IFC Jogja, Galih Kearifan Lokal Untuk Masker Hendri Budiman

GayaKeren.id – Hendri Budiman, salah satu member sekaligus pengurus IFC Jogja mengikuti jejak rekan-rekan desainernya yang memproduksi masker yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pelindung diri, tapi juga fashionable. Hal ini dilakukannya bukan sekedar untuk mempertahankan bisnisnya di dunia fashion Indonesia, khususnya Jogja, tapi juga menjawab kebutuhan masker di tengah-tengah masyarakat pada saat ini.

Sejak mengikuti kegiatan di Nasional, terutama Muslim Fashion Festival yang diikutinya setiap tahunnya dan terakhir mengikuti program show di India 2018 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Indonesia di India, semakin tertarik Hendri Mugi untuk menghasilkan karya yang identik dengan keberagaman identitas bangsa Indonesia, salah satunya adalah batik berpadan dengan lurik atau tenun. Motif yang identik dengan kekayaan alam dan tradisi Indonesia, dituangkan Hendri dalam keunikan batik yang akhirnya menjadi identitasnya berkarya, sebut saja dengan motif ayam dan motif-motif Flora yang menginspirasinya untuk membubuhkan di helai-helai batik sutranya yang indah, salah satu kesukaannya motif polkadot yang disukainya sejak kecil dan itu terbawa hingga saat ini untuk membubuhkan motif polkadot dibeberapa karya2 batiknya.

Pemilik 3 Ratu Batik di Jogja ini menjualnya begitu eksklusif, kliennya yang kebanyakan bertempat tinggal di Jakarta, masih terus memesan masker unik dan premium karya yang bercirikan Hendri Budiman ini. Salah satu karya yang baru adalah BUNGA dari salah satu seri  motif scarecrow, karena hobby lama kini hidup kembali yaitu berkebun, maka jadilah ide bunga disetiap maskernya yang diperuntukkan bagi wanita yang menyukai keindahan dan lingkungan yang indah dengan harapan segera pandemi ini berlalu. Hendri memahami dan meyakini, setiap ucapan adalah doa, demikianpun setiap karya yang lahir adalah harapan besar yang merupakan bagian doa dari yang membuatnya.

 

MG Care #DrivetoShare Donasikan Lebih 10.000 Unit APD & Sembako

GayaKeren.id – Dampak sosial yang ditimbulkan pandemi COVID-19 bagi masyarakat Indonesia begitu besar dalam rentang waktu dua bulan ini. Terlebih bagi mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja dan hidup kurang berkecukupan. Di samping itu, masih banyak tenaga kesehatan yang juga mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) seperti masker, baju hazmat, dan sarung tangan.

MG Motor Indonesia bertekad penuh untuk memberikan bantuan langsung kepada warga dan tenaga kesehatan yang sangat membutuhkan uluran tangan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, yaitu MG Care dengan tema #DrivetoShare. Lebih dari 10.000 unit paket APD dan sembilan bahan pokok (sembako) langsung diserahkan MG Motor Indonesia kepada dua rumah sakit serta sejumlah masyarakat yang membutuhkan di area Jabodetabek. Bantuan APD, yang meliputi baju hazmat, s u r g ic a l m a s k , pelindung wajah, pelindung sepatu, sarung tangan, dan masker N95 telah diterima langsung oleh manajemen RS Amanda Cikarang dan RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, sementara donasi sembako, paket telah diterima secara langsung oleh masyarakat yang bermukim di Jatiasih, Bekasi; Ps. Manggis, Setiabudi; Roda Hias, Serpong; Tanah Tinggi, Tangerang; Cipayung, Ciputat; dan Bojong Gede, Bogor pada tanggal 20-21 Mei 2020. Turut hadir dan menyerahkan bantuan secara langsung adalah Bapak Arief Syarifudin selaku Marketing & PR Director MG Motor Indonesia, Bapak Rendi Radito selaku Sales Director MG Motor Indonesia, serta jajaran manajemen MG Motor Indonesia lainnya.

Figo Lee, Managing Director MG Motor Indonesia mengungkapkan, “Program Donasi MG Care #DrivetoShare adalah program CSR yang pertama kali dijalankan oleh manajemen MG Motor Indonesia semenjak berdiri di Indonesia pada Januari 2020 lalu. Program ini adalah bentuk dukungan kami kepada Pemerintah Indonesia dalam memutus rantai pandemi COVID-19. Kami ingin berperan aktif untuk dapat menjangkau langsung ke sejumlah lapisan masyarakat dan tenaga medis yang membutuhkan sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan. Semoga kegiatan ini dapat meringankan beban saudara-saudari kita dalam menghadapi masa pandemi COVID-19 ini.”

Di tengah penyerahan bantuan, Arief Syarifudin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia menyampaikan, “Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, kami benar-benar melihat seberapa beratnya kondisi ini bagi mereka. Dengan tetap menerapkan kaidah-kaidah jarak fisik serta sanitasi, kami ingin benar-benar memastikan bahwa donasi kami sampai di tangan yang tepat. Tak kalah pentingnya, kami juga meminta kepada pewakilan tenaga medis dan masyarakat yang kami temui saat penyerahan bantuan agar terus menekankan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta pembatasan interaksi fisik demi menekan kurva penularan COVID19.”

MG Motor Indonesia juga telah menerapkan praktik sanitasi dalam meningkatkan mutu standar pelayanannya dengan menyediakan hand sanitizer dan masker di area outlet yang hingga saat ini sudah tersebar di Jabodetabek dan Bandung. Pengiriman unit mobil MG ZS juga telah melalui inspeksi intensif dan dilengkapi dengan tag penanda bahwa unit tersebut telah lolos proses sanitasi demi kesehatan dan kenyamanan setiap pelanggan.

Eienno, Masker Stylist Untuk Anak Muda

GayaKeren.id – Pandemi Covid-19 merubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari manusia. Dari mulai kebiasaan bersosialisasi, bertemu, bekerja diluar ruangan, bahkan juga merubah trand fashion dunia. Masker menjadi kebutuhan sehari-hari yang saat ini digunakan semua lapisan masyarakat. Masker saat ini tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan dengan alasan kesehatan. Masker sempat menjadi barang yang paling dicari, dan dijual dengan harga yang sangat tidak masuk akal. Tapi kemudian, para disainer mulai memproduksi masker dengan berbagai bentuk, bahan dan corak, tanpa mengesampingkan fungsi masker sebagai bagian dari alat pelindung diri dari pandemi.

Saat ini masker telah menjadi bagian dari fashion yang di ciptakan para disainer, salah satunya Eienno yang melihat dan mencoba membantu menyediakan masker yang sesuai dengan protokoler kesehatan yang ditetapkan untuk masyarakat, namun tetap nyaman dan stylist hingga terlihat keren digunakan anak muda.

Dengan desain bertemakan Nomaden, karena masker ini bisa digunakan dimanapun, Eienno menciptakan masker dari bahan yang nyaman, karena serat halus, tidak mudah iritasi, menyerap keringat dan perawatannya juga mudah. Bisa dicuci dan disetrika sehingga lebih hemat karena bisa dipakai berulang-ulang dan lebih steril. Bentuk dan Cutting-nya nyaman, enak dipakai karena bisa menutup area wajah dengan penuh sehingga bisa memberikan perlindungan yang maksimal. Tampil tetap ceria dan percaya diri meski pada saat masa pandemic.

Karena banyaknya antusias and permintaan, Eienno akan terus berkreasi untuk menciptakan variasi desain desain  yang  bisa diterima dan dibutuhkan di pasar.

L’Oréal PARIS INDONESIA BAGIKAN 140.000 HAND SANITIZER

GayaKeren.id L’Oréal Paris sebagai brand kecantikan nomor satu di dunia, selalu memperjuangkan dan mengutamakan pemberdayaan setiap individu di segala situasi. Kali ini dalam melawan COVID-19, L’Oréal Paris Indonesia memproduksi dan membagikan 14o.000 unit Gel Hydro-Alcoholic Hand Sanitizer secara gratis untuk mendukung dan melindungi seluruh keluarga besar L’Oréal yang berada di rumah maupun mereka yang bekerja di luar rumah.

Manashi Guha, General Manager Consumer Product Division L’Oréal Indonesia menjelaskan, “Kami percaya setiap individu begitu berharga. Dengan budaya untuk selalu mencintai sesama, L’Oréal Paris ingin memainkan perannya dalam melawan COVID-19 dengan mendukung keluarga kami untuk mengutamakan kesehatan mereka. L’Oréal Paris Indonesia mendukung perlindungan terhadap keluarga kami yang terdiri dari karyawan, mitra bisnis dari berbagai divisi, mitra salon, dan bahkan tenaga kesehatan. Keragaman pihak – pihak ini menunjukkan kita bahwa semua orang, siapa pun dan, darimana pun Anda berasal, Anda sangat berharga.”

Menjaga seluruh karyawan dan kesehatan mereka merupakan hal paling penting yang menjadi prioritas. Oleh karena itu, semua pihak akan mendapatkan 125 ML Gel Hydro-Alcoholic Hand Sanitizer secara gratis yang diproduksi dan didistribusikan oleh pabrik L’Oréal Indonesia di Kawasan Indsutri Jababeka. Kontribusi ini merupakan bagian dari total 32 milyar rupiah kontribusi dari Program Solidaritas COVID-19 L’Oréal Indonesia. Salah satu anggota keluarga yang paling penting dalam L’Oréal adalah komunitas penata rambut yang sudah mendedikasikan hidup mereka untuk dapat membantu banyak orang merasa dirinya terawat dengan baik. Oleh karena itu, L’Oréal Indonesia juga memastikan untuk membagikan hand sanitizer kami kepada hampir 15,000 mitra salon L’Oréal di seluruh Indonesia.

“Sebagai salah satu bagian dari mitra salon, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan kekaguman saya terhadap L’Oréal Paris Indonesia yang selalu mengingatkan saya bahwa kami semua sangat berharga. Banyak salon yang harus tutup sementara, namun kami masih bisa berjuang melakukan penjualan dengan berbagai cara lainnya. L’Oréal juga mendukung kami dengan memberikan pelatihan keamanan dan kesehatan sehingga kami dapat bersemangat menjalankan bisnis kami kembali secara normal setelah pandemi ini berakhir. Kami percaya kasih sayang dan dukungan ini menguatkan kami semua di tengah situasi yang luar biasa ini,” kata Rudy Hadisuwarno.

“Kami mengalokasikan 5.000 unit hand sanitzer kami sebagai rasa hormat dan untuk perlindungan tenaga medis perwakilan kami diberbagai daerah terpencil di Indonesia melalui DoctorShare,” Manashi menambahkan. DoctorShare adalah sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang secara aktif bekerjasama dengan berbagai organisasi kesehatan untuk memberikan sebanyak mungkin dukungan, yang akan didistribusikan kepada tenaga kesehatan di seluruh Indonesia selama pandemi ini.

 

Film Online “Untuk Seluruh Umat Manusia,” Dari Coca Cola Untuk Semangat Positif Dalam Kondisi Kritis Saat Ini

GayaKeren.id – Sebuah film pendek berjudul “Untuk Seluruh Umat Manusia resmi dirilis pada Rabu (20/5). Film yang merupakan produksi Coco Cola Indonesia ini menggandeng dr. Handoko Gunawan, Sp. P untuk menyampaikan pesan terimakasih untuk para pahlawan medis, sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat dan mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari pada masa Pandemi Corona ini.

Film pendek versi Indonesia ini merupakan kelanjutan dari film global bertajuk sama #ForTheHumanRace yang mengilustrasikan ketangguhan umat manusia dalam menghadapi masa-masa yang sulit ini yang dirilis bertepatan pada tanggal 1 Mei lalu dalam rangka Hari Buruh Internasional. Kedua film ini bertujuan untuk menyebarkan semangat positif dan berterima kasih terhadap semua garda terdepan di masa pandemi ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terus berjuang untuk menjaga kita agar tetap aman dalam menghadapi krisis ini, terutama mereka yang berada di garda terdepan,” kata President Director PT Coca-Cola Indonesia Diego Gonzalez “Setiap harinya, kita menyaksikan kisah nyata tindak kebaikan dan keberanian tanpa pamrih yang dilakukan oleh banyak orang di berbagai belahan dunia. Melalui film ini, kami ingin menyoroti dan mengedepankan inspirasi positif, kebersamaan dan kemurahan hati yang tak hanya mereka tunjukkan, namun juga dimiliki oleh seluruh umat manusia.”

Film online oleh Coca-Cola ini merupakan bagian dari kampanye yang dilakukan di dunia untuk menyoroti rasa kemanusiaan dan kemurahan hati masyarakat di seluruh dunia di tengah situasi krisis yang saat ini terjadi. Film ini juga mengangkat beragam tema universal seperti harapan, semangat positif dan rasa kebersamaan antar manusia.  Ada 7 cerita dari 7 negara lainnya, seperti Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Thailand, Filipina, Vietnam dan Myanmar yang menceritakan kontribusi positif melalui inovasi, pengorbanan juga keberanian yang tidak kenal lelah untuk meringankan beban sesama selama pandemi, yang akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.

Handoko Gunawan adalah seorang dokter spesialis Paru kelahiran 18 Juli 1940. Sosok dr. Handoko Gunawan, Sp. P, menarik simpati warga Indonesia karena pada usianya yang sudah senja tak mengurungkan niatnya untuk turut berjuang bersama tim tenaga medis lainnya untuk merawat pasien COVID-19. “Untuk mereka yang harus kita acungkan jempol. Tidak boleh menyerah. Karena kita semua bisa menyelesaikan ini dengan selamat. Jangan putus semangat.” Sepenggal nasihat dari dr. Handoko Gunawan di menit akhir Film ‘Untuk Seluruh Umat Manusia’ (For the Human Race).

Member IFC Semarang, Devy Ros Releas S-APD

GayaKeren.id – Pandemi Corona membuat masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan diluar rumah dengan leluasa. Berdiam di dalam rumah, atau, kalau terpaksa keluar rumah pun harus menggunakan pakaian yang dapat melindungi diri kita dari kemungkinan terpapar virus Corona. Keluar rumah dengan menggunakan alat pelindung diri atau APD menjadi kebutuhan saat ini. Baik itu APD berupa masker, sarung tangan mau pun baju. Pastinya, APD yang dimaksud bukan yang diperuntukan bagi para medis.

Salah satu member IFC Semarang, Devy Ros merilis alat pelindung diri yang tidak sekedar melindungi diri kita dari kemungkinan terpapar virus Corona, tapi juga terlihat modis dan stylist. S-APD atau Stylist alat pelindung diri memiliki kegunaan yang mirip dengan APD yang seharusnya hanya digunakan oleh tenaga medis karena mereka membutuhkan banyak APD dalam bertugas. S-APD dibuat menggunakan bahan Nylon Polyester Parasit sehingga benda atau cairan luar tidak menyentuh tubuh penggunanya. S-APD ini memiliki sifat water repellent, anti-dust, sangat ringan serta memiliki hoodie penutup kepala dan banyak kantong untuk menyimpan barang-barang Anda.

S-APD dapat digunakan saat beraktifitas di luar rumah, seperti pergi ke supermarket, ke bank, ke rumah sakit / klinik, atau ke tempat umum lainnya. Selain itu, S-APD juga dapat digunakan untuk berolahraga atau jogging.

Ciputra Artpreneur Salurkan Donasi Bagi Penggiat Seni Terdampak Covid-19

GayaKeren.id – Ciputra Artpreneur Jakarta menginisiasi kegiatan sosial #BersamaBantuSesama yakni sebuah program donasi dan bantuan yang diperuntukkan bagi para pekerja seni serta pekerja harian lepas yang terkena imbas pandemi Covid-19. Program #BersamaBantuSesama ini direalisasikan dengan memberikan bantuan awal 1.000 paket kebutuhan pokok kepada para pekerja seni dan pekerja harian lepas yang dilaksanakan secara simbolis di Jakarta, Senin (18/5).

Digaungkan sejak awal April 2020, #BersamaBantuSesama merupakan sebuah kolaborasi antara Grup Ciputra, Teater Koma, Teater Keliling, Teater Gandrik, Bumi Purnati Indonesia, TEMAN, CCAI, Aku Anak Rusun, Titimangsa Foundation, Jakarta Move-in, Twilite Orchestra, The Resonanz, dan Purwacaraka Music Studio, dan didukung +Jakarta, platform kolaborasi dari Pemerintah DKI Jakarta.

Menurut Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Jakarta, Rina Ciputra Sastrawinata, Senin (18/5), pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan lebih dari 210 negara telah mengakibatkan dampak yang cukup fatal di berbagai sektor kehidupan, termasuk bidang seni dan budaya. Di bidang seni dan budaya ini, elemen yang terkena imbas yakni para penggiat seni, dengan melihat fakta bahwa berbagai pertunjukan seni dan budaya di Indonesia saat ini tidak digelar untuk sementara waktu. Para penggiat seni didefinisikan sebagai para kru dan pekerja harian lepas yang turut aktif mendukung kegiatan seni, budaya, dan industri kreatif di Indonesia.

“Berangkat dari keprihatinan itu, maka kami mengampanyekan kegiatan donasi sosial #BersamaBantuSesama, dengan tujuan membantu para penggiat seni melewati masa-masa sulit. Kami mewakili Ciputra Artpreneur menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang turut aktif membantu terlaksananya program ini, dan juga tak lupa kepada semua donatur yang menyumbang. Semoga semua kebaikan dan aksi mulia ini mendapat berkah dan balasan dari Tuhan,” demikian disampaikan Rina.

Program donasi sosial #BersamaBantuSesama untuk awalnya akan direalisasikan dalam bentuk penyaluran 1.000 paket kebutuhan sembako. Namun mengingat kegiatan donasi masih terus berjalan sampai sekarang, tidak menutup kemungkinan bahwa skala dan kuantitas penyaluran donasi akan bertambah.

“Beberapa hal yang perlu disampaikan bahwa donasi ini disalurkan ke penggiat seni di seluruh wilayah tanah air, tidak hanya di Jabodetabek saja. Pendataan para penerima donasi ini juga melibatkan berbagai pihak karena program ini juga merupakan sebuah kolaborasi dengan lembaga-lembaga lain yang punya kompetensi di bidang seni, budaya, dan industri kreatif,” kata Rina.

Sebagai penutup, beliau menginformasikan bahwa aksi donasi #BersamaBantuSesama masih terus berjalan sampai sekarang dan dapat dilakukan dengan sejumlah cara, antara lain melalui Virtual Account BCA atas nama Cip Art Peduli Kasih 04108 889 889 atau secara detail bisa dilihat pada akun media sosial Ciputra Artpreneur Jakarta (Instagram@artpreneur, Facebook @CiputraArtpreneur, dan Twitter @artpreneur) melalui scan QRis menggunakan akun GoPay, OVO, Dana, LinkAja dan berbagai e-wallet lainnya.

Jelang Lebaran, Tiket.com & Kemenparekraf Serahkan Bantuan Dan Bingkisan Lebaran Untuk Pekerja Harian Pariwisata

GayaKeren.idBekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Tiket.com membagikan bantuan kepada pekerja harian bidang pariwisata yang saat ini masih mengalami masa sulit karena pendapatan mereka berkurang akibat pandemi COVID-19. Bantuan ini adalah hasil dari penggalangan dana yang dilakukan tiket.com dalam kampanye tiket berbagi sembako yang diperuntukan kepada pekerja harian pariwisata yang diadakan sejak tanggal 5 Mei hingga 12 Mei 2020. Bantuan yang diberikan pada tahap ketiga ini berupa paket donasi berjumlah total 1000 paket bahan pangan untuk daerah Bali dan Yogyakarta, yang didistribusikan melalui dinas pariwisata setempat.

Kota Bali dan Yogyakarta dipilih karena kedua kota tersebut merupakan kota destinasi pariwisata yang tentunya sangat terdampak akibat pandemi COVID-19. Di kedua kota tersebut, banyak pekerja harian pariwisata yang menggantungkan penghasilannya dari sektor pariwisata. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban rekan-rekan kami pekerja pariwisata di Bali dan Yogyakarta dan semoga pandemi ini segera berlalu sehingga pariwisata Indonesia bisa kembali bangkit dan mereka bisa bersama-sama tiket.com kembali memajukan pariwisata Indonesia,” tutur M. Anugraha Arisha, Campaign Manager tiket.com.

Bantuan paket di daerah Bali, telah diserahkan oleh perwakilan tiket.com kepada Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace, serta Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, pada Rabu, 13 Mei 2020 bertempat di Kantor Gubernur Bali. Sedangkan untuk bantuan di kota Yogyakarta telah diserahkan kepada Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Singgih Raharjo pada Senin, 18 Mei 2020 yang bertempat di Graha Wana Bhakti Yasa. Setelah dilakukan penyerahan, seluruh paket bantuan akan langsung didistribusikan oleh Dinas Pariwisata di masing-masing Kabupaten dan Kota Se-DIY.

Cok Ace menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi pelanggan tiket.com bersama tiket.com dalam membantu penanganan dampak COVID-19 di daerah Bali. Dibantu oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa, Cok Ace meminta untuk mengatur penyaluran donasi agar tidak saling tumpang tindih dengan bantuan yang sudah ada. “Kami dari Dispar akan membantu mengatur untuk menyisir ranah kelompok yang belum tersentuh, karena yang termasuk pekerja pariwisata bukan semata hanya mereka yang bekerja di hotel, namun juga kelompok-kelompok lain seperti pemangku tukang banten di hotel yang termasuk terkena dampak,” ujar Astawa.

Sebagai wujud apresiasi, Cok Ace yang juga selaku Ketua PHRI Bali menyerahkan piagam penghargaan kepada manajemen tiket.com. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Singgih Raharjo yang menyambut baik atas sumbangsih bantuan donasi dari pelanggan tiket.com untuk pelaku wisata terdampak di Yogyakarta.

“Kami dengan tangan terbuka menyambut baik bantuan dari pihak tiket.com. Kami akan menggandeng perwakilan asosiasi-asosiasi pelaku pariwisata, desa wisata , dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk dapat menerima sekaligus membantu penyaluran donasi ini ke 4 Kabupaten dan Kota Yogyakarta,” ujar Singgih.

Masih bekerja sama dengan Kemenparekraf, selain membagikan 1000 paket sembako untuk pekerja pariwisata di Bali dan Yogyakarta, tiket.com juga menyalurkan Bingkisan Lebaran dalam kampanye tiket.com berbagi THR kepada para pekerja medis yang sampai saat ini masih terus berjuang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia. Penyerahan bantuan ini dilakukan pada Senin, 18 Mei 2020 di Hotel MaxOne Pemuda. Hotel ini menjadi salah satu hotel yang ditunjuk oleh Kemenparekraf sebagai tempat menginap dan beristirahatnya tenaga medis yang bertugas di rumah sakit rujukan pemerintah untuk COVID-19 RS. Persahabatan Jakarta.

Metha Tri Rizka, Public Relations Manager tiket.com mengatakan, tenaga medis merupakan orang-orang yang sedang menjalankan pekerjaan yang sangat mulia. Di saat masyarakat lain bisa berkumpul dengan keluarganya saat Idul Fitri, mereka harus terus berjuang untuk tetap  memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Kami berharap bingkisan lebaran ini bisa menjadi hadiah untuk meningkatkan semangat mereka bekerja walaupun harus menahan rindu dengan keluarga di rumah. Nilai ini yang juga sesuai dengan kampanye yang sedang dilakukan tiket.com yaitu #TiketHadapiRindu,” tambah Metha.

 

Dampak Pandemi Covid-19 “The New Normal” dalam Sektor Industri Fashion

GayaKeren.id – Untuk menghadapi dampak pandemi terhadap industri fashion global, Indonesia Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan bincang-bincang melalui kanal virtual, yaitu IFC Online Talkshow dengan mengangkat tema “The New Normal for Fashion Business and Events” pada tanggal 12 Mei 2020. Diharapkan melalui talkshow ini dapat memberikan inspirasi bagi pelaku industri fashion di tanah air dalam menghadapi dan mengantisipasi selama dan pasca pandemi Covid-19.

Dalam talkshow yang dipandu oleh Ali Charisma (National Chairman IFC) sebagai Host dan Taruna K. Kusmayadi (Advisory Board IFC) sebagai Moderator ini menghadirkan dua narasumber yang berkecimpung di bidang event fashion bergengsi di Hong Kong dan Afrika. Yaitu Janice Lee asal Hong Kong sebagai Partnership Director, Commercial Strategy and Development Informa Market dan Lexy Mojo Eyes asal Nigeria sebagai CEO of Legendary Gold Limited, Organizer of Africa Fashion Reception.

Janice Lee memaparkan bahwa situasi tersebut terjadi di Hong Kong. “Belanja online merupakan solusi di masa pandemi Covid-19. Berbagai brand fashion sangat terbantu dengan menyediakan layanan belanja online. Bahkan banyak program marketing yang ditawarkan, seperti benefit return policy (barang dapat dikembalikan) dengan pengiriman gratis. Tentunya ini bagus untuk menstimulasi orang berbelanja, tapi perlu diperhatikan apakah ini akan sustainable dalam jangka panjang,” papar Janice.

“The new normal” saat ini adalah berada di rumah saja dan aktivitas yang seharusnya dilakukan di luar rumah diubah menjadi serba online. Secara naluriah, manusia adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan keluar rumah untuk berinteraksi langsung dengan lingkungannya. Begitu pula dalam hal belanja. Orang masih membutuhkan mencoba (fitting) baju/sepatu/makeup, menyentuh materialnya, melihat kualitasnya, sebelum membeli. Jadi, the new normal dalam berbelanja online sebenarnya cocok hanya untuk repeat product, barang yang pernah kita beli. Tapi untuk barang baru, masih perlu unsur experience dan human touch.”

Narasumber Lexy Mojo Eyes memaparkan tentang situasi yang terjadi di negerinya, Nigeria yang sekarang telah menjadi “fashion capital” di Afrika. Kemajuannya di bidang fashion telah melebihi Afrika Selatan. Namun saat ini pemerintah Nigeria belum memberi banyak dukungan bagi industri fashion untuk lebih tampil di dunia internasional, karena perhatiannya lebih banyak ke industri perfilman dan musik. Berkaitan dengan pandemi Covid-19, industri fashion di Nigeria masih berjalan sendiri, belum ada program bantuan apapun dari pemerintahnya.

Sementara itu Ali Charisma menegaskan bahwa pengembangan varian produk dengan masker, yang akan menjadi kebutuhan pokok nantinya, menjadi solusi bisnis fashion yang tepat. “Masker masih akan terus dibutuhkan. Desainer bisa membuat masker yang kreatif atau eksklusif dengan fungsi pelindung maupun sebagai aksesori fashion, seiring dengan pakaian yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat pasca pandemi Covid-19. Selain masker, desainer bisa mengembangkan dengan produk homeware (perlengkapan rumah) dan homewear (pakaian untuk di rumah) yang juga banyak dibutuhkan selama pandemi ini,” saran Ali yang mengingatkan bagi desainer tanah air untuk mengutamakan penggunaan tekstil lokal.

Pandemi Covid-19 mengakibatkan penundaan penyelenggaraan event fashion di berbagai negara, termasuk fashion week yang digelar di kota-kota pusat mode dunia. Seperti yang dipaparkan Lexy, perhelatan event Nigeria Fashion Week yang biasanya melibatkan 50-70 desainer lokal maupun internasional dan event Africa Fashion Reception di Nigeria yang melibatkan desainer dari seluruh Afrika dan didukung oleh African Union dan Unesco, untuk tahun ini harus ditunda sampai tahun depan.

Mengatasi kondisi tersebut, menurut Janice, kini telah bermunculan strategi baru seperti online sourcing platforms yang jauh lebih efisien secara biaya dan waktu bagi semua pihak. Seperti salah satu event yang sedang dipersiapkan yaitu Show Cosmoprof yang akan go digital: digital event for the beauty market. Ada pula InTouch, platform online untuk kegiatan sourcing/pencarian supplier yang sudah berjalan. Melalui platform ini, exhibitor dapat melakukan live presentation/demonstration yang disaksikan oleh buyer. Kemudian buyer dapat langsung mengirim inquiry. Penyelenggara membantu proses tersebut, seperti memfasilitasi meeting perorangan, webinars, dan lainnya. (Terlampir informasi lebih lanjut tentang InTouch).

platform format online akan terus berkembang dinamis mengikuti kebutuhkan para pelaku industri fashion. Ali Charisma menyampaikan konklusi sebagai penutup talkshow ini, “Dengan adanya the new normal, maka kita tidak akan kembali sepenuhnya pada kehidupan di masa sebelum pandemi Covid-19, termasuk dalam bisnis fashion seperti strategi pemasaran dan penjualan. Pelaku industri fashion harus siap dengan tuntutan the new normal, terutama strategi online. Kesiapan strategi online sangat penting supaya dapat survive bahkan berkembang di masa mendatang.”

SUPERSOL Giatkan Gerakan Bersih Bebas Kuman di Jabodetabek

GayaKeren.id – Kegiatan membersihkan lingkungan menjadi kegiatan yang banyak dilakukan masyarakat saat ini, terutama sejak merebaknya pandemi Covid-19. Wings Care, dengan Supersol yang sejak April hingga Mei 2020 mengadakan kegiatan sosial Gerakana Bersih Bebas Kuman untuk mencegah pandemi semangkin menyebar. Ini merupakan bentuk bakti sosial lanjutan dari beragam kegiatan serupa yang secara rutin telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Kegiatan kali ini pun diisi dengan aksi penyemprotan cairan disinfektan serta edukasi akan pentingnya perilaku hidup bersih di banyak titik sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) demi memutus rantai penyebaran virus berbahaya tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, salah satunya melalui penyemprotan cairan disinfektan, yang dapat dibuat dengan menggunakan SUPERSOL. Semoga gerakan ini dapat membantu mematahkan rantai virus ini dengan baik,” terang Mikhaela, Product Manager SUPERSOL.

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan prosedur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan fokus area di Jabodetabek mengingat banyaknya jumlah kasus yang tercatat di kawasan tersebut. Tak hanya pemukiman warga, penyemprotan juga dilakukan di berbagai fasilitas umum seperti masjid. Selama kurang lebih dua bulan, Gerakan Bersih Bebas Kuman telah menyambangi lebih dari 50 RT dan 20 masjid. Dan tetap mengedepankan physical distancing demi keamanan dan kenyamanan bersama. Gerakan Bersih Bebas Kuman kali ini memberikan edukasi serta membagikan produk SUPERSOL, masker dan juga pakaian pelindung (hazmat) guna mendukung terlaksananya kegiatan penyemprotan disinfektan dengan aman, terlindungi dan tidak merusak kesehatan. Kegiatan ini bekerjasama dengan penduduk setempat, sehingga kegiatan sosialisasi dan aksi penyemprotan pun dibantu oleh masyarakat.

“Kami berharap masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih lainnya seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, serta etika ketika batuk dan bersin agar terhindar dari Covid-19 ini,” tutup Mikhaela.