Pesona Danau Kelimutu Sebagai Danau 3 Warna

GayaKeren.id – Masih ingat dengan gambar di mata uang selebaran 5.000 rupiah zaman dulu? Ya, keindahan Gunung Kelimutu dengan pesona danau tiga warnanya yang mendunia itu bahkan pernah diabadikan dalam mata uang rupiah kita.

Danau Kelimutu merupakan salah satu danau yang tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga di manca negara. Warna airnya yang berubah-ubah dan juga tempatnya yang berada di puncak gunung menawarkan keindahan yang eksotis yang tidak akan pernah dilupakan oleh para wisatawan yang datang ke tempat ini. Nama Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli”yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

 

Danau Kelimutu terletak di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur atau tepatnya berjarak kurang lebih 83 km ke arah barat kota Maumere atau 51 kilometer arah timur dari Kota Ende. Banyak para wisatawan yang lebih suka datang ke Danau Kelimutu dari arah kota Ende karena lebih dekat dan juga karena rute penerbangan ke kota Ende sekarang jauh lebih banyak.

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Danau yang terdiri dari 3 bagian ini memiliki nama dan warnanya masing-masing yang selalu berubah-ubah setiap waktu dan pada pertengahan April 2015 berubah warna untuk yang ke sekian kalinya:

  1. Danau Nuwamuri Ko’o Fai berubah warna dari warna biru menjadi putih susu.
  2. Danau Ata Polo yang berwarna hijau berubah menjadi merah.
  3. Danau Ata Bupu yang berwarna hitam berubah menjadi hijau.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Untuk bisa mencapai ke atas area danau, kamu harus melewati pinggiran tebing curam dan menaiki ratusan anak tangga dari semen untuk melihat dua dari tiga danau yang ada di kawasan Kelimutu ini. Dua danau tersebut adalah “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” dan “Tiwu Ata Polo”. Tiwu Ata Polo, danau yang berada di sebelah kanan saat posisi badan menghadap ke arah danau. Danau ini berwarna hitam pekat. Sedangkan danau di sebelah kiri dan berwarna hijau tosca adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.

Dua danau ini terletak berdampingan, hanya dipisahkan dengan sebuah tebing sebagai tembok pemisahnya. Tebing bebatuan pemisah itu berbentuk cekungan. Sejauh mata memandang, di sekeliling danau hanya ada tebing-tebing bebatuan.

Akses Menuju Lokasi Wisata

Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota, dapat menggunakan  transportasi udara dengan tujuan Bandara H. Hasan Aroeboesman (Bandara di Kabupaten Ende).  Sesampainya di Kabupaten Ende, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelimutu dengan jarak perjalanan sekitar 65 Kilometer dari bandara. Dikarenakan di Ende masih sangat minim akan transportasi umum untuk menuju Desa Moni, akan lebih baik jika pengunjung menyewa kendaraan bermotor di Ende atau dapat juga menggunakan jasa travel dengan tujuan Desa Moni atau Gunung Kelimutu. Jarak yang ditempuh pengunjung dari Kabupaten Ende sekitar 50 km menuju ke Desa Moni dan 15 km dari Kampung Moni hingga sampai ke gerbang pintu masuk Taman Nasional Kelimutu.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Tarif masuk kawasan Taman Nasional Kelimutu bagi pengunjung domestik akan dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah dan 150.000 rupiah untuk pengunjung mancanegara. Dan untuk biaya tambahan parkir kendaraan, untuk motor dikenakan 5.000 rupiah sedangkan untuk mobil dikenakan tarif 10.000 rupiah.

Fasilitas

Di sekitar lokasi danau, sudah tersedia berbagai fasilitas penunjang bagi para pengunjungnya mulai dari toilet, beberapa gazebo, lahan parkir dan jajaran kios yang menjajakan minuman dan makanan di sekitar area parkir. Fasilitas-fasilitas tersebut juga nampak terjaga dan terawat kebersihannya.

 

 

 

Please follow and like us:

Alor, Destinasi Wisata Kelas Dunia Di NTT

GayaKeren.id –  Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya dikenal dengan komodo tapi juga taman bawah laut yang indah. Alor menjadi salah satunya.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata di Kabupaten Alor dan pulau-pulau kecil lainnya selama 2016 mencapai sekitar 1.577 orang.  Jumlah kunjungan wisman ke Nusa Kenari –sebutan khas Kabupaten Alor — terus meningkat dari waktu ke waktu.

Umumnya mereka datang ke daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah perairan laut negara Timor Leste  itu untuk menikmati destinasi unggulan wisata bawah laut di Perairan Pantar. banyak wisatawan bertestimoni bahwa taman laut di Perairan Pantar sudah berkelas dunia dan tidak kalah bersaing dengan destinasi serupa seperti Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi  di Sulawesi Tenggara serta Raja Ampat di Papua Barat.

Taman laut Alor merupakan salah satu destinasi unggulan di provinsi kepulauan itu selain wisata bawah laut Labuan Bajo maupun yang di Perairan Flores Timur.

Atas keunggulan itu, lanjutnya, destinasi tersebut juga sudah terpilih sebagai wisata bahwa laut terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016.

Selain wisata bawah laut, Alor juga memiliki destinasi unik dan eksotis seperti Kampung Adat Takpala, Pantai Mali, Al Quran dari kulit kayu yang berusia ratusan tahun, dan budaya masyarakat tradisional di pegunungan yang masih terpelihara.

Alor juga dikenal dengan satu-satunya kabupaten di Nusa Tenggara Timur  yang memiliki puluhan bahasa. Satu desa dengan desa tetangga berbeda-beda bahasa, dan mereka saling berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,

Hampir setiap tahun Alor juga memiliki Expo Alor dan tahun lalu juga menyertakan wisatawan asing dari Darwin, Australia  yang datang dengan yacht.

Selat Pantar, bahkan dijadikan taman laut sebagai lokomotif pariwisata di Kabupaten Alor. Turis-turis asing, yang sudah berkeliling dunia, bahkan mengakui Taman Laut Selat Pantar (TLSP) sebagai taman laut terindah nomor dua di dunia.

TLSP hanya kalah indah dari Taman Laut Kepulauan Karibia di Amerika Selatan. Apa benar? Para turis asing pun mengakuinya. Terumbu karang termasuk tumbuh-tumbuhan laut berwarna Ungu, hijau, kuning, coklat, merah, abu-abu, jingga, dan putih juga menghiasi dasar laut.

Selat Pantar juga dimeriahkan ikan-ikan cantik, antara lain jenis flasher, alien, dan invanders. Ikan-ikan itu mempunyai warna tubuh yang bervariasi, bahkan seekor ikan dapat memiliki 3-4 warna. Tampak pula rombongan ikan karang dan ikan pelagis yang menghiasi panorama bawah laut.

Keindahan bawah laut tersebut jelas merupakan ”kekayaan” Kabupaten Alor dengan total luas 2.864,64 kilometer persegi ini. Kabupaten Alor berbatasan laut dengan Timor-Leste dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Waktu seminggu pun kiranya takkan cukup untuk memuaskan hasrat untuk menyaksikan seluruh keindahan Selat Pantar. Mengapa? Sebab, setidaknya ada 26 titik penyelaman di taman laut tersebut.Titik-titik tersebut antara lain Fallt Line, Peter’s Prize, Crocodile Rook, Cave Point, Baeylon, The Edge, The Arch, The pacth, Nite Delht, Kal’s Dream, The Ball, Trip Top, The Mlai Hall, No Man’s Land, Half Moon Bay, dan The Cathedral.

Sementara itu, di sekitar Pulau Pantar terdapat 18 titik penyelaman yang disebut ”Baruna’s Dive Site at Alor”. Kedelapan belas titik penyelaman tersebut antara lain Baruna’s Point, Never Never Wall, Cave Point, Three Coconut, hingga Rahim’s Point.

Jangan kaget kalau nama-nama titik penyelaman itu muncul dalam bahasa Inggris karena para penyelam dari luar negeri yang lebih dahulu mengakrabi Selat Pantar.

 

Please follow and like us: