GayaKeren.id – Kebiasaan baru semakin mendorong kita untuk mengonsumsi makanan dan minuman menyehatkan. Menyantap sumber hewani dan alami yang etis pun turut menjadi standar baru. Berkat keberadaan media sosial, kita dimungkinkan untuk terus terinformasi tentang tren-tren terkini dalam hal makanan dan minuman.

Clean eating, free range, plant-based adalah sejumlah istilah yang semakin akrab di telinga konsumen millennial dan Gen Z karena itulah kebiasaan baru mereka dalam mengonsumsi sesuatu. Konsumen usia muda ini semakin menaruh perhatian lebih tentang bagaimana makan mereka ditanam, dipanen, diproses, dan dihidangkan di piring. Hasrat yang sama turut dirasakan oleh para petani, nelayan, dan produsen bahan makanan alami di Selandia Baru.

“Ada suatu pehamaman di antara produsen makanan asal Selandia Baru bahwa ketika alam subur, maka kita pun menerima berkatnya, dan kami memahami bahwa hal tersebut juga dirasakan oleh konsumen di Indonesia. Seluruh bahan makanan dan minuman dari Selandia Baru dibuat dengan sepenuh hati, artinya semuanya diproduksi dalam prinsip keberlangsungan, keamanan untuk dikonsumsi, dan inovasi,” jelas Diana Permana, New Zealand Trade Commissioner to Indonesia dari New Zealand Trade and Enterprise.

Melalui kampanye global ‘Made with Care’, NZTE ingin preferensi produk makanan dari Selandia Baru di antara konsumen semakin meningkat. Sejak Oktober 2020, sejumlah kampanye juga dijalankan di pasar ekspor besar termasuk Jepang, Australia, China, Inggris, dan Amerika.

Dalam kampanye terbaru, NZTE Indonesia berkolaborasi dengan dua chef selebriti, yaitu, William Gozali dan Devina Hermawan, untuk menonjolkan dan menampilkan produk Selandia Baru ke hadapan konsumen serta bertujuan untuk mendapatkan pengalaman menikmati bagaimana bahan makanan dan minuman dari Selandia Baru digunakan untuk kemudian dihidangkan ke atas meja.

Menggunakan kombinasi apel Envy dan coklat putih Whittaker’s, Chef Devina mengembangkan resep yang lezat dan unik yang dinamakan brownies putih blondie. Coklat putih digunakan sebagai bahan dasar brownie dan irisan apel di atasnya, memberikan hidangan pencuci mulut ini sensasi renyah sekaligus manis. Di video lainnya, dia membuat lasagna klasik dan sangat mudah dibuat menggunakan ragam produk berbahan dasar susu dari Selandia Baru, misalnya culinary cream, butter, dan pure milk cheese yang memiliki tekstur sempurna untuk dijadikan béchamel sauce.

Mirip Devina, Chef Willgoz membuat creamy chicken yang mudah dimasak. Yang menarik dari resep Willgoz adalah, dia menggunakan sour cream alih-alih plain cream agar sausnya mengumbar rasa yang lebih kuat, terlebih dengan penambahan irisan apel Rockit yang renyah.

Kedua chef tersebut telah membuat resep yang tidak konvensional dan unik untuk bisa dibuat siapa saja di rumah agar bisa dinikmati sendiri, bersama keluarga, atau bahkan diantar sebagai hampers untuk teman dan keluarga.

Yuk, intip resepnya di sini:

Classic Lasagna

Grilled Chicken

Blondies (white brownie)

Di video tersebut, kedua chef mengangkat alasan mengapa penggunaan bahan makanan Selandia Baru sebagai bahan utamanya merupakan hal penting. Beberapa faktor utamanya adalah tekstur, rasa, dan yang paling penting nilai kandungan gizinya yang akan meningkatkan tidak hanya rasa masakan tetapi membuatnya aman untuk dikonsumsi.Bersamaan dengan World Environment Day yang jatuh di 5 Juni 2021, New Zealand Trade and Enterprise membagikan fakta tentang bagaimana bahan makanan dari Selandia Baru dibuat dengan sepenuh hati dan menjadikannya bahan makanan yang tepat untuk panganan sehari-hari. Hamparan padang hijau membentang, tanah yang subur, dan perairan yang jernih dan segar di Selandia Baru adalah sejumlah faktor dasar yang memungkinkannya memproduksi makanan dan minuman yang luar biasa, aman, berkualitas premium, bercita rasa lezat, dan bernutrisi – dari susu, wine, dan madu hingga daging, hortikultura dan banyak lagi.

Tanah Subur, Peternakan Berkelanjutan, dan Bertanggung Jawab pada Lingkungan

Kaitiakitanga adalah konsep Maori tentang kepedulian terhadap orang, hewan, dan tanah. Sebagai komitmen terhadap nilai ini, Selandia Baru mampu mempertahankan posisinya sebagai produsen susu terbesar kedelapan di dunia. Bahkan, Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa selama ini sebetulnya Anda telah mengonsumsi produk susu Selandia Baru – mulai dari susu, cooking cream dan butter, hingga keju dan es krim – yang membantu meningkatkan kesehatan dan kebugaran kita.

Peternakan berkelanjutan Selandia Baru memungkinkan negara ini memelihara sapi yang sehat. Dengan memberi makan sapi mereka hanya dengan rumput, Selandia Baru telah berhasil mempertahankan produksi bagus daging berkualitas tinggi dan produk susu bergizi. Selain itu, Selandia Baru telah berkomitmen untuk mematuhi praktik halal sejak tahun 1970-an. Ini termasuk sertifikasi pabrik pengolahan dan rumah pemotongan hewan, memastikan persyaratan kompetensi dan standar unit seputar Hukum Syariah terpenuhi, dan banyak lagi.

Demikian juga, Anda bisa mendapatkan nutrisi sehat dari madu. Selandia Baru dikenal dengan madu Manuka-nya, yang telah menunjukkan khasiat penyembuhan alami yang luar biasa yang membedakannya dari madu biasa. Musim madu tahun 2018/19 menjadi periode penting karena sekitar 23.000 ton madu dihasilkan – sebuah rekor untuk industri ini.

Area anggur dan produksi wine Selandia Baru telah tumbuh secara dramatis selama 30 tahun terakhir sebagai tanggapan atas meningkatnya permintaan global akan wine asal Selandia Baru. Memanfaatkan kedekatan kebun anggur dengan laut, dikombinasikan dengan iklim yang baik, dan perbedaan mencolok antara suhu siang dan malam di banyak wilayah memperlambat pematangan buah anggur dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan varietas rasa yang murni dan intens. Sauvignon Blanc telah mendominasi industri anggur Selandia Baru sejak awal, sementara Pinot Noir adalah varietas wine merah paling signifikan di Selandia Baru.

Sementara dalam hal lingkungan, melalui proyek Step Change[1], produsen susu Selandia Baru berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, berkontribusi pada kualitas air yang lebih baik, dan membantu peternak sapi perah mencapai keuntungan finansial. Di bawah Undang-Undang Nol Karbon (Zero Carbon Act), Selandia Baru memiliki jalur hukum menuju nol kontribusi terhadap pemanasan lebih tinggi pada tahun 2050.

Kecerdasan Hortikultura melalui Teknologi dan Inovasi

Selandia Baru telah menerapkan cara-cara bertani yang inovatif yang melibatkan lebih banyak otomasi dan banyak perusahaan semakin melirik teknologi untuk menumbuhkan, memproses, mengemas, dan mengangkut produk guna meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan produksi. Hal ini memungkinkan bisnis Selandia Baru untuk menghasilkan kualitas yang lebih tinggi, buah-buahan premium serta untuk menantang status quo dengan solusi orisinal dan berani.

Melalui inovasi, bisnis Selandia Baru telah berhasil merancang sistem pengemasan yang dapat mengemas apel dengan kecepatan dua kali lipat kecepatan manusia (120 apel per menit) untuk memastikan produknya segar dan dalam kondisi terbaik saat sampai ke tangan konsumen. Dikembangkan oleh perusahaan yang sama, pemanen buah kiwi robot cukup mampu memanen lebih dari tiga miliar buah kiwi di Selandia Baru setiap tahun, sambil memastikan penanganan buah yang optimal.

Warga Selandia Baru hidup dengan penghargaan terhadap alam dan percaya bahwa “ketika alam tumbuh subur, maka kita pun menerima berkatnya”. Hamparan padang rumput hijau, tanah subur, air jernih, dan garis pantai tak berujung menghasilkan makanan lezat dan bergizi yang benar-benar hadiah dari alam, mengantarkan makanan yang aman dan lezat ke meja di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *