GayaKeren.id – Masyarakat di seluruh dunia saat ini sedang dibuat was-was dengan adanya pandemi covid-19 yang disebarkan oleh Kota Wuhan, China. Adanya virus covid19 membuat masyarakat takut, khawatir, cemas dan perasaan negatif lainnya yang mana menyebabkan stress. Covid-19 saat ini masih tetap menghantui dan bahkan semakin luasnya tingkat penyebaran. Pemerintah akhirnya menerapkan perubahan pola hidup yang lebih sehat dengan adanya pandemi ini. Seperti, masyarakat yang dituntut untuk melakukan perubahan dalam beradaptasi. Bahkan perubahan terhadap psikologis dewasa, remaja, maupun anak.

Anak pada usia sekolah termasuk salah satu yang rentan terkena covid-19. Apabila anak yang telah tertular covid perlu memiliki pemahaman aturan mengenai isolasi, salah satunya isolasi mandiri atau di rumah. Anak yang menjalani isolasi mendiri memiliki kecenderungan tingkat gangguan psikologis yang lebih besar. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan anak dalam interaksi sosial, berpengaruh terhadap pola bermain, bahkan keterbatasan dalam aktifitas yang mampu mempengaruhi emosi dan pola pikir. Akibatnya anak akan menjadi stress karena adanya perubahan psikologis dari isolasi mandiri.

Orang tua merupakan peran utama yang dituntut untuk membantu mengurangi tingkat stress pada anak di masa pandemi. Seperti memberikan dukungan terhadap anak serta perlindungan yang cukup dan tepat. Perubahan perilaku dari orang tua akan membantu mengatasi kondisi psikologis anak yang mengalami stress. Berikut adalah bentuk perhatian dari orang tua terhadap anak dalammenghadapi pandemi :

  1. Ketika anak tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa, orang tua dapat memberikan dukungan dengan sarana yang nyaman untuk beristirahat, makanan yang sehat dan sesuai keinginan anak dan meluangkan waktu anak untuk bermain sebentar agar tidak jenuh.

2. Ketika anak takut akan kegelapan, orang tua perlu mendekat dengan anak dan memberikan rasa aman.

3. Ketika anak tidak mampu bicara, orang tua dapat membantu dengan bercerita membagikan perasaan, bahkan mendengarkan anak dengan rasa gelisahnya.

4. Ketika anak kesulitan tidur, orang tua mencoba menemani anak dan membuat kegelisahan ketika tidak menjadi berkurang.

5. Ketika anak tidak optimis sembuh, orang tua harus menyemangati anak untuk terus bertahan dan berjuang untuk kesembuhan melawan covid-19.

(rilis. salmah meilinda-PAI 5B)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *