Debut Trailer Resmi dari Serial Orisinal Terbaru “Turner & Hooch”

GayaKeren.id – Jum’at (25/6) penonton setia Disney+ Hotstar dapat menyaksikan official trailer dari serial orisinal terbaru “Turner & Hooch” yang akan tayang perdana pada Rabu, 21 Juli 2021 mendatang. Serial ini menceritakan kisah seorang Marsekal AS (US Marshal) yang ambisius mewarisi seekor anjing penjaga yang sulit diatur nan menggemaskan. Ia pun menyadari bahwa sebenarnya anjing yang tidak disukainya ini, bisa menjadi rekanan yang ia butuhkan. Serial “Turner and Hooch” dibintangi oleh Josh Peck yang berperan sebagai Scott Turner Jr, anak dari detektif Scott Turner yang sebelumnya diperankan oleh Tom Hanks dalam film berjudul sama pada tahun 1989.

Serial ini juga dibintangi beberapa aktor ternama lainnya seperti: Carra Patterson sebagai Jessica Baxter, rekan kerja Scott yang pemberani dan cerdas; Brandon Jay McLaren sebagai Xavier Wilson, seorang marinir AS yang kini bekerja sebagai US Marshal yang selalu tampil keren tapi penuh rahasia; Anthony Ruivivar sebagai Chief James Mendez, seorang atasan Scott yang ternyata sangat menyukai Hooch – anjing baru milik Scott. Adapun Lyndsy Fonseca sebagai Laura Turner, saudara perempuan Scott yang manis dan penyayang binatang; Jeremy Maguire sebagai Matthew Garland, anak laki-laki dari Laura yang menyukai anjing; dan Vanessa Lengies sebagai Erica Mouniere, kepala program pelatihan anjing di US Marshal yang memiliki sikap unik. Becca Tobin hadir sebagai Brooke, mantan kekasih Scott; dan Reginald VelJohnson kembali berperan sebagai seorang Walikota yang bernama David Sutton. Tidak lupa, lima ekor anjing jenis French Mastiff berperan sebagai Hooch, anjing jenis French Mastiff yang sulit diatur namun menggemaskan.

 “Turner & Hooch” merupakan serial orisinal dari Disney+ yang diproduksi oleh 20th Television. Matt Nix menjadi pencipta, sekaligus penulis dan eksekutif produser dari serial ini. Selain itu, McG juga menjadi eksekutif produser serta menyutradarai episode pilot dari serial “Turner & Hooch”. Ada juga deretan eksekutif produser yang ikut membantu proses pembuatan serial ini yakni Michael Horowitz, Robert Duncan McNeill, Mary Viola, dan Josh Levy.

Jam Tangan Timex Hadirkan 12 Koleksi Terbarunya di Pasar Indonesia

GayaKeren.id PT Kami Gawi Berjaya selaku distributor tunggal dan resmi Timex di Indonesia kembali memboyong koleksi terbaru jam tangan Timex di Indonesia. Kehadiran koleksi ini menandakan Timex tidak pernah berhenti berkarya dalam memproduksi jam tangan berkualitas tinggi. Sebagai pemimpin pembuatan jam kelas dunia, kali ini Timex memperkenalkan koleksi baru khusus pria dan wanita, yang dibuat di Giorgio Galli Design Lab di Milan, Italia. Koleksi ini mencakup beberapa desain baru yang semakin menegaskan semangat brand Timex yang tidak pernah berhenti, selaras dengan kampanye ”We Don`t Stop” yang di gaungkan. Tema “We Don`t Stop” merupakan cermin dari kegigihan dan ketekunan Timex selama 166 tahun berkarya sejak produksi pertama kali pada 1854. Konsistensi ini melambangkan sebuah warisan keteguhan dan langkah ke depan yang lebih cerah dan inklusif.

“Dalam koleksi Timex kali ini menghadirkan beberapa design baru yang merefleksikan sejarah design-design Jam tangannya serta spirit dari global campaign “We Don’t Stop”. Hal ini bisa dilihat pada design dari Essex Avenue dengan bentuk dial oktagon yang unik, Navi XL Automatic yang menilik sejarah dive-style watches dan Standard Demi dengan proporsi ukuran jam khas abad pertengahan yang anggun.” Vania Yulita, Brand Manager Timex Indonesia

Jajaran Produk

12 jajaran koleksi terbaru Timex memiliki komposisi desain dan spesifikasi yang beragam di setiap produknya.  Ada yang materialnya terbuat dari stainless steel, kulit, dan silicon. Sedangkan tipe tali tercipta dari strap, gelang, dan two-piece. Dengan warna case, panjang, dan lebar strap dan lug yang bermacam dan kemampuan tahan air mulai 30 sampai 100 meter. 11 dari 12 jajaran produk yang diperkenalkan ini ditenagai oleh kuarsa yang mampu menjaga presisi dengan tepat. Sementara satu produk Timex Navi XL Automatic digerakkan secara otomatis dengan automatic winding.

12 jajaran produk itu antara lain: Timex Essex Avenue Thin; Timex Essex Avenue Multifunction; Timex Navi XL Automatic; Timex Navi XL Silicon; Timex Harborside Coast; Timex Fairfield Floral; Timex Starstruck; Timex Standard Demi Stainless Steel; Timex Standard Chronograph Leather; Timex Standard Leather Strap; Timex Command Urban; dan Timex Ironman Transit HR.

12 Koleksi Timex terbaru ini hadir secara offline di Timex Stores dan The Watch Co. Stores yang tersebar di banyak kota besar di Indonesia. Dan bagi anda yang sedang #dirumahaja bisa menemui koleksi terbaru Timex ini di official store The Watch Co. www.thewatch.co

Resso Gandeng Pink Sweat$ Luncurkan Kampanye ‘Buka Resso Buka Hits Berikutnya’

GayaKeren.id – Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, mengumumkan kolaborasinya dengan Warner Music untuk menampilkan Pink Sweat$ dalam peluncuran kampanye ‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’. Lagu ‘At My Worst’ milik Pink Sweat$ dirilis pada akhir tahun 2020, dan kini menjadi hit internasional.

‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’ merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Resso untuk menyoroti artis pendatang baru dan memperkenalkan lagu-lagu pop baru yang berpotensi menjadi hits, sekaligus memungkinkan para pecinta musik untuk menemukan, mendengarkan, dan mendukung lagu atau artis yang mereka sukai. Resso memilih perjalanan Pink Sweat$ dan lagunya ‘At My Worst’ sebagai bagian dari kampanye guna menginspirasi para pengguna dalam menemukan lagu favorit berikutnya di aplikasi ini.

“Bagi banyak orang yang menyukai musik, menemukan lagu – dan artis – sebelum menjadi hit memberi mereka kebanggaan pribadi. Kampanye ‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’ memungkinkan kami untuk terlibat dan menampilkan sebanyak mungkin lagu internasional yang sedang naik daun, yang kami kira akan menjadi hal besar berikutnya di Indonesia,” ujar Diza Anindita, Head of Marketing Resso Indonesia. Musik pop internasional tetap berada di posisi tiga teratas genre musik yang paling didengarkan oleh pengguna Resso.

Tentang keterlibatan Pink Sweat$ sebagai duta kampanye, Triari Senawirawan, Managing Director, Warner Music Indonesia menjelaskan: “Warner Music menghargai komitmen Resso untuk menghadirkan akses ke lagu dan artis internasional bagi para penggemar musik. Pink Sweat$ bangga dapat tampil dalam kampanye ini, di mana dia benar-benar dapat terhubung dengan para penggemarnya di Indonesia.”

David Bowden mendapatkan nama panggung Pink Sweat$ di awal karirnya, merujuk pada pakaian yang dikenakannya di studio rekaman. Ia adalah seorang penulis lagu dan juga penyanyi, yang menyukai lagu-lagu balada R&B dan memainkannya dengan gitar. Ia merilis single pertamanya ‘Honesty’ pada 2018 dan EP-nya The Prelude menyusul pada 2020, sementara album debutnya Pink Planet keluar pada Februari 2021.

“Musik berarti segalanya, musik adalah getaran, perasaan, sesuatu yang membantu Anda melewati hari-hari tersulit… ‘At My Worst’ adalah lagu saat saya yang jatuh cinta dan menginginkan seseorang untuk selalu ada di titik-titik tertinggi dan terendah hidup saya. Dan asal tahu aja, tunangan saya yang cantik itu yang menginspirasi lagu tersebut,” kata Pink Sweat$ dalam wawancara video yang telah direkam sebelumnya. Kampanye yang menampilkan Pink Sweat$ dimulai dengan tantangan duet popcorn TikTok awal bulan ini yang diikuti oleh ribuan peserta.

Untuk merayakan kampanye ‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’, Resso telah mengembangkan empat playlist baru yang dapat diakses pengguna:

  1. Today’s Pop – lagu paling hits saat ini di Indonesia dan perlu Anda dengarkan sekarang
  2. Future Pop – hits masa depan
  3. Queens of Pop – santai bersama para ratu pop
  4. Hits Berikutnya

Menunjuk Reza Pahlevi sebagai Managing Director, TigerGraph Perluas Komitmennya di pasar Asia Pasifik dengan Hadir di Indonesia

GayaKeren.id TigerGraph, satu-satunya scalable graph database untuk bisnis, hari ini, Kamis (24/6) mengumumkan keberlanjutan ekspansinya di pasar Asia-Pasifik dengan membuka kantor baru di Indonesia sekaligus menunjuk Reza Pahlevi sebagai Managing Director. Pahlevi mengemban tugas dalam memimpin strategi pengembangan TigerGraph di pasar terkait, mendorong inisiatif yang menumbuhkan perusahaan, serta melakukan skala terhadap operasi bisnis untuk mendukung adopsi pelanggan TigerGraph yang tumbuh pesat.

Kehadiran TigerGraph di Indonesia telah dirancang secara strategis dalam menjawab peluang pasar, seiring dengan graph technology yang menjadi salah satu dari 10 tren yang ditemukan pada transformasi bisnis di 2021. Mengacu pada Gartner, graph technology diprediksi akan digunakan di 80% dalam inovasi data dan analytics pada 2025, naik dari hanya 10% pada 2021. Mengingat Indonesia terus tumbuh sebagai salah satu pusat inovasi terdepan di tingkat regional, organisasi perlu mengambil sikap terhadap big data yang dimiliki dalam menghasilkan powerful insights untuk analytics secara lebih mendalam, lebih luas, dan operasional yang lebih terukur. TigerGraph merupakan satu-satunya graph database yang mampu menyediakan deep link analytics secara real-time melalui banyak node atau hop untuk koleksi data yang besar, membuatnya menjadi fondasi yang sempurna bagi bisnis untuk mengakselerasi kemampuan analytics, AI, dan machine learning seraya menjaga keamanan dan kontrol data secara lokal untuk meningkatkan transparansi data.

Pada Graph + AI Summit 2021 yang diselenggarakan oleh TigerGraph dan telah rampung belum lama ini, satu-satunya konferensi terbuka di level industri yang ditujukan khusus untuk mengakselerasikan analytics, AI, dan machine learning menggunakan graph algorithm, superapp terbesar Indonesia–platform on-demand terdepan di Asia Tenggara dan pionir model ekosistem multi-service dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi terdaftar dan 500 ribu penjual makanan–melakukan presentasi pada webinar mengenai bagaimana tim data engineering mereka memanfaatkan TigerGraph untuk memperkuat solusi pendeteksi penipuan secara real-time, termasuk dalam memproses hingga 1,5 juta node tiap detiknya. TigerGraph pun menunjukkan superioritas produknya dengan kecepatan extract, transform, dan load yang sangat cepat dan mampu mengendalikan banyak data secara bersamaan untuk menghasilkan graph analytics yang mendalam secara real-time.

Didirikan pada 2012, TigerGraph telah menyediakan graph technology tingkat lanjut bagi perusahaan-perusahaan global di Fortune 500 di berbagai sektor industri serta sejumlah lembaga pemerintah. TigerGraph merupakan mitra data terpercaya bagi pelaku layanan finansial, kesehatan, hingga energi–dengan 4 dari 5 bank global terbesar menggunakan TigerGraph untuk mendeteksi penipuan secara real-time. TigerGraph juga telah membantu memudahkan proses dalam mengakses kesehatan bagi lebih dari 50 juta pasien dan menghadirkan infrastruktur energi teroptimalisasi bagi 1 miliar orang. 

“Kami melihat ada peningkatan permintaan terhadap solusi graph analytics terdepan dari TigerGraph dari berbagai vertikal industri termasuk pemerintah, telekomunikasi, dan perbankan, sehingga kami memperluas sumber daya manajerial kami untuk mendukung pertumbuhan pasar secara lokal dan regional,” ujar Joseph Lee, Vice President of Asia Pacific & Japan, TigerGraph. “Reza menawarkan kepemimpinan yang telah teruji di tengah bisnis industri TI yang sangat kompetitif. Ia akan memegang peran penting dalam mendorong keberlanjutan client excellence TigerGraph di Indonesia, melayani klien terpandang seperti Perum Peruri, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan di APAC yang memanfaatkan kemampuan native parallel graph untuk mengakselerasi transformasi digitalnya.”

Reza Pahlevi merupakan veteran bisnis di industri TI dengan pengalaman kepemimpinan di bidang penjualan selama 27 tahun di Indonesia dan Amerika Serikat. Berbekal pengalaman mendalam akan strategi dan produk, Reza Pahlevi memiliki keunggulan dalam membawa teknologi infrastruktur di segmen B2B ke dalam pengimplementasian sistem perangkat lunak tingkat internasional bagi berbagai klien perusahaan. Sebelum bergabung ke TigerGraph, Reza Pahlevi telah menjalankan peran senior di Teradata, Oracle, dan SAP.

“Indonesia tengah mengambil sikap tegas dalam menghadapi Industry 4.0, dan kami siap bergerak maju dengan kekuatan penuh untuk menyediakan solusi graph technology tingkat lanjut di level bisnis di berbagai sektor,” ujar Reza Pahlevi, Managing Director, Indonesia, TigerGraph. “Seiring dengan upaya banyak perusahaan untuk memperdalam inisiatif di bidang artificial intelligence, machine learning, dan data training, rangkaian solusi dari TigerGraph dapat menjadi kunci untuk memperoleh keunggulan yang signifikan di tengah kompetisi yang ketat dengan para pesaing melalui analytics yang penuh insight. Berbekal kapabilitas yang unik dalam menggali hubungan-hubungan baru antar data secara real-time di dalam graph scheme yang sangat kompleks, kami menatap ke depan untuk menampakkan potensi sebenarnya dari data untuk membantu lebih banyak pelanggan dalam mendorong pertumbuhan, membuat keputusan bisnis yang lebih baik, serta mencapai keuntungan-keuntungan yang nyata. TigerGraph pun terbuka akan kolaborasi bersama pemerintah dengan menyediakan keahlian akan perlindungan data yang aman dan terpercaya, memperkuat inisiatif progresif berbasis digital seperti Kebijakan Satu Peta dan Satu Data Indonesia.”

Teknologi inovatif TigerGraph dan komitmennya untuk menunjukkan nilai bisnis yang sesungguhnya dari data terkoneksi telah diakui dari tahun ke tahun. Baru-baru ini, TigerGraph mendapat predikat Leader oleh Forrester Research dalam laporan The Forrester Wave™: Graph Data Platforms, Q4 2020. TigerGraph juga dinobatkan sebagai “Cool Vendor” dalam laporan 2020 Cool Vendors in Data Management yang disusun oleh Gartner.

Moselo Bagikan Cara Apresiasi Kualitas Karya Kreator Lokal Lewat Moselo Backyard Sale

GayaKeren.id – Di tengah pandemi ini, banyak bisnis kecil dan kreator lokal yang berjuang untuk bertahan. Sebagai bentuk dukungan untuk para kreator lokal, kita bisa mengapresiasi karya mereka dengan berbagai cara. Tak hanya kreator lokal di media sosial, banyak kreator yang membuat karya dan menjualnya di platform online seperti di Moselo, sebuah creative marketplace digital. Mulai dari strap masker, gantungan kunci, dan berbagai gift set unik, para kreator lokal membungkus dan mendesainnya dengan sedemikian rupa sehingga menjadi karya yang bernilai.

Bernadeth Bellanita, Business Category Lead Moselo menyatakan, “Kami sadar bahwa gerakan sekecil apapun dapat membantu para kreator lokal untuk tetap bertahan di situasi saat ini. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung kreator lokal dengan berbagai cara di rumah saja. Di Moselo, kami menyediakan platform untuk para kreator lokal memamerkan kreasinya. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan metode pembayaran digital seperti ShopeePay untuk memudahkan pembayaran sekaligus memberikan promo yang menarik.”

Menghasilkan sebuah karya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Membeli karya yang asli adalah salah satu cara untuk menghargai para kreator lokal. Di Moselo, kamu bisa mendapatkan berbagai pilihan karya dari kreator tanah air. Lebih lanjut, Moselo kembali mengadakan Moselo Backyard Sale, sebuah event online yang menjadi agenda tahunan Moselo yang kerap ditunggu-tunggu oleh para penikmat dunia seni kontemporer. Dilaksanakan pada periode 24 – 27 Juni 2021, Moselo Backyard Sale kali ini akan melibatkan lebih dari 70 Moselo Expert yang terbagi dalam 11 kategori produk.

Moselo Backyard Sale adalah sebuah online curated market yang mengangkat tema clearance sale. Acara ini memberikan ruang bagi para kreator lokal yang tergabung sebagai Moselo Expert untuk memberikan berbagai promo khusus untuk produk dengan cacat produksi yang sangat minim tanpa menghilangkan fungsinya. Dengan mengusung pesan “Still Good, Feel Good”, Moselo Backyard Sale mengkomunikasikan bagaimana para kreator dan seniman lokal memiliki standar kualitas yang sangat baik, hingga produk-produk dengan minor defect atau sample sale masih sangat layak jual, dan seringkali tidak terlihat berbeda dengan produk komersilnya.

“Moselo Backyard Sale memang selalu menjadi curated market Moselo yang paling ditunggu oleh pengguna Moselo. Konsep unik ini hanya diusung oleh Moselo secara kolektif. Meskipun diklaim sebagai sample sale dengan minor defect, pada kenyataannya produknya masih sangat baik sekali dalam segi tampilan dan kualitas, sehingga tidak mengurangi euforia ketika menerima produk tersebut. Ini juga salah satu bentuk edukasi kami kepada para kreator untuk mengurangi limbah kain atau limbah fashion, karena produk-produk mereka masih berfungsi sangat baik. Seluruh pengguna dapat membawa pulang produk berkualitas para kreator dengan lebih hemat menggunakan ShopeePay berkat voucher cashback hingga 100% dari Shopee Mantul Sale,” ungkap Bernadeth Bellanita.

Informasi selengkapnya terkait Moselo Backyard Sale dapat diakses melalui akun Instagram resmi @moseloappdan @moseloartmarket, serta website www.moselo.com. Unduh aplikasi Moselo sekarang untuk mendapatkan pengalaman yang lebih menyeluruh selama Moselo Backyard Sale. Gunakan ShopeePay di Moselo dan dapatkan promo cashback 100% selama periode 25 – 27 Juni 2021 dalam program Shopee Mantul Sale.