Kerukunan Keluarga Kawanua Presentasikan ‘Wonderful Kain Minahasa’ Di Panggung Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Komunitas Kerukunan Keluarga Kawanua ‘unjuk gigi’ pada hari terakhir di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week 2019, di atrium Senayan City, Jakarta.

Mengangkat kebudayaan asli Minahasa bertajuk ‘Wonderful Kain Minahasa’, 3 desainer berdarah Minahasa / Manado unjuk kebolehan lewat karyanya masing-masing.

Sizzy Matindas mempersembahkan koleksinya lewat ‘Batik Bercerita’, yang mengangkat karya spesial cerita adat dan budaya Minahasa diantaranya : Kabasaran, Tari Maengket, Tomohon Kota Bunga, Rumah Adat Minahasa, Under Water Colour, Phaius.

Jumico Jacob mempersembahkan sebuah ‘ecoprint’ kain mencetak daun khas tanaman Minahasa yaitu Gedi. Sebuah daun dari tanaman khas di Minahasa yang biasa di gunakan dalam berbagai masakan khas Minahasa.

Sedangkan Karya Karema mengangkat ‘Kain Bentenan’, kain tenunan asli khas leluhur rakyat di daerah Minahasa sejak abad ke – 9. Kain Bentenan inimemiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi , sosial budaya suku-suku di Minahasa dan sekitarnya.

Kain ini sempat menjadi komoditas perdagangan kuno nusantara sampai kedatangan bangsa eropa di Minahasa. Sejak pendudukan Belanda, Kain Bentenan mulai kehilangan perannya di masyarakat Minahasa, dan sejak akhir abad ke – 19 tak ada lagi generasi penerus  di Minahasa yang memiliki keahlian menenun kain ini.

Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua mengatakan, keikutsertaan Karya Karema melalui Kain Bentenan di ajang Jakarta Fashion Week tahun ini adalah suatu langkah besar yang ingin mempertegas dan memperkuat kehadiran kembali Kain Bentenan yang telah hilang hampir 200 tahun, dan berharap dapat berpartisipasi kembali di ajang ini tahun depan dengan menggandeng desainer-desainer berbakat asal Minahasa

“Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) akan terus mempromosikan keindahan budaya Minahasa kepada masyarakat luas dan akan mensupport kreativitas dari perwakilan Minahasa yang berani tampil di ajang seperti ini sebagai ajang promosi sekaligus mengangkat ekonomi industri lokal”, tutup Angelica di jumpa pers seusai present show.

 

 

L’Oréal Professionnel Luncurkan Koleksi Tren Warna Rambut “Parisian Cool Balayage” di Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – L’Oréal Professionnel meluncurkan tren warna dan tatanan rambut terkini: Parisian Cool Balayage – dengan dominasi warna rambut bernuansa dingin pada panggung Jakarta Fashion Week 2019 sekaligus untuk ketujuh kalinya memberikan dukungan sebagai Official Backstage Partner di Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 yang berlangsung pada 20-26 Oktober 2018.

“Jakarta Fashion Week selalu menjadi ajang yang paling ditunggu dalam perhelatan mode Indonesia. Kami percaya bahwa kemajuan industri tata rambut juga tidak terlepas dari kemajuan industri mode. Karenanya, sebagai brand hairdressing terdepan, tentunya kami tidak ingin melewatkan memberikan dukungan secara keseluruhan dengan menurunkan ke-55 backstage hairstylist terpilih selama ajang JFW 2019, sekaligus mempersembahkan koleksi tren warna terbaru yang paling ditunggu, Parisian Cool Balayage. Hal ini pun juga sebagai bentuk perwujudan dari komitmen kami pada tiga pilar L’Oréal Professionnel untuk selalu memberikan inovasi, inspirasi dan edukasi,” jelas Hendra Purjaka selaku Brand General Manager L’Oréal Professionnel.

Sesuai dengan namanya, Parisian Cool Balayage terinspirasi dari warna-warna berpantulan dingin dengan nuansa Ash, Silver dan cokelat keunguan, sehingga menghasilkan warna-warna cool tone seperti Ash brown, Metallic, dan Chocolate Mauve.

Warna-warna ini dipilih karena warna cokelat masih menjadi warna rambut yang paling dicari sepanjang dua tahun terakhir[1]. Sementara warna rambut metallic adalah salah satu tren warna rambut di tahun 2018[2]. Penggabungan keduanya menghasilkan warna coklat keabu-abuan yang menghasilkan padu padan berani, modern dan fashionable.

“Kami pun menghadirkan kembali teknik balayage karena antusiasme konsumen pada teknik tersebut masih tinggi. Teknik balayage dirasa mampu mempresentasikan warna yang fashionable namun tetap bisa diaplikasikan untuk sehari-hari. Salah satu warna yang ditampilkan dalam Parisian Cool Balayage adalah Chocolate Mauve, di mana warna ini juga dikenal dengan sebutan warna pelangi versi cokelat brunette. Perpaduan warna coklat brunette yang playful dengan gradasi warna ungu dan teknik balayage, cocok untuk segala skintone, baik yang memiliki cool maupun warm skintone.” ujar Indra Tanudarma, Head of Education L’Oréal Professionnel.

Parisian Cool Balayage dihadirkan dengan 9 shades warna baru dari Majirel Metal, Majirel Shimmer dan 3 warna baru dari DIA Richesse yang diaplikasikan dengan teknik balayage. Bersama dengan 5 hairdresser ambassador-nya, Alfons, Andy Lie, Arie Hidayat, Irwan Rovani, dan Lie Kuang; L’Oréal Professionnel menampilkan 5 koleksi Parisian Cool Balayage yang juga dipresentasikan oleh 5 muse: Kezia, Reina, Nara, Deasy dan Yosie dengan menggunakan busana dari desainer Natalia Kiantoro dan SOE.

“Melalui peluncuran tren Parisian Cool Balayage di ajang JFW 2019 ini, L’Oréal Professionnel dapat memberikan inovasi, inspirasi dan edukasi bukan hanya bagi para pecinta dan pelaku dunia hairdressing Indonesia, tetapi juga dapat memajukan industri mode yang secara langsung memiliki keterkaitan kuat dengan industri tata rambut.” tutup Hendra.

 

Koleksi Tren “Parisian Cool Balayage” L’Oréal Professionnel

  1. PURPLE RAIN BABYLIGHTS oleh Alfons

Merupakan hasil kreasi hairdresser ambassador Alfons dengan muse Kezia. Tampilan yang memanfaatkan kekayaan warna Majirel .20 dan diikuti dengan Majirel .22 untuk menciptakan babylights, menghasilkan dominasi warna ungu pada rambut dengan kesan elegan dan fashionable.

  1. DUSTY LAVENDER PIXIE oleh Andy Lie

Merupakan hasil kreasi hairdresser ambassador Andy Lie dengan muse Reina. Memanfaatkan teknologi Majirel .22 dan 10 pada batang dan ujung rambut. Tampilan ini didominasi warna ungu muda dan silver memukau dengan potongan rambut bergaya Pixie memberikan tampilan ready-to-go yang berani, cocok bagi wanita dinamis.

  1. MYSTIQUE-ASH BOB oleh Arie Hidayat

Merupakan representasi karya hairdresser ambassador Arie Hidayat dengan muse Nara. Ia memanfaatkan teknologi Majirel .11 dan 10 pada bagian akar, diikuti dengan DIA Richesse .11 pada batang dan ujung rambut. Warna rambut ini dipadukan dengan potongan rambut Bob, menghasilkan tampilan misterius, stand out tapi tetapi bisa diaplikasikan untuk tampilan sehari-hari.

  1. SMOKEY BEIGE BALAYAGE oleh Irwan Rovani

Merupakan karya hairdresser ambassador Irwan Rovani dengan muse Deasy. Sapuan warna Ash Brown sangat cocok untuk wanita muda yang berani, dinamis, namun ingin tampil natural.

  1. CHOCOLATE MAUVE BALAYAGE oleh Lie Kuang

Merupakan representasi karya hairdresser ambassador Lie Kuang  dengan muse Yosie. Menggunakan teknologi DIA Richesse .20 & Majirel .22 dengan teknik Balayage, menghasilkan tampilan Chocolate Mauve dengan warna brunette yang subtle namun stylish.

 

 

Anne Avantie Ekspresikan ‘Badai Pasti Berlalu’ Dalam Karyanya Di JFW 2019

 

GayaKeren.id – Pada perhelatan JFW 2019 kali ini, ada yang berbeda  dalam konsep gelaran karya dari seorang Anne Avantie.

Mengangkat tema “Badai Pasti Berlalu” yang mengandung luapan emosi, inspirasi dan imajinasi yang melebur menjadi satu dan dikemas dalam suatu pergelaran karya seni yang memberikan warna baru dalam khasanah budaya dan busana Indonesia melalui ‘kain tenun’.

Berawal dari inspirasi dan imajinasi yang terlahir dari empati oleh karena musibah bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala dan Lombok, Anne Avantie menghadirkan konsep dan nuansa berbeda pada pergelaran Badai Pasti Berlalu.

Melalui kain tenun Anne Avantie menunjukkan sebuah kepedulian untuk terlibat dalam misi sosial melalui seni budaya dan busana. Dalam keindahan yang muncul dari tiap garis guratan warna dan corak indah kain tenun bukan mesin, seolah membawa pencerahan dan secercah harapan bahwa duka Palu, Donggala dan Lombok akan segera berlalu.

“Hati saya tersentuh untuk melakukan sesuatu bagi sesama yang saat ini tertimpa bencana. Lewat karya ini, saya suarakan kepedulian yang sangat menyentuh dan ‘Badai Pasti Berlalu’ menjadi ungkapan rasa peduli kami semua sebagai manusia,” ujar Anne Avantie dalam konferensi pers sebelum shownya.

Baginya, roda kreativitas harus terus berjalan, tak mengenal waktu ataupun tempat. Meski duka masih menyelimuti Palu, Donggala dan Lombok, ia ingin kain tenun terus dihidupkan layaknya sebuah harapan.

“Setiap orang pasti mengalami kedukaan. Namun duka harus berlalu. Tenun harus tetap berjalan agar bisa menghidupi banyak keluarga,” tegas Anne.

Melihat koleksinya, Anne menonjolkan betapa indahnya tenun Indonesia. “Perlu diketahui, kain tenun yang dijadikan highlight koleksi ini saya buat dari awal pemintalan benang, jadi bukan berasal dari kain tenun yang sudah jadi,” ungkap Anne.

Anne Avantie mempersembahkan 50 karya busana tenun di panggung JFW 2019 ini. Kain-kain tenun yang dieksplorasi dalam gaya kasual, dikemas cantik sebagai outer ataupun dikawinkan bersama brokat, juga kain lurik berhias payet. Detail guntingan yang tampak mentah turut diperlihatkan sebagai opsi lain kain tenun.

Dalam pagelaran “Badai Pasti Berlalu” ini, Anne melakukan donasi untuk para korban bencana alam berupa pemberian 10 kapal nelayan. Hal ini diharapkan bisa membuat kehidupan para korban bisa bangkit kembali, nelayan dapat melaut kembali, tenun kembali bergeliat sehingga dapat menafkahi keluarga mereka pasca bencana.

Pada pagelaran busananya, banyak publik figur yang ikut berlenggok membawakan koleksi Anne Avantie ini. Misalnya Maia Estianty, Tantri Kotak, Surya Saputra, Kimmi Jayanti, Wulandari, dan Mikha Tambayong. Ada pula penyanyi Marion Jola yang datang bersama Rayi ‘RAN’, stylist Caren Delano pun hadir dengan tubuh dibungkus kain tenun, senada dengan Surya Saputra yang juga menjadi model.

Serta yang tak kalah hebohnya adalah Menteri Susi Pudjiastuti. Yang memakai bustier hitam dan outer wear dari kain tenun. Penampilannya disempurnakan dengan knee-high boots berbahan mengkilap, turban dan kacamata hitam yang edgy.

 

 

Usung Wear Your Oriental, Sayee – Brand Modest asal Korea Luncurkan Koleksi Keduanya Dalam Gelaran Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Brand Modest Fashion asal Korea, Sayee, meluncurkan koleksi keduanya bertajuk ‘Wear Your Oriental’, sebuah inspirasi dari Hanbok sebagai pakaian tradisional asal Korea yang tercermin dalam modest fashionnya dengan siluet yang kuat.

Sayee membawa prinsip modest fashion untuk mengkomunikasikan kepercayaan diri dan ketrampilan seorang wanita dengan gaya Hanbok Korea Populer sebagai pakaian yang memberikan penutup penuh dengan garis-garis kuat yang tersorot dalam karakter diri yang kuat dari pemakainya.

“Rangkaian koleksi kedua kami ini sebagai bentuk transformasi Hanbok Korea  sebagai fashion statement  untuk para wanita di Korea dimulai dari ide orisinal tentang kesederhanaan dan kesopanan dalam budaya yang berbeda melalui gaya Cheol-Lik yang kuat menjadi elemen utama untuk koleksi Sayee yang merepresentasikan rasa percaya diri,” kata Joon Woon Baek, Sayee Director.

Hanbok bergaya modern ini hadir dengan warna earthy-tone seperti burnt orange, tangerine, mustard dan greyish green yang memiliki struktur feminin dengan siluet yang kuat dan menggunakan kombinasi modern modest dan urban yang menonjolkan sebuah karakter estetika personal untuk meningkatkan suasana hati.

Sayee Brand Director, Seira Meutia, menjelaskan bahwa Sayee sebagai gaya Hanbok modern mudah di mix and match, yang bisa dikenakan dengan outerwear panjang yang dipasangkan dengan denim sebagai gaya klasik yang stand out dengan pengembangan pola hijab modern dengan contemporary oriental art sebagai ekspresi self discovery yang ditekankan dalam koleksi berwarna tegas.

Sayee yang turut berperan dalam perhelatan Jakarta Fashion Week ingin mempertegas komitmennya di pasar Indonesia sekaligus untuk menginspirasi wanita Asia untuk saling memberdayakan dan menyampaikan pesan dalam membangun penghargaan diri bagi para wanita.

 

 

Megah Nan Mewahnya Gaun Malam Karya Kolaborasi Caren Delano – Yosep Sinudarsono

 

GayaKeren.id – Tak hanya busana-busana unik nan indah yang wara-wiri di runway Jakarta Fashion Week (JFW) 2019. Deretan aksesoris cantik hasil karya finalis Lomba Perancang Aksesori (LPA) 2018 juga tampil, Selasa, 23 Oktober 2018 di Senayan City, Jakarta.

Selain memamerkan karya finalis Lomba Perancang Aksesori (LPA) 2018, acara final LPA di Jakarta Fashion Week 2019 turut diramaikan special show persembahan UBS Gold.

Didominasi warna hitam dan siluet yang memeluk tubuh, Yosep Sinudarsono ingin menunjukkan karakter seorang wanita yang seksi, strong, dan bold. Dan untuk menambahkan kesan glamor, Caren Delano pun memadukannya dengan statement gold jewelries yang mewah. Bisa dibilang, perpaduan warna hitam dan gold memang tidak pernah gagal menciptakan tampilan yang menawan.

Produsen emas terbesar di Indonesia ini menggandeng Caren Delano—selaku Brand Ambassador, dan Yosep Sinudarsono untuk menciptakan koleksi mewah dan spesial. Kolaborasi antara desainer dan fashion stylist ini sukses menciptakan 21 tampilan gaun malam mewah yang tampak kian memesona dengan sentuhan perhiasan dari UBS Gold.

 

 

Ajang Pencarian Bakat Remaja, Gadis Sampul 2018 Turut Ramaikan JFW 2019

 

GayaKeren.id – Ajang final pencarian bakat remaja Gadis Sampul 2018 turut meramaikan gelaran Jakarta Fashion Week 2019. Acara ini digelar di fashion Atrium, Senayan, City, Jakarta, Minggu (20/10/2018).

Tahun ini, Gadis Sampul 2018 mengusung tema Be You, Not Them, yang menceritakan keunikan dari setiap finalis. Masing-masing finalis memperkenalkan nama, asal, serta keunikan yang mereka miliki di hadapan para undangan yang hadir. Sebanyak 20 finalis tampil maksimal.

Kehebohan euforia semakin terlihat melalui penampilan 20 finalis Gadis Sampul yang mengenakan fashion penuh warna nan elegan, karya Monday To Sunday yang semakin stylish dengan sepatu dari Adorable Projects. Pada momen penobatan, 20 finalis Gadis Sampul kembali hadir di atas panggung.

Mengenakan gaun Coast London yang dipilih sendiri oleh para finalis seakan menjadi kebanggan sendiri bagi para finalis. Gaun berwarna putih, emas, hitam, merah, maupun merah muda yang dibalut dengan motif bunga membuat para finalis tampak anggun namun tetap mencerminkan kepribadiannya masing-masing.

Dari 20 finalis akhirnya terpilih lima orang, di antaranya yaitu Nilakandiah Suniagita Dowson (14 tahun, Jakarta), sebagai Gadis Sampul Girlgang Ambassador 2018. Kemudian Allyson Estes (15 tahun, Jakarta) menjadi pemenang Favorit Gadis Sampul 2018. Untuk Runner Up II Gadis Sampul 2018 diperoleh Jihanna Sunandari Ralie (16 tahun, Jakarta) dan Intan Annur (16 tahun, Bali) sebagai Runner Up I Gadis Sampul 2018.

Sementara itu, sebagai puncak acara, juara utama Gadis Sampul 2018, adalah Aliya Syakila Safana (15 tahun, Yogyakarta). Final show ini ditutup dengan berpindahnya mahkota bunga Gadis Sampul 2016, Carmela Zabrina Nelly van Der Kruk, kepada Aliya.

Final show sebagai puncak acara diakhiri dengan penyematan mahkota bunga gadis sampul kepada pemenang Gadis Sampul 2018, Aliya Syakila Safana (15 tahun) asal Yogyakarta, yang diserahkan oleh Jawara Gadis Sampul 2016, Carmela Zabrina Nelly Van Der Kruk.

 

 

Gelaran Jakarta Fashion Week 2019 Resmi Dibuka

 

GayaKeren.id – Gelaran Jakarta Fashion Week 2019 resmi dibuka, Sabtu, (20/10/2018) kemarin. Digelar untuk yang kesebelas kalinya, ada lebih dari 200 desainer lokal dan mancanegara yang bakal menampilkan koleksi fashion terbaik mereka selama enam hari event JFW 2019 berlangsung.

Jakarta Fashion Week 2019 tahun ini akan menampilkan lebih dari 2500 koleksi terbaru karya 180 designer, dan akan ada lebih dari 100 label tenant di area Fashionlink Showroom & Market yang akan berlangsung di The Hall Lantai 8, Senayan City pada 22-26 Oktober 2018.

Deretan desainer lokal yang ikut serta dalam JFW 2019 diantaranya adalah Barli Asmara, Dian Pelangi, ETU, Ria Miranda sampai Zaskia Sungkar.

Selain mengeksplorasi karya desainer Tanah Air, JFW 2019 juga berkolaborasi dengan beberapa negara seperti Australia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Perancis, India dan Pakistan.

Misalnya, Kedutaan Besar Australia yang menggandeng Aborigin Art Centre dipanggung Novita Yunus. Ada juga peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang  di mana penata gaya ternama Jepang, Makoto Washizu akan menata gaya tampilan karya label Indonesia Fashion Forward yaitu Bateeq, Danjyo Hiyoji, serta NY by Novita Yunus pada gelaran JFW 2019 kemarin.

Negara-negara sahabat yang ikut memeriahkan acara tahunan ini ada Australian Embassy Jakarta, British Council, Japan Fashion Week Organization, Korea Content Creative Agency (KOCCA) serta Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE) dari Korea Selatan, serta Fashion Design Council of India. Wajah baru dari parter internasional kami adalah bentuk kerjasama dengan Emerging Pakistan.

“Setiap tahunnya, Jakarta Fashion Week didukung oleh mitra-mitra strategis yang selalu mendampingi langkah kami yaitu para sponsor, dan juga ada mitra internasional,” ungkap Lenny Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

 

 

Backstage Hairstylist Audition – A Road to Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Di tahun ke-7 partisipasinya sebagai “Official Backstage Partner” Jakarta Fashion Week, L’Oréal Professionnel telah memilih 55 hairdresser terbaik untuk menjadi official backstage hairstylist selama perhelatan mode yang paling ditunggu setiap tahunnya ini melalui rangkaian kegiatan Road to Jakarta Fashion Week 2019.

“Selain sebagai bentuk komitmen L’Oréal Professionnel dalam mendukung industri tata rambut dan mode tanah air, kami melihat banyak potensi lokal dan ajang Jakarta Fashion Week menjadi kesempatan dan wadah bagi para hairdresser untuk mengembangkan potensi dan keahliannya. Untuk itu, seperti beberapa tahun sebelumnya, L’Oréal Professionnel kembali menyelenggarakan audisi guna menjaring local hairdresser potensial dari seluruh Indonesia. Kini telah terpilih 55 hairdresser bertalenta yang akan bergabung menjadi official backstage hairstylist di Jakarta Fashion Week 2019,” jelas Hendra Purjaka selaku Brand General Manager L’Oréal Professionnel. 

Kegiatan audisi pada 23 September lalu dengan antusiasme sebanyak lebih dari 135 hairdresser yang berasal dari lebih dari 20 kota di Indonesia ini tidak hanya diikuti oleh pada hairdresser dari salon-salon partner L’Oréal Professionnel, tetapi juga freelance hairstylist serta para lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan tata rambut. Ke-55 hairdresser terpilih terdiri dari 40 hairdresser terpilih melalui proses audisi, 13 senior hairstylist yang telah berpengalaman menjadi backstage stylist dalam Jakarta Fashion Week beberapa tahun sebelumnya, serta 2 hairdresser lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan tata rambut asal kota Pati dan Malang.

Selama audisi berlangsung, para peserta hairdresser mengikuti proses seleksi dengan membuat berbagai tampilan tatanan rambut dari berbagai tingkat kesulitan dalam waktu singkat. Penilaian dilakukan oleh juri yang terdiri dari Indra Tanudarma selaku Head of Education L’Oréal Professionnel dan juga Qiqi Franky selaku Head of Make-up and Hairstyling JFW 2019 berdasarkan teknik, kecepatan, serta hasil tatanan rambut.

“Saya telah menjadi backstage stylist L’Oréal Professionnel di JFW selama 7 tahun berturut-turut sejak 2012. Banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapat selama menjadi backstage stylist. Banyak teknik-teknik baru yang dipelajari setiap tahunnya dan dapat saya bagikan kepada tim saya di salon,” ujar Arifin, salah seorang senior stylist dari Cahyadi Salon, Bandung.

Ke-55 hairdresser terpilih yang berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, hingga Manado ini akan mengikuti rangkaian sesi pelatihan mendalam melalui guna mengasah kemampuan mereka dalam menciptakan berbagai kreasi tatanan rambut dalam waktu singkat. Dalam training ini, para hairstylist terpilih akan diberikan pengarahan ulang mengenai rangkaian produk styling Tecni.ART, produk penataan rambut terbaik dari L’Oréal Professionnel yang menjadi Official Hairstyling Product JFW 2019, digunakan untuk menata rambut para model sepanjang perhelatan JFW 2019. Rangkaian training ini juga diadakan untuk meningkatkan kualitas hairstylist sehingga siap mengakomodasi kebutuhan konsumen serta perkembangan tren dan kemajuan teknologi yang sangat dinamis.

“Saya datang dari Manado dan bangga terpilih menjadi backstage stylist karena ini merupakan pengalaman pertama saya bergabung di Jakarta Fashion Week bersama L’Oreal Professionnel. Saya berharap dapat menambah pengalaman dan pengetahuan untuk saya terapkan di salon, sekaligus menambah kreasi hairstyling bagi customer saya di salon,” jelas Shanty, hairstylist terpilih dari Beauty Corner Manado.

Rangkaian Backstage Hairstylist Training terdiri dari basic training oleh Budi Putra (@budiputrahair) sebagai salah satu hairstylist influencer L’Oréal Professionnel pada 24-26 September 2018, dilanjutkan dengan high fashion training pada 18 Oktober 2018 mendatang oleh Qiqi Franky dan team selaku Head of Make-up and Hairstyling JFW 2019. Dalam training ini akan diberikan pengarahan mengenai gaya rambut yang akan ditampilkan dalam fashion show para desainer di JFW 2019. Setiap harinya terdapat lebih dari 100 gaya rambut yang akan dibuat oleh para backstage stylist selama JFW 2019.

“Suatu kebanggaan terpilih menjadi backstage stylist karena Jakarta Fashion Week merupakan ajang bergengsi dan fashion week terbesar di Indonesia. Dengan menjadi backstage stylist, teknik-teknik hairstyling yang diberikan oleh tim L’Oréal Professionnel bisa saya terapkan dan share di salon, dan saya menjadi semakin update dengan tren-tren hairstyle terbaru,” jelas Yongki, hairstylist terpilih dari AVE Salon Semarang.