Sansan; Dari Otomotif Beralih ke Urusan Rambut

GayaKeren.id – Hidup itu memang penuh misteri, tak bisa di tebak kemana takdir membawa kehidupan seseorang, hal itu pula yang di alami Sansan sang jawara Hair Battle Bandung yang digelar GayaKeren.id beberapa waktu lalu.

Sansan mengaku tak pernah memiliki angan-angan menjadi seorang barber seperti yang saat ini ia jalani, “Dulu ga pernah kepikiran menjadi seorang tukang cukur karena basic saya di otomotif, mugkin takdir yang membawa saya ke profesi ini,” ujar Sansan.

Lebih jauh Sansan bercerita, sulitnya mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan S1 membuat Sansan sempat merasa frustasi karena tak memiliki skill khusus untuk mencari pekerjaan, beruntung saat itu ada yang menyarankannya untuk mengikuti kursus memotong rambut di salah satu salon academy. “Beruntung saat itu ada saudara saya yang menyarankan saya untuk mengikuti kursus penataan rambut,” jelas Sansan.

Seiring berjalannya waktu dan penataan rambut pria semakin berkembang pesat, ia mulai melirik profesi barber, “Ilmu yang saya miliki dalam penataan rambut memang berasal dari salon, tapi saya sangat tertarik untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang barber,” kata pria kelahiran 20 Desmber 1994 ini.

Di taun 2016 Sansan memutuskan untuk lebih fokus memotong rambut laki-laki dan menjadi seorang barber profesional, “Dan hingga saat ini saya masih menggeluti bidang ini dan bekerja di salah satu barbershop Bandung Antavani OCBARBERSHOP22,” tambah anak muda asli Bandung ini

Diakui Sansan, menggeluti dunia barber tak pernah membuatnya merasa bosan, menurutnya dunia hairsyle khususnya barber memiliki tantangan tersendiri karena semakin lama industri ini semakin berkembang dengan pesat hingga memerlukan inovasi-inovasi baru dalam memangkas rambut.

“Salah satu arena pembelajaran saya adalah dengan mengikuti kompetisi seperti yang di gelar GayaKeren.id, di kompetisi ini saya mendapatkan banyak pengetahuan-pengetahuan baru dari para barber yang sudah lebih dulu menggeluti dunia barber, bagaimana cara memotong, cara berinteraksi dengan pelanggan dan banyak ilmu-ilmu lain yang sangat bermanfaat buat saya,” terang penghobi Trabas Motor Cross ini.

Di tanya soal pengalaman paling berkesan selama menjani profesi barber, dengan mimik wajah yang berubah Sansan bercerita bahwa ia pernah merasakan penyesalan yang sangat mendalam, “Saya pernah di mintai tolong teman untuk memangkas rambutnya, karena terlalu sibuk bekerja saya tak sempat memenuhi permintaanya sampai beberapa hari kemudian teman saya itu meninggal, itu membuat saya sangat menyesal,” tuturnya dengan suara yang tercekat.

Menjadi seorang barber yang hebat bagi Sansan bukanlah orang yang tak pernah mengalami kegagalan saat memangkas rambut, menurut Sansan kegagalan justru akan memacu seseorang untuk terus belajar dan belajar.“Saya juga pernah mengalami kegagalan saat memotong rambut pelanggan, namun itu membuat saya semakin bersemangat untuk terus belajar dan meng-update kemampuan karena ilmu dibidang ini tak akan pernah habis,” akunya

Kemampuannya dalam mengolah mental hingga tak terpuruk dalam kegagalan di akuinya tak lepas dari peran orangtua dalam memberikan dukungan, “Saya bersyukur dilahirkan dalam keluarga yang saling mendukung dalam berbagai hal, saya juga igin mengucapkan terima kasih untuk mamah dan papah saya, karena mereka berdua saya menjadi seperti sekarang ini,” terang Sansan

Mengakhiri wawancaranya Sansan berpesan kepada teman-teman seprofesi dan juga orang-orang yang ingin terjun di dunia barber agar tak berhenti belajar untuk mempedalam ilmu penataan rambut, “Jangan pernah puas dengan hasil yang kalian punya saat ini karena industri rambut semakin berkembang belajar dan belajarlah terus, jangan berhenti belajar,” pesan Sansan menutup obrolan