Trend Fashion ‘Kekayaan Heritage’ Di Media Viewing Trend 2018

GayaKeren.id – Untuk pertama kalinya, Indonesia Fashion Chamber (IFC) menyelenggarakan acara fashion presentation yang bertajuk “Media Viewing trend”.  Media Viewing Trend 2018 ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu 26 – 27 Maret 2018 bertempat di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan perkembangan trend fashion di Indonesia kepada kalangan media, buyer, dan stakeholder terkait. Sebagaiman target program pemerintah, yakni menjadikan Indonesia sebagai salah satu sentra fashion tingkat dunia pada tahun 2025, maka Indonesia dituntut untuk siap sebagai pusat inspirasi dan trend bagi industri fashion global.

Dengan mengangkat kekuatan konten lokal dan kesinambungan dengan trend global serta inspirasi lintas kultur dari mancanegara, Indonesia berpotensi memberikan tawaran trend fashion kepada skala internasional. Untuk itulah Media Viewing Trend diarahkan sebagai program tahunan yang dapat menjadi barometer fashion dunia serta sebagai platform yang turut berperan mendorong perkembangan industri fashion tanah air yang pada akhirnya dapat mewujudkan cita-cita bersama tersebut.

“Dengan mengoptimalkan kekayaan heritage yang kita miliki, industri fashion Indonesia memiliki kekuatan untuk menjadi sorotan dunia. Kita tidak lagi harus menjadi follower dari Eropa dan negara barat. Media Viewing Trend ditujukan untuk memperlihatkan kondisi industri fashion Indonesia yang sebenarnya, termasuk perkembangan trend karya para desainer Indonesia, sehingga mejadi tolok ukur kemajuan fashion Indonesia,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber (IFC).

Media Viewing Trend menampilkan presentasi karya desainer Indonesia yang mewakili sejumlah kategori busana, yaitu Avant Garde, Urban, Muslim, dan Evening Wear.

Selain mempresentasikan rancangan dalam fashion show, para desainer diberi kesempatan untuk menjelaskan tentang rancangannya meliputi konsep desain, produksi, hingga pemasaran, dalam sesi presentasi dan tanya jawab.

Media Viewing Trend 2018 ini menghadirkan koleksi kategori busana Urban & Avant Garde dari sejumlah desainer yaitu RAEGITAZORO, JUMPANONA by Rilya Krisnawati, MALEA by Mega MA, NY by Novita Yunus, Dina Midiani yang berkolaborasi dengan Threadapeutic serta Styling oleh Ali Charisma, Aldre, Yunita Kosasih dan The Future dengan membawa para desainer muda yang baru lulus sekolah mode, diantaranya Inas Nabila, Lania Rakhma, Khara by Gabriella Manurung, Aji Suropati, Ray Alan dan Sasig. Selain itu juga ditampilkan koleksi kategori busana muslim & Evening dari sejumlah desainer yaitu Irna La Perle by Irna Mutiara, Sad Indah, Christine Wibowo, DVK by Defika Hanum, Bramanta Wijaya, Dani Paraswati, Fomalhaut Zamel, Saffana, dan Devy Ros.

 

 

 

Tips Memilih Sepatu Olahraga

GayaKeren.id – Pernahkah sobat GayaKeren merasakan sakit saat pertama kali membeli sepatu? Atau bahkan tidak nyaman memakai sepatu yang baru saja dibeli.

Mungkin saja hal tersebut karena sobat salah memlilih sepatu yang cocok dengan kamu dan kebutuhanmu.

Berikut ini tips memilih sepatu untuk kalian yang hobi olahraga lari :

Pertama, pilih sepatu yang memiliki alas lentur atau lunak karena kebutuhan untuk running atau berlari sangat riskan jika memakai sepatu cassual dengan alas yang keras. Bawahnya, kalau buat running pasti dia lebih empuk dari yang cassual. Kalau buat jalan pasti keras bawahnya. Kalau running terasa empuk.

Kedua, ketahui kebutuhanmu. Maksudnya adalah, untuk apa kamu membeli sepatu tersebut. Jika ingin sekedar jalan makan pilihlah sepatu tipe cassual.

Jika ingin digunakan untuk olahraga lari dan juga untuk jalan biasa, kalian bisa memilih tipe sepatu running. Ada tiga tipe sepatu untuk running, yaitu Free, Zoom dan Lunar.

Jika kalian seorang pelari pemula atau hanya untuk kegiatan lari biasa, maka tipe Free adalah yang tepat. Namun jika tujuannya untuk intensitas kecepatan maka tipe Zoom yang harus dipilih, dan untuk intensitas jarak tipe Lunar-lah yang tepat.

Nah, kalau mau nyari sepatu running harus tahu dulu tujuannya buat intensitas kecepatan atau jarak, kalau kecepatan pakai Zoom kalau jarak baru pakai Lunar. Tapi kalau buat training cukup pakai Free lebih baik.

Ketiga adalah kunjungi store langsung dan tanyakan pada petugas toko karena kebanyakan pelanggan memilih sepatu karena melihat dari sisi tampilan. Disarankan untuk menanyakan langsung ke pegawainya, biasanya ada yang asal ambil karena bagus padahal itu tidak bisa dipakai di running. Nah kalau seperti itu efeknya bisa bikin kaki sakit, sebenernya itu salah persepsi, buat jalan untuk running. Langsung tanya ke storenya, enaknya bisa dijelasin untuk keperluan apa dan mana yang pas.

Nah, sobat GayaKeren, buat yang mau nyari sepatu untuk lari sekali lagi jangan asal pilih karena tampilan saja namun juga sesuaikan dengan kebutuhan, agar tak mengalami kejadian kaki sakit karena salah sepatu.

 

 

 

Pilih-Pilih Sunglasses Sesuai Bentuk Wajah

GayaKeren.id – Menemukan sunglasses yang tepat tidak hanya untuk alasan menunjang penampilan. Utamanya, sunglasses tersebut dapat memberikan perlindungan maksimal pada mata.

Berbelanja sunglasses memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Banyak wanita dipusingkan dengan bentuk dan model yang sesuai dengan selera dan juga wajah yang dimilikinya.

Sunglasses memang utamanya melindungi mata dari paparan radiasi UV. Namun di luar itu, kebutuhan fashion dari sunglasses yang tetap trendi saat digunakan juga menjadi pertimbangan utama. Karenanya, tidak jarang wanita yang rela menghabiskan waktu untuk menemukan sunglasses yang tepat.

Nah jika Anda salah satu di antaranya, tips menemukan sunglasses yang tepat untuk menunjang penampilan dapat disesuaikan dengan bentuk wajah Anda. Berikut panduannya, seperti diulas GH.

Wajah bulat

Dimensi wajah dari bentuk wajah ini ialah wajah hampir sama lebarnya seperti panjangnya tanpa sudut besar di rahang. Sunglasses terbaik yang bisa dipilih ialah menggunakan kacamata hitam dengan sudut yang smooth untuk meminimalisir tampilan struktur wajah.

Wajah persegi

Dimensi wajah dari bentuk wajah ini ialah memiliki empat sudut berebda yang disorot oleh rahang dan garis rambut. Sunglasses terbaik yang bisa dipilih yakni dengan bingkai berbentuk bundar atau oval sesuai dengan wajah persedi karena bentuk tersebut dapat membantu menghaluskan bentuk rahang.

Wajah Oval

Dimensi wajah dari bentuk wajah ini ialah biasanya terdiri dari tiga bagian hingga dua bagian yang lebar sehingga lebar wajah Anda kira-kira sepertiga dari panjang wajah. Wajah oval tidak memiliki sudut besar di sekitar garis rambut atau garis rahang. Sunglasses terbaik untuk jenis wajah ini ialah menghindari bingkai kecil dan bulat karena membuat wajah tampak memanjang. Bingkai yang sesuai ialah bingkai persegi dengan dimensi lebih lebar.

 

 

 

Resmi Dibuka, DFW Hadirkan Tujuh Panggung Runway

GayaKeren.id – Secara perdana event Digital Fashion Week Jakarta 2017 dihelat di Plaza Indonesia. Sederet talenta dan kreasi fashion terpilih ikut meramaikan di dalamnya.

Berbagai brand dan desainer ternama dari berbagai negara yang lolos proses kurasi ketat dari Digital Fashion Week Jakarta 2017 (DFW JKT 2017) turut meramaikan event yang pertama kali diselenggarakan di Jakarta ini. Mereka di antaranya berasal dari negara Prancis, Italia, Afrika Selatan, Thailand, Singapura dan Indonesia.

“Setelah lima tahun berjalan di Singapura dan Thailand, kami sangat senang akhirnya dapat menggelar edisi pertama DFW JKT 2017. Kami bangga mempersembahkan talenta-talenta hebat, brand dan pakar dari berbagai belahan dunia untuk berbagi karya dan kisah sukses mereka dengan penggiat fashion penting di Indonesia,”ujar Charina Widjaya, Managing Director DFW Creative, pemilik dan penyelenggara DFW.

Selama perhelatan acara, nama-nama tenar di industri fashion internasional akan meramaikan panggung runway DFW JKT 2017. Ada Harry Halim (Paris), Chu Suwannapha (South Afrika), Betty Tran (Australia), David Tlale (Afsel), Michelle Surjaputra (Lotuz, Indonesia), Mario Ippolito (IT’s Lifestyle, Italy).

Tak hanya itu, Raffles Design Institute juga turut meramaikan perhelatan panggung runway dengan menampilkan karya terbaik dari beberapa lulusan terbaik mereka dari dua negara yakni Paul Nataphol dan Witchaya dari Thailand serta Inge Kiang (Ink Studio), Adelyn Putri (Nude Femme) dan Shannon Sutiono dari Indonesia.

Deretan pakar inspiratif di industri fashion duniia juga akan berbagi kiat untuk mencapai kesuksesan di dunia fashion internasional. Mereka di antaranya Elena Bara (digital fashion editor Vogue Italia), Christelle Noviaire-Domec (Global Crative Consultant), Didier De Villiers (Pendiri Brand Fashion Afrika Selatan Magent) serta tokoh inspiratif lainnya.

Dress Bling-Bling Fenita Arie

GayaKeren.id – Hadir di perhelatan bergengsi, Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2017, deretan pesohor tampil istimewa. Menyuguhkan tampilan terbaiknya dengan balutan busana special.

Helatan penting seperti halnya Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2017 memang selalu menjadi ajang yang ditunggu-tunggu. Tidak saja para insan music Tanah Air tetapi juga para selebriti yang turut meramaikan dan menjadi tamu di ajang tersebut.

Tak hanya itu, sesi red carpet yang selalu menjadi ‘buruan’ kamera juga menjadi sesi yang dinantikan. Di sesi tersebut, para selebriti biasanya memamerkan tampilan special mereka yang begitu memukau. Tak mengherankan, sesi red carpet menjadi sesi yang dinanti-nanti banyak mata.

Di helatan AMI Awards 2017, sesi red carpet pun menjadi bagian special dari event  akbar tersebut. Pasalnya, para pesohor yang melintas di red carpet tentu saja akan memamerkan wardrobe terbaik mereka kepada pewarta dan juga publik.

Salah satunya yang tampil special di helatan tersebut yakni Fenita Arie. Istri dari Arie Untung tersebut hadir dengan balutan dress bling-bling dan asken bulu-blu di bagian tangan dan pinggang.

Dress berwarna gold yang menjuntai ke lantai tersebut membuat Fenita tampil gorgeous. Aksen bling-bling yang memenuhi sekujur gaun serta bulu-bulu yang menambah kesan mewah dress yang dikenakannya menjadikan tampilannya semakin memukau.

Tanpa banyak detail, Fenita yang menggunakan gaun dari koleksi Asky Febrianti serta make up & hair do dari Adi Arie tersebut sukses memberikan kesan glamor dalam acara penting seperti AMI Awards 2017.

Seperti diketahui, AMI Awards 2017 ke-20 dihelat di Theater Garuda TMII, Jakarta Timur. Mengusung tajuk Musik Tapa Batas, event ini memberikan penghargaaan terhadap karya-karya musik terbaik anak negeri dimana dimeriahkan deretan musisi dan artis ternama Tanah Air.

 

Saat Tenun & Mutiara Berpadu

GayaKeren.id – Keindahan tenun dan kilau mutiara menjadi sebuah kolaborasi cantik dalam koleksi ready to wear. Brand Shiloh dari Adinda Moeda dan Mysa by Emylia Maisa menyuguhkan kreasi cantik tersebut.

Koleksi Adinda sendiri terinspirasi dari keindahan kain alam NTT serta adat istiadatnya yang menggambarkan alam dan riwayat perjalanan hidup si penenun yang dikemas dengan unik dan eksotis menjadi produk jadi.

Proses sakral penenunan yang memiliki ciri, fungsi dan nama tersendiri serta gambaran tenun yang umumnya menggambarkan alam lingkungan sekitar, riwayat perjalanan hidup penenun dan sebagainya menginspirasi Adinda dalam menelurkan koleksi semi ready to wear.

Koleksi cantik itu pun begitu ringan karena dapat digunakan dalam keseharian dengan gaya yang tetap simpel elegan. “Aneka tenun Sabu NTT yang dihadirkan diaplikasikan dalam bentuk dress yang dipadankan dengan kain lace dan satin. Koleksi sebanyak 15 set tersebut didominasi warna-warna alam,”ujar Adinda.

Sementara Emylia Maisa melengkapi koleksi Adinda dengan aksesoris Mysa yang ditampilkan dalam desain yang terinspirasi dari alam seperti bunga, pepohonan dan hewan seperti ayam, burung dan ular.

“Alam NTT memberikan banyak inspirasi untuk aksesori yang dapat dipadukan dengan tatanan lempeng emas Yogya dan mutiara air tawar,”ujar Emylia.

Kolaborasi cantik Adinda dan Emylia memang patut diapreasiasi. Keindahan budaya Nusantara yang dihadirkan dalam koleksi fashion tentu menjadi promosi tersendiri bagi kekayaan Indonesia secara lebih luas.

Kehadiran koleksi semi ready to wear yang disuguhkan sehingga bisa digunakan pecinta mode dalam melengkapi gaya sehari-hari mereka tentu menjadi nilai plus tersendiri. Bahwa kain wastra yang sering dianggap ‘berat’ dan hanya dipakai acara-acara tertentu saja kenyataannya dapat hadir dengan cantik melengkapi tampilan seseorang dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan banyaknya pemakai yang mengapresiasi karya anak negeri diharapkan tidak saja produk ini dapat bersaing secara global tetapi juga memberikan impact terhadap pertumbuhan positif sektor ekonomi kreatif Indonesia.

 

Doraemon Pop Up Shop D’Strict 2112 Pertama di Asia

GayaKeren.id – Sukses dengan program Doraemon Expo 2014 dan 2015, PT Berkat Animasi Internasional Indonesia (AIIA) meluncurkan kampanye program terbarunya. Doraemon Pop Up Shop pertama untuk pasar Asia  pun diluncurkan.

Hadir di Mall Grand Indonesia, Jakarta, program ini mengusung konsep Pop Up Shop bertema D’Strictt 2112. Kehadiran Doraemon Pop Up Shop ini tentunya menjadi program yang dapat mendekatkan karakter Doraemon dengan para pecintanya melalui dunia fashion.

D’Strict 2112 terinspirasi dari gaya street style kaum urban yang mendominasi tren fashion di kalangan anak muda. Tema ini menggambarkan anak muda yang menyukai Pop Culture Hits on the street (HOTS) dan 2112 yang merupakan tahun kelahiran Doraemon.

“Dalam program Doraemon Pop Up Shop D’Strict 2112 yang kami helat, kami berkolaborasi dengan beberapa brand fashion dan mal-mal ternama. Selain itu, kami juga menghadirkan model-model muda yang akan menampilkan berbagai produk dengan gaya street style favorit seperti bomber jacket, denim, printed travelling dan adventurer bags, dan sebagainya,”ujar Helena Irma selaku Direktur PT AIIA.

Ditambahkan Helena bahwa Pop Up Shop D’Strict 2112 ini akan menjadi area yang dapat dikunjungi para pecinta Doraemon untuk mengobati rasa rindu secara langsung. Tak hanya itu, para pengunjung juga dapat menemui dan membawa karakter kesayangannya di koleksi produk fashion favorit dari brand ternama.

Keberadaan Pop Up Shop D’Strict 2112 sendiri digelar di Fountain Atrium West Mall Level 3A Mal Grand Indonesia hingga 5 November 2017 dan berlanjut ke beberapa mal lainnya di Jakarta dan Surabaya.

“Untuk memudahkan pecinta Doraemon mendapatkan koleksi produk yang diinginkannya, kami juga berencana menjalin kerja sama dengan toko online di Indonesia. Kami berharap Pop Up Shop D’Strict 2112 ini semua elemen dapat menyatu dan menjadi tren baru di kalangan anak muda,”tambah Helen.

 

Kolaborasi Cantik Make Over dengan Tiga Desainer

GayaKeren.id – Memeriahkan perhelatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, Make Over yang mengusung tren make up bertajuk ‘Wanted’. Koleksi tren tat arias Spring Summer 2018 tersebut pun dikolaborasikan cantik dengan industri mode dimana Make Over menggandeng tiga desainer kenamaan Tanah Air untuk merepresentasikan tren terbarunya.

Melalui Wanted, Make Over menunjukkan kepiawaiannya dalam menciptakan tampilan make up. Tiga desainer Indonesia yang terpilih bersinergi dengan Make Over pun berusaha menerjemahkan tren tata rias terbaru dari Make Over tersebut.

Mereka di antaranya Sean Sheila, Tities Sapoetra dan Diniira. Sean kali ini membawakan koleksi bertajuk Humanity dimana terinspirasi dari kontimansi lautan oleh ulah manusia. Koleksinya terfokus pada sportswear dengan bahan polyester daur ulang, organza silk dan renda yang dibuat khusus serta penggunaan warna hijau dan kuning terang dimana terinspirasi dari Butterfly fishdan berpadu dengan warna gelap yang terinspirasi dari hasil kontaminasi lautan.

Sementara Tities Sapoetra menampilkan koleksi rancangan beautiful mind dimana tergambar dari printing serta manic-manik yang menggambarkan keragaman kecantikan wajah perempuan sebagai sentuhan akhir. Potongan pola tegas seperti blazer, oversize dress serta flaire pants dan dipadu dengan tampilan blushing gleam dari Make Over menggambarkan sisi feminine dari seorang perempuan yang tetap berani bereksplorasi.

Sedangkan Diniira menampilkan koleksi perempuan yang terinspirasi dari keindahan budaya, motif dan lansekap tanah Flores. Keindahan ini direpresentasikan secara kontemporer dan modern dengan aplikasi 3D payette beadings, sequins dan sulam serta dilengkapi Coral Silhouettedari Make Over.

“Make Over percaya bahwa ketiga desainer ini mampu merepresentasikan pesan yang ingin kami sampaikan melalui perhelatan Wanted. Kami percaya bahwa setiap perempuan memiliki sisi keunikan karakter masing-masing yang tergambar dari tiga area wajah dan tergambar dari gaya berpakaian. Kami sangat yakin setiap keunikan karakter perempuan mampu menjadikan mereka sorotan utama dan mencuri perhatian sekitar dalam setiap aktivitas,”ujar Stephanie Lie, Make Over Brand Manager.

 

“Buku Face on Point” Kolaborasi 3 Generasi Makeup Artist Indonesia

GayaKeren.id – Di tengah maraknya tren beauty dan perkembangan media social sebagai platform berekspresi saat ini, lebih mudah mengetahui berbagai macam tutorial dari seluruh penjuru dunia. Dampak dari tren ini pun menghasilkan makeup artist baru dan beauty enthusiast’s yang memiliki karakter masing-masing untuk ditunjukan. Aksesibilitas dan keberagaman tersebut, justru memanggil kembali orisinalitas dari teknik yang akan membedakan Anda dari berbagai aspired makeup artist lainnya.

Kolaborasi tiga generasi makeup artist antara Irwan Riady, Adi Adrian dan Marlene Hariman, memberikan angin segar bagi para pencinta buku di Indonesia maupun di luar negeri terutama para pencinta seni tata rias. Tiga makeup artist senior dan memiliki cerita tersendiri dalam kariernya sebagai makeup artist di Indonesia, “membedah” seluruh pengalaman mereka untuk pertama kalinya, seperti Irwan Riady, Adi Adrian dan Marlene Hariman

Hasil dari kerja keras mereka bertiga dengan berbagai latar belakang dan pengalam yang mereka dapatkan terbayar dengan terbitnya buku Face on Point. Melalui buku ini, Irwan Riady, Adi Adrian dan Marlene Hariman akan memandu para pencinta dunia tat aria bagaimana membuat hasil karya makeup yang sangat smooth, dan terlihat natural di saat yang bersamaan.

Mulai dari gaya makeup pernikahan tradisional, internasional, kebaya modern, glam look, hingga daily makeup, buku ini akan menjadi buku tutorial makeup pertama di Indonesia yang menunjukan ‘tangan dingin’ dan kreativitas tiga makeup artist di Indonesia tersebut, serta semakin menginspirasi kalian semua dalam merias wajah.

“Aku tidak pernah menyangka perjalanan dan pengalaman di dunia Makeup akhirnya bisa saya tuangkan dalam buku dengan berkolaborasi bersama Adi Adrian dan Marlene Hariman, dengan terbitnya buku ini mengingatkan salah satu pesan almarhum ayah saya yang mengatakan ‘Be the last person to laugh’ pesan tersebut yang membuat saya selalu mantap untuk menjalani segala pekerjaannya dengan menciptakan jalur sendiri, tidak ‘ngoyo’ dan saya tidak suka deadline.” Ujar Irwan Riady.

“Saya sangat suka sekali berbagi pengalaman dan ilmu yang telah saya dapatkan selama karir saya di dunia makeup artist, dengan terbitnya buku ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pelajaran yang baru untuk generasi muda yang tertarik di dunia makeup artist,” Ungkap Adi Adrian.

Kehadiran buku Face on Point ini sangat ditunggu-tunggu oleh pembaca di Indonesia dengan tulisan yang ringan namun dapat dimengerti oleh semua kalangan, yang disertai juga dengan design yang eye-catching dan modern. Buku ini juga berkolaborasi antara photographer fashion, beauty, hairstylist dan sangat ternama di Indonesia.

“Mudah-mudahan melalui Buku Face on Point ini dapat menginspirasi anak-anak muda agar lebih percaya diri dengan mimpi dan lebih kreatif lagi dalam mengembangkan bakatnya. Mudah-mudahan buku ini dapat memberikan dampak positif bagi para pencinta makeup di Indonesia dan sukses serta diterima oleh masyarakat Indonesia,” tutup Marlene Hariman.

Modest Fashion Perkokoh Ekonomi Tanah Air

GayaKeren.id – Industri modest fashion memiliki peluang potensial untuk memaksimalkan sektor ekonomi Tanah Air. Peluang pasar yang diciptakan baik di dalam negeri dan luar negeri yang cukup besar diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas.

Muslim Fashion Festival (MUFEST) yang digagas Indonesian Fashion Chamber (IFC) dimana menghadirkan koleksi modest fashion dan telah digagas sejak 2016 menjadi salah satu event yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

MUFFEST 2018 yang bakal dihelat pada 19-22 April 2018 turut mengukuhkan kompetensi produk modest fashion Indonesia sehingga dapat menguasai pasar lokal dan sanggup bersaing di pasar internasional.

MUFFEST 2018 juga diharapkan dapat memasarkan keunggulan modest fashion Indonesia melalui ready to wear craft fashion dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting sehingga dapat menjadi inspirasi modest fashion dunia.

“MUFFEST tak hanya ditargetkan sebagai platform untuk menggerakkan bisnis para pelaku usaha modest wear Indonesia tetapi juga diarahkan menjadi destinasi wisata belanja modest fashion. Selain menarik buyer dalam dan luar negeri, MUFFEST akan menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung, berbelanja, menyaksikan fashion show dan melihat trend modest fashion dunia di Indonesia,”ujar Ali Charisma selaku National Chairman IFC.

Berdasarkan data yang dilansir Kementrian PErdagangan pada periode 2012-2016, nilai ekspor produk fashion muslim menunjukkan peningkatan yang positif. Pada 2016, dari total nilai ekspor produk fashion 16,21 miliar USD, nilai ekspor fashion muslim mencapai 4,42 miliar USD dengan negara tujuan ekspor terbesar, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea dan China.

Perhelatan MUFFEST 2018 pun diharapkan dapat menjadi barometer modest fashion global. Apalagi, industri modest fashion Indonesia tengah giat diarahkan sebagai penggerak ekonomi baru yang potensial  menciptakan pasar di tingkat nasional maupun internasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air.