satunya di Solo, Jawa Tengah yang turut merasakan ‘kemeriahan’ akan hadirnya barbershop.

Tren pria tampil ‘gaya’ dengan potongan rambut yang kekinian memang seakan menjadi kebutuhan. Untuk memenuhinya, mereka pun tak segan pergi ke barbershop yang memang dapat memenuhi keinginan mereka tampil ‘gaya’ dengan tren potongan rambut terkini.

Kemeriahan kaum adam bertandang ke barbershop memang sepertinya menjadi kebutuhan bagi mereka. Hal ini pun tidak saja merambah di segmen pria dewasa dan mapan tetapi juga kalangan anak muda.

Rendraka, salah satu barberman dari Solo, Jawa Tengah menuturkan fenomena tersebut juga dirasakan di wilayahnya. Antusias para pria baik kalangan anak muda hingga pria dewasa ke barbershop memang makin tinggi. Ia pun merasakan betul bagaimana hiruk pikuk di  barbershop miliknya selalu ramai setiap harinya.

“Menurut saya animonya cukup tinggi. Hal itu bisa dilihat dengan pengunjung yang datang ke barbershop saya sehari bisa 25-30 orang,”ujarnya kepada Gaya Keren di Jakarta, baru-baru ini.

Banyaknya pengunjung yang datang ke barbershop miliknya memang menjadi angin segar bagi bisnis yang dijalaninya. Apalagi, dari banyaknya orang yang datang ke barbershop, rata-rata mereka akan kembali lagi dua minggu berikutnya untuk merapikan kembali tatanan rambutnya.

“Biasanya dua minggu berikutnya mereka akan balik lagi. Itu menandakan antusias pria ke barbershop memang sudah tinggi,”tambah Rendraka.

Mengenai rentang usia yang datang ke barbershop miliknya, Rendraka berujar bahwa pengunjungnya datang dari berbagai rentang usia baik itu pria muda, pria dewasa dan mereka yang mencapai usia 60 tahun sekalipun.

“Pasarnya itu beragam di barbershop saya. Ada yang datang anak muda, ada juga yang usia 40-60 tahun juga serta yang anak sekolah SMP-SMA – kuliah. Tapi memang dominannya yang anak muda itu dengan usia 20-30 tahun-lah,”tutupnya.

 

Inovasi Kunci Penting Kesuksesan Barber

GayaKeren.id – Persaingan yang kian ketat di industri tata rambut membuat para pelaku di dalamnya dituntut untuk terus meng-upgrade diri. Tak hanya itu, mereka pun senantiasa harus terus berinovasi jika tak ingin tergerus dengan kemunculan pemain-pemain baru yang terus bermunculan.

Industri tata rambut khususnya barbershop memang tengah bertumbuh pesat. Pemain-pemain di dalamnya pun terus bermunculan seiring dengan kesempatan yang makin besar di industri ini untuk digarap.

Hal ini menjadikan sebuah hawa positif di bidang barbershop mengingat keberadaan para barber yang turut berkecimpung di dalamnya semakin mendapat wadah berkreasi yang lebih luas. Di luar itu, para barber pun semakin diapresiasi secara profesi seiring dengan keberadaan barbershop yang ‘naik kelas’.

Walau nyatanya mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat luas dan juga sesama pekerja di industri yang sama, para barber tentu saja tak boleh berlebihan berbangga hati mengingat kemunculan barber baru selalu ada.

Para pemain yang lebih dulu berada di dalamnya tidak hanya dituntut untuk memperbaharui keterampilan mereka setiap waktu melalui berbagai pembelajaran tetapi juga terus berinovasi di bidangnya tersebut.

Memoles kemampuan diri tentu saja dimaksudkan agar mereka tetap mengikuti perkembangan yang ada dan tak tergerus di dalamnya. Tak hanya itu, meng-upgrade diri juga membuat para barber dapat bertahan di dalamnya meski pemain baru yang lebih bagus terus bermunculan.

Salah satu barber asal Jawa Timur, Yudhekk pun sepakat dengan hal tersebut. Apalagi saat ini keberadaan barbershop begitu  meriah dan pemain yang terjun di dalamnya semakin banyak sehingga menciptakan persaingan tersendiri.

“Jangan malas bertanya dan mencari tahu tentang hal-hal baru dan terus berinovasi tentunya. Intinya jangan berhenti belajar,”tutur Yudhekk.

Dalam meng-upgrade diri, sambung Yudhekk, banyak media yang bisa dimanfaatkan. Apalagi saat ini sumber pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai hal termasuk internet, belajar dengan rekan sesama profesi hingga mengikuti pendalaman materi secara formal.

“Kita harus sama-sama mulai dan sama-sama maju. Dan nantinya semuanya kita akan sama-sama jadi bintang. Dan kalau saya sendiri intinya jangan berhenti belajar serta tidak pelit berbagi ilmu,”tutupnya.

 

Industri Barbershop Kian Kompetitif

GayaKeren.id – Bisnis barbershop kian menjamur di berbagai pelosok daerah. Persaingan pun kian runcing karena di setiap wilayah bertumbuh barbershop-barbershop baru dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan yang tinggi di industri barbershop tentu menjadi kebanggaan tersendiri mengingat lahan potensial ini menumbuhkan potensi bisnis baru di industri tata rambut. Para pelaku industri yang terlibat di dalamnya pun memiliki lapangan kerja yanglebih luas karena potensi di bisnis ini masih sangat besar untuk digarap secara maksimal.

Tak mengherankan, keberadaan barbershop baru tidak hanya memenuhi ruang di perkotaan saja tetapi juga hingga ke daerah-daerah terpencil. Bisnis pangkas rambut kini berganti kemasan menjadi barbershop dan terlihat lebih modern serta kekinian memenuhi keinginan pasar yang ada.

Hal itu pun diakui Yudhekk, salah satu barber dari Jawa Timur. Perkembangan pesat dari bisnis barbershop memang tak ditampik begitu deras, termasuk di wilayahnya di Kepanjen, Malang, Jawa Timur yang mulai menjamur.

“Pertumbuhan barbershop itu makin gila. Sekarang ini kan alih-alih tukang cukur semuanya berganti nama menjadi barbershop,”tutur Yudhekk kepada Gaya Keren saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Mengenai konsep barbershop yang memiliki standarisasi tersendiri misalnya memang tidak diikuti sepenuhnya oleh barbershop yang ada. Meski demikian, keberadaan barbershop baik yang sudah memenuhi standarisasi sebagai barbershop dari segi perlengkapan hingga keterampilan si barber sendiri tidak menjadikan sebuah permasalahan di kalangan barbershop itu sendiri.

“Dan barbershop itu sendiri seperti apa standarnya mereka tidak mikir, apakah ada kursi khususnya, ada alat-alat khususnya atau tidak dan sebagainya. Mereka rata-rata main ‘comot’ saja nama jadi barbershop tanpa pikir panjang,”tambahnya.

Di luar ragam bisnis yang mengatasnamakan barbershop itu sendiri baik sudah memenuhi standarisasi atau belum, sedianya tidak menjadi permasalahan bagi Yudhekk karena setiap orang memiliki kesempatan untuk terjun di bisnis tersebut.

“Saya tidak pernah mengurus itu, sama-sama mencari uang dan tidak ada hukumnya juga. Jadi ya kita sama-sama saling menjalani masing-masing saja,”pungkas Yudhekk.