Spot Instagramable Di Wahana Rekreasi D’Dieuland Bandung

 

GayaKeren.id – Bandung memang tak pernah membosankan untuk dikunjungi. Walau sudah berkali-kali ke sana, tetapi kami merasa selalu ada sesuatu yang baru yang bisa dinikmati di sini.  Salah satunya adalah tempat baru untuk menikmati sejuknya udara pegunungan Bandung, yakni D’Dieuland.

Berasa dari kata “di dieu” yang dalam Bahasa Sunda berarti “di sini”. Ya, di sinilah Anda bisa menikmati pesona alam kota Bandung yang dikelilingi pegunungan. Di sinilah Anda bisa rehat sejenak dari rutinitas harian yang menjemukan. Di wahana yang tergolong baru inilah Anda bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang.

Tak hanya itu, Anda bisa menikmati tempat ini hanya dengan mengeluarkan kocek 10ribu saja. Ya, untuk tempat seindah ini, tiket yang dibanderol sangatlah murah. Luar biasa dan hanya ada di D’Dieuland.

Penasaran apa saja yang bisa dilakukan di sana? Yuk simak bersama-sama!

 

  1. Berkunjung dan bersantap di kastil Eropa dari abad pertengahan ala Disneyland

Penggemar film kartun Disney? Pasti Anda punya cita-cita untuk berkunjung ke Disneyland dan berfoto di depan kastil atau istana yang ada di setiap Disneyland di seluruh dunia.

Kalau tabungan buat jalan-jalan ke luar negeri belum cukup, melipir ke Bandung saja! Ya, sekarang Andapun bisa berfoto dengan latar belakang kastil abad pertengahan bergaya Eropa di sini.

Dari kejauhan saja kastil dengan atap berupa kerucut runcing ini sudah sangat mencuri perhatian. Ditambah udara sejuk serta latar belakang langit yang biru dan pepohonan hijau di sekitarnya, sekilas bahkan akan membuat Anda lupa lagi ada di Tanah Pasundan.

Tempat ini sebetulnya merupakan restoran yang terdapat di kawasan sekitar D’Dieuland bernama Dago Bakery Punclut. Meskipun namanya pakai kata “bakery”, tempat ini juga menjual aneka makanan ringan lain, makanan berat, serta berbagai pilihan minuman.

 

  1. Siang atau malam menikmati sejuknya udara segar dengan panorama lembah serta pegunungan

Bandung yang dikelilingi oleh pegunungan menjadikan udaranya terasa dingin dan sejuk. Hal ini pula yang membuat Bandung terkenal sebagai tempat untuk bertetirah – sekadar berleha-leha setelah sibuk dengan rutinitas harian.

Nah, di D’Dieuland inilah Anda bisa menikmati sejuknya udara segar pegunungan bersama dengan orang-orang tersayang Anda. Rasakan sejuknya angin pegunungan yang berembus. Wah, rasanya ingin sekali berlama-lama di sini.

Sebaiknya Anda mengenakan pakaian yang sesuai karena dinginnya udara di sini. Tidak mau kan jika Anda malah tidak bisa menikmati kesejukan udara di sini karena kedinginan?

Tak hanya indah di siang hari, D’Dieuland ternyata juga kece lho begitu malam mulai tiba dan lampu-lampunya dinyalakan!

 

  1. Taklukkan rasa takut dengan berjalan menyusuri skywalk

Kondisi lahan dengan kontur yang menurun menyerupai lereng, membuat sang pemilik tempat ini mengakalinya dengan cara membuat skywalk alias jembatan yang berwarna-warni untuk menghubungi satu lokasi ke lokasi lainnya.

Buat Anda yang takut ketinggian, menyusuri skywalk D’Dieuland tentu akan terasa amat menegangkan, karena skywalk ini dibuat sangat tinggi, yaitu sekitar 10 meter di atas permukaan tanah.

 

  1. Spot foto yang Instagrammable di mana-mana

 

Hari gini, rasanya tak lengkap jika jalan-jalan tanpa berfoto. Foto-foto dan eksis di media sosial sudah menjadi kebutuhan primer anak zaman now. Lagi-lagi, di sinilah, di D’Dieuland Anda akan dimanjakan oleh tempatnya yang dipenuhi banyak sekali spot foto cantik. Kami yakin, memori ponsel dan kamera Anda langsung penuh begitu pulang dari sini.

Ada spot foto selfie ala-ala burung elang dengan patung sayap yang membuat Anda seolah-olah bersayap dan siap untuk terbang. Ada pula spot foto berupa taman dengan dua buah lambang hati yang cocok untuk foto berdua pasangan.

Mau yang lebih modern dan lebih berwarna-warni? Jangan lewatkan kesempatan berfoto di area payung tradisional berwarna-warni, lampion ceria yang tambah kece di malam hari atau dinding graffiti yang dipenuhi corat-coret kreatif dan juga jenaka dalam Bahasa Sunda!

 

  1. Berputar-putar sekuat mungkin di Gyroscope Flywheel

Ingin mencoba permainan yang benar-benar menantang adrenalin? Ada baiknya Anda mencoba wahana permainan Gyroscope Flywheel. Gryroscope Flywheel merupakan sebuah alat pendeteksi gerakan yang bertumpu pada gravitasi. Bentuknya lingkaran dengan dua kursi bersebrangan di dalamnya.

Permainan ini akan membawa Anda berputar-putar sekuat dan selama mungkin mencapai 180 derajat. Meskipun permainan ini diam di tempat, namun ketegangannya nggak kalah dengan roller coaster. Makanya, kalau penakut mending jangan coba-coba deh!

Jangan khawatir dengan keamanan, karena ada petugas yang menjaga dan wahana ini dilengkapi pula dengan peralatan standar keselamatan seperti helm dan sabuk pengaman.

Jadi, siap untuk diputar-diputar?

 

  1. Nongkrong asyik di atas atap bis yang terparkir

Hah? Nggak salah tuh, emangnya nggak bakal diomelin oleh sang pemilik bis?

Tenang, karena bis yang ini memang sengaja disediakan sebagai salah satu spot untuk menikmati pemandangan alam nan hijau tanpa batas. Yang perlu Anda lakukan tinggal masuk ke dalam bis dan melihat-lihat pemandangan dari jendela bis, atau kalau nggak takut ketinggian naik saja tangga yang disediakan untuk menuju ke bagian atap bis.

 

  1. Sensasi menegangkan outbound di malam hari

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa banyak yang menyukai aktivitas penuhpetualangan ini. Selain melatih diri untuk berani menghadapi tantangan, outbound juga penuh dengan keceriaan dan keseruan, apalagi jika dilakukan bersama orang-orang tersayang Anda.

D’Dieuland menawarkan sensasi outbound yang bisa dibilang cukup berbeda dari biasanya. Di sini, kegiatan outbound  Anda akan disajikan oleh pamandangan yang tiada duanya. Sambil outbound, Anda juga bisa menikmati panorama perbukitan hijau dan kota Bandung dari kejauhan. Sekali outbound, satu-dua pemandangan terlampaui.

Anda datang di malam hari? Tenang, Anda juga masih bisa melakukan outbound. Ya, hanya di sinilah Anda bisa menikmati sensasi outbound di malam hari. Pastinya lebih menantang karena gelap dan suasananya pun berbeda.

Sesekali pandanglah pemandangan sekitar. Luar biasa ciamik, kelap-kelip kota Bandung dari kejauhan begitu indah dipandang.

 

  1. Main air di “sungai” bersama si buah hati

Siapa di sini yang suka main air? Wah, kami rasa Anda semua menyukainya. Basah-basahan, ciprat-cipratan, diselingi keceriaan canda tawa, seru sekali rasanya. Apalagi jika dilakukan bersama anak-anak, maka dijamin akan semakin semarak.

Dingin-dingin main air? Nanti masuk angin dong? Eitsss… Bukan main air yang sampai benar-benar membasahi seluruh tubuh kok. Di D’Dieuland, terdapat kolam panjang berukuran kecil dan berundak-undak layaknya sebuah sungai dangkal lengkap dengan beberapa buah air mancur. Tak usah membawa baju renang karena memang bukan untuk berenang, cukup pakaian ganti saja.

Meskipun kolamnya tidak dalam, bahkan sangat dangkal, hanya semata kaki, namun tetap awasi buah hati Anda ya agar tidak jatuh terpeleset.

 

Tempat rekreasi yang begitu lengkap dan sangat menarik, bukan? Ayo segera ajak seluruh anggota keluarga bermain di sini!

 

Sumber & Foto : TripCanvasIndonesia

 

 

Wisata Bahari Eksotis Di Pulau Gangga Minahasa Utara

 

GayaKeren.id – Sulawesi memang jauh dari kepadatan penduduk dibandingkan dengan pulau jawa dan itulah mengapa pulau ini menjadi salah satu tempat wisata yang paling menarik. Hal ini dikarenakan di sulawesi sendiri terdapat beberapa tempat wisata yang memberikan pemandangan yang alami dan juga indah. Salah satu tempat wisata di Provinsi Sulawesi Utara yang memberikan pemandangan yang sangat indah dan juga alami adalah Pulau Gangga. Pulau Gangga sendiri berada di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Pulau ini memilih pantai yang indah dan juga alami dengan pasir putihnya yang sangat menawan.

Di Pulau Gangga sendiri ada dua desa yaitu Desa Gangga Satu dan juga Desa Gangga Dua. Pulau ini juga menjadi wisata bahari paling banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan baik wisatawan asing maupun juga lokal. Meskipun wisata bahari Pulau Gangga tidak banyak diketahui orang seperti Pulau Bunaken, tetapi keindahan bawah lautnya tidak kalah indah dibandingkan dengan Bunaken. Hal ini tidak mengherankan karena Pulau Gangga ini juga masuk ke dalam 10 tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Sulawesi Utara. Maka dari itu apabila anda penasaran dengan tempat wisata ini, ada baiknya anda mengunjungi tempat wisata ini.

Untuk mengunjungi Pulau Gangga ini, anda harus berkendara selamat sekitar 90 menit dari Kota Manado untuk menuju ke Likupang. Tetapi apabila anda menggunakan angkutan umum dari terminal Pall 2 Manado untuk menuju ke Likupang, maka anda akan memakan waktu hingga 2 jam. Setelah berada di pelabuhan kecil di Likupang, kita selanjutnya akan menuju ke Pulau Gangga dengan menggunakan speed boat selama kurang lebih 40 menit. Beberapa tips yang bisa digunakan untuk menuju Pulau Gangga, anda sebaiknya mengetahui jadwal keberangkatan dari speed boat tersebut.

Ada banyak kegiatan yang bisa anda lakukan setelah anda sampai di Pulau Gangga, mulai dari rekreasi, jalan – jalan di pasir putihnya yang bersih, memancing, snorkling, hunting foto dan  juga yang wajib anda lakukan ketika anda mengunjungi tempat ini adalah diving atau menyelam. Karena tempat ini menyajikan wisata bahari maka tidak aneh jika kegiatan wisata yang ada di Pulau ini berhubungan dengan laut.

 

Pesona Taman Laut Pulau Gangga

Ada beragam aktifitas yang bisa anda lakukan di pulau ini seperti rekrasi, berjalan menyusuri pantai berpasir putih, memancing, snorkling, hunting foto dan yang pasti wajib untuk anda lakukan adalah diving/menyelam. Tak sempurna memang rasanya mengunjungi Pulau Gangga tanpa menikmati keindahan bawah laut yang eksotis.

Keindahan taman laut di sekitar Pulau Gangga memang sudah sangat dikenal para pencinta diving. Layaknya lokasi menyelam lainnya di Sulawesi Utara, pemandangan bawah laut Pulau Gangga yang dihuni oleh beragam jenis biota laut dan beragam terumbu karang yang berwarna warni menjadikan Pulau Gangga sebuah magnet bagi para penggemar dunia bawah laut. Bahkan mereka yang memiliki hobi fotografi underwater sering menjadikan lokasi ini sebagai salah satu spot fotografi bawah laut di Sulawesi Utara. Saat sore hari ketika matahari hendak kembali keperaduannya, anda akan disajikan pemandangan sunset yang begitu indah. Sangat disayangkan jika anda tidak mengabadikan keindahan sunset di Pulau Gangga.

Pemandangan laut di Pulau Gangga ini tidak perlu diragukan lagi karena beragam jenis biota laut dan beragam terumbu karang bisa anda temukan di tempat tersebut. Tempat ini juga menjadi pilihan favorit fotografi bawah lautnya dan maka dari itu bagi anda yang ingin wisata bahari yang alami dan juga indah harus mengunjungi tempat ini.

 

 

Liburan Petualangan Di Air Terjun Terbesar Di Sumba

 

GayaKeren.id – Anda seorang petualang?  selalu ingin melakukan perjalanan kembali ke masa lalu dan melihat langsung sebuah peradaban kuno?  Sumba jawabannya.

Sumba, sebuah pulau misterius dan “liar”yang terletak di Nusa Tenggara Timur, sebelah barat daya Flores, Anda bisa menjumpai desa-desa tradisional yang dibangun di atas puncak bukit dan dilindungi oleh dinding batu bersejarah. Jika Pulau Skull dari film King Kong itu sungguhan ada, sepertinya Sumba layak jadi kandidat pulau tersebut.

Bahkan, ritual perburuan kepala manusia masih terus berlanjut dan Anda benar-benar bisa menemukan “pohon tengkorak” di beberapa desa di mana kepala yang terpenggal dipajang.

Di sini, hamparan padang rumput dan perbukitan batu kapur memberi nuansa tersendiri, sementara desa-desa di puncak bukit dengan rumah-rumah beratap ilalang “dijaga” oleh makam megalitik. Sumba juga merupakan salah satu tujuan utama bagi para surfer dari seluruh dunia.

Waitabula, kota besar yang paling timur di Sumba merupakan pintu gerbang barat Anda menuju Sumba dan menjadi tempat bandara terbesar dan paling modern di pulau ini, yaitu Bandara Tambolaka.

Di sisi lain, ibu kota Waingapu adalah pilihan tepat jika Anda ingin memenuhi berbagai kebutuhan pokok, seperti makanan, obat-obatan, dan untuk merencanakan perjalanan serta moda transportasi.

Dari air terjun spektakuler sampai desa-desa kuno, Sumba pasti akan menjadi tujuan yang tidak akan Anda lupakan. Meski perlahan mulai mendapat daya tarik di media sosial, pulau ini masih dianggap sebagai destinasi yang cukup tersembunyi.  Jadi jika Anda tertarik melakukan petualangan eksotis, segera kemasi barang-barang dan kunjungi salah satu tempat wisata di Pulau Sumba, yakni Air Terjun Terbesar di Sumba, Waikelo Sawah.

Ingat ya, air terjun buatan dan bendungan ini hanya untuk dilihat dan memanjakan mata Anda saja dan tidak cocok digunakan untuk berenang sama sekali!

Dengan debit hingga 1.000 liter air per detik, Waikelo Sawah dulunya merupakan bagian dari pembangkit listrik tenaga air yang dikelola oleh pemerintah pada tahun 1976. Arus yang sangat cepat dan kuat memberi kehidupan pada areal persawahan di sekitarnya dan juga berfungsi sebagai sumber air bersih sehari-hari warga untuk mandi.

Dikelilingi oleh tanaman hijau yang tumbuh di bawah kaki bukit, air terjun ini juga terletak di bawah beberapa gua megah. Hasilnya, Anda dapat menyaksikan langsung salah satu desain arsitektur alam terbaik – sebuah laguna gua yang dibingkai oleh panorama hutan hijau dan pintu masuk batu yang sangat eksotis.

Tak heran tempat ini jadi favorit banyak orang. Waktu terbaik untuk mengunjungi Waikelo Sawah adalah sekitar bulan Februari, Maret dan November. Anda akan bisa menyaksikan ritual tradisional tahunan di Sumba seperti Pasola (adu tombak sambil menunggang kuda) dan Wula Podu, sebuah tarian sakral.

Waikelo Sawah terletak di Desa Tema Tana, Wewewa Timur, Sumba. Anda pasti melewatinya dalam perjalanan dari Bandara Tambolaka ke pusat kota Waikabubak. Jaraknya sekitar 12 km dari ibu kota Tambolaka dan memakan waktu sekitar 40 menit dengan mobil. Anda juga bisa menggunakan ojek dari Tambolaka.

Penasaran kan ?! Siapkan diri anda untuk berpetualang di Pulau ‘sorga’nya Indonesia ini.

 

Sumber  :  TripCanvasIndonesia

 

 

Kenali Bandara Unik Nan Cantik ‘Surga Di Timur Matahari’

 

GayaKeren.id – Alam yang indah, budaya yang kuat, keragaman bahasa yang memikat, sejarah yang penuh warna, dan tentu saja keindahan bawah laut yang luar biasa, adalah keunggulan yang dimiliki oleh Pulau Alor.  Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Luas wilayahnya 2.119 km², dan titik tertingginya 1.839 m.

Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Ombai di selatan (memisahkan dengan Pulau Timor), serta Selat Pantar di barat (memisahkan dengan Pulau Pantar). Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.

Pulau Alor merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di pulau ini terdapat Kota Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor.

Menuju ke Alor, bukan hal yang sulit. Paling mudah adalah melalui udara, transit di bandara El Tari, Kupang, dan kemudian dilanjutkan dengan pesawat propeller (berbaling-baling) selama kurang lebih 1 jam.

Yang menarik adalah, Alor akan mempunyai terminal bandara baru. Tak hanya sekedar baru, design bandara ini juga sangat cantik, dan diambil dari pemenangSayembara Desain Bandar Udara Nusantara 2015 diselenggarakan PT. Propan Raya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif RepubIik Indonesia.

Kantor konsultan arsitek Natateka terpilih sebagai pemenang utama pada sayembara tersebut.  Kearifan lokal yang mereka usung dalam desain bandara lah yang akhirnya memenangkan mereka.

Identitas lokal memang santer terasa pada desain Mali Alor Aiport karya Nataneka ini. Dari atap bandaranya saja, mereka mengadopsi atap rumah adat suku Alor setempat yang berbentuk segitiga.

Tak hanya menceriman kearifan lokal setempat, bentangan atap setiga ini juga akan membentuk void yang sangat besar sehingga udara yang masuk ke dalam bandara berlimpah. Agar bandara menjadi lebih sejuk, tim arsitek juga akan menempatkan kolam pantul di sisi kanan kiri bandara. Kolam pantul adalah kolam yang memantulkan bayangan objek yang ada di sekitar kolam tersebut. Salah satu fungsi kolam pantul adalah menciptakan suasana teduh yang hening dan cantik.

Karena berada di alam natural Alor, tim arsitek akan menggunakan material-mataerial alam setempat. Di gerbang pintu masuk bandara misalnya. Mereka akan melapisi dinding dengan batu-batu untuk menghadirkan nuasa alam yang kental. Gerbang bandara ini bisa menjadi perhentian para penumpang untuk update status. Ketika masuk, penumpang juga akan melewati sebuah ruang terbuka sebelum memasuki bandara.

Bandara ini diharapkan akan menjadi sarana pendukung utama menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke tujuan wisata utama Nusa Tenggara Timur ini.  Pembangunan terminal Bandar Udara Mali ini langsung ditangani oleh Direktorat Jenderal (dirjen) Perhubungan Udara RI.

 

Sumber :  GoodNews From Indonesia

 

 

Pesona Danau Kelimutu Sebagai Danau 3 Warna

GayaKeren.id – Masih ingat dengan gambar di mata uang selebaran 5.000 rupiah zaman dulu? Ya, keindahan Gunung Kelimutu dengan pesona danau tiga warnanya yang mendunia itu bahkan pernah diabadikan dalam mata uang rupiah kita.

Danau Kelimutu merupakan salah satu danau yang tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga di manca negara. Warna airnya yang berubah-ubah dan juga tempatnya yang berada di puncak gunung menawarkan keindahan yang eksotis yang tidak akan pernah dilupakan oleh para wisatawan yang datang ke tempat ini. Nama Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli”yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

 

Danau Kelimutu terletak di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur atau tepatnya berjarak kurang lebih 83 km ke arah barat kota Maumere atau 51 kilometer arah timur dari Kota Ende. Banyak para wisatawan yang lebih suka datang ke Danau Kelimutu dari arah kota Ende karena lebih dekat dan juga karena rute penerbangan ke kota Ende sekarang jauh lebih banyak.

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Danau yang terdiri dari 3 bagian ini memiliki nama dan warnanya masing-masing yang selalu berubah-ubah setiap waktu dan pada pertengahan April 2015 berubah warna untuk yang ke sekian kalinya:

  1. Danau Nuwamuri Ko’o Fai berubah warna dari warna biru menjadi putih susu.
  2. Danau Ata Polo yang berwarna hijau berubah menjadi merah.
  3. Danau Ata Bupu yang berwarna hitam berubah menjadi hijau.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Untuk bisa mencapai ke atas area danau, kamu harus melewati pinggiran tebing curam dan menaiki ratusan anak tangga dari semen untuk melihat dua dari tiga danau yang ada di kawasan Kelimutu ini. Dua danau tersebut adalah “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” dan “Tiwu Ata Polo”. Tiwu Ata Polo, danau yang berada di sebelah kanan saat posisi badan menghadap ke arah danau. Danau ini berwarna hitam pekat. Sedangkan danau di sebelah kiri dan berwarna hijau tosca adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.

Dua danau ini terletak berdampingan, hanya dipisahkan dengan sebuah tebing sebagai tembok pemisahnya. Tebing bebatuan pemisah itu berbentuk cekungan. Sejauh mata memandang, di sekeliling danau hanya ada tebing-tebing bebatuan.

Akses Menuju Lokasi Wisata

Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota, dapat menggunakan  transportasi udara dengan tujuan Bandara H. Hasan Aroeboesman (Bandara di Kabupaten Ende).  Sesampainya di Kabupaten Ende, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelimutu dengan jarak perjalanan sekitar 65 Kilometer dari bandara. Dikarenakan di Ende masih sangat minim akan transportasi umum untuk menuju Desa Moni, akan lebih baik jika pengunjung menyewa kendaraan bermotor di Ende atau dapat juga menggunakan jasa travel dengan tujuan Desa Moni atau Gunung Kelimutu. Jarak yang ditempuh pengunjung dari Kabupaten Ende sekitar 50 km menuju ke Desa Moni dan 15 km dari Kampung Moni hingga sampai ke gerbang pintu masuk Taman Nasional Kelimutu.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Tarif masuk kawasan Taman Nasional Kelimutu bagi pengunjung domestik akan dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah dan 150.000 rupiah untuk pengunjung mancanegara. Dan untuk biaya tambahan parkir kendaraan, untuk motor dikenakan 5.000 rupiah sedangkan untuk mobil dikenakan tarif 10.000 rupiah.

Fasilitas

Di sekitar lokasi danau, sudah tersedia berbagai fasilitas penunjang bagi para pengunjungnya mulai dari toilet, beberapa gazebo, lahan parkir dan jajaran kios yang menjajakan minuman dan makanan di sekitar area parkir. Fasilitas-fasilitas tersebut juga nampak terjaga dan terawat kebersihannya.

 

 

 

NTT, Permata Di Timur Indonesia Dengan Berbagai Destinasi Pantai

GayaKeren.id – Berbeda dengan kawasan Bali atau Lombok yang sudah sangat terkenal di kalangan turis mancanegara, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak jauh dari Bali justru masih menata sektor pariwisatanya. Meski demikian, beberapa destinasi wisata di NTT mulai dilirik oleh banyak sekali turis untuk menjelajah destinasi-destinasinya yang masih tersembunyi.

Seperti halnya Bali dengan Kuta dan Seminyaknya, Lombok dengan Senggigi dan trio gili andalannya, kawasan NTT juga dikenal banyak menyimpan pantai yang luar biasa. Layaknya permata yang indah, kawasan NTT menawarkan begitu banyak keindahan yang tersembunyi. Kalau Sobat GayaKeren ingin berlibur atau berwisata dengan menjelajahi pantai-pantai indah di NTT sampai puas, berikut ada beberapa pantai indah yang bisa kamu kunjungi.

  1. Pantai Pulau Komodo

Salah satu pesona dari NTT yang tidak bisa ditemui di daerah lain di Indonesia bahkan belahan dunia mana pun adalah Pulau Komodo. Di tempat yang juga menjadi taman nasional ini, kamu akan menemukan deretan pantai yang masih alami dengan komodo yang kadang berkeliaran di pinggirannya untuk minum atau mencari mangsa.

Di pantai ini kamu bisa bermain air atau mencari komodo dengan bantuan penjaga taman nasional. Berkelana sendirian di pantai sangatlah berbahaya, karena komodo itu hewan buas yang bisa saja membahayakan nyawamu. Jadi, bermainlah sepuas hati namun tetap waspada dengan keadaan sekitar.

  1. Pantai Pink

Pantai Pink terletak di sebelah barat Taman Nasional Komodo. Di tempat ini kamu bisa menikmati pasir pantai halus berwarna pink yang sangat unik. Jika di daerah lain pasir pantai berwarna hitam, coklat, atau pun putih, maka di pantai ini pasirnya benar-benar berwarna merah mudah yang sangat menarik.

Bagi traveler, mengunjungi pantai ini adalah pengalaman berharga yang tidak bisa dilewatkan. Bahkan ada yang beranggapan bahwa pantai ini adalah yang terbaik di dunia. Mengunjunginya sekali seumur hidup akan membuat traveler tidak menyesal. Jadi, kalau kamu ingin menikmati kemagisan dari NTT yang sesungguhnya, pantai ini harus didatangi.

  1. Pantai Tablolong

Pantai Tablolong adalah salah satu surga yang tersembunyi di kawasan NTT. Pantai yang terletak 30 km dari Kupang ini memiliki pasir putih yang sangat halus serta air laut yang sangat jernih. Kamu bisa bermain pasir atau bermain di sekitar pantai sampai puas sembari menikmati pemandangan sekitar yang sangat memukau.

Pantai Tablolong juga memiliki terumbu karang yang cukup indah. Kamu bisa melakukan snorkeling di sekitar pantai sembari menikmati keindahan bawah laut lengkap degan ikan warna-warni yang berkeliaran. Oh ya, pantai ini juga merupakan surga bagi para pemancing. Kamu bisa berburu banyak ikan di sekitar hutan bakau dan memasaknya langsung di pinggiran pantai.

  1. Pantai Pulau Kera

Pulau Kera adalah sebuah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari tepian Kupang. Kamu bisa melihat pulau ini dari kejauhan seperti sebuah titik hijau yang menarik. Untuk bisa sampai ke sini, kamubisa menggunakan perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar satu jam saja dengan tarif tertentu.

Pulau Kera tidak dihuni oleh kera tapi beberapa kepala keluarga yang berprofesi sebagai nelayan. Di tempat ini kamu bisa menjelajahi pasir pantai yang berwarna putih lembut berbaur dengan air laut yang kelihatan biru dengan gradasi yang cantik. Menjelajahi Pulau Kera akan membuatmu betah hingga rasanya enggan pulang meski hari sudah beranjak gelap.

  1. Pantai Kolbano

Kalau di tempat lain pantai selalu identik dengan pasir yang bisa berwarna putih, hitam, hingga pink, maka di Pantai Kolbano kamu akan menemukan banyak batu. Ya, sepanjang garis pantai bertebaran batuan laut yang berwarna-warni. Batuan itu tersebar luas hingga terlihat seperti permadani yang membatasi daratan dengan lautan.

Pantai yang terletak 135 km dari Kupang ini juga memiliki sebuah batu besar bernama Fatu Un. Batu ini adalah landmark yang menjadikan pantai ini semakin dikenal oleh banyak orang. Oh ya, untuk menikmati pantai ini dengan berjalan di atas batu kecil-kecil atau menceburkan diri ke air laut yang berwarna biru. Masih kurang? Kamu bisa memancing di beberapa spot yang banyak ikannya.

Bagaimana Sobat GayaKeren ??  unik dan indah sekali kan pantai-pantai di kawasan NTT. Mau Main puas di pantai yang eksotis dan seru?  NTT bisa jadi jawabannya.

 

Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu

GayaKeren.id – Bingung untuk memilih tempat liburan sambil berwisata ?? Ada baiknya anda menyimak rekomendasi untuk liburan wisata anda ke kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu. Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu objek wisata yang paling populer di daerah Bandung dan sekitarnya. Wajar saja sih, hal ini dikarenakan pemandangan seputar gunung dan kawah Tangkuban Perahu yang indah dan memanjakan mata.

Gunung Tangkuban Perahu seolah-olah menjadi tempat yang wajib anda kunjungi kalau berlibur di Bandung. Tempatnya mudah dijangkau dan cukup unik. Kawah utama disini, kawah ratu, luas sekali. Anda bisa menikmati pemandangan sekitarnya langsung dari bibir kawah.

Kompleks wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu berada di perbatasan Bandung Barat dengan Subang, tepatnya setelah Cikole Lembang. Daerah wisata ini mudah sekali untuk di akses.

Cara menuju lokasi

Jalan dari Bandung sampai ke lokasi kawah sudah bagus. Jika menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa menggunakan rute Bandung – Lembang – Ciater. Anda tinggal mengikuti jalan Setiabudhi menuju ke Lembang, dan belok kanan ke arah Subang dari bunderan Lembang. Anda tidak perlu khawatir tersesat karena banyak rambu informasi disepanjang jalan.

Jika menggunakan kendaraan umum, anda bisa naik angkutan kota Stasiun Hall – Lembang, berhenti di terminal Lembang, dan di sambung dengan angkot Lembang – Cikole.

Alternatif lainnya adalah dengan naik elf atau angkutan sejenis ke arah subang dari terminal Ledeng di jalan Setiabudhi bandung atau dari terminal Lembang.

Dari arah Bandung, nanti anda akan menemukan jalan masuk ke Tangkuban Perahu di sebelah kiri jalan tepat setelah hutan pinus Cikole. Jika anda menggunakan kendaraan umum, anda dapat menggunakan angkutan khusus yang akan membawa anda ke lokasi dari gerbang masuk. Dari gerbang masuk menuju ke kawah, anda masih harus menempuh jarak sekitar 3 KM.

Jangan khawatir jika merasa lapar atau haus, banyak pedagang dan kantin tempat istirahat yang menyediakan makanan dan minuman. Kelengkapan lain seperti Masjid dan kamar kecil tersedia cukup banyak dan bersih. Sarana parkir juga tersedia cukup luas. Jika anda membawa kendaraan pribadi, anda bisa langsung parkir di dekat kawah tangkuban perahu sehingga tidak perlu berjalan jauh untuk menuju lokasi.

Jika rombongan dengan kendaraan besar/bis, area parkir khusus mobil besar terletak kurang lebih 200 meter sebelum kawah ratu.

Tidak terdapat hotel atau tempat menginap didalam kompleks wisata gunung Tangkuban Perahu. Tapi anda bisa dengan mudah menemukan penginapan dan hotel yang tidak jauh dari lokasi. Anda bisa mencari penginapan di daerah Lembang yang terletak dekat dengan lokasi.

Tiket masuk kawah areal Tangkuban Perahu termasuk relatif mahal. Harga tiket dimulai dari 20 ribu pada hari biasa (weekday) dan 30 ribu di weekend dan hari libur, khusus untuk pengunjung Nusantara. Sedangkan untuk pengunjung manca negara mulai dari 200 ribu di hari biasa (weekday), sampai dengan 300 ribu di weekend.

Simak beberapa area sekitar yang bisa dikunjungi di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu ini.

 

 Kawah Ratu

Kawah Ratu merupakan kawah utama di sini. Ukurannya luas sekali dan bisa dikatakan objek wisata utama dari kompleks wisata tangkuban perahu. Anda bisa langsung memarkir kendaraan di bibir kawah, jadi tidak perlu berjalan jauh untuk menuju lokasi.

Jika ingin menikmati suasana yang lebih tenang, atau ingin sekedar ngopi santai sambil menikmati pemandangan bibir kawah, anda bisa berjalan sedikit menuju ke area sebelah kanan dari parkiran di kawah ratu. Suasana disana jauh lebih tenang. Selain itu terdapat banyak warung dan bangku dipinggir kawah untuk tempat anda ngopi dan istirahat.

Kawah Upas

Kawah upas merupakan kawah kecil yang berada dibagian atas dari kawah ratu. Sayangnya, akses menuju kawah upas ditutup oleh pengelola karena relatif berbahaya untuk pengunjung.

Kawah upas terletak di ujung jalan di sebelah kanan area kawah ratu (jika dari area parkir).

Cikahuripan

Merupakan sumber air yang dipercaya berkhasiat di Tangkuban Perahu. Letaknya sedikit masuk ke hutan, anda harus hiking mengikuti jalan setapak beberapa ratus meter dari gerbang kawah upas. Cikahuripan sering dikunjungi oleh orang-orang dengan niatan/kepercayaan tertentu.

Kawah Domas

Sebetulnya, di area Tangkuban Perahu juga terdapat kawah lain yang layak untuk dikunjungi yaitu kawah domas. Di area kawah ini anda bisa berendam lumpur belerang, karena memang kawahnya bisa didatangi langsung oleh pengunjung. Anda perlu hiking terlebih dahulu sebelum sampai ke lokasi.

Jika berminat menuju kawah domas, disarankan untuk menuju lokasi dari gerbang khusus kawah domas, kira-kira 1 KM setelah gerbang masuk kompleks Tangkuban Perahu (terletak sebelah kanan jalan). Jika dari kawah ratu (kawah utama Tangkuban Perahu) anda harus jalan menuruni tangga yang tersedia, dan terpaksa naik lagi tangga tersebut saat pulang. Lumayan lho, anda akan menempuh kurang lebih 1 KM turun naik tangga jika menuju kawah domas dari area kawah ratu.

Catatan: 

Kami kurang merekomendasikan untuk mengunjungi kawah domas, karena diwajibkan oleh pengelola untuk menggunakan guide. Wisatawan lokal ataupun luar diwajibkan pakai jasa guide dengan harga yang mahal, 100-200 ribu lebih per trip. Padahal untuk menuju lokasi sendiri jalannya bagus dan menurut hemat kami, medannya tidak memerlukan guide.