Good Doctor Mendukung Pelayanan Kesehatan untuk Keluarga, Donasi 43.000 Masker kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI)

GayaKeren.idMenanggapi kian banyaknya kasus COVID-19 di antara anak-anak di Indonesia, perusahaan penyedia layanan kesehatan terpadu berbasis teknologi  Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) mempertegas dedikasinya terhadap kesehatan anak, terutama bagi anak-anak penderita kanker. Melalui kemitraan dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan BenihBaik.com, donasi kedua hasil dari penggalangan dana bersama yang dilakukan selama 6 bulan sejak September 2020 sampai dengan Maret 2021 sebesar Rp 58.697.073 diserahkan kepada YKAKI. Donasi tersebut diserahkan dalam bentuk 43.000 masker kesehatan yang disumbangkan kepada karyawan, koordinator, orang tua, guru dan anak-anak dengan kanker yang ada di seluruh cabang YKAKI di berbagai kota. Donasi ini merupakan penggalangan dana yang diluncurkan pada Bulan Kesadaran Kanker Anak September 2020, yang pada pada kesempatan yang sama, Good Doctor Technology Indonesia juga meluncurkan program “Konsultasi Dokter Online (KADO) untuk YKAKI” gratis yang masih berlangsung hingga saat ini. Melalui program ini, Good Doctor berencana melanjutkan pemberian akses ke dokter spesialis dan tenaga medis secara gratis bagi anak dengan kanker dari keluarga kurang mampu, di tengah kian tingginya kebutuhan para orang tua dan caregiver akan bantuan medis. 

Head of Medical Management Good Doctor, dr. Adhiatma Gunawan menyampaikan, “Kemitraan kami dengan BenihBaik.com dan YKAKI sebagai penerima manfaat merupakan kelanjutan dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak penderita kanker di Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu. Melalui donasi ini, kami berharap dapat membantu YKAKI untuk memastikan keamanan dan keselamatan anak-anak penderita kanker, keluarga mereka, dan para relawan yang tanpa lelah memberikan perawatan dan pendampingan bagi anak-anak yang paling rentan terhadap COVID-19 ini. Inisiatif ini selaras dengan dedikasi Good Doctor untuk peningkatan kesehatan anak di Indonesia. Layanan kesehatan anak juga merupakan salah satu dari 3 layanan konsultasi paling banyak diakses di aplikasi telemedicine kami.”

Mengomentari kemitraan dengan Good Doctor yang telah berlangsung sejak September 2020, Ketua dan Pendiri YKAKI Ira Soelistyo menyatakan, “Kami berterima kasih kepada Good Doctor dan BenihBaik.com atas sumbangan masker ini, dan penghargaan kami untuk semua donatur yang telah mengungkapkan kepeduliannya kepada anak-anak penderita kanker. COVID-19 telah memberikan banyak tantangan bagi pasien kanker anak dan keluarganya. Dengan platform telemedicine Good Doctor, kami mendorong orang tua, keluarga dan caregiver yang merawat anak-anak penderita kanker untuk memanfaatkan sumber informasi medis tambahan agar tetap mendapat informasi yang baik dan berkonsultasi dengan dokter bila diperlukan, dan tetap menjaga kesehatan selama periode waktu yang sulit ini. Sumbangan masker dengan jumlah besar ini juga akan membantu melindungi anak-anak penderita kanker dan keluarganya dari COVID-19.

Menyampaikan sambutan tentang hasil dari inisiatif galang dana bersama, Pendiri Benihbaik.com Andy F. Noya mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua #TemanBaik yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak penderita kanker dengan berdonasi ke YKAKI. Kami berharap dukungan ini dapat membantu melindungi anak-anak penderita kanker, orang tua serta seluruh relawan dan caregiver di YKAKI dari risiko terpapar COVID-19. Kami menghargai kolaborasi kami dengan Good Doctor dan YKAKI dalam memberikan kontribusi dengan cara apa pun yang kami bisa kami lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak penderita kanker.

Anak penderita kanker termasuk yang paling rentan terhadap virus COVID-19, karena sistem kekebalan tubuhnya terganggu akibat penyakit kronis yang dideritanya. dr. Haridini Intan Setiawati Mahdi, Sp.A (K), salah satu dokter spesialis yang telah memberikan perawatan kepada pasien kanker anak melalui program “KADO untuk YKAKI” dari Good Doctor mengatakan, “Pandemi COVID-19 sangat mengganggu perawatan kanker anak di seluruh dunia. Dampak yang paling menonjol terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Indonesia. Oleh karena itu, semakin banyaknya penyedia layanan telemedicine memainkan peran penting dalam membantu praktisi kesehatan seperti saya, untuk memastikan bahwa pasien kanker masih dapat berkonsultasi dengan dokter mereka secara virtual dengan nyaman dari rumah mereka sendiri. Saya sangat menghargai dukungan Good Doctor melalui “KADO untuk YKAKI” untuk memberikan solusi bagi keluarga pasien kanker anak dalam bentuk konsultasi dan pelayanan dokter gratis tanpa harus berisiko terkena virus saat mengunjungi fasilitas kesehatan. Bagi yang harus menjalani kemoterapi, harus tetap berobat ke rumah sakit dengan menerapkan 5M.

Pandemi mengakibatkan banyak perubahan sektor pelayanan kesehatan,  yang mempengaruhi tata cara rumah sakit dalam pemberian perawatan kanker, terutama bagi pasien kanker anak. Dalam jurnal The Lancet yang memuat hasil studi cross-sectional tentang “Pengaruh Pandemi COVID-19 pada Perawatan Kanker Anak” yang diterbitkan pada 1 Mei 2021 yang melibatkan 311 tenaga kerja kesehatan profesional di 213 institusi di 79 negara anggota WHO sebagai responden, tercatat bahwa daftar periksa rumah sakit harus diperbarui atau disesuaikan, proses komunikasi dengan pasien dan keluarga juga berubah, dan pedoman untuk layanan penting bagi pasien kanker anak pun harus direvisi. Perubahan dan penyesuaian ini dilakukan sebagai efek pandemi.1 Studi tersebut menunjukkan bahwa cara alternatif sangat dibutuhkan untuk memberikan perawatan medis bagi pasien kanker anak untuk melindungi mereka dari risiko terpapar COVID-19. Di sinilah pelayanan telemedis dapat memberikan peran integral dalam mengurangi konsultasi tatap muka antara dokter dan pasien kanker anak.

“Di Good Doctor, kami selalu percaya bahwa perawatan kesehatan harus dapat diakses oleh setiap keluarga, terutama selama masa sulit pandemi seperti sekarang. Dengan memiliki support system yang kuat, anak-anak yang sedang melawan kanker bisa lebih bersemangat dan memiliki impian besar untuk masa depannya. Melalui program “KADO untuk YKAKI” kami ingin terus mendorong inisiatif peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi anak penderita kanker dan keluarganya di YKAKI”, tambah dr. Adhiatma Gunawan.

Sebagai platform penyedia layanan kesehatan dalam jaringan terkemuka, Good Doctor memiliki lebih dari 600 dokter spesialis dari 26 departemen spesialisasi klinis yang berbeda, termasuk spesialis dalam perawatan kanker anak, yang dapat diakses setiap saat di aplikasi. Good Doctor terus meningkatkan layanan online di aplikasi dan menyediakan akses ke jaringan tenaga medis yang terus bertambah yang siap membantu masyakat terkait berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kronis.

Kesalahan YouTuber Pemula yang Harus Dihindari saat Bikin Konten

GayaKeren.id – Profesi YouTuber semakin menjadi aspirasi banyak orang saat ini, khususnya generasi muda. Berdasarkan riset yang dilakukan Hootsuite dan We Are Social per Januari 2021, pengguna internet berusia 16-24 tahun paling banyak menghabiskan waktunya menonton video online di perangkat mereka[1]. Kemudian, terdapat sebuah survei yang dilakukan perusahaan First Choice terhadap 1.000 anak dengan rentang usia 6 sampai 17 tahun. Hasilnya, 34,2% anak ingin menjadi seorang YouTuber. Sementara itu, anak yang ingin menjadi Blogger atau Vlogger berada di peringkat kedua dengan perolehan angka 18,10%[2].

Menyadari semakin pentingnya aspirasi tersebut untuk diwadahi, Samsung Electronics Indonesia meluncurkan program Be A Galaxy Creator sebagai bagian dari kampanye Tetap Semangat Indonesia yang bertujuan untuk membimbing para peserta terpilih dalam menapaki langkah awal mereka menjadi seorang content creator profesional, khususnya sebagai tech reviewer. Melalui coaching session selama April – Mei 2021, para peserta terpilih dibimbing langsung oleh YouTuber dan Tech Reviewer profesional, Edho Zell dan Dedy Irvan, serta didukung oleh perangkat yang mumpuni namun tetap terjangkau untuk mengkreasikan konten, yaitu Samsung Galaxy A12|A02s.

“Fokus dari coaching session Be A Galaxy Creator bukan hanya soal mengekspresikan passion maupun mengasah kemampuan teknis semata. Dengan segudang pengalamannya dalam industri konten, Edho Zell dan Dedy Irvan juga membagikan pemahaman tentang profesi YouTuber profesional agar Galaxy Creator yang terpilih tidak terjebak pada kesalahan-kesalahan yang umum terjadi pada YouTuber pemula. Pemahaman akan seluk beluk profesi, ditambah dengan fitur-fitur pada Samsung Galaxy A12|A02s yang mumpuni diharapkan dapat membantu siapa pun yang punya passion di bidang kreasi konten untuk membuat konten video yang maksimal layaknya content creator profesional,” ujar Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Simak ulasan para coach dan Galaxy Creator yang terpilih tentang kesalahan apa saja yang biasanya dilakukan oleh para YouTuber pemula agar dapat kamu hindari.

  1. Ingin sesuatu yang instan. Berkreasi apa pun, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran agar hasilnya maksimal. Bikin konten di YouTube harus diperhatikan dengan teliti, mulai dari visual, audio, pemilihan topik sampai ke penyampaian isi konten itu sendiri. Jika berharap hasil yang instan dari proses yang setengah-setengah, hasilnya tidak akan maksimal. Fokus dan nikmati setiap proses, jangan tergoda untuk menempuh jalan pintas seperti membeli subscribers, followers, dan like.

2. Tidak memikirkan target audiens. Menurut Edho Zell, seorang content creator yang sudah malang melintang di YouTube selama lebih dari satu dekade, kamu harus mengerti sudut pandang mereka, kebutuhannya, konten seperti apa yang mereka cari dan ingin tonton. Untuk bisa menyatukan apa yang content creator inginkan dengan apa yang audiens butuhkan tidak mudah dan butuh waktu. Harus terus mengikuti tren dan mempelajari audiens, sebelum menawarkan kontenmu untuk mereka!

3. Tidak membuat content planning. Pembuatan rencana konten adalah salah satu langkah yang tidak boleh dilewatkan. Secara singkat, content planning adalah rencana pengembangan konten untuk mencapai tujuan akhir. Mulai dari penentuan konten seperti apa yang ingin dibuat, di platform mana, dan kapan konten tersebut akan diunggah. Agar ide content plan yang kamu buat aman, kamu dapat menyimpan file content plan buatanmu dengan memanfaatkan fitur Samsung KNOX yang berfungsi untuk memberikan keamanan berlapis untuk melindungi datamu.

4. Tidak kenal algoritma YouTube. Algoritma YouTube mengatur bagaimana sebuah video bisa muncul di halaman awal, halaman rekomendasi, atau hasil pencarian pengunjung. Semakin banyak video kamu muncul, semakin besar kemungkinan kamu untuk mendapatkan viewers yang besar. YouTuber pemula umumnya tidak memikirkan hal ini dalam membuat konten, sehingga video yang diunggah kurang sesuai dengan algoritma YouTube, sehingga sedikit penontonnya dan akhirnya mempengaruhi motivasi YouTuber pemula. Luangkan waktu untuk mempelajari dasar-dasar algoritma YouTube untuk meningkatkan impresi dan views dari konten yang kamu buat.

5. Terlalu fokus pada visual konten yang dibuat. Sebagai YouTuber pemula, semakin sering kamu mengunggah konten sesuai dengan algoritma YouTube, semakin besar pula kemungkinan channel-mu dikunjungi dan videomu ditonton oleh banyak orang. Selain itu, kamu jangan beranggapan bahwa memulai karir sebagai content creator harus mengandalkan perangkat kamera yang mahal supaya hasilnya bagus. Samsung Galaxy A12 bisa menjadi smartphone pilihan berkualitas yang terjangkau, yang dilengkapi Quad Camera dengan kamera utama 48MP, Ultra Wide 5MP, Live Focus 2MP, dan kamera Macro 2MP, serta microphone bawaan yang kualitasnya sudah mumpuni untuk menghasilkan suara yang jernih tanpa memerlukan external microphone.

[1] We Are Social, Digital 2021 Global Overview Report

[2] The Sun, Three-quarters of children say they would consider career in online videos

Riset Eaton: Indonesia Pimpin Prioritas Perluasan Target Bauran Energi Baru Terbarukan Di Asia Pasifik

GayaKeren.id – Laporan baru yang dirilis oleh perusahaan pengelola daya global Eaton menunjukkan bahwa lebih dari empat dari lima perusahaan (83%) di Indonesia memandang peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai prioritas bisnis utama, yang menjadikannnya hal kedua tertinggi dalam agenda mereka. Berbeda dari Indonesia, 53% bisnis di pasar Asia Pasifik (APAC) yang disurvei mengatakan implementasi EBT adalah prioritas mendesak.

Berjudul “Masa Depan Pengelolaan Daya di Kawasan Asia-Pasifk”, laporan tersebut meneliti tantangan dan peluang dalam pengelolaan daya yang dihadapi oleh dunia bisnis saat mereka menjalani transisi energi di enam pasar APAC yang tumbuh pesat: Indonesia, Australia, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan.

Transisi energi, biaya, konsumsi disebut sebagai prioritas utama bagi bisnis

Selain meningkatkan penggunaan EBT, biaya dan pengoptimalan energi (87%) dan mengurangi penggunaan energi (70%) dipilih sebagai prioritas langsung utama bagi bisnis di Indonesia. Bisnis menyebutkan penghematan biaya (77%), tujuan keberlanjutan (63%) dan rencana bisnis berkelanjutan (63%) adalah alasan mengapa mereka mengutamakan prioritas tersebut.

Bukti dari kedekatan hubungan antara bisnis dan negara terlihat dari tingginya kesadaran akan inisiatif pemerintah terkait penghematan energi di dunia bisnis di Indonesia (97%). Angka tersebut berada di atas persentase rata-rata APAC yaitu 81%. Tingkat partisipasi dunia bisnis yang memahami skema pemerintah tersebut (83%) juga merupakan yang kedua tertinggi di wilayah APAC, setelah Australia.

Perusahaan ingin meningkatkan pengelolaan daya mereka walaupun berada di masa pandemi COVID-19

Di tengah-tengah perdagangan global yang melemah dan jumlah lockdown, sektor seperti manufaktur menunjukkan penurunan aktivitas sementara ekonomi internet Indonesia yang meluas mengalami pertumbuhan yang dipicu oleh pandemi.

Terlepas dari dampak pandemi yang beragam, mayoritas perusahaan Indonesia (87%) ingin mengimplementasikan solusi pengelolaan daya yang baru dalam satu hingga tiga tahun mendatang, yang menempatkan Indonesia di bawah Australia (90%). Alasan ketertarikan mereka untuk mengadopsi teknologi baru meliputi efektivitas biaya (65%) dan keberlanjutan (58%) dalam pengelolaan daya.

Dunia bisnis bimbang dengan peraturan pemerintah dan industri yang terus berubah

Sehubungan dengan kekuatan dinamis dan lanskap keberlanjutan Indonesia, banyak bisnis di Indonesia mengatakan peraturan pemerintah dan industri yang terus berubah (57%) sebagai tantangan utama. Perusahaan di Indonesia tidak sendiri dalam hal ini, di mana bisnis di

Singapura (57%) dan Korea Selatan (53%) menghadapi isu yang sama. Terlepas dari kekhawatiran tersebut, responden masih merasa bahwa perusahaan mereka siap mengatasi perubahan power grid (83%) dan peraturan yang berubah (77%).

Dengan inisiatif baru yang akan dirilis untuk mendukung transisi energi bersih Indonesia, seperti menghentikan penjualan kendaraan bermesin diesel pada 2040 dan membuat peraturan untuk mempermudah penetapan harga listrik dari sumber EBT, kolaborasi antara sektor publik dan swasta penting untuk mencapai tujuan pengembangan keberlanjutan di Indonesia.

“Perusahaan di Indonesia memberikan tanggapan positif terhadap pentingnya keberlanjutan yang berkembang. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, bisnis harus mempertimbangkan prioritas mereka dengan cermat, bekerja sama lebih dekat lagi dengan mitra strategis, serta mengidentifikasi dan mengimplementasikan teknologi yang dapat mendukung tujuan bisnis dan energi mereka dengan baik,” ujar Isabel Chong, Country Manager untuk Singapura, Indonesia dan Malaysia, Eaton. “Indonesia memiliki potensi untuk mewujudkan upaya mereka menjadi go green seperti yang ditunjukkan oleh beragam inisiatif dan data dari studi kami. Sebagai mitra dari banyak bisnis di Indonesia dan di wilayah APAC, Eaton berkomitmen untuk membantu perusahaan meningkatkan pengelolaan daya mereka dan merencanakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan kuat energi.”