GayaKeren.id – Jambi menjadi asal muasal batik di tanah Sumatera. Dimulai pada tahun 1875, saat Haji Muhibat yang berasal dari Jawa Tengah memperkenalkan kain batik yang kala itu hanya digunakan sebagai pakaian adat dan hanya digunakan oleh para bangsawan. Meski pun begitu, batik Jambi memiliki corak tersendiri yang merupakan paduan dari budaya India, Cina, dan Persia. Corak Batik Jambi diambil dari ukiran rumah adat dan alam sekitar, termasuk flora dan fauna. Pengaruh Islam terlihat pada ragam hias kaligrafi dan ornamen non figuratif, pengaruh India terlihat pada motif patola, dan pengaruh Cina terlihat pada bagian tumpal atau pinggiran kain batik.

Motif Batik Jambi yang terkenal antara lain Tampuk Manggis, Kapal Sanggat, Durian Pecah, Merak Ngeram, Angso Duo, Kuao Berhias, Riang-riang, Batanghari, Bungo Kaco Piring, Daun Keladi, Cendawan, Bunga Melati, Bunga Kopi, Kepak Lepas, Bungo Pauh, Keris Siginjai, dan Bungo Duren. Batik Jambi didominasi oleh warna cenderung gelap seperti merah kecokelatan, kuning kemerahan, dan biru hasil pewarnaan alami yang memanfaatkan tumbuh-tumbuhan seperti kayu sepang, ramelang, lambato, dan nilo.

Mempertimbangkan besarnya potensi usaha produk fashion dan pariwisata di Provinsi Jambi tersebut, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jambi bersinergi dengan Fashion Designer Wignyo Rahadi menggelar peragaan busana virtual dengan menggunakan kain Batik Jambi di destinasi pariwisata Candi Muaro Jambi yang ditayangkan pada acara Webinar Wastra dan Kopi Jambi untuk Dunia pada tanggal 19 Desember 2020.

Menggunakan material Batik Jambi buatan Rumah Batik Azimah dan Batik Jambi Maryana yang merupakan binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jambi, Wignyo Rahadi dengan brandnya, Tenun Gaya, yang selama ini konsisten dengan busana bermaterial tenun hasil dari ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) mengkolaborasikan dua kekayaan budaya asli Indonesia ini dalam satu koleksi yang berupa varian dress, rok dan celana panjang yang dipadu cape dan outer dengan menonjolkan keindahan motif Batik Jambi, serta aksentuasi layer dan ornamen obi untuk menciptakan kesan dinamis.

Mengembangkan batik Jambi dengan tenun ini, merupakan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah Jambi untuk mengembangkan dan berperan serta penguatan ekonomi di tanah air, salah satunya dengan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan pengembangan pariwisata di daerah. Di Provinsi Jambi, di antaranya memiliki kearifan lokal berupa kerajinan kain batik serta tempat pariwisata yang sangat berpotensi dikembangkan, antara lain Candi Muaro Jambi yang telah ditetapkan sebagai situs purbakala yang telah didaftarkan dan masuk Warisan Dunia oleh UNESCO pada 2009

                                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *