Danau Linouw, Pesona Kesejukan Alam Dengan Danau Tiga Warna

 

GayaKeren.id – Kota Tomohon di Sulawesi Utara mempunyai sederet destinasi wisata alam yang memesona, berkat kesejukan hawanya. Sebut saja agrowisata Rurukan, perkebunan bunga di kaki gunung Lokon, Kawah Mahawu, Bukit Doa, taman wisata Kelong dan lokasi keren lainnya.

Topografi Kota Tomohon yang diapit dua gunung yakni Gunung Lokon dan Gunung Mahawu membuat kawasan ini terasa begitu sejuk. Alamnya yang indah dengan sajian utama panorama pegunungan dan perbukitan. Bunga-bunga tumbuh subur di sekitar kawasan ini sehingga Tomohon mendapat julukan Kota Seribu Bunga.

Kehadiran gunung api Lokon membawa keuntungan tersendiri karena material vulkanisnya menyuburkan tanah. Keaktifan gunung api itu juga membawa keunikan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Lahendong, di mana sumber panas bumi keluar hingga ke permukaan tanah. Tak heran mendatangi Lahendong langsung disambut dengan bau belerang menyengat. Saking banyaknya panas bumi di daerah ini, Pertamina memanfaatkannya sebagai salah satu sumber energi bagi pembangkit listrik dan keperluan lainnya.

Di dekat Lahendong terdapatlah salah satu destinasi wisata unggulan daerah ini yang bisa memperlihatkan dampak dari fenomena panas bumi. Tempatnya ada di Danau Linouw. Danau cantik yang memancarkan keindahan 3 warna. Danau yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Manado. Hanya butuh sekitar satu jam perjalanan dengan kendaraan untuk mencapai lokasi ini.

Kata Linow diambil dari bahasa Minahasa yaitu lilinowan yang berarti tempat berkumpulnya air. Di danau ini, kita bisa melihat warna air yang dapat berubah-ubah warna menjadi hijau, biru dan kuning kecoklatan. Perubahan terjadi karena unsur belerang yang tertimbun di dalam danau serta pembiasan dan pantulan sinar matahari yang menyebabkan warna air di Danau Linow bisa berubah.

Bau menyerupai telur busuk langsung menusuk hidung begitu kita baru tiba di area Danau Linow. Aroma ini berasal dari bau belerang yang tersebar di sekitar danau. Konon, belerang ini merupakan sisa letusan Gunung Mahawu yang terjadi ratusan tahun yang lalu.

Pemandangan di Danau Linouw jelas mempesona, apalagi diselingi dengan hawa yang dingin. Punggung-punggung gunung seolah memagari danau yang berukuran tidak terlalu besar ini. Uap panas bumi terlihat secara konstan menyembul ke udara dari beberapa titik di punggung-punggung gunung itu.

Panas bumi itu juga keluar dari dasar danau, sehingga memberi efek gelembung air di berbagai titik di atas permukaan air danau. Karena kandungan belerangnya yang tinggi, membuat air di Danau Linouw mempunya tiga warna, yakni hijau, biru dan putih. Kombinasi tiga warna itu menjadikan air Danau Linouw terlihat unik. Apalagi di atas danau ramai berenang berbagai jenis hewan air seperti angsa, itik, dan bangau. Hutan di sekitar danau juga masih dihinggapi banyak burung seperti elang.

Di sekitar Linouw terdapat berbagai fasilitas penunjang wisata seperti cottage, kafe, tempat duduk-duduk, toilet umum dan parkiran kendaraan yang luas. Juga tersedia fasilitas rekreasi untuk mengeksplor danau. Di salah satu fasilitas wisata, pengunjung ditarik tiket masuk seharga Rp 25.000 per orang dengan minuman selamat datang yang bisa dipilih sendiri. Tentunya minuman hangat seperti kopi atau teh yang nikmat diseruput ditengah hawa dingin.

Tidak hanya itu, di sini pengunjung juga akan mendapatkan secangkir teh atau kopi. Namun bila biaya itu cukup besar, turunlah sedikit ke kedai di bagian bawah, di sana wisatawan cukup mengeluarkan biaya Rp5.000 dan langsung bisa menikmati keindahan Danau Linow dari tepian.

Pengunjung juga dapat memesan berbagai makanan seperti pisang goreng plus sambal, tinutuan plus dabu-dabu roa khas Minahasa dan berbagai kue tradisional lainnya. Bersantaplah di tepi danau sambil menikmati pula keasyikan pengunjung lainnya yang berselfie ria, sebab pada hari libur, Danau Linouw padat didatangi pengunjung yang bukan hanya datang dari sekitar Tomohon tapi juga mancanegara.

Datanglah pada pagi hari saat udara masih bersih. Karena di waktu itulah saat yang paling tepat untuk menikmati keindahan Danau Linow. Sunyi dan menenangkan menjadi suasana yang bisa didapatkan. Selain eloknya keindahan, cuaca di kawasan danau juga sangatlah sejuk.

Berkeliling di tepian danau menjadi aktivitas yang dapat dilakukan di danau ini. Namun pengunjung jangan coba-coba untuk berenang. Kandungan belerang yang tinggi bisa membuat tubuh terluka dan berakibat fatal.

Berkunjung ke danau ini menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Memandangi keindahan danau alami yang tersaji lalu mengabadikannya dalam Kamera menjadi kenangan yang mungkin tidak terlupakan di sini. Kecantikan dan ketenangan Danau Linow memang layak untuk di ingat selamanya.

 

 

Please follow and like us:

Jurang Tembelan Kanigoro Yang Instagramable

GayaKeren.id Jogjakarta yang merupakan sebagai kota Multikultural juga ternyata memiliki pesona wisata yang sangat banyak dan beragam, mungkin sangat menyenangkan bagi warga Jogja karena dimanjakan dengan spot wisata. Salah satunya adalah Jurang Tembelan Kanigoro.

Pencinta travelling pastinya tidak pernah merasa bosan untuk terus mengeksplor dunia kan ?  Nah, kali ini tim GayaKeren.id mengajak untuk mengenal lebih dekat dengan objek wisata yang satu ini.

Jurang Tembelan Kanigoro merupakan daya tarik wisata alam tebing perbukitan yang dikhususkan sebagai lokasi berfoto. Obyek wisata ini memiliki konsep yang terkenal dengan jembatan selfie di atas awan. Daya tarik utama obyek wisata ini adalah spot selfie dengan bentuk kapal di tepi jurang dengan latar pemandangan Sungai Oyo.

Lokasi Jurang Tembelan berada di Dukuh Kanigoro, Mangunan, Bantul, Yogyakarta. Jaraknya dari pusat kota Yogyakarta sekitar 22 kilometer dan dapat ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 1,5 jam.

Jurang Tembelan kini menjadi salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang sedang populer. Jika kamu tahu lokasi Taman Buah Mangunan, lokasi Jurang Tembelan tidak jauh dari gardu pandang Mangunan. Jika ingin ke Jurang Tembelan, kamu hanya tinggal berpatokan pada area gerbang masuk Gardu Pandang Mangunan. Dari situ sudah bisa melihat papan petunjuk menuju Jurang Tembelan. Sangat informatif dan mudah untuk ditemukan.

Jurang Tembelan boleh dibilang merupakan salah satu tempat wisata baru di Yogyakarta. Wisatawan biasanya datang untuk selfie dan memotret sunrise atau matahari terbit. Jurang Tembelan baru saja di buka sebagai tempat wisata baru di sekitar Yogyakarta pada bulan Agustus 2016.

Meskipun tergolong wisata baru, Jurang Tembelan punya potensi wisata yang menjanjikan. Buktinya hampir setiap akhir pekan, tempat wisata baru di Mangunan ini selalu ramai dipadati pasangan muda mudi yang datang ingin selfie.

Wisata baru Jurang Tembelan ini kini mulai banyak lalu lalang di lini masa Instagram. Waktu paling tepat untuk mengunjungi Jurang Tembelan adalah pada pagi hari sebelum matahari terbit. Saat siang hari biasanya sudah semakin banyak wisatawan yang datang dan untuk selfie pun harus bergantian.

Alasan mengapa Jurang Tembelan lebih menarik wisatawan dibandingkan Bukit Punguk dan Bukit Mojo karena keberadaan Gardu Pandang yang instagrammable.

Tak perlu heran jika kini tren spot selfi dan spot instagram memang menjadi daya tarik muda mudi yang melek digital. Mereka biasanya akan dengan bangga memamerkan destinasi wisata terbaik lewat akun instagrammnya.

Area wisatanya bisa dibilang sempit karena hanya memanfaatkan area tebing bukit atau jurang. Pemandangan alam dari bukit ini hampir sama dengan pemandangan dari puncak bukit Kebun Buah Mangunan karena keduanya bersebelahan.

Spot selfie yang berbentuk seperti perahu atau kapal merupakan daya tarik sekaligus ikon wisata Jurang Tembelan Kanigoro. Tempat selfie ini dibuat dari bambu Spot selfie ini berada di tepi perbukitan atau jurang dengan latar pemandangan aliran Sungai Oyo dibagian bawah yang dikelilingi oleh perbukitan gunung seribu. Pengunjung dapat bergantian untuk berfoto diatas spot kapal ini yang dikenal dengan nama Titanic-nya Mangunan. Selain spot kapal Titanic masih ada beberapa spot selfie yang menarik untuk digunakan sebagai lokasi berfoto. Saat belum dikenakan biaya alias gratis namun pengunjung dipersilakan memberikan donasi untuk biaya perawatan.

Tentu hal ini sangat baik karena ikut membantu mempromosikan tempat wisata baru di Yogyakarta. Namun, sisi lainnya adalah jumlah wisatawan yang berlebihan berpotensi merusak dan mengotori.

Posisi Jurang Tembelan Kanigoro yang menghadap ke arah barat atau lebih tepatnya barat daya membuat tempat ini cukup menarik digunakan sebagai sebagai tempat menikmati matahari terbenam atau sunset. Selain itu ketiadaan penghalang di sisi barat membuat pemandangan terasa lepas dan luas. Bagi pengunjung yang datang pagi hari kondisinya juga tidak kalah indah dimana suasana disekitar seperti berada di negeri diatas awan karena kabut tebal berada di bagian bawah tebing atau obyek wisata ini. Pengunjung tinggal memilih apakah akan datang ke tempat ini pada pagi hari atau pada sore hari.

Fasilitas pendukung wisata di obyek wisata Jurang Tembelan Kanigoro sudah cukup lengkap meskipun harus diperbaiki dan dilengkapi. Warung makan sudah tersedia di area wisata ini dengan harga yang cukup terjangkau dan tidak mencekik pengunjung. Diharapkan pengelola memberikan kesan positif agar wisatawan puas berwisata di obyek wisata ini ditengah persaingan wisata di sekitar Yogyakarta.

Sekadar informasi bahwa medan jalan menuju daerah Mangunan memang cukup terjal dan menantang. Jadi perlu kehati-hatian dan keterampilan berkendara. Terutama pada saat hujan turun, jalan akan semakin licin. Jadi, pastikan kendaran kamu juga dalam kondisi terbaik saat ke Mangunan.

 

 

 

Please follow and like us: