Kenali Bandara Unik Nan Cantik ‘Surga Di Timur Matahari’

 

GayaKeren.id – Alam yang indah, budaya yang kuat, keragaman bahasa yang memikat, sejarah yang penuh warna, dan tentu saja keindahan bawah laut yang luar biasa, adalah keunggulan yang dimiliki oleh Pulau Alor.  Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Luas wilayahnya 2.119 km², dan titik tertingginya 1.839 m.

Pulau ini dibatasi oleh Laut Flores dan Laut Banda di sebelah utara, Selat Ombai di selatan (memisahkan dengan Pulau Timor), serta Selat Pantar di barat (memisahkan dengan Pulau Pantar). Pulau Alor adalah satu dari 92 pulau terluar Indonesia karena berbatasan langsung dengan Timor Leste di sebelah selatan.

Pulau Alor merupakan salah satu dari dua pulau utama di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Di pulau ini terdapat Kota Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor.

Menuju ke Alor, bukan hal yang sulit. Paling mudah adalah melalui udara, transit di bandara El Tari, Kupang, dan kemudian dilanjutkan dengan pesawat propeller (berbaling-baling) selama kurang lebih 1 jam.

Yang menarik adalah, Alor akan mempunyai terminal bandara baru. Tak hanya sekedar baru, design bandara ini juga sangat cantik, dan diambil dari pemenangSayembara Desain Bandar Udara Nusantara 2015 diselenggarakan PT. Propan Raya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif RepubIik Indonesia.

Kantor konsultan arsitek Natateka terpilih sebagai pemenang utama pada sayembara tersebut.  Kearifan lokal yang mereka usung dalam desain bandara lah yang akhirnya memenangkan mereka.

Identitas lokal memang santer terasa pada desain Mali Alor Aiport karya Nataneka ini. Dari atap bandaranya saja, mereka mengadopsi atap rumah adat suku Alor setempat yang berbentuk segitiga.

Tak hanya menceriman kearifan lokal setempat, bentangan atap setiga ini juga akan membentuk void yang sangat besar sehingga udara yang masuk ke dalam bandara berlimpah. Agar bandara menjadi lebih sejuk, tim arsitek juga akan menempatkan kolam pantul di sisi kanan kiri bandara. Kolam pantul adalah kolam yang memantulkan bayangan objek yang ada di sekitar kolam tersebut. Salah satu fungsi kolam pantul adalah menciptakan suasana teduh yang hening dan cantik.

Karena berada di alam natural Alor, tim arsitek akan menggunakan material-mataerial alam setempat. Di gerbang pintu masuk bandara misalnya. Mereka akan melapisi dinding dengan batu-batu untuk menghadirkan nuasa alam yang kental. Gerbang bandara ini bisa menjadi perhentian para penumpang untuk update status. Ketika masuk, penumpang juga akan melewati sebuah ruang terbuka sebelum memasuki bandara.

Bandara ini diharapkan akan menjadi sarana pendukung utama menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke tujuan wisata utama Nusa Tenggara Timur ini.  Pembangunan terminal Bandar Udara Mali ini langsung ditangani oleh Direktorat Jenderal (dirjen) Perhubungan Udara RI.

 

Sumber :  GoodNews From Indonesia

 

 

Pesona Danau Kelimutu Sebagai Danau 3 Warna

GayaKeren.id – Masih ingat dengan gambar di mata uang selebaran 5.000 rupiah zaman dulu? Ya, keindahan Gunung Kelimutu dengan pesona danau tiga warnanya yang mendunia itu bahkan pernah diabadikan dalam mata uang rupiah kita.

Danau Kelimutu merupakan salah satu danau yang tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga di manca negara. Warna airnya yang berubah-ubah dan juga tempatnya yang berada di puncak gunung menawarkan keindahan yang eksotis yang tidak akan pernah dilupakan oleh para wisatawan yang datang ke tempat ini. Nama Kelimutu merupakan gabungan kata dari “keli”yang berarti gunung dan kata “mutu” yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

 

Danau Kelimutu terletak di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur atau tepatnya berjarak kurang lebih 83 km ke arah barat kota Maumere atau 51 kilometer arah timur dari Kota Ende. Banyak para wisatawan yang lebih suka datang ke Danau Kelimutu dari arah kota Ende karena lebih dekat dan juga karena rute penerbangan ke kota Ende sekarang jauh lebih banyak.

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Danau yang terdiri dari 3 bagian ini memiliki nama dan warnanya masing-masing yang selalu berubah-ubah setiap waktu dan pada pertengahan April 2015 berubah warna untuk yang ke sekian kalinya:

  1. Danau Nuwamuri Ko’o Fai berubah warna dari warna biru menjadi putih susu.
  2. Danau Ata Polo yang berwarna hijau berubah menjadi merah.
  3. Danau Ata Bupu yang berwarna hitam berubah menjadi hijau.

Luas ketiga danau itu sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor. Dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat. Ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Untuk bisa mencapai ke atas area danau, kamu harus melewati pinggiran tebing curam dan menaiki ratusan anak tangga dari semen untuk melihat dua dari tiga danau yang ada di kawasan Kelimutu ini. Dua danau tersebut adalah “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” dan “Tiwu Ata Polo”. Tiwu Ata Polo, danau yang berada di sebelah kanan saat posisi badan menghadap ke arah danau. Danau ini berwarna hitam pekat. Sedangkan danau di sebelah kiri dan berwarna hijau tosca adalah Tiwu Nuwa Muri Koo Fai.

Dua danau ini terletak berdampingan, hanya dipisahkan dengan sebuah tebing sebagai tembok pemisahnya. Tebing bebatuan pemisah itu berbentuk cekungan. Sejauh mata memandang, di sekeliling danau hanya ada tebing-tebing bebatuan.

Akses Menuju Lokasi Wisata

Bagi pengunjung yang berasal dari luar kota, dapat menggunakan  transportasi udara dengan tujuan Bandara H. Hasan Aroeboesman (Bandara di Kabupaten Ende).  Sesampainya di Kabupaten Ende, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Moni, sebuah desa yang berada di kaki Gunung Kelimutu dengan jarak perjalanan sekitar 65 Kilometer dari bandara. Dikarenakan di Ende masih sangat minim akan transportasi umum untuk menuju Desa Moni, akan lebih baik jika pengunjung menyewa kendaraan bermotor di Ende atau dapat juga menggunakan jasa travel dengan tujuan Desa Moni atau Gunung Kelimutu. Jarak yang ditempuh pengunjung dari Kabupaten Ende sekitar 50 km menuju ke Desa Moni dan 15 km dari Kampung Moni hingga sampai ke gerbang pintu masuk Taman Nasional Kelimutu.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Tarif masuk kawasan Taman Nasional Kelimutu bagi pengunjung domestik akan dikenakan tarif sebesar 5.000 rupiah dan 150.000 rupiah untuk pengunjung mancanegara. Dan untuk biaya tambahan parkir kendaraan, untuk motor dikenakan 5.000 rupiah sedangkan untuk mobil dikenakan tarif 10.000 rupiah.

Fasilitas

Di sekitar lokasi danau, sudah tersedia berbagai fasilitas penunjang bagi para pengunjungnya mulai dari toilet, beberapa gazebo, lahan parkir dan jajaran kios yang menjajakan minuman dan makanan di sekitar area parkir. Fasilitas-fasilitas tersebut juga nampak terjaga dan terawat kebersihannya.

 

 

 

Panorama Dengan Sensasi Alam Puncak Becici

GayaKeren.id – Tempat wisata ini menawarkan banyak hal untuk para penggunjung yang menyukai ecowisata, seperti alamnya yang masih alami dan hijau, udara yang masih segar dan dingin, ketenangan ditengah-tengah hutan pinus dan juga bisa merasakan sensasi naik ke atas pohon atau gardu pandang sembari memandangi keindahan alam dari atas pohon seperti yang ada di Kali Biru, Kulonprogo.

Untuk bisa naik ke atas pohon tersebut penggunjung harus berjalan sekitar 100 meter terlebih dahulu dari parkiran ke Puncak Becici. Namun perjalanan menuju puncak tidak akan terasa jauh karena kawasan hutan pinus telah ditata dengan apik sehingga penggunjung berjalan membelah hutan pinus dengan tenang hingga sembari menikmati suasana hutan pinus hingga sampai ke puncak.

Keindahan hutan pinus yang asri dan pemandangan Kota Yogyakarta dari atas perbukitan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Puncak Becici Dlingo, Bantul. Tak terkecuali bagi seorang Barack Obama. Mantan Presiden AS tersebut meluangkan waktu liburannya di Indonesia dengan menyempatkan berkunjung ke Puncak Becici ini.

Di hutan pinus ini pengunjung bisa menikmati sunset pada sore hari. Tak hanya itu, pengunjung bisa menikmati dari kejauhan Candi Prambanan pada bagian utara dan selatan pantai selatan. Puncak Becici berada di kawasan hutan lindung di bawah pengawasan Resor Pemangku Hutan (RPH) Mangunan. Dulunya, hutan pinus ini lebih dikenal seabgai penghasil getah pohon pinus. Namun fungsi hutan pinus ini perlahan berubah menjadi objek wisata seiring dengan banyaknya pengunjung yang mengabadikan keasrian hutan pinus di sana.

Sama seperti kawasan Kali Biru yang ada di Kulonprogo, Puncak Becici juga terdapat beberapa papan yang ada diatas pohon agar para pengunjung bisa naik keatasnya dan menikmati  panorama alam yang ada di bawah. Tentu saja tidak ada Waduk Sermo dan deret Pegunungan Suroloyo yang akan dilihat para wisatawan tetapi pemandangan hutan-hutan yang masih tersisa, perbukitan yang membentang luas dan juga hijaunya sawah-sawah yang ada di bawah bukit. Jika takut naik ke atas gardu pandang, penggunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo yang ada di atas bukit.

Deretan pohon pinus yang berjejer memberikan kesejukan tersendiri bagi wisatawan. Selain itu, batang-batang pinus yang berderet-deret juga menjadi objek foto yang menarik. Di sini, udara terasa segar. Wisatawan yang bertahan hingga sore hari juga bisa menikmati senja yang indah dari Puncak Becici. Mereka bisa menanti momen matahari terbenam sambil ‘jegangan’ di atas pohon.

Nilai lebih dari Puncak Becici adalah para wisatawan selain bisa menikmati  pesona alam di puncak bukit, wisatawan juga bisa menikmati suasana hutan pinus yang damai dan tenang. Duduk-duduk di kursi yang telah disediakan sembari menyegarkan otak dari segala permasalahan yang ada dengan menikmati segala keindahan yang ada, memandangi pohon pinus yang menjulang tinggi, merasakan angin sepoi-sepoi dan juga menikmati segarnya udara yang bebas dari polusi.

Di sini pengunjung bisa menikmati panorama alam dan fasilitas yang ditawarkan seperti mushala, toilet, dan outbound. Pengunjung hanya membayar tiket masuk Rp 2.000 dan parkir sepeda motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000 dan bus Rp 20.000.

 

 

 

Menikmati Keindahan Pantai Minang Rua

GayaKeren.id – Rekreasi atau berwisata sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat modern. Sekaligus sebagai wahana meningkatkan kesehjahteraan masyarakat sekitar. Karena itu, pembenahan dan pengembangan objek wisata menjadi penting dilakukan.

Kabupaten Lampung Selatan terkenal dengan banyak destinasi wisata, apalagi jika menyangkut tentang pantai. Bisa dikatakan Kabupaten yang berjuluk Bumi Khagom Mufakat ini tidak pernah lepas dari predikat gudangnya wisata pantai.

Dengan predikat itu, sejumlah kecamatan yang memiliki potensi wisata pantai mulai melakukan pembenahan. Baru-baru ini, pantai Minang Rua yang berlokasi di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni memiliki wajah yang berbeda dari sebelumnya. Ya, pantai Minang Rua kali ini mulai disulap menjadi pantai yang memiliki sejumlah fasilitas yang dapat menarik wisatawan.

Dipinggiran pantai Minang Rua kini telah disediakan payung tenda sebagai sarana untuk berteduh sembari menikmati keindahan laut. Kemudian ada wahana bermain anak-anak seperti ayunan yang tidak kalah menarik kini pantai Minang Rua juga sudah memiliki lapangan untuk bermain Volley Beach atau Voli Pantai.

Keindahan pantai Minang Rua, tak sekedar pantai. Namun juga tangga seribu, bukit menangis, green canyon, batu alif, karang menyan, karang lo, laguna dengan pasir yang putih dan terakhir keberadaan tukik hasil penetasan dan penangkaran penyu belimbing yang sudah langka dan dilindungi.

Penyediaan perahu milik nelayan sebagai fasilitas melakukan wisata susur tebing sekaligus menuju ke spot unik green canyon berupa tebing batu yang menjorok ke daratan dengan ceruk yang nyaman untuk berenang dan menyelam menjadi spot kekinian di wilayah tersebut termasuk batu alif.

Tersedia fasilitas homestay terbuat dari kayu dan bambu. Dimana  sarana yang memadai tersebut menjadi sebuah kearifan lokal masyarakat pesisir pantai yang memiliki rumah panggung layaknya rumah di pesisir pantai yang ada di wilayah tersebut.

Suasana homestay dengan penambahan beberapa lokasi lain sekaligus mempermudah wisatawan menikmati suasana pantai Minang Rua. Selain sebagai lokasi menginap sebagian mempergunakan homestay sebagai tempat makan bersama terutama wisatawan keluarga yang kerap datang setiap akhir pekan.

 

 

 

agoda wujudkan impian 18 anak asal Indonesia Timur Jalan-jalan

GayaKeren.id – Tak pernah terlintas di benak Melianus, 10 tahun, dari Raja Ampat untuk bisa naik pesawat pertama kalinya dan bepergian selama 3 hari jauh dari rumahnya. Ia tidak menyangka semua hal itu dapat terjadi hingga agoda membawa 18 anak berusia 9-11 tahun dalam pengalaman pertama mereka keluar dari kampung halaman dan desa mereka.

Anak-anak ini berasal dari Raja Ampat, Alor, Flores dan Sumbawa, daerah kecil di bagian timur Indonesia, dengan keterbatasan infrastruktur perkembangannya yang relatif tertinggal dibanding beberapa daerah di wilayah barat Indonesia. Melihat hal ini, agoda bekerjasama dengan Taman Bacaan Pelangi berusaha mewujudkan mimpi anak-anak ini untuk menikmati makna kemerdekaan yang sebenarnya di Labuan Bajo.

Selama tiga hari, mereka menjalani beragam sisi dari travelling untuk yang pertama kali. Banyak dari mereka, seperti Yandi, hanya tahu soal Komodo dari buku bergambar. Mereka tak pernah membayangkan bisa melihat Komodo secara langsung dari dekat di Pulau Rinca yang berjarak 700 kilometer dari rumahnya di Alor. Sedangkan bagi Passya, snorkeling dan berenang di air jernih pantai Pulau Kanawa bersama teman-teman baru adalah pengalaman yang paling seru dari perjalanan ini.

“Indonesia adalah negara yang sangat luas dan beragam dari segala sisi baik alam, flora & fauna, makanan, dialek Bahasa dan budaya. Menghabiskan waktu bersama anak-anak dan membawa mereka melihat Indonesia yang berbeda dari daerah rumah mereka merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami,” jelas Gede Gunawan, Country Director, agoda.

Lebih penting lagi, Gede Gunawan menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan sensasi pengalaman mandiri dan bebas merdeka untuk bermimpi. Sebuah pelajran berharga, apalagi bagi mereka yang berada dalam usia muda dengan angan serta cita-cita yang tak terbatas sesuai daya imajinasi mereka.

“Traveling adalah pengalaman luar biasa bagi kaum muda untuk berkembang dan mandiri, juga bertemu dengan orang serta pengalaman baru. agoda sangat senang bisa memberikan pengalaman tersebut untuk anak-anak ini,” lanjut Gede, “buat saya pribadi, itulah bagian terbaik dari travelling.”

Gede Gunawan, bersama dengan Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi and Travel Sparks menghadirkan pengalaman traveling tersebut kepada anak-anak yang kesemuanya berasal dari Indonesia Timur ini.

Layaknya semua pelacong , satu hal yang tidak bisa dibendung anak-anak ini adalah rasa sedih untuk mengakhiri perjalanan dan berpisah dari teman baru. Setelah 3 hari bersama, mereka cepat menjadi akrab dan berjanji untuk saling berkomunikasi lewat surat dan media komunikasi lain. Beberapa mencetuskan ide untuk berkumpul dan travelling bersama suatu hari nanti. Tentunya tanpa diawasi banyak orang dewasa.

Kegiatan ini adalah bagian dari kampanye #agodaBaseCamp yang diluncurkan Oktober lalu di Indonesia. Dalam kegiatan ini, agoda sepenuhnya mendonasikan Rp 500,000,000 (lima ratus juta rupiah) untuk dikelola Taman Bacaan Pelangi. Dalam perjalanan ini agoda dan Taman Bacaan Pelangi turut meresmikan sebuah perpustakaan baru di SDN Rangga Watu yang merupakan hasil dari komitmen agoda tersebut.

Anjungan Wanagiri Di Danau Buyan Tamblingan

GayaKeren.id – Liburan ke Bali sebenarnya sudah nggak asyik kalau kamu masih di sekitar Kuta, Sanur dan tempat wisata mainstream di Bali Selatan. Selain macet, terlalu padat, juga banyak sampah di beberapa tempat wisata. Sekarang yang sedang hits di Bali daerah utara. Sekitar kawasan Buleleng maupun Singaraja.

Nah, kali ini GayaKeren.id bakal ajak kamu jalan-jalan ke Bali Utara, tepatnya di Wanagiri Buleleng. Di sana ada spot foto yang relatif baru dengan pemandangan yang memukau.

Tepat di atas danau kembar Buyan dan Tamblingan, dibangunlah anjungan untuk foto-foto wisatawan sejak akhir tahun 2016. Akhir tahun 2016, ada satu tempat hits yang muncul di Bali. Berada di Dusun Asih Panji, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, terdapat anjungan berbentuk kapal yang memang diperuntukkan untuk berfoto para wisatawan.

Anjungan ini sekilas mirip dengan kapal ‘Titanic’ lho, hehe. Di tempat ini, pemandangan Danau Buyan dan Tamblingan begitu indah dan memukau. Nggak cuma anjungan buat foto, ada pula ayunan yang bisa kamu naiki disana. Bergantung di atas pohon besar berlatar belakang danau.

Tak jauh dari anjungan, ada pula ayunan yang disediakan untuk wisatawan yang datang ke sana. Cukup dinaiki saja sih, nggak perlu didorong. Serem kali bawahnya langsung danau, hehe. Tenang aja, aman kok asal nggak lebay pas menaikinya. Karena ayunannya cuma satu, kamu harus antri ya sama pengunjung lainnya.

Kalau kamu datang barangkali sepuluh tahun yang lalu, amit-amit mau berkunjung ke mari. Dulunya jadi tempat pembuangan mayat lho!

Dusun Asah Panji, Desa Wanagiri ini dulunya memang terkenal seram. Maklum, beberapa puluh tahun lalu tempat ini identik dengan tempat pembuangan mayat. Kalau lewat pas saat itu pasti rasanya malah bergidik ngeri ya. Kalau sekarang, malah senang karena bisa foto-foto dengan pemandangan indah danau Buyan dan Tamblingan. Salut sih buat yang mau mengubah image kawasan ini.

Kini spot foto nggak cuma ada anjungan dan ayunan, ada pula sangkar burung. Mirip yang di Dlingo, Bantul. Setelah ramai di media sosial, pihak pengelola menambahkan spot foto. Baik anjungan maupun spot foto berbentuk sarang burung. Hal ini dilakukan untuk memuaskan wisatawan yang datang ke sana.

Biaya masuknya murah kok, cuma Rp 5.000,- saja. Murah meriah, foto di Instagram pun bisa naik level deh. So, Kalau ke Bali, mending sekarang pilih ke bagian utara. Selain belum terlalu riuh dengan banyaknya wisatawan, pemandangan alamnya lebih bagus daripada sekedar pantai-pantai di selatan. Air terjun, pura, danau, gunung sampai hutan ada semua di Bali Utara.

 

Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu

GayaKeren.id – Bingung untuk memilih tempat liburan sambil berwisata ?? Ada baiknya anda menyimak rekomendasi untuk liburan wisata anda ke kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu. Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu objek wisata yang paling populer di daerah Bandung dan sekitarnya. Wajar saja sih, hal ini dikarenakan pemandangan seputar gunung dan kawah Tangkuban Perahu yang indah dan memanjakan mata.

Gunung Tangkuban Perahu seolah-olah menjadi tempat yang wajib anda kunjungi kalau berlibur di Bandung. Tempatnya mudah dijangkau dan cukup unik. Kawah utama disini, kawah ratu, luas sekali. Anda bisa menikmati pemandangan sekitarnya langsung dari bibir kawah.

Kompleks wisata kawah Gunung Tangkuban Perahu berada di perbatasan Bandung Barat dengan Subang, tepatnya setelah Cikole Lembang. Daerah wisata ini mudah sekali untuk di akses.

Cara menuju lokasi

Jalan dari Bandung sampai ke lokasi kawah sudah bagus. Jika menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa menggunakan rute Bandung – Lembang – Ciater. Anda tinggal mengikuti jalan Setiabudhi menuju ke Lembang, dan belok kanan ke arah Subang dari bunderan Lembang. Anda tidak perlu khawatir tersesat karena banyak rambu informasi disepanjang jalan.

Jika menggunakan kendaraan umum, anda bisa naik angkutan kota Stasiun Hall – Lembang, berhenti di terminal Lembang, dan di sambung dengan angkot Lembang – Cikole.

Alternatif lainnya adalah dengan naik elf atau angkutan sejenis ke arah subang dari terminal Ledeng di jalan Setiabudhi bandung atau dari terminal Lembang.

Dari arah Bandung, nanti anda akan menemukan jalan masuk ke Tangkuban Perahu di sebelah kiri jalan tepat setelah hutan pinus Cikole. Jika anda menggunakan kendaraan umum, anda dapat menggunakan angkutan khusus yang akan membawa anda ke lokasi dari gerbang masuk. Dari gerbang masuk menuju ke kawah, anda masih harus menempuh jarak sekitar 3 KM.

Jangan khawatir jika merasa lapar atau haus, banyak pedagang dan kantin tempat istirahat yang menyediakan makanan dan minuman. Kelengkapan lain seperti Masjid dan kamar kecil tersedia cukup banyak dan bersih. Sarana parkir juga tersedia cukup luas. Jika anda membawa kendaraan pribadi, anda bisa langsung parkir di dekat kawah tangkuban perahu sehingga tidak perlu berjalan jauh untuk menuju lokasi.

Jika rombongan dengan kendaraan besar/bis, area parkir khusus mobil besar terletak kurang lebih 200 meter sebelum kawah ratu.

Tidak terdapat hotel atau tempat menginap didalam kompleks wisata gunung Tangkuban Perahu. Tapi anda bisa dengan mudah menemukan penginapan dan hotel yang tidak jauh dari lokasi. Anda bisa mencari penginapan di daerah Lembang yang terletak dekat dengan lokasi.

Tiket masuk kawah areal Tangkuban Perahu termasuk relatif mahal. Harga tiket dimulai dari 20 ribu pada hari biasa (weekday) dan 30 ribu di weekend dan hari libur, khusus untuk pengunjung Nusantara. Sedangkan untuk pengunjung manca negara mulai dari 200 ribu di hari biasa (weekday), sampai dengan 300 ribu di weekend.

Simak beberapa area sekitar yang bisa dikunjungi di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu ini.

 

 Kawah Ratu

Kawah Ratu merupakan kawah utama di sini. Ukurannya luas sekali dan bisa dikatakan objek wisata utama dari kompleks wisata tangkuban perahu. Anda bisa langsung memarkir kendaraan di bibir kawah, jadi tidak perlu berjalan jauh untuk menuju lokasi.

Jika ingin menikmati suasana yang lebih tenang, atau ingin sekedar ngopi santai sambil menikmati pemandangan bibir kawah, anda bisa berjalan sedikit menuju ke area sebelah kanan dari parkiran di kawah ratu. Suasana disana jauh lebih tenang. Selain itu terdapat banyak warung dan bangku dipinggir kawah untuk tempat anda ngopi dan istirahat.

Kawah Upas

Kawah upas merupakan kawah kecil yang berada dibagian atas dari kawah ratu. Sayangnya, akses menuju kawah upas ditutup oleh pengelola karena relatif berbahaya untuk pengunjung.

Kawah upas terletak di ujung jalan di sebelah kanan area kawah ratu (jika dari area parkir).

Cikahuripan

Merupakan sumber air yang dipercaya berkhasiat di Tangkuban Perahu. Letaknya sedikit masuk ke hutan, anda harus hiking mengikuti jalan setapak beberapa ratus meter dari gerbang kawah upas. Cikahuripan sering dikunjungi oleh orang-orang dengan niatan/kepercayaan tertentu.

Kawah Domas

Sebetulnya, di area Tangkuban Perahu juga terdapat kawah lain yang layak untuk dikunjungi yaitu kawah domas. Di area kawah ini anda bisa berendam lumpur belerang, karena memang kawahnya bisa didatangi langsung oleh pengunjung. Anda perlu hiking terlebih dahulu sebelum sampai ke lokasi.

Jika berminat menuju kawah domas, disarankan untuk menuju lokasi dari gerbang khusus kawah domas, kira-kira 1 KM setelah gerbang masuk kompleks Tangkuban Perahu (terletak sebelah kanan jalan). Jika dari kawah ratu (kawah utama Tangkuban Perahu) anda harus jalan menuruni tangga yang tersedia, dan terpaksa naik lagi tangga tersebut saat pulang. Lumayan lho, anda akan menempuh kurang lebih 1 KM turun naik tangga jika menuju kawah domas dari area kawah ratu.

Catatan: 

Kami kurang merekomendasikan untuk mengunjungi kawah domas, karena diwajibkan oleh pengelola untuk menggunakan guide. Wisatawan lokal ataupun luar diwajibkan pakai jasa guide dengan harga yang mahal, 100-200 ribu lebih per trip. Padahal untuk menuju lokasi sendiri jalannya bagus dan menurut hemat kami, medannya tidak memerlukan guide.