GayaKeren.idPandemi Covid19 berdampak terhadap penurunan kualitas hidup, khususnya kaum rentan. Survei internal Yayasan CARE Peduli (YCP) menunjukkan, kaum perempuan menjadi kelompok kaum rentan yang paling mengalami dampak negatif pandemi Covid19.

Bonaria Siahaan, CEO Yayasan CARE Peduli menyatakan, “Memasuki tahun kedua pandemi, kerja kemanusiaan kita justru terus bertambah. Gelombang demi gelombang Covid19 menghadang, sementara bencana alam dan risiko perubahan iklim terhadap kemiskinan dan ketahanan hidup tetap berdatangan. Secara umum, perempuan bernasib lebih buruk daripada lakilaki karena beban tanggung jawab yang meningkat dan berlipat ketika ada pembatasan mobilitas dan kebijakan tinggal di rumah (stay at home) diberlakukan.

Di samping pandemi, beragam bencana alam juga tetap terjadi akibat krisis perubahan iklim. Indonesia pun mengalami berbagai bencana alam sepanjang masa pandemi ini. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan pada JanuariJuli 2021 saja ada 1.638 kejadian bencana yang berdampak pada 5,6 juta orang. 499 orang wafat dan 69 hilang akibat banjir, kebakaran hutan dan lahan, longsor, angin puting beliung, maupun gempa. Adapun pada 2020 terjadi 4.650 bencana yang berdampak pada 6,8 juta jiwa, menghilangkan nyawa 418 orang, serta membawa kerugian material yang sangat besar.

Memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus, YCP mengajak semua pihak sebagai warga negara untuk mengambil peran penting. Pertama, kita wajib melaksanakan protokol kesehatan ketat untuk menghindari penularan baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain, sehingga dapat menghindarkan terjadinya lonjakan kasus. Kedua, kita perlu lebih peka dan dapat membantu orang terdekat yang memerlukan, baik itu anggota keluarga maupun tetangga di lingkungan sekitar. Ketiga, kita dapat melawan misinformasi dengan membantu
memberikan informasi yang benar dan edukasi kepada masyarakat soal pandemi. Keempat, kita bisa memilih berdonasi baik secara langsung kepada yang membutuhkan atau melalui lembagalembaga sosial dan kemanusiaan.

Alissa Wahid, Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), menyampaikan pemikirannya di selasela diskusi,Semangat kemanusiaan ada di hati, pikiran, dan dituangkan dalam aksi nyata kita bersama. Kesigapan, kecekatan, dan gotong royong memegang peran kunci dalam memperkuat efektivitas dukungan kita bagi masyarakat rentan di Indonesia. Kelompok perempuan rentan di bawah garis kemiskinan patut diberikan perhatian dan bantuan nyata yang dapat mengubah kehidupannya menjadi lebih baik dan berkelanjutan. Dengan beban tanggungjawab yang berat dan berlipat di masa pandemi, keberhasilan kita dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan rentan dapat secara signifikan membantu juga meringankan kesulitan bagi seluruh anggota keluarganya. Sebesar itulah pengaruh perempuan bagi pasangan dan anakanaknya.”

“Pemerintah bekerja keras tanpa henti untuk menanggulangi bencana termasuk pandemi Covid19. Kunci utama penanganan bencana dan operasi tanggap darurat adalah kajian data yang lengkap dan akurat terkait kelompok rentan terdampak. Kami memberikan apresiasi kepada Yayasan CARE Peduli yang selama ini telah melakukan fokus respons kepada kelompok rentan terutama perempuan, dimana dalam kelompok ini juga termasuk ibu hamil, ibu menyusui, juga kelompok rentan balita, lansia dan penyandang disabilitas.” ungkap Nelwan Harahap, Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pasca Bencana, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Yayasan Care Peduli telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan di tanah air, baik dalam penanganan bencana maupun Covid19. Selain penanganan bencana alam, sejak awal pandemi di tahun 2020, serangkaian kegiatan telah dilakukan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah di Serang, Purwakarta, Sukabumi, Palu, Sigi, Donggala, Bone, Mamuju, dan Majene.

Pangarso Suryotomo, Plt. Direktur Kesiapsiagaan Kedeputian Pencegahan BNPB menyatakan, “BNPB mendukung dan menyambut baik atas segala daya dan upaya yang dilakukan Yayasan CARE Indonesia dalam ketangguhan membantu penanggulangan pandemi Covid19 dan bencana alam yang terjadi di Indonesia. Keselarasan dengan misi BNPB dalam aksi nyata yang dilakukan bagi kelompok rentan, ditunjang dengan keterlibatan dan keahlian dalam mitigasi risiko bencana, turut memperkuat efektivitas bangsa ini dalam mengatasi pandemi berkepanjangan.”

Merespon pandemi Covid19, dengan total penerima manfaat lebih dari 161 ribu orang di periode Maret 2020 hingga pertengahan 2021, terdapat lebih dari 50% diberikan kepada kelompok rentan perempuan, yaitu 80,962 orang, “Kami memiliki jaringan kuat hingga di tingkat akar rumput dalam mengimplementasikan programprogram kemanusiaan, terutama bagi kelompok perempuan rentan di seluruh wilayah Indonesia. Program yang kami jalankan mencakup program unggulan yang didukung oleh donatur individu maupun institusi,” jelas Bonaria.


Bentuk bantuan YCP untuk membantu program pemerintah antara lain : Program WASH yang menyediakan materi komunikasi risiko, fasilitas cuci tangan, masker, sabun tangan dan pembersih. Di Majene dan Mamuju paska gempa Palu, YCP membangun kamar mandi khusus ramah perempuan, anak, dan penyandang disabilitas yang berlokasi dekat dari tempat penampungan korban gempa. Program Menjamin Ketahanan Pangan yakni bantuan kepada kelompok rentan dalam bentuk voucher makanan, voucher tunai dan akses ke pertanian dan budidaya ikan air tawar. Ketiga, program Uang untuk Bekerja dan Mata Pencaharian Alternatif, dimana YCP memberikan bantuan kepada masyarakat desa melalui skema cashforwork yang berfokus pada pembangunan infrastruktur desa di NTT. Di Sukabumi dan Purwakarta, YCP  menyediakan modal, pelatihan dan uang tunai bagi pekerja garmen perempuan yang diPHK untuk membuat pola, memproduksi dan menjual masker ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat dan masyarakat.

Di Serang, YCP menyediakan tendatenda bertekanan negatif khusus bagi perempuan terpapar Covid19 yang sedang hamil dan untuk bersalin di Puskesmas, serta tempat dan kebutuhan isolasi mandiri berbasis masyarakat di desadesa yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan. Selain itu, dukungan diberikan dalam bentuk penyaluran paket alat pelindung khusus (APD), vitamin, susu, dan pembersih tangan bagi petugas kesehatan di Puskesmas, serta paket isolasi mandiri berbasis masyarakat utamanya bagi perempuan, lansia, serta anakanak di desadesa yang jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan.

Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi momentum dan pengingat bagi kita semua bahwa dengan berbagai bencana di tengah pandemi yang menelan banyak korban dan melumpuhkan kehidupan manusia, tanggung jawab memelihara dan menumbuhkan kemanusiaan ada di pundak kita semua, baik secara kolektif maupun individual. Apalagi saat ini dunia memiliki tantangan terkait perubahan iklim yang berdampak pada kemiskinan, Yayasan CARE Peduli turut serta dalam aksi mitigasi risiko dan adaptasi atas perubahan iklim dalam solidaritas untuk masyarakat rentan yang paling membutuhkan.” tutup Bonaria.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *