EDWIN MARSHAL RILIS SINGLE SOLO KEDUA, “DEMI NAFASMU”

GayaKeren.id – Kehidupan keseharian yang realistis dan apa adanya, tanpa embel-embel tuturan puitis yang terkadang terjebak ke pengingkaran kenyataan, kembali menjadi tema sentral di single solo terbaru EDWIN MARSHAL. Kali ini bertajuk “Demi Nafasmu”, yang terinpirasi perannya sebagai kepala keluarga. Sementara sebelumnya, tepatnya pada 2016 lalu, musisi kelahiran Plaju, Sumatra Selatan yang juga dikenal sebagai penulis lagu dan gitaris di band pop rock COKELAT ini merilis single debut berjudul “Sore” yang menggambarkan kedamaian suasana sore hari di alam luas Indonesia.

“Ini pertama kalinya saya menampilkan diri bernyanyi dalam sebuah karya rekaman. Sekaligus sebagai gitaris, bassis, pencipta lagu dan produser. Saya dibantu oleh Axel Andaviar pada drum, yang juga merupakan personel Cokelat saat ini,” tutur Edwin meyakinkan pada siaran pers yang dibagikan via email, Sabtu (19/9).

Tentang tema lagu, lirik “Demi Nafasmu” menuangkan isi hati Edwin tentang bagaimana ia menghargai, menjalani dan menjaga kehidupan dengan sebaik-baiknya. Memberikan semua hal terbaik kepada orang-orang yang sangat berharga dalam hidupnya. “Liriknya terinspirasi dari peran saya sebagai ayah dari dua anak. Selalu melindungi mereka sebaik-baiknya, selamanya. Anak-anakku, pasangan hidupku, dan keluargaku tercinta. ‘Demi Nafasmu’ juga dirilis persis di momen hari ulang tahun ketujuh anak saya, Askhi,” jelas Edwin lebih lanjut.

“Demi Nafasmu” sendiri sebenarnya merupakan lagu lama yang ditulis Edwin sejak 10 tahun lalu. Namun pada Agustus 2019 lalu, ia menghembuskan nafas baru ke lagu tersebut. Penggarapannya berjalan kurang lebih setahun, terhitung sejak proses perekaman musik, kemudian mixing dan mastering, sampai ke penggarapan video musiknya. Keseluruhan track direkam di Sine Studio. Karakteristik musik band-band luar seperti Incubus dan Smashing Pumpkins, ungkap Edwin, adalah sebagian inspirasi yang terserap ke godokan aransemen “Demi Nafasmu”. Mengandalkan beat statis dengan dinamika nuansa yang turun naik, dengan hembusan emosi yang sangat terjaga.

“Demi Nafasmu” kini sudah bisa didengarkan mulai 18 September 2020 di berbagai platform penyedia jasa dengar musik secara digital (streaming) seperti Spotify, Amazon Music, Apple iTunes, Google Music, IHeartRadio, Pandora, Tidal, KKBox, Napster hingga TikTok dan YouTube Music.

Fasilitasi Pertumbuhan Bisnis Waralaba dan Lisensi Indonesia Melalui Pameran Virtual

GayaKeren.id – Gelaran pameran waralaba dan lisensi virtual ‘IFRA Virtual Expo 2020’ mulai hari ini (18/9) resmi dapat diakses oleh publik melalui virtual platform. Pameran yang mengangkat tema Strengthening Entrepreneurship & SME Economy Through Licensing & Franchising” didukung dan diresmikan oleh Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan Republik Indonesia; Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia; dan Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Selain itu, turut berpartisipasi Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI); Susanty Widjaya, Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI); dan Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo melalui live streaming di IFRA Virtual Platform. Pameran virtual perdana ini terselenggara kerjasama dari Dyandra Promosindo bersama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI).

Dalam sambutannya, Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, mengajak pelaku usaha untuk bangkit dan melakukan transformasi bisnis di masa krisis ini. Agus Suparmanto juga mendorong para pelaku usaha dan pewaralaba untuk memanfaatkan internet dan teknologi informasi untuk berintegrasi dengan ekosistem digital, seperti e-commerce, digital marketing, dan virtual market untuk dapat membantu waralaba dalam memulai usaha. Agus Suparmanto juga mengungkapkan bahwa bisnis waralaba merupakan bentuk usaha yang terbukti memberikan keuntungan dan mengurangi risiko kegagalan, Bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi di sektor riil, waralaba merupakan entitas usaha yang bonafit. Sistem usaha waralaba saat ini juga menjadi populer di Indonesia dan mudah ditemui di pusat-pusat bisnis perkotaan dan daerah. Hal ini membuktikan bahwa waralaba lokal telah melakukan transformasi bisnis dalam hal standarisasi manajemen, penciptaan dan pemasaran produk, dan peningkatan kepuasan pelayanan kepada konsumen sehingga dapat diterima secara luas oleh masyarakat,”. Agus Suparmanto juga mengapresiasi AFI, ASENSI, dan Dyandra Promosindo yang tetap berkomitmen menyelenggarakan IFRA selama 18 tahun dan berharap pameran ini dapat menjadi momentum untuk kembali mendorong perdagangan dan perekonomian nasional.

IFRA Virtual Expo 2020 diikuti oleh 60 peserta pameran dari berbagai industri dan tingkatan bisnis. Hadirnya IFRA juga mendorong usaha-usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) untuk memasarkan produk dan mengembangkan lini usahanya. Seperti yang diungkapkan oleh Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, bahwa UMKM merupakan pahlawan ekonomi’ dan memiliki potensi besar dalam memastikan pemulihan ekonomi nasional terakselerasi. Pelaku UMKM harus bisa beradaptasi, berinovasi dan hadir dalam ekosistem digital untuk saling bersinergi dan membangun jaringan agar kegiatan usaha tetap berjalan dan dapat bersaing secara nasional dan global. Di sinilah peran IFRA menjadi krusial. IFRA dihadiri oleh para pelaku ekonomi lokal dan hal ini patut kita apresiasi agar menghasilkan multiplier effect untuk memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia. Penguatan produk lokal juga merupakan strategi kebijakan yang tepat untuk pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu bagi para calon pelaku usaha baru, waralaba dan lisensi merupakan alternatif konsep bisnis yang inovatif dan mudah untuk diadopsi oleh UMKM,” ujar Teten.

IFRA Virtual Expo 2020diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 September 2020 melalui IFRA Virtual Platform. Di IFRA Virtual Expo 2020 pengunjung dapat mengakses dan melihat profil para peserta pameran secara mudah dan fleksibel yang dapat diakses dari gawai masing-masing. Pengunjung dapat melakukan live chat dengan peserta pameran bahkan bisa menjadwalkan business matching dengan peserta pameran yang diinginkan. Kemudahan mendapatkan peluang bisnis baru atau memperluas bisnis dalam masa pandemi memicu untuk beradaptasi dengan cara yang baru melalui pameran virtual. Semuanya dapat diakses dan dilakukan dengan fleksibel, dapat dimana saja tanpa terbatas jarak. IFRA Virtual Expo dapat diakses dengan harga tiket sebesar Rp 20.000 untuk akses satu hari atau Rp 50.000 untuk akses selama tiga hari. Pengunjung yang ingin mengunjungi IFRA Virtual Expo 2020 dapat melakukan registrasi di https://ifra-virtualexpo.com/register/visitor/.

Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Paduan Sempurna antara Warisan Italia, Fesyen Dan Perpaduan Warna

GayaKeren.idVespa Primavera melalui launching yang dilakukan secara virtual, Jum’at (18/9), memperkenalkan hasil eksperimennya yang berkolaborasi dengan desainer muda Amerika yang kreatif dan berpengaruh, Sean Wotherspoon. Kelihaiannya bermain warna menggambarkan jiwa muda Vespa dan kemampuannya dalam memadupadankan material yang tepat semakin memperkaya perspektif dalam mengagumi kendaraan roda dua khas Italia ini. Unsur-unsur timeless classic dan seni kontemporer berpadu melahirkan Vespa Primavera Sean Wotherspoon edisi terbatas yang berani, nakal, dan menyenangkan. 

“Anda benar-benar dapat merasakan hubungan serta kombinasi dari energi kreatif antara Vespa dan Sean Wotherspoon sejati saat Anda melihat Vespa Primavera Sean Wotherspoon. Kreativitas Sean Wotherspoon yang luar biasa dan kepribadian Vespa Primavera yang unik dan ikonik berpadu dengan baik dan berhasil membuat setiap orang memandangnya penuh takjub. Kami senang dapat menyambut Vespa Primavera Sean Wotherspoon yang mempesona dan eklektik ini di Indonesia. Vespa Primavera Sean Wotherspoon edisi terbatas ini didedikasikan bagi mereka pecinta fashion yang mengeskpresikan gaya mereka dengan berani, penuh warna, dan unik,” Marco Noto La Diega, Presiden Direktur PT Piaggio Indonesia. 

Melalui leburan warna bertema 80-an, yang ditampilkan secara unik dan menarik. Perpaduan ini mewakili warisan Vespa dan visi Sean Wotherspoon untuk Vespa Primavera dalam sentuhan kontemporer dengan tetap membawa karakter dan  warisan Vespa. Sementara warna kuning dipilih sebagai warna dasar dominan untuk mewakili energi dan dinamisme. Sentuhan warna merah, melebur dengan hijau tua dan biru laut,melapisi seluruh badan kendaraan. Tampilan berbeda Vespa Primavera Sean Wotherspoon tampak pada aksen warna putih pada front tie, edge shield dan crest, untuk menonjolkan siluet Vespa. Rims modern warna putih dengan logo Vespa berwarna biru pun semakin memberikan tampilan baru dan berbeda yang menyeluruh pada karya penuh pesona ini.

Sebagai designer sneakers, Sean Wotherspoon bereksperimen dengan beragam bahan. Material karet berwarna biru pada pijakan kaki, dibuat layaknya sol sepatu dalam perspektif Sean Wotherspoon. Joknya dengan material korduroi beludru warna coklat muda membuat tampilan premium dan menawan.

Konsep desain ini berkaitan kuat antara Vespa dan seni kontemporer. Pada Vespa Primavera Sean Wotherspoon edisi terbatas ini, Sean Wotherspoon tidak hanya menampilkan kekuatan ciri khas desainnya, tetapi juga berhasil mewujudkan visi Vespa melalui pendekatan pada gaya, desain, dan fesyen yang sangat sesuai dengan Vespa sebagai merek istimewa khas Italia. Komposisi warna yang terkurasi dengan tepat membungkus setiap bagian bodi Vespa terukur dalam sinergi antara Vespa dan Sean Wotherspoon. Lahirnya kolaborasi Vespa x Sean Wotherspoon menampilkan perpaduan yang sempurna antara warisan khas Italia yang diinterpretasikan secara kontemporer.

Kolaborasi antara Vespa dan Sean Wotherspoon ini tidak hanya menciptakan the world’s most colorful Vespa, tetapi juga semakin memperkuat identitas Vespa yang khas dan nilai premium yang dimiliki melalui detail unik yang terdapat di tampilannya.