Tetap Ekspansi di Tengah Pandemi, Ini 4 Strategi Jitu Kopi Kenangan

GayaKeren.id – Pandemi Covid-19 cukup memukul dunia bisnis, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia Hampir semua sektor bisnis terdampak dari diberlakukannya larangan berkumpul dan berinteraksi untuk mengurangi penularan virus yang telah meminta jutaan nyawa ini. Sektor makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang cukup terdampak,

Saat ini sektor bisnis, terutama kuliner berusaha untuk kembali bergerak, Seperti yang dilakukan Kopi Kenangan Group yang  menjadi salah satu brand lokal yang berusaha bertahan, bahkan berkembang dan bahkan mencetak kesuksesan sehingga bisa mengembalikan performa bisnis seperti sebelum masa COVID-19. Hingga saat ini, Kopi Kenangan Group tetap melakukan ekspansi dan baru saja membuka gerai ke-500.

Ruth Davina selaku PR Manager Kopi Kenangan Group mengatakan, “Di masa pandemi yang tidak menentu ini segala sesuatu dapat berubah dengan tiba-tiba, termasuk gaya hidup dan preferensi konsumen. Menyadari hal ini, kami memutuskan untuk fokus menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi konsumen, menjunjung tinggi kesehatan dan kelangsungan karyawan, serta tentunya terus meningkatkan kualitas produk. Dengan fokus pada 3 hal ini, kami berhasil untuk bertahan dan tetap berkembang di tengah gejolak pandemi. Pada 8 Juli lalu, kami baru saja merayakan pembukaan gerai ke-500 yang berlokasi di Ruko Green Lake Sunter, Jakarta Utara. Kami harap masa penuh tantangan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi pelaku bisnis maupun pegiat UMKM untuk terus berinovasi dan berkembang di masa pandemi ini.”

Berikut adalah 4 strategi bisnis Kopi Kenangan Group untuk bisa melejit di tengah pandemi:

1. Mengutamakan kesehatan serta keselamatan seluruh karyawan dan konsumen
Melalui program SENANG (Sehat Bareng Kenangan) yang dilaksanakan sejak bulan Maret 2020, Kopi Kenangan Group berkomitmen untuk terus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan pelanggan serta karyawan. Pada Juni 2021, Kopi Kenangan Group juga mulai melaksanakan vaksinasi tahap pertama bagi 1.800 karyawan domisili Jabodetabek, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengadaan Pusat Sentralisasi Vaksinasi di JIExpo Kemayoran, yang ditujukan bagi masyarakat umum dan pelaku UMKM. Selain itu, Kopi Kenangan Group juga terus menerapkan protokol Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) di seluruh gerai.

2. Menganalisis perubahan dan menghadirkan layanan yang sesuai
Sejak pertama kali didirikan, Kopi Kenangan Group memiliki komitmen untuk senantiasa memberikan layanan dan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat. Semangat inilah yang menjadi key driver Kopi Kenangan Group sehingga bisa terus bertahan di tengah gempuran pandemi. Kopi Kenangan Group secara agresif menganalisis ke mana para pelanggan berada selama diberlakukannya work from home (WFH) selama pandemi.

Dengan data yang terkumpul, Kopi Kenangan Group mendapati bahwa saat ini kebanyakan pelanggan berada di wilayah perumahan, berbeda dengan saat sebelum pandemi di mana pelanggan kebanyakan melakukan transaksi di daerah perkantoran dan pusat perbelanjaan. Dengan menerapkan strategi ini, Kopi Kenangan Group berhasil membuka lebih dari 200 gerai baru selama masa pandemi. Selain itu, Kopi Kenangan Group juga menyediakan layanan pembayaran digital seperti ShopeePay untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi pelanggan.

3. Berpartisipasi dalam program promo
Tidak hanya bisnis, pandemi juga berdampak pada daya beli masyarakat secara umum. Memahami hal ini, Kopi Kenangan Group secara gencar memberikan stimulus berupa promo-promo menarik agar masyarakat tetap bisa menikmati kelezatan berbagai sajian dari Kopi Kenangan Group. Salah satunya adalah dengan berpartisipasi di promo ShopeePay Super Online Deals yang berlangsung pada 15-21 Juli 2021 ini. Melalui kerja sama kampanye ini, seluruh pelanggan bisa mendapatkan keuntungan cashback hingga 100%. Dengan stimulus promo dan kolaborasi bersama pihak ketiga, Kopi Kenangan Group dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas lagi.

4. Memperluas inovasi produk
Tidak hanya menyediakan sajian minuman kopi dan teh, Kopi Kenangan Group terus berinovasi menghadirkan ragam hidangan lezat lainnya yang pas untuk disantap dengan segelas kopi. Beberapa di antaranya adalah aneka roti dari Cerita Roti dan ayam goreng dengan nama brand Chigo yang baru saja diluncurkan pada awal tahun ini. Dengan menghadirkan ragam menu yang semakin luas, Kopi Kenangan Group ingin menemani keseharian masyarakat Indonesia dengan menu-menu yang nikmat.

Pemulihan Pandemi dan Perayaan Hari Es krim Dunia, Aice Komitmen Bantu UMKM dan Edukasi Masker ke Masyarakat

GayaKeren.idProdusen es krim nasional Aice Group menilai strategi pemulihan ekonomi yang sedang dijalankan oleh pemerintah perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan termasuk sektor swasta. Meskipun geliat pembalikan kinerja perekonomian belum cukup kuat untuk mendorong kinerja semua sektor ke kondisi ideal sebelum pandemi, namun pelaku industri berharap pemulihan ekonomi bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Aice juga menyatakan dukungannya atas langkah pemerintah yang terlihat sangat menggenjot pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) lewat berbagai stimulus pemerintah. Berbagai stimulus yang diarahkan ke jutaan UMKM di Indonesia, diyakini Aice Group akan menjadi pendorong daya beli yang riil di masyarakat.

Juru bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana menyampaikan dukungan atas langkah pemerintah memperkuat UMKM dan juga komitmen Aice dalam mendukungnya. Dari awal hadir telah membuktikan dukungan dengan mengenjot pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro UMKM  dengan inovasi menghadirkan es krim berkualitas yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. “Kini, Aice telah berhasil membuktikan dukungannya dengan 250 ribu lebih UMKM serta upaya penanganan pandemi di sektor kesehatan yakni dengan edukasi dan pembagian masker. Dan bertepatan dengan Hari Es Krim Sedunia yang jatuh pada tanggal 18 Juli tahun ini, Aice akan memulai program membagikan Es Krim Susu Telur serta Masker medis ke berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sylvana juga menjelaskan bahwa UMKM memang menjadi porsi utama penjualan Aice dibandingkan dengan jaringan ritel modern misalnya. UMKM melalui jalur reseller pedagang ritel merupakan upaya Aice untuk memudahkan konsumen menikmati es krim dengan mudah, karena tersebar hingga ke wilayah perumahan mereka. Selain tentunya membantu UMKM dapat berkembang dan berdaya dengan program reseller.

Saat ini pembukaan baru jaringan reseller Aice di segmen pedagang ritel tradisional tetap tumbuh positif di masa pandemi ini. Hal ini yang menjadikan Aice tetap optimis mengenai potensi pembalikan ekonomi yang makin kuat saat ini. Sebagai salah satu produsen es krim dengan volume terbesar, Aice memiliki jejaring pedagang ritel yang sangat besar. Terdapat lebih dari 250 ribu jaringan warung Aice yang selama ini menjadi reseller produk Aice. 

Sinergi Pemulihan Kesehatan dan Pandemi

Seperti diketahui sebelumnya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sudah meluncurkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional pada Maret (16/3/2021) lalu. Strategi pemulihan ekonomi dimulai pemerintah dari upaya pemulihan terhadap sektor UMKM.

Di tempat terpisah, pengamat dan aktivis sosial kemanusiaan Covid-19 Faisal Saimima menyampaikan dukungannya atas langkah stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam dalam beberapa waktu terakhir. Senada dengan Sylvana, ia menyatakan bahwa memang kenyataannya, UMKM menjadi kekuatan terakhir perekonomian dalam menghadapi resesi akibat pandemi ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini mengaku mendapatkan banyak afirmasi atas fokus pemulihan UMKM dari beberapa kepala daerah dan berbagai elemen masyarakat. Dalam berbagai kesempatan penanganan bencana alam serta di kegiatan distribusi jutaan masker medis di puluhan kota dalam setahun terakhir, dirinya bersama koalisi berbagai lembaga sosial kemasyarakatan melakukan juga dialog dengan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat umum.

“Selama ini, saat kami turun ke lapangan untuk menangani pandemi dan bencana alam, ada banyak temuan dan masukan dari masyarakat di daerah mengenai perlunya pemulihan UMKM untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah. Beberapa kepala daerah menjelaskan bahwa porsi perekonomian UMKM di wilayahnya mengambil lebih dari separuh aktivitas ekonominya,” jelas Faisal.

Faisal mengingatkan agar pemerintah tidak boleh lengah untuk menjaga proses pencegahan dan kuratif dari virus ini sendiri. Ia meyakini bahwa UMKM yang menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi justru memiliki resiko tertinggi penularan. Menurutnya, tidak ada gas dan rem yang berjalan secara parsial atas pemulihan pandemi dan dampak ekonomi. Keduanya harus berjalan dan sinergis.

“Masyarakat dan pemerintah tidak boleh ragu, kebijakan atas vaksinasi dan kebijakan PPKM perlu dijalankan dengan tegas. Saya dan banyak aktivis yang selama ini ada di lapangan sangat yakin bahwa ancaman gelombang besar pandemi saat ini memberikan banyak pelajaran soal itu. Jutaan insan UMKM yang selama ini wara-wiri dalam aktivitas ekonominya di masyarakat memegang peranan penting,” jelas Faisal.

Mengenai soal UMKM, Sylvana mengamini kekuatan jejaring warung dalam menyumbang aksi pencegahan melawan virus ini. Dalam beberapa bulan terakhir, Aice Group sukses melakukan kampanye penguatan dan edukasi penggunaan masker medis hingga ke titik terbawah masyarakat.

Hingga bulan lalu, Aice Group sudah mendistribusikan hampir dua puluh juta masker medis berkualitas lewat aksi donasi ke kalangan rentan penularan serta aksi distribusi melalui ratusan ribu warung Aice di berbagai penjuru tanah air.  Edukasi oleh tokoh masyarakat lokal yang dipercaya publik dan logistik masker yang masif lewat jaringan warung di 20 kota se-Indonesia terbukti telah berhasil menuai apresiasi dari banyak pihak.

“Kami meyakini kombinasi power leader yang memberikan contoh dan keuntungan jaringan warung Aice yang sangat banyak menjadi kunci keberhasilan pendisiplinan pemakaian masker dan prokes lainnya. Kami berharap pandemi ini segera usai, dengan kerja keras dan disiplin kita semua. Langkah pemerintah dan banyak stakeholder menjadikan UMKM sebagai titik awal pemulihan sangat kami dukung. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kuat kita menyelesaikan pandemi ini hingga tuntas secepatnya,” tutup Sylvana.